
An Ling yang mendengar cerita dari Ratu Jie Han pun sangat terkejut. Dia tidak menyangka jika ayahnya ternyata mempunyai kenalan kenalan yang sangat hebat
Dan yang paling membuat An Ling terkejut adalah, ternyata ayahnya adalah seekor buaya darat. Pantas saja ibunya tinggal di tempat terpencil
Setelah mendengar apa yang telah dikatakan Ratu Jie Han, An Ling pun sadar jika diluar sana masih banyak sekali orang orang yang lebih kuat bahkan lebih berbakat darinya
Dan juga, An Ling ingin menjadi seorang petualang sama seperti ayahnya itu. Akan tetapi keinginannya untuk balas dendam belum terpenuhi. An Ling memutuskan untuk fokus meningkatkan kekuatannya terlebih dahulu dan pergi ke benua Cahaya untuk menghancurkan Sekte Cahaya Agung
"Setelah ini, apa rencana mu?" Tiba tiba saja Ratu Jie Han bertanya kepada An Ling, membuat An Ling tersadar dari lamunannya
"Ahh! sepertinya aku ingin berpetualang seperti ayahku saja!" Ucap An Ling menjawab pertanyaan yang tiba tiba keluar dari mulut Ratu Jie Han
An Ling terpaksa berbohong agar identitasnya sebagai Dewa Iblis tidak diketahui oleh sang Ratu
Ratu Jie Han pun mengangguk anggukan kepalanya. Dia percaya begitu saja dengan jawaban yang dilontarkan oleh An Ling
"Kalau begitu, aku mohon pamit Ibunda..." An Ling pun segera meminta ijin untuk pamit karena dia juga harus mempersiapkan diri untuk pertandingannya besok
Sebelum An Ling pergi, Ratu Jie Han ingin memberikan sesuatu kepada An Ling. Yaitu sebuah gulungan tingkat tinggi elemen air yang sudah lama dia simpan
"Terimalah ini..." Ucap sang Ratu sambil memberikan gulungan tingkat tinggi itu kepada An Ling
"Maaf Ibunda, aku tidak terlalu cocok dengan elemen air" An Ling segera menolak pemberian dari Ratu Jie Han. Karena memang dirinya kurang cocok berlatih elemen air. Waktu menggunakan jurus Naga Air, bahkan energi An Ling habis begitu saja
An Ling mempelajarinya juga karena jurus itu adalah jurus tingkat dewa
An Ling pun segera berterus terang kepada Ratu Jie Han tentang ketidak cocokannya itu. Ratu Jie Han pun menghembuskan nafasnya karena dia juga tidak bisa apa apa
Keluarga Gue terkenal dengan ketamakannya. Ratu Jie Han hanya ingin memberikan An Ling sedikit bantuan
Di saat pertandingan nanti, pasti mereka akan melakukan segala cara agar bisa menang dalam pertandingan. Mana mungkin Ratu Jie Han tiba tiba membatalkan pertandingan itu secara sepihak. Yang ada An Ling lah yang akan menerima olok olokan dari semua orang
Walaupun Ratu Jie Han tahu jika An Ling lah yang akan memenangkan pertandingan, dia sangat khawatir jika keluarga Gue tidak menerima kekalahan mereka dan menyerang An Ling suatu saat nanti
__ADS_1
"Haishh..., baiklah! walaupun kau menang di pertandingan ini, keluarga Gue pasti tidak akan menyerah begitu saja!" Ratu Jie Han pun memberitahu An Ling agar dimasa depan An Ling tidak kaget
An Ling pun menganggukan kepalanya dan langsung berjalan pergi meninggalkan Ratu Jie Han dan ruang singgasana Ratu
Ketika tengah asik berjalan, tiba tiba saja An Ling mendengar suara yang tidak asing memanggilnya dari arah belakang
"An Ling..." An Ling pun segera membalikkan badannya karena yang memanggilnya itu adalah Jie Yu. Calon istrinya dimasa depan
Jie Yu pun segera berlari menghampiri An Ling dan langsung memeluknya dengan erat. Mereka tidak bertemu selama satu hari akan tetapi Jie Yu merasa sangat kangen terhadap An Ling
Melihat tingkah Jie Yu yang seperti itu, An Ling langsung mengelus rambut panjang Jie Yu yang sangat wangi dan halus
"Kenapa kau ini?" Tanya An Ling kepada Jie Yu yang enggan melepaskan pelukannya yang sangat erat hingga An Ling hampir tidak bisa bergerak
Jie Yu pun segera melepaskan pelukannya dan memperlihatkan senyuman yang sangat manis kepada An Ling
"Hehehe..., aku kangen!" Ucap Jie Yu yang sangat lega karena sudah bertemu dengan An Ling
