
Keesokan paginya di dermaga
Kapal mereka sudah siap untuk berlayar. Tinggal menunggu beberapa persiapan lagi baru mereka akan benar-benar berlayar ke Pulau Tangan Dewa
"Hoammm, pagi-pagi begini berlayar benar-benar menyebalkan!, " Keluh Zao Hua. Dia masih sangat mengantuk ketika di dermaga. Sesekali dia memejamkan matanya lalu menyandarkan tubuhnya di tembok rumah sambil memejamkan matanya yang sangat berat itu
Dari kejauhan terlihat seorang laki-laki yang mengenakan jubah berjalan mendekati mereka bersama dengan laki-laki berbadan kekar
Mereka tidak lain dan tidak bukan adalah An Ling dan kapten Chu Leng yang sudah selesai menyiapkan apa yang mereka butuhkan
Kapten Chu Leng sudah jelas membeli wine di bar. Dan An Ling membeli tanaman herbal untuk membuat beberapa pil lagi di dalam kapal
"Teman-teman!, " Ucap An Ling memberi salam kepada teman-temannya yang sudah menunggu mereka sangat lama
Zao Hua bahkan sudah tertidur pulas lagi saking lamanya menunggu An Ling dan kapten Chu Leng. Bahkan suara dengkurannya sudah terdengar sangat jelas
Setelah itu mereka langsung naik ke kapal sebelum matahari terbit sepenuhnya. Tak lupa, Xiao Chu juga berteriak memanggil nama Zao Hua yang kini masih tertidur pulas
"Zao Hua!, Kau tidak ikut?, " Suara teriakan itu sangat keras. Akhirnya Zao Hua pun terbangun dan segera berlari menyusul teman-temannya yang sudah berada diatas kapal
Cuaca tidak menandakan akan terjadi badai. Mereka memutuskan untuk bersantai menikmati sinar mentari sambil memakai pakaian yang mereka gunakan saat pergi ke pantai, kecuali An Ling
An Ling tengah sibuk di dalam kamarnya di kapal mereka. Kali ini dia tengah membuat beberapa pil yang dapat membantu mereka agar bisa bertahan didalam kabut ilusi yang ada di Pulau Tangan Dewa
Menurut informasi yang mereka dapatkan, Pulau Tangan Dewa dipenuhi dengan kabut yang menyebabkan ilusi pada mereka
Diperkirakan mereka akan menetap di Pulau Tangan Dewa selama satu bulan lebih. Oleh sebab itu, An Ling akan membuat banyak sekali pil agar mereka tidak kekurangan pil disana
__ADS_1
Pil Mata Ular, merupakan pil yang dapat membuat seseorang yang mengkonsumsinya kebal terhadap ilusi. Merupakan pil tingkat lima. Pil ini mempunyai durasi efek dua hari setiap butir pilnya
Tak terasa, perjalanan mereka semua sudah sekitar satu Minggu perjalanan. Selama itu, mereka tidak menjumpai kesulitan sama sekali. Sesekali badai kecil muncul ditengah-tengah keheningan malam membuat mereka harus bangun dan menjaga kapal agar tidak terombang ambing keluar jalur
Hari ini cuaca juga masih sama. Cerah tanpa awan yang menghalangi sinar matahari sehingga panas terik matahari langsung menembus kulit mereka
"Jika perjalanan kita mulus seperti ini, mungkin akan membutuhkan dua atau tiga hari lagi hingga kita sampai di Pulau Tangan Dewa!, " Kapten Chu Leng sangat lega dengan cuaca yang mendukung perjalanan mereka itu
Sepertinya Dewa juga memberikan perjalanan yang mulus kepada kru kapalnya, sehingga tak ada mara bahaya yang menghalangi perjalanan mereka
"Hoahmm..., Aku sangat bosan! Aku lebih suka jika kita bisa bertemu bajak laut, sehingga aku bisa meregangkan otot-otot tubuhku yang sudah kendur ini!, " Berbeda dengan teman-temannya, Zao Hua malah mengeluh dan berharap jika mereka akan bertemu dengan bajak laut sehingga dirinya dapat sedikit berolahraga
Tak lama setelah Zao Hua mengucapkan sebuah harapan yang sangat didambakannya, kapal mereka kini memasuki sebuah kabut hitam yang sangat tebal. Padahal sebelumnya, mereka tidak menyadari jika ada kabut hitam yang ada di depan mereka
