
Percikan air terjadi disekitar tempat An Ling menerima serangan dari ketua Bajak Laut itu. Asap halus berwarna putih juga mengelilinginya. Membuat pandangan ketua Bajak Laut terhalang oleh asap dan percikan air itu
Dia mengira jika An Ling sudah tamat riwayatnya
Ketika hendak membalikkan badan, dia menyadari ada sesuatu yang aneh. Aura yang sangat menakutkan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya
Itu adalah Aura seseorang yang berada dipuncak ranah Surgawi
Dia melihat sekeliling namun tak melihat seorangpun yang datang menghampirinya
Ketua Bajak Laut itu pun menyadari jika Aura menakutkan tersebut dikeluarkan oleh An Ling
Dia tidak menyangka jika laki-laki yang masih terlihat berumur tujuh belasan tahun itu sudah berada jauh diatasnya
"Ba, bagaimana mungkin?, " Ucap ketua Bajak Laut terbata-bata. Dia sama sekali tidak mempercayai kenyataan yang dialaminya
Asap putih halus perlahan menghilang. Pemandangan yang sama sekali belum pernah dilihat oleh ketua Bajak Laut itu, kini terlihat oleh kedua matanya
"Ti, tidak mungkin. Kau...!!, " Ketua Bajak Laut itu tak tahu harus berkata apa lagi
Dirinya sudah dipenuhi dengan keringat dingin yang sudah membasahi hampir seluruh tubuh dan pakaiannya
Seorang bocah berusia tujuh belas tahun, ternyata memiliki kultivasi bagaikan seorang petualang yang sudah berkelana sambil berlatih bertahun-tahun lamanya
Dirinya terduduk tidak berdaya. Seluruh tubuhnya gemetaran. Yang ada dipikirannya hanyalah akhir dari hidupnya
"Se, seorang ahli Array. Kau juga seorang ahli Array yang hanya ada sepuluh ribu tahun sekali!," Ketua Bajak Laut itu sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa. Dia sudah pasrah dengan keadaannya sekarang
An Ling tersenyum dingin melihat reaksi dari ketua Bajak Laut setelah melihat dan merasakan Auranya yang sangat kuat
"Hemm, apakah kau akan menyerah begitu saja?, " An Ling mencoba membuatnya bangkit kembali sehingga dia dapat sedikit memberitahu kepada ketua Bajak Laut itu jika diatas langit masih ada langit
Ketua Bajak Laut itu menggerakkan giginya. Dia mengepalkan kedua telapak tangannya dengan sangat kuat hingga meneteskan beberapa tetes darah segar
__ADS_1
"Kau...!, Jangan kau pikir kau adalah orang terkuat. Di masa depan, aku akan membalaskan dendam ku!, " Ucap ketua Bajak Laut yang sudah sangat geram
Ketua Bajak Laut itu segera memperkuat jurus kabut hitamnya setelah memberikan An Ling sebuah kata-kata ancaman. Lalu menghilang entah kemana
An Ling memiliki firasat jika dimasa depan para Bajak Laut itu akan membantunya mendapatkan pengakuan dari Dewa Air. Dia membiarkan kawanan Bajak Laut itu pergi begitu saja
An Ling menutup kembali Auranya dan langsung berjalan mendekati teman-temannya yang masih terbaring pingsan
"Bagaimana keadaan mereka, Xiao Chu?," An Ling bertanya kepada Xiao Chu yang sudah berada disana. Mengecek keadaan mereka
"Zao Hua dan Yu Nie hanya kehabisan tenaga. Sebentar lagi juga akan siuman. Tapi...," Xiao Chu langsung menjelaskan keadaan Zao Hua dan Yu Nie. Akan tetapi, perkataannya terhenti seketika dirinya melirik kearah kapten Chu Leng
"Aku mengerti!, " An Ling menghela nafasnya dan menghembusnya setelah menyadari kondisi kapten Chu Leng yang sedikit parah
Tulang punggungnya retak. Organ dalamnya juga sedikit terluka. Namun, yang paling mereka khawatirkan bukanlah itu. Akan tetapi mereka khawatir jika kapten Chu Leng akan kehilangan kultivasinya
Pasti sangatlah menyedihkan bagi seorang Pendekar Spirit yang tiba-tiba kehilangan kultivasinya begitu saja
"An Ling, apa kau punya cara?, " Xiao Chu yang tidak dapat menemukan cara bertanya kepada An Ling
