Balas Dendam Dewa Iblis

Balas Dendam Dewa Iblis
Episode 80


__ADS_3

Malam yang dipenuhi kegembiraan, mereka bahkan lupa jika matahari sudah mulai terbit. An Ling yang biasanya hanya kuat meminum beberapa teguk, malam ini dia menghabiskan satu tong lebih wine


Dirinya kini masih tertidur pulas karena tidak punya tenaga lagi untuk berdiri


"Semuanya bangun....!!!, Sarapan sudah hampir matang!!, " Teriak seorang wanita dengan sangat keras dan tegas, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Yu Nie


Semuanya segera bangun setelah mendengar teriakkan yang sangat kuat. Mereka segera menuju ke tepi pantai untuk menghadiri sarapan bersama


Dengan terkejut An Ling membuka kedua matanya. Entah kenapa dia memiliki firasat buruk


"Yu Nie, dimana yang lainnya?, " Ucap An Ling keheranan


Yu Nie membalikkan badannya, "Semuanya sudah menunggumu di tepi pantai. Cepatlah jika kau ingin makan!!, "


Perut An Ling bergetar. Dia lalu bangun dan berjalan mengikuti Yu Nie sambil berkata dalam hati, "Perasaan apa ini, kenapa aku mempunyai firasat buruk!!, "


Di tepi pantai, semuanya telah duduk lesehan. Menunggu kedatangan An Ling


An Ling sedikit menyipitkan matanya. Entah mengapa suasana hatinya mendadak tidak tenang. Dia menoleh ke kanan dan kiri


"Yu Nie, dimana Kepala Suku Bai?, "


"Ohhh, tadi dia bilang ingin pergi ke makam untuk ziarah!!, "


An Ling mengkerutkan keningnya, dia lalu berlari meninggalkan mereka sambil berkata, "Kalian duluan saja, aku tidak lapar!!, "


An Ling berlari menuju desa yang letaknya tidak jauh dari pantai


Semua orang saling bertatap-tatapan, "Kenapa Tuan muda berlari, apa dia tidak ikut sarapan?, "


"Entahlah aku juga tidak tahu. Mungkin dia ingin buang air?, "


Di dalam desa, An Ling masih berlari mengikuti nalurinya sambil berteriak, "Kakek, dimana kau?, "


Tidak lama setelah itu, dia melihat sebuah gapura. Disampingnya ada sebuah tulisan, "Makam leluhur, "


An Ling segera berlari memasuki gapura. Dia melihat Kepala Suku Bai tengah berdoa di samping sebuah makam


"Kakek, ada yang harus aku bicarakan sebentar!!, "


Kepala Suku Bai mendengar ada seseorang yang memanggilnya. Dia melirik kearah suara tersebut


An Ling tengah berjalan mendekatinya, "An Ling, hal sepenting apa yang harus dibicarakan?, "


"Kakek, aku harus segera kembali ke kerajaan Dewa Air. Aku memiliki firasat buruk!!, "


Kepala Suku Bai mengkerutkan keningnya, "Apa yang kau katakan?, "


Ketika An Ling hendak menjelaskan, dia melihat nama yang tertulis diatas batu nisan. "Jie Fujin, ". An Ling segera bertanya kepada Kepala Suku Bai, "Kakek, makam siapa ini?, "


Kepala Suku Bai memalingkan wajahnya dari An Ling. Dia menatap makam Kaisar Jie Fujin. Dia lalu menjelaskan kepada An Ling


"Ini adalah makam Kaisar Jie Fujin. Dia adalah pemuda paling berbakat di Benua Air. Di usianya yang masih tiga puluh tahun, dia berhasil menjadi Kaisar Spiritual dan menjadi Raja di Kerajaan Dewa Air. Tapi, saat anaknya, Putri Jie Yu berusia tiga tahun, Sekte Cahaya Agung berhasil membunuhnya, "


Sontak An Ling mengkerutkan keningnya, "Apa, Jie Yu?, ". Dia tidak menyangka jika makam yang ada di depannya adalah makam ayah kandung Jie Yu


An Ling menggertakan giginya, "Sekte Cahaya Agung, lagi-lagi mereka!!, "


An Ling segera membalikkan badannya, "Kakek, aku izin pamit dulu. Beritahu teman-temanku jika aku telah pergi duluan!!, "


Kepala Suku Bai belum sempat mengatakan apapun. An Ling sudah melesat menggunakan Langkah Anginnya

__ADS_1


Sambil melesat An Ling mengangkat tangan kanannya. Memusatkan energi elemen air disekitarnya


Perlahan wujud naga mulai terbentuk. An Ling melompat dan berdiri di kening naga air. Mengendalikannya untuk terbang mengarungi samudera dengan kecepatan yang tak bisa dibayangkan


An Ling tersenyum dingin dan berkata dalam hatinya, "Jie Yu, tunggu aku!!, "


