
*"sekarang kau sudah mengerti!?" ucap Zao Hua dengan sangat geramnya kepada An Ling yang tengah mereka kelitiki sampai An Ling hampir pingsan
"diamlah! sebaiknya kita segera pergi ke barisan kalo tidak kita akan tertinggal!" ucap Yu Nie yang sedari tadi memperhatikan apa yang dikatakan oleh tetua
mereka semua pun berjalan menuju barisan. grup akan dibagi menjadi dua yaitu grup A dan grup B. An Ling dan teman temannya bergabung di grup B yaitu grup yang akan melakukan ekspedisi di pedalaman hutan. sedangkan grup A akan menyusuri lautan
walaupun kemungkinannya kecil untuk menemukan sang pelaku, namun Ratu bersikeras melakukannya itu semua juga perintah dari salah satu tetua dari sekte cahaya agung yang datang ke kerajaan dewa air setelah menerima pesan yang dikirim oleh Ratu Jie Han melalui burung merpati
ekspedisi akan dimulai dalam beberapa menit ke depan. sembari menunggu semua orang telah selesai menyiapkan beberapa barang bawaan. ekspedisi kaki ini mungkin akan memakan waktu selama kurang lebih satu Minggu. jika tidak ada tanda tanda dari sang pelaku pembunuhan sama sekali, maka mereka akan melupakan semua kejadiannya
dua puluh menit pun berlalu, semua orang akan berangkat menuju tempat tujuan masing masing
semuanya berjalan bersama sama sesuai dengan grup masing masing
grup A akan pergi ke pelabuhan, menaiki kapal yang ukurannya sangat besar. ada sekitar tujuh kapal yang akan berangkat menyusuri lautan
grup B berjalan keluar meninggalkan kerajaan dewa air menuju ke pedalaman hutan
sudah seharian grup B menyusuri hutan namun mereka tidak juga menemukan jejak dari pelaku pembunuhan
ketua grup B yang ditunjuk oleh ratu, Gu Ying memutuskan untuk beristirahat dan bermalam di dalam hutan
mereka saling membagi tugas. diantaranya adalah menyiapkan tenda, membuat api unggun, menyiapkan makanan, dan mencari kayu bakar
An Ling mendapat tugas untuk mencari kayu bakar, Zao Hua dan Yu Nie yang pintar memasak ditempatkan di dalam tim penyiap makanan, kapten Chu Leng dan Xiao Chu membantu memasang tenda
"ahhh aku melihat sesuatu di sana!" ucap An Ling kepada rekan pencari kayu bakarnya
"biarkan aku mengeceknya terlebih dahulu!" sambungnya
sebelum ketua tim pencari kayu bakar mengatakan iya, An Ling sudah berlari meninggalkan mereka. ketua tim pencari kayu bakar dan anggota lainnya hanya bisa pasrah dengan tindakan An Ling yang gegabah. mereka pun melanjutkan mencari kayu bakar kembali
__ADS_1
sebenarnya An Ling sama sekali tidak melihat apapun. dia hanya ingin berpisah dengan rekannya dan kembali setelah ekspedisi pencarian pelaku pembunuhan selesai
An Ling berlari menuju danau tempat dimana dia bertemu dengan Jie Yu. dia berniat untuk pergi ke pulau terpencil dan berlatih jurus yang dia dapatkan dari pelelangan beberapa hari yang lalu
sesampainya An Ling di danau, dia sedikit terkejut karena melihat sesosok wanita yang tengah duduk. wanita itu terlihat tengah melamun sambil memandangi langit
sosok wanita itu terasa tidak asing di penglihatan An Ling. An Ling pun mendekatinya dengan perlahan takut mengganggunya
setelah berada lebih dekat, An Ling menyadari jika sosok wanita itu adalah Jie Yu
"ahh ternyata itu kau Jie Yu?" sapa An Ling
Jie Yu terkejut karena ada seseorang yang memanggil namanya. dia pun menoleh ke arah sumber suara itu. dia melihat An Ling tengah berjalan mendekatinya
"An Ling? kenapa kau kemari? bukankah kau sedang melakukan ekspedisi?" sederet pertanyaan keluar dari mulut Jie Yu. dia sedikit bingung karena An Ling yang seharusnya sedang melakukan ekspedisi tiba tiba muncul di hadapannya
