Beautiful Romance 2

Beautiful Romance 2
BAB 10 Beautiful Romance 2


__ADS_3

Seluruh tubuh Kyra bergetar ketika melihat Aditya berdiri yang tak jauh darinya apalagi saat Aditya melihat dirinya. Kedua tangannya sampai menggenggam erat rok panjang yang ia kenakan karena perasaan gugup yang ia rasakan ditambah kerinduannya selama delapan tahun. Sedangkan Aditya berdiri mematung sambil terus menatap wajah istrinya. Seketika wajahnya berubah sedih dan penuh cinta saat melihat istrinya berada didepannya.


Ia ingin sekali memeluk erat istrinya yang sudah bertahun – tahun ia rindukan itu. Tanpa sadar ia berjalan pelan untuk menghampiri Kyra, tiba – tiba Andi bicara padanya.


“Kak...apa kamu ingin menyapa kakak ipar?” Tanya Andi.


Seketika ia tersadar setelah mendengar ucapan Andi, ia langsung menghentikan langkahnya dan berbalik kearah Andi yang ada disampingnya.


“Pekerjaan lebih penting. Ingat....ini masih jam kerja.” Tegasnya.


“Baik...” Balas Andi sambil mengangguk.


Aditya kembali berbicara kepada para investornya sambil berjalan keluar melewati Kyra tanpa sekalipun meliriknya sementara Kyra menunduk sambil memejamkan matanya dengan tubuh yang gemetar ketika Aditya berjalan keluar melewatinya.


Setelah Aditya keluar, Kyra dikejutkan dengan pelayan yang selesai membersihkan pecahan piringnya dilantai.


“Nona....nona.” Panggilnya


“Yah....” Balasnya dengan kaget.


“Kalau ingin berdiri Anda harus melihat sekitar Anda, Anda menyenggol saya tadi sampai makanan yang saya bawa jatuh semua. Kalau bos saya tahu, saya pasti akan dipecat, nona.”


“Maaf mba....saya akan mengganti makanannya, tenang saja. Ini memang kesalahan saya.” Ucap Kyra dengan ekspresi bersalahnya.


“Terima kasih nona, lain kali Anda harus hati – hati.”


“Ia....maaf sekali lagi.”


Tania dan Kaila berjalan menghampiri Kyra yang tengah berbicara pada seorang pelayan.


“Ada apa Ky?” Tanya Tania penasaran sambil melihat pelayan yang memegang plastik berisi pecahan piring.


“Aku tidak sengaja menyenggolnya tadi, semua makanannya jatuh ke lantai.”


“Tapi...kamu tidak apa – apa kan?” Tanya Tania khawatir.


“Tidak....aku baik – baik saja.”


“Kalau begitu saya permisi nona.” Sahut si pelayan.


“Ia...silahkan.” balas Kyra.


Tania kembali bicara pada Kyra yang masih berdiri didepannya.


“Terus....kenapa wajahmu pucat begitu, kamu sampai keringatan?” Tanya Tania sambil mengerutkan keningnya.


Kaila langsung datang memeluk kaki ibunya yang tengah berdiri.


“Mama sakit lagi.” Ucapnya dengan wajahnya yang terlihat sedih.


Kyra langsung jongkok didepan anaknya sambil memegang kedua pundak Kaila.


“Tidak sayang....mama baik – baik saja.” Ucapnya sambil tersenyum.


“Benar...mama tidak sakit, mama tidak bohong kan sama Kaila.” Tanya Kaila dengan polosnya.


“Ia sayang....mama tidak bohong kok sama Kaila.”


“Kalau mama sakit, bilang yah sama Kaila. Kaila akan meniup bagian yang sakitnya.” Ucapnya sambil memegang kedua pipi ibunya.


“Ia...mama akan bilang pada Kaila.”

__ADS_1


“Aduh manis sekali sih kamu.” Sahut Tania sambil memegang pipi Kaila.


“Sudah....ayo kita duduk kembali.” Sambung Kyra sambil berdiri.


Mereka duduk kembali ditempat duduk mereka tadi. Tak lama kemudian, pelayan yang membawa makanan mereka pun datang. Pelayan itu langsung menghidangkan makanannya dimeja.


“Selamat menikmati.” Ucapnya sambil membungkuk.