Firasatnya mengatakan jika terjadi sesuatu terhadap Jie Yu


Setengah hari telah An Ling lalui untuk melewati samudera. Kini, Kerajaan Dewa Air sudah terlihat didepan mata. Dia mengendalikan Naga Airnya untuk pergi ke istana kerajaan


Wujud Naga memudar ketika An Ling sudah memasuki wilayah istana. An Ling berlari dengan sangat cepat menuju ruangan singgasana


"Ibunda...!!, " An Ling berteriak dengan sangat keras sambil membuka pintu. Dia melihat Ratu Jie Han tengah duduk di singgasananya dengan raut wajah yang sangat dingin. Tatapannya juga sangat menakutkan


"Ibunda, apa yang terjadi disini!!, " An Ling segera meminta penjelasan kepada Ratu Jie Han


Dengan sangat berat hati, Ratu Jie Han menjelaskan kepada An Ling, "Jie Yu, Sekte Cahaya Agung telah membawanya untuk dijadikan menantu Kepala Sekte!!, ". Air matanya perlahan mulai menetes membasahi pipi hingga gaun yang dikenakannya


Mulut An Ling tercengang setelah mendengar penjelasan dari Sang Ratu. Dia menggertakan giginya, "Cihh, dasar bajing*n Sekte Cahaya Agung!!, "


An Ling membalikkan badannya. Aura Dewa Iblis dan Dewa Airnya sudah tidak bisa dibendung lagi. Dia hendak pergi ke Sekte Cahaya Agung untuk menyelamatkan Jie Yu


Ratu Jie Han segera mencegahnya, "Tunggu, masih ada waktu satu tahun untuk meningkatkan kekuatanmu!!, ". Sang Ratu berdiri lalu berjalan mendekati An Ling


"Dengan kekuatanmu sekarang, kau tidak akan bisa menang melawan mereka. Kepala Sekte Cahaya Agung adalah seorang yang hampir menjadi dewa!!, "


An Ling menghentikan langkahnya, "Ibunda, aku membutuhkan sesuatu. Sepertinya aku akan sedikit merepotkanmu, "


Ratu Jie Han menganggukkan kepalanya, "Katakan!!, "


"Yang pertama, aku ingin meminjam catatan informasi Sekte Cahaya Agung. Yang kedua, aku ingin meminjam ruangan alkemis sebentar. Dan yang ketiga, aku ingin meminta bantuan ibunda untuk menyiapkan pasukan untuk berperang dengan Sekte Cahaya Agung!!, "


Ratu Jie Han memejamkan matanya, "Kalau itu keputusanmu, baiklah, aku akan mengatur semuanya!!, "


Tak membutuhkan waktu yang lama, An Ling sudah memegang buku catatan dari seorang petualang yang paling lengkap


Sekarang dirinya masih berada didalam ruangan alkemis yang tak ada seorangpun didalamnya


An Ling mulai membalik halaman catatan tersebut


Didalamnya terdapat sebuah peta dunia. An Ling segera menghafalnya


Beberapa jam telah berlalu, An Ling sudah sepenuhnya hafal dengan peta dunia. Dia menggertakan giginya, "Cihh, catatan ini sama sekali tidak berguna. Selain peta dunia, tidak ada apapun yang bisa membantu!!, "


Tidak membuang-buang waktu lagi, An Ling melempar catatan itu dan langsung mengeluarkan Tripodnya


Tiga bahan yang dia kumpulkan sejak lama kini telah berada disamping Tripod


An Ling segera memasukkan tanaman herbal satu persatu kedalam Tripod


Langit malam mendadak tertutup oleh awan gelap. Hujan yang sangat deras membasahi Kerajaan Dewa Air disertai dengan petir yang sangat hebat


An Ling menggertakan giginya, "Aku tidak boleh gagal!!, "


Dua tanaman herbal sudah larut didalam Tripod. Hanya tinggal bahan terakhir, Buah Murbai Membara. An Ling segera memasukkan Buah Murbai Membara kedalam Tripod


Untuk membuat pil tingkat tinggi membutuhkan energi spiritual yang sangat besar. An Ling yang sudah menjadi Kaisar Spiritual tetap saja hampir kehabisan energi spiritualnya


"Bertahanlah sebentar lagi!!, " Rintih An Ling


Petir yang menyambar semakin keras. Bahkan banyak sekali pepohonan yang tumbang akibat tersambar oleh petir yang sangat kuat itu

__ADS_1


Sebuah tekanan yang sangat kuat hingga membuat An Ling sedikit terpental. Dia memuntahkan seteguk darah segar


"Cihh, akhirnya selesai juga!!, " Dengan sisa tenaganya, dia berjalan mendekati Tripodnya yang hampir meledak lalu mengambil pil yang sudah berhasil dibuatnya


