
Tiga hari kemudian, di penginapan An Ling dan teman-temannya
Seorang wanita berteriak dengan suara yang sangat menggelegar bagaikan guntur, "An Ling....!!!, "
Pagi yang cerah dengan embun yang menyejukkan seperti biasanya. An Ling tengah tertidur pulas di sofa yang sangat nyaman baginya
Semua teman-temannya berusaha membangunkannya dari tidur lelapnya dengan berteriak memanggil nama, An Ling
"Kapten Chu Leng, lebih baik kita gunakan cara yang sudah pasti berhasil saja!!, " Ucap pria dengan tubuh seperti galah, Zao Hua
Laki-laki berbadan kekar dengan rambut acak-acakan itu menjawab, "Sepertinya memang harus seperti itu?!, "
Xiao Chu, seorang laki-laki yang memiliki badan sixpack, mengenakan pakaian berwarna biru laut, menganggukkan kepalanya. Dia sangat setuju dengan saran dari temannya
"Sudah diputuskan, kalau begitu aku yang akan mengawalinya!!, " Ucap seorang wanita dengan rambut yang diikat ekor kuda. Yang tidak lain adalah Yu Nie, satu-satunya seorang gadis di dalam kelompok itu
Yu Nie mengepalkan tangannya, mengambil ancang-ancang untuk segera memberikan An Ling sebuah tinjuan super kuat
Pukulannya terhenti ketika melihat An Ling yang mendadak terduduk dengan kedua matanya yang masih keriyipan
"Apa yang kalian lakukan, berisik sekali?!, " Ucap An Ling, seorang laki-laki yang terlihat masih berumur tujuh belas tahunan, mengenakan jubah hitam yang tak pernah dilepas, model rambut acak-acakan khasnya, juga memakai kalung dengan cincin sebagai liontinnya
An Ling masih sangat mengantuk. Dia mendengar bising-bising dari kedua telinganya yang terbuka lebar
Sambil sedikit menguap dia berkata, "Apa kalian tidak bisa tenang sedikit, aku baru saja memejamkan mataku?!, "
Yu Nie mengkerutkan keningnya. Perkataan An Ling sungguh sangat membuatnya sangat jengkel, "Ka, kau. Sepertinya kau memang harus mendapatkan sebuah hidangan pembuka. Terimalah ini, pukulan sarapan pagi!!, "
Yu Nie baru puas setelah memberikan beberapa pukulan terhadap An Ling. Muka datar yang biasa dipasangnya, sekarang telah mendapatkan sedikit perbaikan dari Yu Nie dengan beberapa benjolan yang sangat besar
__ADS_1
Yu Nie melirik kearah teman-temannya yang terlihat seperti seekor anak anjing yang sedang ketakutan. Lalu menanyai mereka dengan nada yang sangat tinggi, "Sedang apa kalian?!, "
Sontak teman-temannya pergi keluar meninggalkan mereka berdua didalam penginapan, "Kami duluan ya, An Ling!!, "
Ketika Yu Nie mengembalikan tatapannya kearah An Ling, dia dibuat jengkel lagi olehnya yang kembali tertidur pulas di sofa kesayangannya
Wajah Yu Nie memerah, dia mengeluarkan teriakan gunturnya untuk keduakalinya
"An Ling.....!!!, "
Di dermaga tepatnya di kabin kapal yang digunakan oleh mereka seperti biasanya untuk mengarungi samudera
Semuanya sudah siap di posisinya masing-masing, An Ling berdiri di ujung kepala kapal, memandangi lautan yang sangat luas dengan tatapan yang sangat tajam
"Sudah sepuluh tahun berlalu. Namun rasa sakit dihatiku belum juga menghilang. Ibu ayah, tunggu aku untuk membalaskan dendam kalian!!, " Ucap An Ling dengan serius didalam hatinya
"Semuanya sudah siap!!, " Zao Hua berteriak memberi tahu teman-temannya
Semua orang bersorak sorai. Walaupun hanya lima orang yang berada didalam kapal, namun teriakan itu terdengar bagaikan seribu orang yang berteriak secara bersamaan
Yu Nie dan Xiao Chu segera menurunkan layar. Kapal mereka mulai bergerak karena layar yang tertiup oleh angin laut yang berhembusan
