
Mendengar langkah kaki yang semakin mendekat, An Ling sama sekali tidak punya pilihan lain selain menuruti apa yang sudah dikatakan oleh Shao Bai
Ketika Shao Bai hendak melakukan rencananya, kedua prajurit itu sudah melihat jika An Ling sudah berdiri didepan penjara
An Ling menggertakan giginya, "Sialan. Tidak ada waktu lagi!!." Dengan Langkah Kematiannya, dia menyerang kedua prajurit hingga terbakar oleh api hitam
Kedua prajurit itu tidak sempat berteriak akan tetapi, token prajurit yang mereka kenakan terhubung satu sama lain. Yang artinya, seluruh prajurit dapat mengetahui jika mereka berdua telah tewas
Shao Bai menggertakan giginya, "Gawat. Kita harus cepat pergi dari sini!!." Dia langsung mengajak An Ling untuk berlari meninggalkan penjara bawah tanah
Sambil berlari dia menjelaskan, "Token prajurit terhubung satu sama lain. Pasti para prajurit sudah menunggu didepan pintu masuk penjara bawah tanah!!."
An Ling mengkerutkan keningnya, "Kenapa kau tidak bilang?!." Dia sedikit menyesal telah membunuh kedua prajurit itu. Dia menggertakan giginya, "Kalau sudah begini, apa boleh buat?!."
Benar saja, dari arah depan sudah banyak prajurit yang berlari dengan tombak panjang yang dihunuskan kearah An Ling dan Shao Bai. Kira-kira ada lima puluh prajurit
"Shao Bai, apakah kau siap?." Tanya An Ling serius
Shao Bai menganggukkan kepalanya, "Apa boleh buat!!."
Aura berwarna hitam mulai muncul disekitar tangan kanan An Ling. Pedang Hitam muncul setelah asap hitam sepenuhnya memudar
An Ling memusatkan energi apinya kedalam Pedang Iblis. Sehingga, api hitam pekat menyelimuti Pedang Iblisnya
Diiringi dengan teriakan, An Ling melompat. Menebas para prajurit yang menghalangi jalannya. Dua orang prajurit terbakar hidup-hidup setelah An Ling menebasnya. Dia melompat kebelakang, menjaga jarak dengan mereka untuk memikirkan strategi baru
An Ling menggertakan giginya, "Kupikir mereka hanya sekumpulan semut. Tidak kusangka mereka lebih kuat dari dugaanku!!."
Aura api mulai menyelimuti tubuh Shao Bai. Aura itu terkumpul di tangan kanannya hingga memadat dan membentuk tombak panjang. Tombak itu bernama Tombak Naga Api
Pedang tombak yang diukir dengan sisik naga bagaikan tubuh naga. Bagian ujung bawahnya dibuat layaknya ekor naga. Sedangkan mata tombak dibuat seperti kepala naga yang membuka mulutnya lebar-lebar dengan sebuah pisau tajam ditengah-tengahnya
Shao Bai memusatkan energi api tepat didepannya. Ukurannya sekitar separuh dari tubuhnya. Dia lalu menembakkannya kearah para prajurit
Serangannya itu membuat formasi para prajurit kacau balau. Prajurit yang menerima langsung serangan itu terpental menabrak prajurit yang lainnya. Walaupun tidak membunuh satupun prajurit, serangan itu dapat membantu membuat jalan agar mereka bisa lebih cepat meninggalkan wilayah penjara bawah tanah
__ADS_1
Shao Bai terus menembakkannya. Tiga kali tembakan berturut-turut. Sehingga, jalan yang terbuka semakin lebar. An Ling tersenyum puas, "Bagus. Aku akan menyelesaikan sisanya!!." Menggunakan Langkah Kematiannya, An Ling menebas puluhan prajurit yang tergeletak hingga mati terbakar
Walaupun rekan prajurit mereka sudah banyak yang mati mengenaskan, para prajurit tak merasa gentar sama sekali. Mereka tetap dengan berpegang teguh pada prinsip mereka. Melindungi kerajaan apapun taruhannya
Prajurit gelombang pertama telah berhasil mereka kalahkan sepenuhnya. Walaupun ada beberapa yang hanya tergeletak kehabisan tenaga, An Ling dan Shao Bai meninggalkan mereka karena mereka harus secepatnya menemui Xiao Jiu dan yang lainnya
Mereka berdua melanjutkan berlari. Shao Bai masih bingung dengan tingkat kultivasi An Ling. Dia segera bertanya untuk memastikan, "An Ling, sebenarnya seberapa jauh tingkat kultivasimu?."
"Kau akan tahu nanti, yang jelas berada jauh diatasmu!!." Ucap An Ling sedikit menyindir
Shao Bai yang merasa tersindir hanya bisa menyipitkan matanya saja
Prajurit gelombang pertama sudah selesai. Dan sekarang adalah prajurit gelombang kedua. Ada kurang lebih seratus orang prajurit yang berdatangan. Perlengkapan mereka masih sama seperti prajurit yang sebelumnya
Pedang Iblis An Ling masih dia pegang ditangannya. An Ling melompat setelah Pedang Iblisnya terselimuti oleh Aura Api Hitam
Jurus yang dia gunakan kali ini adalah jurus keduanya, TEBASAN PEDANG IBLIS.