An Ling yang mendengar alasan Jie Yu memeluknya hingga hampir tidak bisa bergerak itu hanya mengkerutkan keningnya saja. Dia terheran heran karena mereka hanya berpisah selama tidak sampai satu hari dan Jie Yu sudah merasa sangat kangen
Jie Yu pun memberikan sebuah kode kepada An Ling. Dia ingin meminta sesuatu kepada An Ling atau lebih tepatnya mengajak An Ling untuk berkencan
An Ling tidak paham dengan tingkah Jie Yu yang sangat aneh itu. Dia pun mengkerutkan keningnya untuk kedua kalinya
An Ling yang belum paham sama sekali langsung menempelkan telapak tangannya secara terbalik di kening Jie Yu
"Hemmm..., sepertinya kamu sedang demam!? ayo ikut aku!" An Ling merasa jika Jie Yu sedang tidak enak badan. Dia pun langsung menarik tangan Jie Yu untuk pergi ke kamarnya
"Ehhh, tunggu..., tunggu..., tunggu...!" Jie Yu menyuruh An Ling agar berhenti karena dia memang tidak demam sama sekali
An Ling pun menuruti apa yang dikatakan oleh Jie Yu dan langsung berhenti dan membalikkan badannya
"Ada apa?" Tanya An Ling yang masih belum paham dengan Jie Yu
__ADS_1
"Huh dasar laki laki yang tidak peka!" Jie Yu segera menyindir An Ling dengan mengatainya tidak peka sama sekali
Lagi lagi An Ling mengkerutkan keningnya karena dirinya belum paham dengan apa yang diinginkan oleh Jie Yu
Memang An Ling adalah orang yang paling bodoh yang pernah di kenal oleh Jie Yu. Jie Yu pun segera memberitahukan kepada An Ling jika dia mengajak An Ling untuk jalan jalan ke alun alun kota
"Haishh dasar! lain kali berbicaralah terus terang!" An Ling menyuruh Jie Yu agar berbicara dengan terus terang setelah ini. Sebab An Ling tidak akan paham dengan kode kode seperti itu
Otaknya yang lemot dan juga belum berpengalaman sama sekali terhadap wanita membuatnya terlihat bodoh dengan sikap wanita
"Baiklah baiklah..., Ayo!" Jie Yu pun segera menggandeng tangan An Ling dan berjalan bersamaan menuju alun alun kota
Tempat tujuan mereka kali ini adalah bangku yang berada di bawah pohon di tengah alun alun kota
Ketika tengah berjalan berduaan, tiba tiba mereka mendengar suara yang memanggil nama Jie Yu
"Jie Yu..." suara itu terdengar dari belakang mereka. Suara itu pun sepertinya pernah di dengar oleh An Ling
Mereka berdua pun membalikkan badannya secara bersamaan. Ternyata yang memanggil nama Jie Yu adalah Gue Jin Tong
Wajahnya terlihat sangat marah. Sepertinya dia tidak senang jika An Ling berjalan berduaan dengan Jie Yu. Padahal An Ling sudah mendapatkan restu dari Ratu Jie Han yang merupakan ibu kandung dari Jie Yu
Gue Jin Tong sendiri tidak mengetahui tentang hal itu. Maka dari itu, dia sampai menantang An Ling untuk berduel. Bahkan berani menyamakan Jie Yu sebagai barang taruhan
"Gue Jin Tong..., ada apa kau memanggilku? apa aku berhutang padamu?" Tanya Jie Yu yang tidak paham dengan Gue Jin Tong yang tiba tiba memanggilnya
"Kenapa kau masih bersamanya? bukankah kau sebentar lagi akan menjadi milikku?" Jawab Gue Jin Tong dengan sangat percaya dirinya. Dia tidak menganggap keberadaan An Ling sama sekali. An Ling juga tidak memperdulikannya
Tanpa menjawab pertanyaan Gue Jin Tong, Jie Yu langsung membalikkan badannya dan menarik tangan An Ling untuk pergi meninggalkan Gue Jin Tong
Gue Jin Tong merasa sangat kesal dengan tingkahnya. Dia ingin segera mengakhiri hidup An Ling dengan tangannya sendiri
Akan tetapi, dia ingat jika dia masih berada di tengah tengah keramaian kota kerajaan. Dia tidak ingin reputasinya dan juga keluarganya menurun hanya karena kecerobohannya
__ADS_1
Gue Jin Tong pun sedikit menahan amarahnya dan membiarkan mereka berduaan untuk terakhir kalinya sebab Gue Jin Tong akan membunuh An Ling saat dipertandingan besok
"Baiklah..., kubiarkan kau berduaan untuk terakhir kalinya!" Ucap Gue Jin Tong sambil meremas tangannya sendiri karena sudah merasa sangat jengkel terhadap An Ling