
Mereka berdua melompat, menjaga jarak satu sama lain
Raja Shao Wang tertawa jahat, "Bocah, kau benar-benar membuatku kagum. Tidak kusangka, kau benar-benar bisa membuatku serius!!."
Tanpa memperdulikan ucapan Raja Shao Wang, An Ling langsung mengeluarkan Pedang Iblis lalu menyerangnya
Raja Shao Wang tersenyum dingin. Dia juga mengeluarkan Spirit Weaponnya, Pedang Bara
Sebuah pedang panjang yang selalu diselimuti oleh Aura berwarna merah
Raja Shao Wang melesat untuk beradu pedang dengan An Ling
Tekanan yang sangat dahsyat terjadi ketika kedua Spirit Weapon legendaris itu bersentuhan
Mereka melesat dengan sangat cepat. Bahkan Tetua Shu Gie tidak mampu melihatnya. Dia hanya melihat percikan api kecil setiap mereka berpapasan
Pertarungan adu kecepatan yang sangat lama. An Ling melihat celah di bagian pinggang Raja Shao Wang. Dia melesat dengan sangat cepat mengincar pinggangnya
Serangan terakhir An Ling menghentikan pertarungan adu kekuatan mereka dengan punggung mereka yang saling berhadapan
Raja Shao Wang tersenyum dingin saat dia merasakan darah mengalir cukup deras dari pinggangnya, "Sudah lama aku tidak merasakan ini!!." Tatapannya menjadi sangat serius setelah dia membalikkan badan. Melihat wajah An Ling yang sangat dingin
Mereka berdua saling bertatapan dengan raut wajah sedingin es. Memikirkan strategi sejenak
Pemikiran mereka yang sama itu membuat mereka segera melakukan pertarungan adu kecepatan untuk yang kedua kalinya
Raja Shao Wang sedikit kesusahan karena dia juga harus fokus menjaga luka di pinggangnya
Pertarungan yang sangat sengit itu sudah berlangsung selama sepuluh menit. Nafas mereka berdua sudah terdengar berat
Ketika kedua pedang itu sudah berjarak lima centimeter, An Ling memutar tubuhnya untuk menghindari serangan Raja Shao Wang
Raja Shao Wang tercengang ketika An Ling memilih untuk menghindari serangannya. Dia tidak memiliki persiapan sama sekali jika An Ling menyerangnya dari belakang
Sebelum Raja Shao Wang membalikkan badannya, An Ling mengeluarkan sayap Phoenix lalu mengibaskannya agar kecepatannya semakin cepat
Dia menghunuskan Pedang Iblis tepat di tengah-tengah punggung Raja Shao Wang
Tekanan yang sangat kuat terjadi
An Ling mengkerutkan keningnya. Dia berkata dengan lirih, "Sial, ternyata dia memiliki armor!!."
__ADS_1
Tubuh mereka berdua terpental menabrak bangunan hingga menghancurkannya. Membuat pandangan mereka tertutup oleh asap coklat tebal
Raja Shao Wang mengibaskan pedangnya agar asap tebal segera menghilang. Terlihat raut wajahnya yang sangat marah karena An Ling berhasil menyerangnya sebanyak dua kali. Bahkan darah mulai mengalir dari dalam mulutnya
Dengan cepat, An Ling melesat dari dalam kabut asap. Dia menghunuskan pedangnya tepat di dada Raja Shao Wang
Reaksi Raja Shao Wang kali ini cukup cepat. Dia berhasil menahan serangan An Ling dengan pedangnya
An Ling melompat menjaga jarak dengan Raja Shao Wang. Tenaganya hampir habis setelah pertarungan sengit tadi. Nafasnya juga sudah sangat berat
Menyadari hal itu, Raja Shao Wang segera melesat menyerang An Ling menggunakan pedangnya yang dialiri penuh dengan energi spiritual
An Ling berhasil menahannya. Akan tetapi, tubuhnya terpental sangat jauh menghantam dan merobohkan tiga bangunan sekaligus
Raja Shao Wang tidak memberikan An Ling kesempatan untuk memulihkan diri. Dia langsung melompat kearah An Ling terjatuh dengan pedangnya yang dihunuskan tepat di perut An Ling
An Ling yang hendak berdiri itu tidak sempat untuk menghindarinya. Dia hanya bisa menggunakan kekuatan dari Armor Naga Laut
Tubuhnya diselimuti oleh energi air yang membuat Raja Shao Wang terpental karena tekanannya yang sangat kuat
An Ling berusaha untuk berdiri. Dia mengepakkan sayapnya lalu melesat membalas serangan Raja Shao Wang barusan
Pedang Iblis sudah dipenuhi dengan energi api hingga Api Hitam menyelimutinya. An Ling memberi Raja Shao Wang yang tidak terlalu memiliki persiapan dengan serangan beruntun
Setelah dua puluh kali tebasan yang diberikan kepada An Ling, Raja Shao Wang nampak kelelahan. Nafasnya sudah semakin berat
Dia mengibaskan pedangnya dengan sangat kuat hingga membuat An Ling terdorong ke belakang karena tidak bisa menahan tekanan yang diberikan oleh Raja Shao Wang
Raja Shao Wang menggertakan giginya, "Kau mungkin lebih hebat dalam memainkan pedang. Tapi, apakah kau bisa menahan jurusku yang satu ini?!."