An Ling menebas secara brutal sehingga puluhan prajurit mati terbakar dalam satu kali jurus. An Ling sudah menebas sekitar tiga puluh kali. Dia berhasil membunuh dua belas prajurit lagi. Dia segera melompat untuk mengatur ulang nafasnya
Diiringi dengan teriakan, Shao Bai berlari menebas para prajurit yang berdatangan. Kekuatan dan kecepatannya dalam memainkan tombak membuat para prajurit belum sempat menyerangnya
Dua puluh prajurit telah berhasil dilumpuhkannya. Shao Bai melompat kebelakang untuk mengatur ulang nafas dan strateginya
Dia mengkerutkan keningnya, "Sial, mereka tidak ada habisnya!!."
An Ling tersenyum dingin, "Tenang saja. Aku punya suatu rencana!!."
Shao Bai melirik kearah An Ling dengan raut wajah yang keheranan. Dia bertanya, "Rencana apa yang yang kau pikirkan?."
Tak menghiraukan ucapan Shao Bai, An Ling langsung melesat menggunakan Langkah Anginnya menuju ke tengah-tengah gerombolan prajurit itu
Dia berteriak dengan sangat menakutkan sebelum pada akhirnya dia menggunakan jurus elemen api terkuatnya saat ini, WILAYAH API
Setelah latihan panjang beberapa bulan yang lalu, akhirnya An Ling dapat menyempurnakan jurus Wilayah Apinya
__ADS_1
Semua prajurit yang ada di area Wilayah Api mati terbakar tak tersisa. Hanya membutuhkan waktu hampir satu setengah menit, An Ling dapat meratakan seluruh prajurit
Shao Bai yang melihatnya tercengang. Dia tak bisa berkata apapun. Dia sama sekali tidak menyangka jika An Ling dapat melakukan jurus yang sangat hebat seperti itu
Melihat An Ling hampir jatuh setelah Wilayah Apinya memudar, Shao Bai segera berlari mendekatinya, "An Ling, kau tidak apa-apa?." Ucapnya cemas
Dia lalu membantu An Ling untuk duduk dengan perlahan dan memberinya satu butir pil penambah stamina
An Ling lalu duduk bersila, berkultivasi sembari memulihkan tenaganya. Shao Bai membantu An Ling dengan berjaga di dekatnya
Tiga orang prajurit terlihat berlari mendekat. Shao Bai segera menghadang mereka agar tidak mengganggu An Ling yang masih memejamkan matanya
Walaupun jumlahnya sedikit, tapi ketiga prajurit itu lebih kuat daripada prajurit yang sebelumnya mereka hadapi. Tingkat kultivasi tiga prajurit itu berada di Ranah Surgawi level satu
Dengan tenaga Shao Bai yang hampir habis setelah menghadapi banyak prajurit sebelumnya. Dia mungkin hanya bisa bertahan selama sepuluh menit
Dia mengkerutkan keningnya, berbicara dalam hati, "An Ling, cepatlah buka matamu!!."
Ketiga prajurit itu membentuk sebuah formasi. Mereka menyerang bergantian satu sama lain secara beruntun
Shao Bai hanya bisa menahan serangan mereka yang tak ada habisnya. Terlihat raut wajahnya yang semakin cemas setelah menerima beberapa serangan yang membuatnya semakin lama semakin terdorong mundur. Kini, dirinya dan An Ling hanya terpaut jarak satu meter saja
Dia berusaha dengan sekuat tenaga menahan serangan yang datang. Shao Bai benar-benar sudah hampir kehabisan seluruh tenaganya
Ketiga prajurit itu mendadak menyerang secara bersamaan. Shao Bai memegang tombak panjangnya menggunakan kedua tangannya lalu meletakkannya tepat di atas kepalanya
Dia menggertakan giginya, "Sial. Aku sudah tidak kuat lagi!!. An Ling, maafkan aku!!."
Shao Bai memejamkan matanya. Ketika tombak ketiga prajurit berjarak satu centimeter dengan keningnya, seketika ketiga prajurit itu terpental oleh tekanan yang sangat kuat
Shao Bai tersenyum lega. Dia berkata dengan sisa tenaganya, "Syukurlah kau sudah selesai. Sekarang, giliranmu."
Tekanan itu disebab oleh An Ling yang sudah selesai mengisi kekuatannya secara menyeluruh. Dia mengibaskan Pedang Iblisnya sehingga membuat tekanan yang menyebabkan ketiga prajurit terpental menghantam tembok Istana Kerajaan
An Ling tersenyum dingin, "Sepertinya, kalian sudah bosan hidup?!."
__ADS_1