An Ling membalikkan badannya, melihat teman-temannya yang berdiri di kabin kapal. Dia berteriak, "Semuanya, perjalanan kita kali ini akan lebih panjang dari sebelumnya. Aku tidak ingin mendengar kata menyerah keluar dari mulut kalian!!, "
Semua orang tersenyum pahit. Tekad mereka sudah bulat untuk tidak meninggalkan sesama. Kali ini, apapun yang terjadi mereka berjanji akan menyelesaikan masalah dengan kebersamaan walaupun nyawa sebagai taruhan
Persiapan mereka kali ini sudah memadai sesuai dengan informasi yang mereka dapatkan. Selama dua hari terakhir, mereka telah menyusuri kota, mencari semua barang yang mereka perlukan. Walaupun ada sedikit kendala di saat mereka mempersiapkan keberangkatan mereka
Dua hari yang lalu, seorang laki-laki yang memakai pakaian khusus dengan lambang api yang terbuat dari emas murni, sangat mengkilap dan sangat detail. Datang ke Istana Kerajaan Dewa Air, menemui Sang Ratu
__ADS_1
Tetua dari Sekte Cahaya Agung. Salah satu orang yang pernah bertarung melawan An Ling. Tetua Xue Jing
Kedatangannya kali ini adalah, untuk meminta informasi tentang seorang muda yang hampir mengalahkannya waktu menjalankan misi
Beruntung Sang Ratu berpihak pada An Ling. Dia sama sekali tidak membocorkan identitas An Ling kepada Tetua Xue Jing
Alhasil, Tetua Xue Jing pulang ke Sekte Cahaya Agung dengan perasaan kecewa
Malam yang indah tanpa adanya awan yang menutupi cahaya rembulan dan bintang-bintang yang bergemerlap, seluruh awak kapal mengadakan pesta kecil-kecilan diatas kabin kapal
Kondisi kapal kali ini lebih terang daripada biasanya. Air laut bahkan terlihat di sekitaran kapal
Kapten Chu Leng tengah meneguk segelas wine dengan kondisi hati yang sangat gembira, "Semuanya harus menghabiskan jatah masing-masing. Jika tidak habis, maka orang itulah yang akan membersihkan kapal selama satu minggu!!, "
Ucapan seorang kapten yang membuat seorang Zao Hua tersenyum dingin, "Kalau begitu, kalian bersiap-siaplah untuk kalah!!, " Sahutnya dengan sangat percaya diri. Dalam hati dia sangat yakin jika teman-temannya tidak akan bisa mengalahkannya
Dalam hal minum dan gadis, Zao Hua lah yang paling hebat di dalam kelompok mereka
Yu Nie mengkerutkan keningnya, "Kau pikir jika kaulah yang paling hebat, kalau begitu kita buktikan sekarang!!, " Yu Nie meneguk langsung wine yang masih berada didalam tong
Xiao Chu juga tidak mau kalah. Dia mulai meneguk wine menggunakan cara yang sama dengan Yu Nie
An Ling terlihat berbeda dari yang lainnya, wajahnya terlihat menyedihkan. Dia berkata dalam hati, "Dasar tua bangka sialan, sepertinya dia sengaja membuatku terlihat bodoh didepan semua orang?!, "
An Ling sedikit menyipitkan matanya, dia melirik kapten Chu Leng dengan tatapan sinis. Terlihat bibir kapten Chu Leng yang tersenyum menghina. Sepertinya dugaannya memang benar
"Hehehe, sepertinya kau akan mendapatkan pekerjaan ekstra dalam perjalanan kali ini, An Ling?!, " Ucap kapten Chu Leng dalam hatinya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Hai kak😁 Makasih buat yang udah dukung sampai sejauh ini ya😁 Sebelumnya author mau minta maaf nih sama kalian semua soalnya author belum bisa buat ceritanya lebih menarik gitu🙏🙏😁Yahhh mau gimana lagi ini cuma kegabutan author 🤣🤣Di kedepannya nanti author bakal lebih serius lagi deh
Makasih ya buat kalian semua yang sudah banyak kasih dukungan buat author, sehat selalu kalian 😘😘