Tanpa basa-basi, dia langsung menyerang An Ling menggunakan salah satu jurusnya, Hujan Pedang
Kurang lebih seribu Pedang Bara. Berjatuhan dari langit tepat diatas kepala An Ling
An Ling menggertakan giginya, "Sialan. Apa boleh buat!!." Dia segera memasang Array untuk melindungi dirinya dari hujan pedang. Hal itu membuat Raja Shao Wang tercengang
Dia berkata dengan terbata-bata, "A, apa. Kau bisa menggunakan Array?." Dia memperkuat serangannya agar Array yang melindungi An Ling hancur sebelum jurusnya selesai
Setelah ratusan pedang menghujani Array yang dipasang oleh An Ling, akhirnya terdapat retakan-retakan kecil di beberapa bagian Array
An Ling menggertakan giginya, "Sial, tidak bisa terus begini!!." Dengan sekuat tenaga dia terus menahan hujan pedang yang tak ada hentinya
__ADS_1
Seratus pedang terakhir akhirnya dapat menghancurkan Array yang sangat kuat yang digunakan An Ling untuk menahannya
An Ling menerima langsung puluhan pedang yang jauh dari langit dengan sangat cepat
Raja Shao Wang mengatur nafasnya kembali setelah jurus itu selesai. Sekitar tubuh An Ling kini masih ditutupi oleh asap coklat tebal
Perlahan mulai terlihat. Tubuh An Ling yang berusaha untuk berdiri setelah menerima puluhan Pedang Bara
Raja Shao Wang tersenyum dingin, "Memang seharusnya begitu. Kau sudah membuatku seserius ini. Jika kau mati sebelum aku puas, aku pasti tidak akan bisa tidur nyenyak di kemudian hari!!."
An Ling menggertakan giginya, "Kalau begitu, akan ku buat kau tidur untuk selamanya!!."
An Ling memusatkan energi api di tubuhnya. Diiringi teriakan, dia membakar seluruh kota menggunakan Wilayah Api. Banyak sekali korban jiwa yang disebabkan oleh Wilayah Api milik An Ling
Beruntung, Wilayah Api yang masih tergolong lemah itu hanya dapat membara dengan diameter sepuluh meter
Reaksi Raja Shao Wang sangat cepat. Dia segera menyelimuti tubuhnya menggunakan Tubuh Naga
Seluruh tubuhnya berada di dalam wujud Naga Api yang tembus pandang. Oleh karena itu, Api Hitam An Ling hanya memberinya sedikit luka bakar. Dia juga sangat beruntung karena Api Hitam belum merembet masuk kedalam lukanya
Kali ini giliran Raja Shao Wang yang menahan jurus An Ling yang berlangsung selama tiga menit itu. Tubuhnya hampir saja tergeletak karena suhu yang sangat panas di dalam wilayah api. Tubuhnya bahkan sangat berat untuk digerakan ketika berada di dalamnya
An Ling merasa jika tenaganya sudah terkuras habis. Wilayah Apinya segera terhenti dengan sendirinya dan tubuhnya terjatuh ditanah
Raja Shao Wang sudah terengah-engah. Hampir saja dia mati terbakar. Dia tidak menyangka jika An Ling bahkan bisa membuatnya sampai seperti ini. Dia menggertakan giginya, "Bisa-bisanya, aku hampir mati di tangannya?!."
"Sepertinya kau sedikit ceroboh. Aku tidak menyangka jika kau berniat mati bersamaku!!."
Raja Shao Wang sudah kehilangan banyak sekali tenaga. Untuk berdiri saja, dia sudah hampir tidak bisa. Dia lalu berjalan, selangkah demi selangkah mendekati An Ling
Dengan penuh rasa jengkel, dia menghunuskan pedangnya tepat di perut An Ling
Ketika mata pedang sudah berjarak satu centimeter, sebuah bola air menghantam tubuhnya
Tubuh Raja Shao Wang terhempas sangat jauh hingga dia memuntahkan seteguk darah dari mulutnya
Dia menggertakan giginya, "Huang Yi, apakah kau berniat memberontak?!."
Huang Yi, adalah permaisurinya. Sejak awal, dia menikahi Raja Shao Wang karena keterpaksaan
Huang Yi menatap Raja Shao Wang dengan tatapan dingin. Dia berjalan mendekati tubuh An Ling yang terbaring tak berdaya lalu memberikannya sedikit kekuatan spiritualnya
__ADS_1
Tubuh An Ling sedikit terangkat setelah sekumpulan Aura energi air menyelimuti sekujur tubuhnya