
Di depan penginapan baru An Ling, Shao Bai pergi meninggalkan An Ling setelah dia memberiku kunci rumah padanya. Tidak lupa mereka juga saling melambaikan tangan
An Ling sedikit menggeliat, "Baiklah, sekarang saatnya untuk beristirahat. Besok harus bangun pagi-pagi. "
Di tengah-tengah malam yang cerah ini, An Ling tengah berbaring di atas ranjangnya. Dia membuka matanya perlahan
"Hei-hei, apa kau mendengar jika baru-baru ini ada seseorang yang datang kemari?. " Terdengar suara seseorang yang tengah berjalan melalui depan rumah An Ling
Seseorang yang berjalan bersamanya segera menjawab, "Iya aku mendengarnya. Kabarnya dia adalah seorang Pendekar Spirit yang berhasil mengalahkan Piton Api di gunung timur!. "
Percakapan mereka terdengar jelas di telinga An Ling. Dia mencoba sedikit menguping
"Sial sekali nasibnya karena memutuskan untuk bermalam di sini!!. "
"Jika saja dia bisa membunuh Raja Shao Wang, mungkin kita bisa bebas dari tempat mengerikan ini!. "
An Ling mengkerutkan keningnya. Dia berbicara dalam hati, "Raja Shao Wang. Marganya sama seperti Shao Bai. Jangan-jangan mereka...."
An Ling segera bangkit dari ranjangnya untuk menanyakan kepastian dari apa yang telah didengarnya. Akan tetapi, raut wajahnya menjadi kecewa setelah melihat keadaan luar rumah yang sangat sepi
An Ling menghela nafas, "Sepertinya mereka sudah pergi. Sudahlah, lebih baik aku tanyakan kepada Shao Bai besok!!. "
Besok pagi, Shao Bai berjanji kepada An Ling untuk memandunya berkeliling menyusuri Kerajaan Dewa Api
Matahari sudah berada diatas gunung. An Ling dan Shao Bai tengah berjalan santai di tengah keramaian pasar
Sembari berjalan, Shao Bai menjelaskan secara rinci tentang keadaan Kerajaan Dewa Api. Dia menunjuk kearah Bar yang berada tidak jauh didepan mereka
"Itu adalah salah satu Bar yang sangat terkenal di Kerajaan Dewa Api. Di sana menjual anggur yang hanya tumbuh di Benua Api. Kau mau kesana?. "
__ADS_1
An Ling menganggukkan kepalanya, "Boleh. Aku juga ingin mencoba anggur yang kau bicarakan itu. "
Dua gelas anggur disajikan di meja An Ling dan Shao Bai. An Ling merasa bingung karena perlakuan pelayan Bar kepada mereka terasa sangat spesial. Seperti halnya sedang melayani seorang pangeran. Hal itu membuat An Ling teringat akan percakapan seseorang tadi malam
An Ling meneguk habis segelas anggur merah sebelum dia bertanya kepada Shao Bai, "Shao Bai, kau sama sekali tidak menceritakan kepadaku tentang peraturan yang ada di sini?. "
Shao Bai mengkerutkan keningnya. Dia terkejut dengan pertanyaan An Ling yang tiba-tiba saja menanyakan hal yang ingin dia sembunyikan kepada An Ling
Shao Bai sama sekali tidak bisa berkata apa-apa. Keningnya sudah hampir dipenuhi dengan keringat dingin
"Kudengar Raja yang memimpin Kerajaan Dewa Api bermarga Shao. Kenapa marganya sama denganmu. Sebenarnya apa yang kau sembunyikan?. " An Ling semakin memojokkan Shao Bai dengan pertanyaan-pertanyaan yang sama sekali tidak bisa dijawabnya
Shao Bai menelan ludah. Ketika hendak menjawab dengan ragu-ragu, tiba-tiba saja seseorang membuat keributan di dalam Bar
"Apa kau bilang. Kalau begitu kita lihat sekarang siapa yang lebih lemah dari siapa!!." Laki-laki berbadan kekar dengan rambut botak itu mengangkat meja yang ada di depannya lalu melemparkannya kearah seorang laki-laki yang memakai topeng setengah muka
Meja terbang itu berhasil dihindarinya. Laki-laki bertopeng itu pun segera membalas serangannya
Dia memusatkan energi api sehingga sebuah bola api melayang di atas telapak tangannya. Tak menunggu waktu lama, setelah bola api itu sempurna, laki-laki bertopeng segera melemparkannya kearah laki-laki berbadan kekar
Laki-laki berbadan kekar menyilangkan kedua tangannya tepat didepan kepalanya untuk menerima serangan langsung yang dilancarkan oleh laki-laki bertopeng
Sebuah ledakan terjadi. Seketika pandangan mereka ditutupi oleh gumpalan asap tebal berwarna hitam
An Ling menempelkan lengannya tepat di keningnya. Dia berbicara dalam hati, "Tekanan yang kuat!!."
