Balas Dendam Dewa Iblis

Balas Dendam Dewa Iblis
Episode 22


__ADS_3

ditengah tengah malam yang sangat sunyi, An Ling terbangun dari tidurnya dan melihat kapten Chu Leng yang sudah tidak kuat menahan ngantuk lagi


"baiklah sekarang giliran ku !!" ucap An Ling sembari berjalan mendekati kapten Chu Leng yang tengah duduk di dekat pintu masuk goa


"ahhh tidak tidak... aku masih kuat berjaga! kau lanjutkan lah tidurmu!" ucap kapten Chu Leng


"tidak usah memaksakan diri kapten! sekarang biarkan aku yang berjaga!" balas An Ling


kapten Chu Leng pun berdiri dan berjalan menuju api unggun dan tidur di sana


An Ling pun duduk di dekat pintu masuk goa untuk berjaga malam sambil memandangi indahnya langit malam yang dihiasi oleh begitu banyak bintang


pagi pun tiba An Ling sudah menunggu teman temannya di tepi pantai sambil duduk bersila memandangi indahnya pantai


"hoahmmm!!" Zao Hua menguap sambil menggeliat karena sudah puas dengan tidurnya


Zao Hua sedikit kebingungan setelah menyadari bahwa An Ling tidak ada di sekitarnya


"tidaaaakkk!!!" teriak Zao Hua sangat keras membuat kapten Chu Leng dan Xiao Chu terkejut dan terbangun


"kenapa kau berteriak!!!" tanya kapten Chu Leng dengan kasar kepada Zao Hua


"An Ling... hiks!" ucap Zao Hua dengan muka murung


kapten Chu Leng pun berdiri lalu berjalan meninggalkan Zao Hua di ikuti oleh Xiao Chu. melihat kapten Chu Leng dan Xiao Chu meninggalkannya, Zao Hua pun mengikuti mereka berjalan menuju pantai


Zao Hua sangat terkejut melihat An Ling yang tengah duduk santai di tepi pantai lalu dia pun berlari karena sangat bahagia An Ling tidak kenapa kenapa


"An Ling!!!" teriak Zao Hua sambil berlari ingin memeluk An Ling


melihat Zao Hua yang bertingkah aneh seperti seorang idi*t yang tengah melompat ke arahnya, An Ling pun sedikit bergeser hingga Zao Hua terjatuh di atas pasir


"kenapa orang ini!?" tanya An Ling kepada teman temannya


"mungkin kesurupan sesuatu!?" ucap Xiao Chu


"buwahaha!!" semua orang pun tertawa


karena semua sudah berkumpul, mereka pun segera melanjutkan petualangan mereka di pulau kaki dewa


walaupun terlihat kecil pulau kaki dewa sebenarnya adalah pulau yang besar karena ada suatu array yang tidak terlihat oleh mata yang ada di pinggiran pulau membuat pulau kaki dewa terlihat seperti pulau terpencil jika dilihat dari luar array

__ADS_1


mereka berpetualang selama berjam jam namun belum menemukan harta karun yang mereka baca di peta petunjuk akan tetapi mereka menemukan tanaman obat yang langka seperti leci beku


peta petunjuk juga hanya menunjukkan jalan menuju pulau kaki dewa saja dan tidak menunjukkan letak dimana harta Karun itu berada. mereka berempat hanya berjalan tanpa arah dan hanya mengikuti insting mereka


mereka memutuskan untuk beristirahat sebentar di bawah pohon yang agak besar di dalam hutan


"haishhh sepertinya akan memakan waktu lama untuk menemukan harta Karun itu!" ucap kapten Chu Leng yang sedikit gelisah


"tidak! aku merasakan ada sesuatu yang sangat kuat di dekat sini!" balas An Ling


"mungkinkah itu seekor spirit beast!!" ucap Zao Hua sedikit merinding


"kalian tunggulah disini! aku akan memeriksa!" ucap An Ling sambil berjalan menuju tempat berasal Nya aura yang sangat kuat itu


setelah beberapa menit berjalan, An Ling pun terkejut karena melihat reruntuhan kuno dari kejauhan


reruntuhan itu terlihat seperti sebuah tempat pemujaan. ada sebuah kuil di dalam reruntuhan kuno itu