Kaila dan Tania mulai memakan makanannya. Tania makan sambil berbicara pada Kyra yang tengah duduk didepannya.


“Ky.....bagaimana dengan sekolah Kaila. Bukankah tahun ini dia sudah masuk SD?” Tanya Tania sambil melihat Kyra.


“Aku sudah mendaftarkannya di sekolah yang ada di sana. Seharusnya dia sudah masuk sekolah tapi karena ada masalah dikantorku, aku terpaksa menundanya karena harus membawanya kesini. Kamu tahu sendiri kan, Kaila menangis kalau dia tidak melihatku dalam sehari. Mau bagaimana lagi, pergi jauh aku harus membawanya juga”


“Bagaimana kalau aku mendaftarkannya sekolah disini?”


“Jangan dulu....aku ingin menyelesaikan masalah kantorku dulu.”


“Lalu apa rencanamu sekarang?” Tanya Tania penasaran.


“Aku berencana untuk menemui bos baruku. Aku ingin meminta mereka untuk tidak memindahkanku disini.” Jawabnya dengan serius.


“Memang perusahaan mana sih yang melakukan itu. Kemarin waktu Bagas menghubungiku, dia sedikit cerita tapi aku ingin cerita lebih detailnya darimu.”


“Aku juga tidak tahu....bos tempatku bekerja tidak ingin memberitahunya. Dia hanya bilang perusahaan ternama di Indonesia. Apa kamu tahu?” Tanya Kyra serius.


“Perusahaan ternama yang aku tahu itu cuma Sinatria Company. Itu perusahaan yang sangat sukses sekarang ini bahkan media selalu membicarakannya. Dalam enam tahun perusahaan mereka menguasai berbagai macam bisnis. Dulu mereka hanya berfokus pada bisnis otomotif saja tapi selama Tuan Aditya menjabat, dia meluaskan bisnisnya.” Jelasnya.


“Sepertinya aku kembali berurusan dengannya lagi. Aku memang sudah curiga dari awal.”


“Kamu yakin”


“Kamu ingin menghadapinya sendiri, kenapa tidak minta bantuan Bagas saja?”


“Ini masalahku.....aku sendiri yang akan bicara padanya. Aku tidak akan menjadi seorang pengecut yang hanya bersembunyi dibalik punggung orang. Sekarang aku jauh lebih kuat dibanding dulu. Kalaupun dia ingin mengambil Kaila, aku tidak akan pernah membiarkannya.”


“Tapi....kenapa dia tidak pernah menunjukkan wanita yang berselingkuh dengannya itu. Semua media memberitakan tentang dirinya yang selalu memakai cincin kawin tapi tidak pernah muncul wanita yang kamu maksud itu.”


“Aku tidak ingin mengetahui tentang mereka lagi. Itu urusan mereka berdua bukan urusanku lagi. Lagipula aku sudah bercerai dengannya. Aku datang kesini bukan untuk mengurus masalah pribadinya.”


“Baiklah.....tidak usah membahasnya lagi. Kita lanjutkan makan saja. Setelah makan, aku akan mengantarmu ke Apartemenku.”


“Ia...terima kasih.” Balasnya sambil tersenyum.


“Tidak masalah.....aku akan melakukan apapun untukmu. Sebentar lagi kan kita akan menjadi satu keluarga.”


Kyra mengangguk. “Ia...”


Tania kembali melanjutkan makanannya sedangkan Kyra hanya diam menatap keluar sambil mengingat kejadian ketika ia bertatapan dengan Aditya tadi.


“Dia benar – benar sudah bahagia sampai melihatku seperti orang asing. Aku senang Dit bisa melihatmu hidup bahagia jadi aku tidak akan menyesali perbuatanku yang meninggalkanmu dulu. Aku bisa menyerahkan segalanya termasuk mengorbankan pernikahanku supaya kamu bisa bahagia. Tapi kalau kamu ingin mengambil Kaila, aku tidak akan membiarkannya, aku tidak bisa Dit. Hanya itu yang tidak bisa kuberikan padamu karena Kaila segalanya bagiku. Dia hidupku” Dalam hati Kyra.


***


Sementara Aditya sudah berada diperusahaannya, ia langsung masuk ke dalam dan menaiki lift menuju ruangannya yang berada dilantai paling atas dengan wajahnya yang terlihat dingin.


