Balas Dendam Dewa Iblis

Balas Dendam Dewa Iblis
Episode 95


__ADS_3

Mereka berdua melompat, menjaga jarak satu sama lain


Raja Shao Wang tertawa jahat, "Bocah, kau benar-benar membuatku kagum. Tidak kusangka, kau benar-benar bisa membuatku serius!!."


Tanpa memperdulikan ucapan Raja Shao Wang, An Ling langsung mengeluarkan Pedang Iblis lalu menyerangnya


Raja Shao Wang tersenyum dingin. Dia juga mengeluarkan Spirit Weaponnya, Pedang Bara


Sebuah pedang panjang yang selalu diselimuti oleh Aura berwarna merah


Raja Shao Wang melesat untuk beradu pedang dengan An Ling


Tekanan yang sangat dahsyat terjadi ketika kedua Spirit Weapon legendaris itu bersentuhan


Mereka melesat dengan sangat cepat. Bahkan Tetua Shu Gie tidak mampu melihatnya. Dia hanya melihat percikan api kecil setiap mereka berpapasan


Pertarungan adu kecepatan yang sangat lama. An Ling melihat celah di bagian pinggang Raja Shao Wang. Dia melesat dengan sangat cepat mengincar pinggangnya


Serangan terakhir An Ling menghentikan pertarungan adu kekuatan mereka dengan punggung mereka yang saling berhadapan


Raja Shao Wang tersenyum dingin saat dia merasakan darah mengalir cukup deras dari pinggangnya, "Sudah lama aku tidak merasakan ini!!." Tatapannya menjadi sangat serius setelah dia membalikkan badan. Melihat wajah An Ling yang sangat dingin


Mereka berdua saling bertatapan dengan raut wajah sedingin es. Memikirkan strategi sejenak


Pemikiran mereka yang sama itu membuat mereka segera melakukan pertarungan adu kecepatan untuk yang kedua kalinya


Raja Shao Wang sedikit kesusahan karena dia juga harus fokus menjaga luka di pinggangnya


Pertarungan yang sangat sengit itu sudah berlangsung selama sepuluh menit. Nafas mereka berdua sudah terdengar berat


Ketika kedua pedang itu sudah berjarak lima centimeter, An Ling memutar tubuhnya untuk menghindari serangan Raja Shao Wang


Raja Shao Wang tercengang ketika An Ling memilih untuk menghindari serangannya. Dia tidak memiliki persiapan sama sekali jika An Ling menyerangnya dari belakang


Sebelum Raja Shao Wang membalikkan badannya, An Ling mengeluarkan sayap Phoenix lalu mengibaskannya agar kecepatannya semakin cepat


Dia menghunuskan Pedang Iblis tepat di tengah-tengah punggung Raja Shao Wang


Tekanan yang sangat kuat terjadi


An Ling mengkerutkan keningnya. Dia berkata dengan lirih, "Sial, ternyata dia memiliki armor!!."

__ADS_1


Tubuh mereka berdua terpental menabrak bangunan hingga menghancurkannya. Membuat pandangan mereka tertutup oleh asap coklat tebal


Raja Shao Wang mengibaskan pedangnya agar asap tebal segera menghilang. Terlihat raut wajahnya yang sangat marah karena An Ling berhasil menyerangnya sebanyak dua kali. Bahkan darah mulai mengalir dari dalam mulutnya


Dengan cepat, An Ling melesat dari dalam kabut asap. Dia menghunuskan pedangnya tepat di dada Raja Shao Wang


Reaksi Raja Shao Wang kali ini cukup cepat. Dia berhasil menahan serangan An Ling dengan pedangnya


An Ling melompat menjaga jarak dengan Raja Shao Wang. Tenaganya hampir habis setelah pertarungan sengit tadi. Nafasnya juga sudah sangat berat


Menyadari hal itu, Raja Shao Wang segera melesat menyerang An Ling menggunakan pedangnya yang dialiri penuh dengan energi spiritual


An Ling berhasil menahannya. Akan tetapi, tubuhnya terpental sangat jauh menghantam dan merobohkan tiga bangunan sekaligus


Raja Shao Wang tidak memberikan An Ling kesempatan untuk memulihkan diri. Dia langsung melompat kearah An Ling terjatuh dengan pedangnya yang dihunuskan tepat di perut An Ling


An Ling yang hendak berdiri itu tidak sempat untuk menghindarinya. Dia hanya bisa menggunakan kekuatan dari Armor Naga Laut


Tubuhnya diselimuti oleh energi air yang membuat Raja Shao Wang terpental karena tekanannya yang sangat kuat


An Ling berusaha untuk berdiri. Dia mengepakkan sayapnya lalu melesat membalas serangan Raja Shao Wang barusan


Pedang Iblis sudah dipenuhi dengan energi api hingga Api Hitam menyelimutinya. An Ling memberi Raja Shao Wang yang tidak terlalu memiliki persiapan dengan serangan beruntun


Setelah dua puluh kali tebasan yang diberikan kepada An Ling, Raja Shao Wang nampak kelelahan. Nafasnya sudah semakin berat


Dia mengibaskan pedangnya dengan sangat kuat hingga membuat An Ling terdorong ke belakang karena tidak bisa menahan tekanan yang diberikan oleh Raja Shao Wang


Raja Shao Wang menggertakan giginya, "Kau mungkin lebih hebat dalam memainkan pedang. Tapi, apakah kau bisa menahan jurusku yang satu ini?!."


