
"Ba..., bagaimana mungkin!, " Ucap Gue Lun terbata bata
Dia tidak percaya jika An Ling yang dia anggap sebagai sampah akan sehebat itu. Bahkan dia tidak menyadari gerak gerik An Ling sebelum melesat ke arah Gue Jin Tong
Sang Ratu sendiri pun merasa sangat terkejut. Dia juga tidak menyangka bahwa kecepatan An Ling berada jauh diatasnya. Dengan kekuatan An Ling saat ini, untuk mengalahkannya bukanlah hal sulit
Untung saja dia adalah ibunda dari Jie Yu dan calon mertuanya. Jika tidak, dia pasti tidak akan mendapatkan tambahan kekuatan yang sangat hebat ini untuk membantunya jika ada masalah di masa depan
Sedangkan Jie Yu sendiri tidak terkejut sama sekali sebab dia sudah biasa melihat An Ling melesat menggunakan Langkah Anginnya yang sangat cepat itu
Tubuh Gue Jin Tong kini dipenuhi dengan keringat dingin yang sudah membasahi seluruh tubuh dan pakaiannya. Dia juga sudah gemetaran saking tidak percayanya
"Hoahmm!, apa aku sudah boleh pulang sekarang?, " An Ling segera menarik kembali pedangnya yang hampir menusuk perut Gue Jin Tong
Dia lalu berjalan menjauhi Gue Jin Tong hendak pergi meninggalkan keramaian dan tidur di rumah
Setelah tidak merasa terancam, Gue Jin Tong segera berkata dengan sangat tegas karena masih tidak terima dengan kekalahannya
"Apakah kau tidak mengerti peraturan di arena?, Dasar bodoh!, " Gue Jin Tong berusaha memprovokasi An Ling agar bertarung ulang dengannya dengan menggunakan aturan tertulis sebagai alasan
"Maksudmu?, " An Ling yang tidak paham sama sekali tentang peraturan di dalam arena langsung meminta penjelasan kepada Gue Jin Tong
Gue Jin Tong lalu menjelaskan dengan sangat rinci tentang peraturan tertulis saat seseorang sedang berduel di atas arena
Kesalahan An Ling tadi adalah, wasit sama sekali belum mengatakan jika pertandingan telah dimulai. Saat wasit hendak memukul gong yang menandakan pertandingan dimulai, An Ling langsung melesat tanpa memperdulikannya
Kesalahan itu dapat di terima oleh Ratu Jie Han. Mereka memutuskan untuk mengulangi pertandingan An Ling dan Gue Jin Tong
An Ling hanya menerimanya dengan pasrah karena Ratu Jie Han sendiri yang sudah mengumumkannya
Kali ini wajah Gue Jin Tong terlihat sangat serius dan juga sangat waspada. Namun, An Ling sama sekali tidak bergerak dari tempat semulanya
Dia yang melihat wajah Gue Jin Tong sangat serius itu langsung menanyainya
"Kenapa kau ini? Wajahmu terlihat tidak sehat?, " Ucapan An Ling ini ternyata langsung berhasil membuat Gue Jin Tong marah
__ADS_1
"Cihh!, Dasar bajing*n!, Kau hanya beruntung tadi, kali ini keberuntungan mu pasti sudah habis!, Hiyakkk...!!, " Gue Jin Tong langsung menyerang An Ling menggunakan seluruh tenaga yang dimilikinya
An Ling tidak menghindar sama sekali. Gertakan dari Gue Jin Tong itu malah membuatnya semakin ingin untuk bermain main sebentar
BLAKKK...!! Sebuah pukulan mendarat tepat di wajah An Ling. Itulah yang dilihat oleh semua orang
Mereka yang menonton pertarungan mereka langsung berbisik satu sama lain
"Orang itu tidak sempat menghindarinya, dia pasti sudah mati!, "
"Kau benar, Kecepatannya memang sangat menakutkan. Tapi pengalaman bertarungnya sangat ketinggalan jauh dengan Gue Jin Tong yang sudah berada di Ranah Langit level sembilan!, "
"Dengan ini berakhir sudah!, "
Mereka semua sangat percaya jika An Ling sudah tamat riwayatnya setelah menerima pukulan langsung dari Gue Jin Tong
"Buwahaha, bagus sekali! Dengan begini, kemenangan sudah pasti milik anakku!, " Gue Lun tertawa kegirangan atas kemenangan yang dianggapnya adalah milik anaknya, Gue Jin Tong
Sang Ratu yang menyadari sesuatu langsung menyangkal ucapan dari Gue Lun
Perkataan dari Sang Ratu membuat Gue Jin Tong sedikit keheranan. Mereka semua melihat jika yang ada diatas arena hanyalah sebuah asap tebal berwarna coklat