Ketika sampai dilantai atas, ia langsung masuk ke dalam ruangannya tanpa peduli dengan May yang menyapanya. Saat didalam, ia menyuruh Andi untuk mencari tahu siapa yang menemani Kyra ke Indonesia.


“Andi..” Panggilnya sambil membelakangi Andi.


“Ia tuan.”

__ADS_1


“Cari tahu, dia datang bersama siapa?” Tegasnya


“Saya sudah menyuruh orang untuk mengawasinya tadi.”


“Beri tahu padaku kalau kamu sudah mendapatkan kabar tentang orang yang datang bersamanya.”


“Baik...”


“Keluarlah....aku ingin sendiri. Dan masalah rapat hari ini, kamu tunda dulu.”


“Baik.....”


Andi keluar ruangan Aditya dengan wajahnya yang sedikit khawatir melihat ekspresi Aditya apalagi mereka tak sengaja bertemu dengan Kyra yang secara tiba – tiba datang tanpa ia ketahui sebelumnya. Memang ia yang merencanakan semuanya tapi dari pihak kantornya yang ada di Amerika tidak memberitahu kalau Kyra sudah menandatangani dokumen kantornya. Jadi ia masih pikir kalau Kyra masih berada di Amerika.


Sedangkan Aditya berjalan kearah lemari yang berisi alkohol. Ia menuangkan minuman di gelas kacanya lalu berjalan kearah jendela kaca kantornya. Ia berdiri menatap keluar jendela sambil meneguk gelas alkohol yang ada ditangannya. Wajahnya terlihat sedih sambil memikirkan pertemuannya tadi dengan Kyra.


“Aku masih saja tidak bisa menahan diri saat melihatnya berdiri didepanku. Aku sungguh bodoh, wanita yang tidak mempercayaiku masih saja membuatku seperti orang linglung.” Dalam hati Aditya sambil meneguk minumannya.


Ia tiba – tiba mengingat masa lalunya delapan tahun lalu ketika Kyra tidak mempercayainya. Ia kembali bicara dalam hatinya dengan ekspresi dinginnya.


“Hal yang paling membuatku seperti ini karena kamu yang sudah meremehkan perasaanku. Tidak pernah percaya dengan penjelasan yang kuberikan delapan tahun lalu, jadi jangan salahkan aku kalau aku sedikit kejam padamu.” Dalam hati Aditya.


Aditya sampai tak sadar meneteskan air mata dipipi kanannya.


Tiba – tiba Andi masuk ke dalam ruangannya untuk melaporkan sesuatu padanya.


“Tuan....saya datang untuk melaporkan sesuatu pada Anda.”


“Ada apa?” Tanya Aditya yang masih membelakangi Andi.


“Kakak ipar....maksudnya, Nona Kyra.....dia datang ke Indonesia bersama dengan Kaila anaknya. Mereka cuma datang berdua saja, tuan.”


Aditya hanya diam saja sambil bicara dalam hatinya setelah mendengar ucapan Andi.


“Si Bagas kurang ajar itu, berani sekali dia membiarkan mereka pergi berdua tanpa ditemani seseorang.” Dalam hati Aditya.


Ia kembali bicara pada Andi.


“Tapi....kenapa mantan bosnya itu tidak mengatakan kalau dia sudah menandatangani kontrak kepindahannya disini.”


“Nona Kyra memang belum menandatangani kontraknya, tuan.”


“Apa dia datang kesini untuk bernegosiasi denganku. Huh....dia pikir bisa mendapatkan apa yang diinginkanya dengan mudah.” Ucapnya sambil menyeringai.


Ia kemudian berbalik kearah Andi sambil menatapnya dengan serius.


“Kamu awasi terus dia. Dimana dia tinggal disini kamu laporkan semuanya padaku?”


“Baik tuan.”


“Suruh May mempersiapkan rapatnya sekarang.”Perintahnya dengan tegas.


“Bukankah masih ada satu jam sebelum rapat.”


“Majukan seperti permintaanku.”


“Baik.”


Andi keluar ruangan Aditya, ia meninggalkan Aditya yang masih berada didalam ruangannya. Ia mempersiapkan rapatnya bersama dengan May.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2