Asap hitam segera menghilang setelah laki-laki berbadan kekar berteriak. Dia lalu berkata, "Kau pikir bisa mengalahkanku dengan seragam lemah seperti itu?!."
Ketika hendak melanjutkan pertarungan, pemilik Bar yang berada di puncak Ranah Langit segera menghentikan perkelahian mereka untuk mengurangi kerugian yang dialaminya
__ADS_1
Sebuah tekanan yang sangat kuat. Hawa panas mulai memenuhi seluruh penjuru ruangan Bar
Raut wajah mereka berdua terlihat cemas ketika melihat seorang wanita berdiri ditengah-tengah mereka yang sedang berkelahi
Seorang wanita yang memakai pakaian kerja bagaikan seorang pelayan Bar. Aura yang dikeluarkannya pun sangat kuat. Wanita itu pun berkata dengan tegas, "Apa kalian tahu apa yang telah kalian perbuat?. "
Laki-laki berbadan kekar itu segera menjelaskan, "Kakak, ini semua salah Zhang Lian. Dia mengataiku lemah. Maka dari itu aku_."
Belum selesai dia bicara, laki-laki bertopeng yang ternyata bernama Zhang Lian, segera menyangkalnya, "Tidak, aku hanya berkata jika kekuatannya berada dibawah standar_."
"Diam!!. " Wanita pemilik Bar itu merasa sangat geram kepada mereka berdua. "Zhang Lian, sebagai rekan kau seharusnya memberikan arahan kepada, Wu Hao. Dan Wu Hao, terimalah kenyataan jika kau ini memang lemah. Sebagai hukuman, kalian harus membersihkan toilet selama satu bulan, apa kalian keberatan?!. "
Mereka berdua menundukkan kepalanya, "Baik kakak Jiu, kami tidak keberatan sama sekali."
"Bagus. Dan jangan ulangi perbuatan kalian!!."
Mereka berdua membereskan semua meja dan kursi yang berantakan sebelum pada akhirnya mereka masuk kedalam ruangan khusus yang ada di lantai dua Bar tersebut
Xiao Jiu, wanita pemilik Bar menghembuskan nafas lega lalu menepuk ringan keningnya. Dia bergumam, "Dasar mereka ini. Bisanya cuma membuat masalah!!."
Xiao Jiu lalu mewakili junior-juniornya untuk meminta maaf kepada seluruh pelanggan. Dia mengusap-usap kepala belakangnya, "Maaf atas kekacauan barusan. Sebagai gantinya, kami akan memberikan kalian satu botol anggur merah secara gratis untuk setiap meja."
Semua orang berteriak kegirangan karena lagi-lagi mereka mendapatkan sebotol anggur merah yang sangat mahal itu secara gratis. Mereka semua lalu duduk di meja mereka masing-masing
An Ling masih merasa kebingungan dengan situasinya. Dia melirik kearah Shao Bai lalu menanyainya, "Shao Bai, sebenarnya ada apa ini?. "
Shao Bai menghembuskan nafas lega. Dia sangat bersyukur karena keributan barusan membuat An Ling lupa dengan rahasia yang masih disembunyikannya. Dia lalu menjelaskan kepada An Ling secara rinci, "Mereka adalah kelompok pemburu harta karun yang memutuskan untuk menetap di Kerajaan Dewa Api. Apa yang menyebabkan mereka menetap, aku juga tidak tahu."
An Ling lalu menganggukkan kepalanya. Dia percaya dengan ucapan Shao Bai yang sedikit terdapat kebohongan dalam kata-katanya. Lebih tepatnya, sebenarnya Shao Bai tahu penyebab mereka menetap di Kerajaan Dewa Api
__ADS_1