"benar. baru saja aku meninggalkan mereka hehehe.... lagi pula kita sudah tahu jawabannya!" An Ling menjelaskan kepada Jie Yu perihal kedatangannya ke danau
Jie Yu langsung meletakkan kepalanya di bahu An Ling bagaikan sepasang kekasih ketika An Ling sudah duduk sempurna di sampingnya
"aku juga tidak tahu kenapa hatiku terus merasa tidak nyaman makanya aku pergi ke sini!" Jie Yu menjelaskan perihal suasana hatinya yang sedang tidak nyaman kepada An Ling
malam ini An Ling gagal berlatih jurus baru. dia hanya bisa menunda latihannya sebab Jie Yu yang terlihat tengah sedih itu membuat An Ling tidak tega untuk meninggalkannya
tak lama kemudian, Jie Yu pun tertidur di bahu An Ling. An Ling membelai rambut panjang milik Jie Yu agar wajah cantiknya tidak tertutup oleh rambut panjangnya dan juga agar An Ling bisa memandangi wajah cantik milik Putri kerajaan tersebut dengan jelas
ketika tengah memejamkan matanya, An Ling merasa aura seseorang yang tengah mendekat ke arah mereka. Lalu dia pun menggendong Jie Yu yang sudah tertidur lelap dan segera bergegas untuk pergi ke pulau terpencil menggunakan langkah anginnya
"dasar mengganggu keenakan orang saja!" ucap An Ling dengan nada dinginnya
An Ling mempercepat langkah anginnya agar segera sampai di pulau terpencil
__ADS_1
kurang dari satu menit An Ling sudah sampai di pulau terpencil. dia lalu menidurkan Jie Yu di bawah pohon yang terletak tidak jauh dari tepian
ketika melihat wajah Jie Yu yang sudah tertidur lelap, terlintas dalam pikiran An Ling untuk mencium bibirnya
An Ling pun mendekatkan bibir miliknya ke bibir milik Jie Yu dengan perlahan. takut akan membangunkannya
ketika bibir mereka sudah hampir bersentuhan, An Ling merasa ada sesuatu yang membuatnya terkejut dan mengangkat lagi kepalanya
"huft tenanglah An Ling! sekarang bukan saatnya untuk ini!" ucap An Ling sangat lirih namun bisa di dengar jika dari sampingnya persis
sekejap An Ling berubah pikiran karena sesuatu yang seperti sedang mencegahnya untuk melakukan itu tiba tiba muncul di hatinya
An Ling pun duduk bersandar di samping Jie Yu yang sedang tertidur lelap sambil memandangi indahnya langit malam yang dihiasi bintang bintang
"kuharap hal yang sama tidak akan terjadi lagi... Yao Yao... akhirnya aku menemukan wanita yang pantas bersanding denganku... aku bisa merasakan ketulusan hatinya sama seperti dirimu..."
An Ling sedikit meratapi nasib buruk yang menimpanya di masa lalu
"sepertinya aku bisa berlatih di sini?!"
An Ling pun mulai berdiri dan berjalan menuju pedalaman pulau terpencil itu untuk berlatih jurus api yang masih belum dibukanya sama sekali
"ternyata jurus yang sangat hebat!" ucap An Ling setelah membuka dan sedikit membaca tulisan yang ada di dalam gulungan yang dia pegang
An Ling mulai duduk bersila dan mencoba menghafal apa yang tertulis di dalam gulungan itu
hanya membutuhkan beberapa menit saja bagi An Ling untuk menghafal jurus api itu. An Ling langsung berdiri untuk mempraktekannya setelah menghafal semuanya yang tertulis di dalam gulungan itu
percobaan pertama gagal. namun semangat An Ling masih membara dia tidak akan menyerah hanya karena satu kali gagal dalam latihannya
An Ling terus mencoba jurus itu hingga pada percobaan ke tujuh dia dapat sedikit menguasainya. akan tetapi dia tidak bisa mengatur temperatur apinya
__ADS_1
An Ling terus dan terus mencobanya semalaman sampai sampai banyak sekali pohon yang hangus terbakar karena dirinya yang masih amatir dalam menggunakan jurus baru itu