Pil YinYang, pil yang dapat membantu Ratu Jie Han menjadi Kaisar Spiritual


An Ling berjalan menuju pintu dengan nafasnya yang masih terengah-engah. Diluar, ternyata Ratu Jie Han sudah menunggunya. Raut wajahnya terlihat sangat cemas


Ketika dia melihat An Ling, seketika suasana hatinya menjadi tenang kembali. Dia segera berlari menghampiri An Ling, "An Ling, kau tidak apa-apa?, "


An Ling tersenyum puas sambil sedikit menganggukkan kepalanya. Dia lalu mengulurkan tangannya, memberikan pil YinYang kepada Ratu Jie Han


Sang Ratu sangat tidak percaya dengan apa yang telah dilihatnya didepan mata. Dengan terbata-bata dia berkata, "Ka, kau. Kenapa kau masih membuatkanku pil itu?, "


An Ling mengkerutkan keningnya, "Ibunda, aku berjanji akan menyelamatkan Jie Yu. Setelah kami pulang, aku akan langsung menikahinya!!, "


Ratu Jie Han tersenyum pahit, air matanya mengalir deras. Dia lalu memeluk An Ling dengan erat sambil berkata, "Dasar keras kepala. Jie Yu benar-benar beruntung bisa memilikimu!!, "


An Ling segera menyuruh Ratu Jie Han untuk segera mengkonsumsi pil dan naik tingkat menjadi Kaisar Spiritual


An Ling mengajaknya menuju pulau terpencil. Disana adalah satu-satunya tempat yang cocok untuk meningkatkan kekuatan


Ratu Jie Han segera duduk bersila. Dia lalu memasukkan pil YinYang kedalam mulutnya


Seketika tubuhnya terasa seperti terbakar. Dengan sekuat tenaga Ratu Jie Han menahan rasa sakit yang tak bisa diungkapkan oleh kata-kata


An Ling melihatnya dengan raut wajah yang dipenuhi harapan. Jika ini sampai gagal, dia tidak tahu lagi akan berbuat apa


Hujan masih belum reda bahkan bertambah deras. Petir yang menyambar juga semakin banyak dan semakin kuat


Satu sambaran petir membuat air danau menjadi kacau balau. An Ling tidak tahu harus berbuat apa. Dia hanya bisa menunggu keberhasilan Ratu Jie Han


Pikiran An Ling sangat kacau kaki ini. Jie Yu yang sedang di sandera oleh Sekte Cahaya Agung, Sang Ratu yang tengah menghadapi ujian hidup dan mati. Ditambah kekuatannya yang sama sekali belum memadai untuk pergi membalas dendam


Petir yang sangat kuat mulai menyambar disekitaran Pulau terpencil. An Ling mencoba menahannya menggunakan Array


Satu petir yang sangat kuat mengarah kepada Ratu Jie Han. Dengan sekuat tenaga, An Ling menahannya menggunakan Array


Retakan mulai terlihat di dinding Array, An Ling sama sekali bukan tandingan dari petir tersebut


Dia terpental sangat jauh, menghantam pepohonan hingga tumbang. Dia memuntahkan seteguk darah


An Ling menggertakan giginya, "Cihh, aku tidak punya tenaga yang tersisa. Ibunda, semoga kau bisa menghadapi semuanya!!, ". Wajah An Ling dipenuhi dengan harapan


Petir yang sangat kuat itu menyambar Ratu Jie Han yang membuatnya menahan rasa sakit ekstra. Ratu Jie Han menjerit kesakitan


An Ling sudah terbaring tidak berdaya dengan kedua mata yang menatap langit. Dia sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhnya


Tujuh petir menyambar membuat lingkaran dengan Ratu Jie Han sebagai pusatnya. Cahaya merah mulai turun dari langit. Ratu Jie Han mendangakkan kepalanya sambil menjerit kesakitan


"A, aku, tidak bisa gagal sekarang. Demi Putriku dan dendamku, aku tidak boleh gagal!!, "


Cahaya merah yang menyinari Ratu Jie Han semakin terang


Tubuh Ratu Jie Han perlahan terbang melayang dengan sendirinya. Sama persis dengan An Ling saat dia menjadi Kaisar Spiritual


Kedua matanya bersinar merah terang. Semua orang yang ada di kerajaan menyaksikan kejadian tersebut ditengah-tengah hujan badai


Kini Ratu mereka telah menjadi seorang Kaisar Spiritual. Dengan penuh kegembiraan, mereka bersorak-sorai


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Hai ada pemberitahuan dari author bahwasanya, mulai dari ini kedepannya alurnya mau dipercepat biar gak terlalu panjang ceritanya 🙏🙏Maaf ya belum bisa buat cerita yang lebih seru buat kalian 🙏🙏😅


Makasih buat kalian yang udah baca sampai sini. Sehat selalu kalian semuanya 😘😘


__ADS_2