Mereka belum melihat siapa yang masih berdiri dan juga siapa yang sudah terjatuh
"Mohon dimaklumi yang mulia, tindakan ku barusan sangat ceroboh!, " Gue Lun segera meminta maaf atas kecerobohannya itu
Dia tidak habis pikir tentang Sang Ratu yang terus-menerus membela si sampah An Ling. Gue Lun sangat percaya jika tingkat kultivasi An Ling berada jauh di bawah anaknya
Tapi siapa sangka, setelah asap tebal yang menutupi pertarungan mereka berdua sepenuhnya menghilang, mereka akhirnya dapat melihat siapa yang masih berdiri dan siapa yang sudah terjatuh
"Ap..., apa?!, Bagaimana mungkin!, " Gue Lun sangat tidak percaya begitu juga dengan para penonton yang sudah melihat kebenaran tentang kondisi di atas arena
Mereka semua melihat sebuah Array berwarna biru laut berada mengitari An Ling. Ternyata pukulan Gue Jin Tong hanya mengenai Array yang sudah dipasang oleh An Ling sebelum pukulannya tepat mengenai wajahnya
Semua orang nampak terkejut begitu juga dengan Ratu Jie Han. Kali ini Jie Yu juga sedikit terkejut karena dia sendiri juga tidak mengetahui jika An Ling sebenarnya adalah ahli Array
__ADS_1
Ahli Array sangatlah langka di zaman sekarang ini. Untuk menemuinya harus membutuhkan usaha yang sangat besar
Akan tetapi, mereka kini melihat sendiri dengan kedua matanya jika An Ling adalah seorang ahli Array yang dikabarkan sudah hampir punah dari dunia ini
"Ka, Kau..., Ahli Array?, " Gue Jin Tong yang pernah membaca buku sejarah tentang Ahli Array sangatlah terkejut
Ternyata lawannya kali ini bukanlah sembarang orang, melainkan orang hebat yang menutupi identitas aslinya
"Anak bodoh! Cepat akui kekalahan mu!, " Teriak Gue Lun dari bangkunya. Dia menyuruh agar Gue Jin Tong segera menyerah. Gue Lun sudah tahu sekarang jika Gue Jin Tong tidak akan pernah bisa menang melawan Ahli Array walaupun hanya seorang pemula
Namun, Gue Jin Tong tidak memperdulikan ucapan ayahnya. Dia masih ingin bertarung melawan An Ling karena dirinya masih percaya jika An Ling hanya memiliki keberuntungan
Gue Jin Tong segera melompat agar jarak mereka sedikit terpaut
Dengan senyuman dinginnya, An Ling langsung menyarankan sebuah peraturan baru yang mungkin akan menggemparkan seluruh kerajaan
"Bagaimana jika kita mengubah pertandingan ini menjadi pertarungan hidup dan mati!, " Ucap An Ling dengan nada yang sangat dingin
Gue Jin Tong masih menganggap jika An Ling hanya menggertak agar dirinya menyerah setelah An Ling mengucapkan kalimat itu
"Cihh! apa kau pikir aku akan kalah dari sampah sepertimu?, " Jawabannya yang malah menantang An Ling
An Ling pun segera mengumumkan jika pertarungan mereka kini diubah menjadi pertarungan hidup dan mati dimana kata menyerah tidak akan membuat pertandingan berakhir. Hanya kematian saja lah yang akan membuat mereka berhenti bertarung kali ini
Sang Ratu sama sekali tidak sempat mengehentikan mereka yang sudah saling menggila di atas arena begitu juga dengan Gue Lun
Rati Jie Han sangatlah menyesal karena mendengar ucapan dari seorang Gue Jin Tong. Karena kini kematiannya sudah berada di depan mata
An Ling segera menghilangkan Array yang mengitarinya sejak tadi. Dia lalu melepas jubah yang dikenakannya dan membuangnya keluar arena
Aura Dewa Iblisnya mulai keluar dari tubuhnya dan langsung menyebar ke seluruh kerajaan. Semua orang merasa sangat ketakutan. Banyak sekali warga yang berlari bersembunyi karena Aura yang dikeluarkan oleh An Ling sangat membuat mereka takut
Gue Jin Tong menyadari sekarang jika dirinya memang benar-benar membuat masalah dengan orang yang salah
Kini semua orang sudah tahu jika tingkat kultivasi An Ling berada jauh diatas semua orang bahkan setara dengan Ratu mereka yaitu Ranah Surgawi level sembilan
__ADS_1