
Ling Yu mengawasi anaknya sambil memainkan sebuah alat musik
Hanya beberapa detik saja An Ling sudah tidak kuat menahan tekanan air terjun itu. Dia terpental dan jatuh ke dalam kolam yang ada di bawah
"Bagaimana apakah itu mudah?!" Tanya Ling Yu kepada An Ling
An Ling merasa sedikit kesal dengan dirinya. Dia merasa tidak terima karena dirinya tidak bisa menahan tekanan yang ada di air terjun
An Ling melompat dari genangan dan mencoba kembali latihannya
Hal yang sama terjadi. Kali ini dia sudah hampir kehabisan tenaga juga sudah kehabisan akal
Sungguh terkejutnya An Ling ketika mengetahui tekanan yang ada di bawah air terjun sangatlah kuat
"Baiklah cukup untuk hari ini!" Ucap Ling Yu kepada An Ling
"Ahhh ibu tidak memberikan beberapa teori sama sekali!" Ucap An Ling dengan muka memelas
"Emm baiklah kau cukup berkonsentrasi dan cobalah untuk menyatu dengan alam!"
An Ling pun mencoba kembali duduk bersila di bawah tekanan air terjun
Kali ini An Ling berhasil bertahan selama tiga puluh menit
"Cukup bagus dengan satu kalimat saja kau sudah berkembang sangat banyak!" Ucap Ling Yu sambil memberikan sebuah handuk Kepada An Ling
"Tapi aku belum berhasil lolos ujian yang ibu berikan" ucap An Ling dengan nada kecewa
__ADS_1
"Dengar nak tidak ada yang instan di dunia ini. Semuanya butuh proses. Ayahmu dulu bahkan memerlukan waktu sekitar seminggu untuk bertahan selama setengah jam. Bukankah kau cukup berbakat dalam sehari sudah berhasil bertahan selama setengah jam?!"
An Ling pun merenungkan apa yang telah dikatakan oleh Ling Yu kepadanya
"Baiklah karena kau sangat berbakat. Malam ini ibu akan memasakkan makan kesukaanmu!" Ucap Ling Yu
"Benarkah ibu..?" Ling Yu lalu menganggukkan kepalanya
Seketika An Ling menjadi bersemangat kembali. Mereka pun pulang ke rumah karena hari juga sudah senja
Dalam seminggu An Ling sudah mampu bertahan di bawah tekanan air terjun itu selama berjam jam
"Luar biasa..!" Ling Yu bertepuk tangan karena dirinya sangat senang dengan bakat An Ling yang sangat luar biasa
An Ling membuka matanya dan berdiri lalu melompat ke arah Ling Yu
Ling Yu memberikan sebuah handuk kepada An Ling lalu menyuruhnya untuk beristirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkan latihan ke tahap selanjutnya
"Baiklah nak mulai besok latihan yang ibu berikan akan sedikit keras ibu juga tidak akan memberikan arahan sama sekali!" An Ling menganggukkan kepalanya pertanda dia setuju dengan ucapan ibunya
Keesokan paginya di tempat yang sama saat latihan sebelumnya
Ling Yu menyuruh An Ling agar mengeluarkan pedang iblis miliknya. Lalu An Ling langsung menuruti kata kata ibunya. Sebuah aura keluar dari tangan kanan An Ling diikuti dengan pedang iblisnya
Setelah itu Ling Yu memberikan sebuah gulungan yang berisikan tekhnik berpedang lalu menyuruh An Ling agar menghafalnya. Setelah beberapa menit membaca, An Ling pun dapat menghafal semua yang ada di dalam gulungan yang di berikan oleh Ling Yu kepadanya
Ling Yu langsung menyuruh An Ling agar mempraktekkan gerakan gerakan yang tertulis di dalam gulungan yang dia berikan. An Ling pun mempraktekkannya dengan penuh semangat
__ADS_1
Perkembangan An Ling terlihat hanya dalam beberapa jam latihan. Itu menunjukkan bakat An Ling yang sangat luar biasa. Ling Yu menyuruh An Ling agar mempercepat gerakannya
Tak terasa sudah satu Minggu An Ling berlatih. Kini An Ling sudah sangat lincah dalam gerakan gerakannya
"Kerja bagus nak ini lebih cepat dari perkiraanku!" Ucap Ling Yu sambil memberikan segelas air putih
"Beristirahatlah sebentar disini sambil memperhatikan gerakan yang akan aku tunjukkan padamu!" Ucap Ling Yu sambil mengeluarkan pedang pusaka miliknya
Sebuah aura keluar dari tangan Ling Yu diikuti pedang miliknya seperti pada saat An Ling mengeluarkan pedang pusakanya
Lalu Ling Yu menunjukkan sebuah gerakan yang disebut dengan langkah angin. Yaitu melesat dengan secepat kilat dari satu tempat ke tempat yang lain dengan jarak lima meter dari tempat semula
Melihat ibunya yang sangat cepat hingga hampir tidak terlihat sama sekali An Ling sangatlah terkejut sampai mulutnya tercengang
Di setiap Ling Yu meleset ke tempat yang berbeda dia selalu meninggalkan sebuah goresan dari pedang miliknya lebih tepatnya dia berpindah dari satu pohon ke pohon yang lain dan meninggalkan sebuah goresan di pohon tersebut
Setelah selesai menunjukkannya kepada An Ling, Ling Yu pun menyuruh An Ling agar segera mempraktekkannya
Ling Yu pun meninggalkan An Ling sendirian di tepi air terjun agar lebih leluasa dalam latihannya dan meninggalkan sebuah pesan yang harus diingat oleh An Ling seumur hidupnya yaitu "tidak ada yang instan di dunia ini!"
An Ling mengeluarkan kembali pedang iblisnya dan langsung mempraktekkannya
Dalam sebulan An Ling dapat menguasai jurus yang diajarkan oleh ibunya. Ling Yu pun tersenyum bahagia karena pencapaian An Ling sangatlah di luar perkiraannya. Dan besok adalah latihan tahap terakhir yang akan di berikan oleh Ling Yu yaitu latih tanding
Keesokan harinya di tempat yang sama di waktu yang sudah di tentukan An Ling dan ibunya bersiap siap untuk latih tanding
sebelum mereka bertarung, Ling Yu menjelaskan beberapa aturan kepada An Ling agar dirinya tidak segan segan menyerang ibunya
__ADS_1
disamping itu ayahnya tengah menemani mereka sambil memancing di tepi air terjun seperti biasanya