An Ling mengangguk dan sedikit tersenyum. Dia teringat jika di dalam cincin penyimpanan peninggalan ayahnya terdapat sebuah resep pil yang dapat meningkatkan kultivasi
Pil Pusaran Angin, pil ini dapat membantu seseorang yang mengkonsumsinya meningkatkan kekuatan
Kenapa An Ling memilih pil tersebut?. Sebab kondisi Kapten Chu Leng saat ini sangatlah tidak memungkinkan untuk pulih sepenuhnya
An Ling hanya bisa bertaruh soal ini. Jika berhasil, bukan hanya luka kapten Chu Leng yang sembuh total, melainkan kekuatannya juga akan bertambah. Tingkat kultivasi kapten Chu Leng akan naik bahkan beberapa level sekaligus
"Tapi..., Aku tidak yakin seratus persen. Tingkat keberhasilan cara ini hanya tiga puluh persen!, " An Ling menjelaskan jika cara ini hanya bisa mengandalkan keberuntungan saja
Xiao Chu hanya bisa terdiam setelah mendengar cara dari An Ling. Dia sedikit menelan ludahnya hingga terdengar suara degukan dari dalam kerongkongannya
"Tapi..., Aku khawatir kapten Chu Leng akan merasa sangat tertekan setelah mengetahui jika cara ini gagal, " An Ling semakin ragu untuk mencoba cara yang satu-satunya bisa dilakukan olehnya ini
__ADS_1
Raut wajah An Ling dan Xiao Chu mulai terlihat gelisah. An Ling sama sekali tidak bisa bertindak gegabah dalam menghadapi hal yang serius ini
Ketika tengah duduk merenung, tiba-tiba saja tangan kapten Chu Leng meraih lengan An Ling dan segera memegangnya dengan sangat erat
An Ling sangat terkejut dan melirik langsung ke wajah kapten Chu Leng
Dia melihat senyuman dari bibir kapten Chu Leng. Walaupun kedua matanya terpejam, raut wajah kapten Chu Leng terlihat sangat yakin terhadap apa yang sudah dikatakan oleh An Ling
Bahkan kapten Chu Leng mengacungkan jempol tangan yang satunya pertanda dia benar-benar setuju dengan saran An Ling
An Ling mulai tercerahkan oleh kapten Chu Leng yang ternyata masih sadar sedari tadi. Bahkan mendengar apa yang dikatakan oleh An Ling dan Xiao Chu
"Baiklah, karena kapten Chu sangat yakin, tingkat keberhasilannya akan aku ubah menjadi seratus persen!, "
Dengan penuh semangat An Ling mengeluarkan Tripodnya dan langsung memasukkan bahan-bahan pil Pusaran Angin satu persatu ke dalam Tripod
Keringat mulai bercucuran. Mengalir dari sela-sela rambut An Ling. Turun melalui wajahnya dan menetes melalui udara sehingga membasahi lantai kapal mereka
Konsentrasi An Ling sangat kuat. Gelombang tak menghalanginya untuk membuat pil yang dapat menyembuhkan kapten Chu Leng dari luka parahnya
Di sisi lain, Xiao Chu tengah mengendalikan laju kapal agar tidak keluar dari jalur mereka
Sepuluh menit dilalui oleh An Ling. Baju yang dikenakan kini sudah bau akan keringatnya yang tak ada hentinya bercucuran
Sekarang adalah bagian terpenting saat membuat pil, yaitu pembentukan pil
Setelah semua bahan berhasil dilebur menjadi cairan yang sedikit lengket, maka hanya tinggal langkah terakhir yaitu prosesi pembentukan pil. Dimana An Ling akan lebih berkonsentrasi lagi agar pil yang dibuatnya sempurna. Sehingga tidak mengurangi keefektifan pil
Setelah merasa pil yang dibuatnya sudah mulai terbentuk sempurna, An Ling langsung mengeluarkannya dari dalam Tripod menggunakan kekuatan spiritualnya diikuti sebuah teriakan
"Hiyakkk!!, " Pil Pusaran Angin telah berhasil dibuat. Langkah terakhir yaitu, menunggu kapten Chu Leng mengkonsumsi pil yang telah dibuatnya dan menahan segala rasa sakit yang akan dirasakannya setelah mengkonsumsi pil
An Ling mengulurkan tangannya. Memasukkan pil Pusaran Angin kedalam mulut kapten Chu Leng dan membantu menekannya agar kapten Chu Leng tidak memuntahkan pil tersebut
__ADS_1