Tanpa basa-basi, dia langsung menyerang An Ling menggunakan salah satu jurusnya, Hujan Pedang


Kurang lebih seribu Pedang Bara. Berjatuhan dari langit tepat diatas kepala An Ling


An Ling menggertakan giginya, "Sialan. Apa boleh buat!!." Dia segera memasang Array untuk melindungi dirinya dari hujan pedang. Hal itu membuat Raja Shao Wang tercengang


Dia berkata dengan terbata-bata, "A, apa. Kau bisa menggunakan Array?." Dia memperkuat serangannya agar Array yang melindungi An Ling hancur sebelum jurusnya selesai


Setelah ratusan pedang menghujani Array yang dipasang oleh An Ling, akhirnya terdapat retakan-retakan kecil di beberapa bagian Array


An Ling menggertakan giginya, "Sial, tidak bisa terus begini!!." Dengan sekuat tenaga dia terus menahan hujan pedang yang tak ada hentinya

__ADS_1


Seratus pedang terakhir akhirnya dapat menghancurkan Array yang sangat kuat yang digunakan An Ling untuk menahannya


An Ling menerima langsung puluhan pedang yang jauh dari langit dengan sangat cepat


Raja Shao Wang mengatur nafasnya kembali setelah jurus itu selesai. Sekitar tubuh An Ling kini masih ditutupi oleh asap coklat tebal


Perlahan mulai terlihat. Tubuh An Ling yang berusaha untuk berdiri setelah menerima puluhan Pedang Bara


Raja Shao Wang tersenyum dingin, "Memang seharusnya begitu. Kau sudah membuatku seserius ini. Jika kau mati sebelum aku puas, aku pasti tidak akan bisa tidur nyenyak di kemudian hari!!."


An Ling menggertakan giginya, "Kalau begitu, akan ku buat kau tidur untuk selamanya!!."


An Ling memusatkan energi api di tubuhnya. Diiringi teriakan, dia membakar seluruh kota menggunakan Wilayah Api. Banyak sekali korban jiwa yang disebabkan oleh Wilayah Api milik An Ling


Beruntung, Wilayah Api yang masih tergolong lemah itu hanya dapat membara dengan diameter sepuluh meter


Reaksi Raja Shao Wang sangat cepat. Dia segera menyelimuti tubuhnya menggunakan Tubuh Naga


Seluruh tubuhnya berada di dalam wujud Naga Api yang tembus pandang. Oleh karena itu, Api Hitam An Ling hanya memberinya sedikit luka bakar. Dia juga sangat beruntung karena Api Hitam belum merembet masuk kedalam lukanya


Kali ini giliran Raja Shao Wang yang menahan jurus An Ling yang berlangsung selama tiga menit itu. Tubuhnya hampir saja tergeletak karena suhu yang sangat panas di dalam wilayah api. Tubuhnya bahkan sangat berat untuk digerakan ketika berada di dalamnya


An Ling merasa jika tenaganya sudah terkuras habis. Wilayah Apinya segera terhenti dengan sendirinya dan tubuhnya terjatuh ditanah


Raja Shao Wang sudah terengah-engah. Hampir saja dia mati terbakar. Dia tidak menyangka jika An Ling bahkan bisa membuatnya sampai seperti ini. Dia menggertakan giginya, "Bisa-bisanya, aku hampir mati di tangannya?!."


"Sepertinya kau sedikit ceroboh. Aku tidak menyangka jika kau berniat mati bersamaku!!."


Raja Shao Wang sudah kehilangan banyak sekali tenaga. Untuk berdiri saja, dia sudah hampir tidak bisa. Dia lalu berjalan, selangkah demi selangkah mendekati An Ling


Dengan penuh rasa jengkel, dia menghunuskan pedangnya tepat di perut An Ling


Ketika mata pedang sudah berjarak satu centimeter, sebuah bola air menghantam tubuhnya


Tubuh Raja Shao Wang terhempas sangat jauh hingga dia memuntahkan seteguk darah dari mulutnya


Dia menggertakan giginya, "Huang Yi, apakah kau berniat memberontak?!."


Huang Yi, adalah permaisurinya. Sejak awal, dia menikahi Raja Shao Wang karena keterpaksaan


Huang Yi menatap Raja Shao Wang dengan tatapan dingin. Dia berjalan mendekati tubuh An Ling yang terbaring tak berdaya lalu memberikannya sedikit kekuatan spiritualnya

__ADS_1


Tubuh An Ling sedikit terangkat setelah sekumpulan Aura energi air menyelimuti sekujur tubuhnya


__ADS_2