An Ling lalu memasuki kuil tersebut dan menemukan sebuah aksara kuno yang tidak dia pahami. An Ling mencoba mencari sesuatu dengan harapan ada sebuah petunjuk yang ditinggalkan


dia melihat sebuah patung yang menyerupai dengan dewa laut. aura yang sangat kuat itu seperti keluar dari dalam patung. Lalu An Ling menyentuh patung itu dan mencoba merasakannya


seketika An Ling berada di dalam dimensi yang sangat luas dengan banyak bintang bintang de sekelilingnya


An Ling pun mengingat ingat masa lalunya. dia teringat kejadian ketika dia masih berumur tujuh tahun dan bertemu dengan gurunya. lalu An Ling mencoba berkultivasi di tempat itu


An Ling melihat sebuah spirit weapon tengah melayang mendekatinya seakan akan benda pusaka itu ingin mengikuti An Ling


An Ling memegang spirit weapon itu lalu meneteskan setetes darah untuk membuat kontrak dengannya


spirit weapon itu pun telah memiliki tuan barunya yaitu An Ling


spirit weapon itu adalah sebuah pelindung tangan yang berwarna biru laut terbuat dari kristal yang sangat langka dibuat oleh dewa air sendiri


setelah mendapatkan spirit weapon yang baru, An Ling pun merasa kekuatannya meningkat sangat pesat, dia merasa sudah berada di ranah surgawi level sembilan dan hanya butuh beberapa tahun lagi untuk mencapai kaisar spiritual


An Ling merasa sangat puas dengan apa yang telah didapatkannya itu. An Ling lalu membuka matanya. dia sangat terkejut ketika melihat patung dewa air tiba tiba roboh


di bawah patung itu An Ling melihat sebuah segel. lalu dia pun memberikan sedikit kekuatan spiritualnya ke dalam segel yang ada di depannya itu


seketika aksara kuno yang berada di tembok di dalam kuil memancarkan sinar yang berwarna emas. sangat terang hingga membuat An Ling hampir tidak bisa melihat apa pun

__ADS_1


"jeglek... jeglek... jeglek...!!" suara pintu rahasia yang terbuka menuju ruang bawah tanah


An Ling pun berjalan masuk ke dalam ruang rahasia itu


"ap.. apa ini..!?" tanya An Ling yang sangat terkejut kepada dirinya sendiri ketika melihat harta Karun yang sangat banyak didalam ruangan rahasia itu


An Ling mencoba menyusui ruang harta tersebut untuk memastikan tidak ada bahaya yang mengintainya


setelah berjalan beberapa menit An Ling merasa ada sesuatu yang sedang memanggilnya. lalu dia pun mengikuti arah panggilan itu


"i.. itu...!" ucap An Ling terbata bata melihat sebuah gulungan tingkat dewa tergeletak di mulut sebuah patung naga yang melingkari patung dewa air


gulungan itu seakan memanggil An Ling. An Ling pun segera berjalan mendekati patung itu dan segera mengambil gulungannya


"i... ini... jurus tingkat dewa!!!" teriak An Ling terbata bata setelah membuka gulungan yang telah diambilnya


An Ling pun memasukkan gulungan itu ke dalam cincin penyimpanannya dan bergegas untuk kembali ke tempat teman temannya beristirahat


di tempat kapten Chu Leng dan yang lainnya beristirahat


"hoahmmm! lama sekali An Ling!?" ucap Zao Hua sambil menguap


"teman teman!!" teriak An Ling dari kejauhan memanggil teman temannya


An Ling duduk dan menjelaskan kepada teman temannya perihal harta Karun yang berada di dalam kuil. mereka semua lalu berlari menuju tempat yang sudah dikatakan oleh An Ling


"huhuhu kita kaya!!" ucap Zao Hua sambil melompat ke arah tumpukan koin emas


"hahahaha ternyata perjuangan kita tidak sia sia!!" ucap kapten Chu Leng yang sangat puas


"hoahhh!! setelah ini kita harus membeli kapal baru dan bermain bersama gadis cantik di bar!" ucap Xiao Chu sangat senang


mereka semua pun memasukkan semua harta Karun itu kedalam cincin penyimpanan mereka masing masing dan bergegas untuk pulang


"heii kemari!!" teriak Zao Hua


kapten Chu Leng, Xiao Chu dan An Ling pun berjalan mendekati Zao Hua yang memanggil mereka


"ada apa?" tanya kapten Chu Leng kepada Zao Hua


"lihat ini!!" ucap Zao Hua sambil mengangkat sebuah tripot dan menunjukkan kepada semuanya

__ADS_1


"lihat yang kutemukan!!" ucap Zao Hua dengan sangat sombong


__ADS_2