An Ling yang merasakan adanya mara bahaya langsung keluar dari kamarnya lalu berteriak sangat kencang memberitahukan kepada teman-temannya. Menyuruh mereka agar siaga
Setelah mendengar ucapan An Ling, kapten Chu Leng dan semua kru kapal langsung berdiri dan bersiaga. Mereka berlima berdiri membuat lingkaran, memfokuskan pandangan ke depan agar pertahanan mereka sempurna
Sebuah bola tiba-tiba muncul dari arah jam dua. Tepat berada didepan Yu Nie. An Ling menyadari kedatangan bola api itu dan langsung menepisnya menggunakan pedang Iblisnya hingga bola api tersebut terbelah menjadi dua
"Serahkan barang-barang kalian atau nyawa kalian akan hilang hari ini juga!, " Tiba-tiba saja seorang laki-laki tua berjenggot panjang dan mengenakan topi dengan gambar tengkorak berwarna putih ditengahnya melompat ke kapal mereka sambil menodongkan pedangnya
Diikuti dengan beberapa anak buahnya yang juga melompat ke kapal An Ling dan teman-temannya
Sekumpulan laki-laki tersebut adalah Bajak Laut yang juga merupakan seorang Pendekar Spirit
Kini, An Ling dan teman-temannya telah terkepung rapat oleh kawanan Bajak Laut tersebut
__ADS_1
"Jangan memberontak dan jadilah anak baik. Mungkin keluarga kalian masih bisa mengenali mayat kalian nanti!, " Pria yang memakai topi Bajak Laut tersebut mengancam agar An Ling dan semua temannya menyerahkan semua barang bawaannya
"Siapa kalian!, " Kapten Chu Leng berteriak menanyakan identitas mereka
"Hahaha, tidak penting siapa aku!, Karena sebentar lagi kalian akan menjadi mayat!, " Ketua Bajak Laut itu tak menghiraukan pertanyaan yang dilontarkan oleh kapten Chu Leng malahan dia semakin mengancam mereka
"Cih, jika kau menginginkan barang kami, maka langkahi dulu mayat kami!, " Ucap An Ling yang tak memiliki rasa takut sama sekali
Ketua Bajak Laut itu merasa sangat geram dengan jawaban An Ling yang terdengar sangat angkuh
"Baiklah jika itu maumu!, Serang...!!, " Ketua Bajak Laut itu segera menyuruh anak buahnya untuk menyerbu mangsa yang ada didepannya
Semua orang berteriak dengan sangat kencang sambil menebas satu sama lain. Pertumpahan darah pun terjadi. Kedatangan sekelompok bajak laut itu seperti tak ada habisnya
Namun An Ling dan teman-temannya dapat menahannya
Setiap satu tebasan mereka membunuh satu bahkan dua sekaligus Bajak Laut tersebut. Pertemuan yang sedikit memakan waktu
Zao Hua kini sudah tak bisa menahan lagi. Tenaganya sudah digunakan seluruhnya, bahkan setelah dia mengkonsumsi beberapa pil penambah energi. Dia segera ambruk di tengah-tengah pertempuran yang sangat kacau itu
Disusul dengan Yu Nie yang juga sudah kehabisan tenaganya. Walaupun sudah mengalahkan banyak sekali anak buah Bajak Laut itu, dia merasa jika mereka tak ada habisnya. Satu orang mati satu orang datang
An Ling, kapten Chu Leng, dan Xiao Chu yang masih berdiri kokoh segera melindungi dua orang temannya yang sudah terjatuh kehabisan tenaga
"Lihatlah, kalian bahkan tidak ada apa-apanya dihadapan para anak buahku!, ini terakhir kalinya aku mengatakan, jadilah anak baik dan serahkan semua barang bawaan kalian!, " Ucap ketua Bajak Laut tersebut dengan sangat angkuhnya
Kapten Chu Leng sama sekali tidak menerima ejekan dari ketua Bajak Laut tersebut. Dia langsung meluapkan seluruh emosinya dan langsung menyerang ketua Bajak Laut tersebut
__ADS_1
Kali ini, kapten Chu Leng satu lawan satu melawan ketua Bajak Laut. Pertempuran yang sangat sengit. Keduanya sangat imbang dengan kekuatan dan kelincahan. Namun tidak dengan perlengkapan