Beautiful Romance 2

Beautiful Romance 2
BAB 65 Beautiful Romance 2


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Pukul 6:00 pagi.


Kaila membuka matanya. Ia menengok ke kiri dan ke kanan melihat ibu dan ayahnya yang masih tidur lelap.


“Mama....papa. Ayo bangun.” Sambil menggoyang – goyangkan tubuh ibu dan ayahnya.


“Eem. Mama masih mengantuk sayang.” Ucap Kyra yang masih memejamkan matanya.


“Kaila mau berangkat sekolah ma. Cepat bangun, buatkan Kaila bekal.” Sambil menggoyang – goyangkan tubuh ibunya.


Kyra yang mendengar itu langsung bangun dari tempat tidurnya. Ia duduk dengan wajahnya yang masih mengantuk.


“Aduh sayang. Mama sampai lupa buatkan kamu sarapan pagi.” Sambil memegang kepalanya. “Kemarin oma yang buatkan Kaila sarapan ya.”


“Iya. Oma buat sandwich terus, Kaila tidak suka. Kaila mau makan pasta.”


“Iya....iya. Mama buatkan ya. Maaf ya sayang mama lupa.” Ucapnya sambil tersenyum.


Kaila hanya tersenyum. Kyra kemudian turun dari tempat tidurnya. Tiba – tiba Kaila menarik gaun tidur ibunya.


Kyra berbalik ke belakang melihat anaknya. “Ada apa sayang?”


“Mama lupa lagi.”


Kyra menghela nafasnya. “Haaaa....kenapa mama selalu lupa sih?”


Ia kemudian mencium pipi anaknya. “Selamat pagi Kaila sayang.” Sambil tersenyum.


“Kamu cuma mencium anakmu saja. Suamimu tidak kamu cium.” Sahut Aditya yang masih memejamkan matanya menghadap mereka.


Kyra langsung melihat ke arah suaminya. “Kamu sudah bangun dari tadi.”


“Bagaimana orang tidak bangun mendengar kedua perempuan cerewet bicara di dekat telingaku?” sambil membuka matanya melihat istri dan anaknya. “Cepat cium suamimu.” Pintanya.


Kyra mendekatkan wajahnya dan mencium pipi suaminya. Setelah mencium Aditya, ia kembali menggerakkan tubuhnya untuk turun dari sana. Tiba – tiba Aditya menarik gaun istrinya.


“Ada apa lagi. Aku harus buat sarapan untuk Kaila?” Tanya Kyra sambil melihat suaminya.


“Mana ucapan selamat paginya?”


Kyra menghela nafasnya. “Haaaaa....”


Ia kembali mendekatkan wajahnya di depan suaminya.


“Selamat pagi suamiku sayang.” Sambil tersenyum.


Aditya langsung menarik kepala istrinya dan menciumnya di sana. Kaila yang melihat adegan ibu dan ayahnya itu ikut mencium mereka berdua.


Aditya langsung melepaskan ciumannya dari istrinya dan melihat ke arah Kaila.


“Kaila mau di cium juga sama papa.” Ucap Aditya.


“Iya...” mengangguk.


Aditya kemudian mencium pipi anaknya dengan lembut.


“Papa kenapa cuma cium pipi Kaila. Kaila juga mau di cium seperti mama?”

__ADS_1


“Itu buat mama sayang. Buat Kaila pelukan sama cium pipi dari papa.” Sambil memeluk erat anaknya.


“Iya. Pelukan sama cium pipi cuma buat Kaila ya.”


“Iya.”


“Kalian berdua tunggu mama ya. Mama buatkan sarapannya.” Sahut Kyra sambil turun dari sana.


Aditya melepaskan pelukannya dan melihat istrinya.


“Kamu suruh pelayan saja yang buatkan sarapan.”


“Tidak apa – apa. Kaila memang sudah biasa kubuatkan sarapan pagi.”


“Baiklah.”


Kyra pun keluar dari sana sementara Aditya dan anaknya masih ada di tempat tidurnya.


Ia kemudian turun dan duduk di tepi tempat tidur sambil membelakangi anaknya yang tengah berdiri di kasurnya.


“Ayo naik di punggung papa.” Sambil menepuk – nepuk punggungnya.


“Kita mau kemana pa?”


“Lihat pemandangan pantai sambil tunggu mama buat sarapan.”


“Iya...”


Kaila naik di punggung ayahnya. Aditya kemudian berjalan keluar dari kamarnya. Ia menuruni tangga menuju taman belakang rumahnya. Di sana sudah ada Zahila yang sedang berenang di kolam renangnya.


“Zahila....” Panggil Aditya ketika melihat adik iparnya itu asyik berenang


“Tidak. Aku cuma temani Kaila di sini. Kamu sudah lama di sini.” Tanya Aditya yang masih menggendong Kaila di belakang punggungnya.


“Iya....aku melatih jantungku setiap pagi.”


“Oh....lanjutkan kegiatanmu itu. Aku main sama Kaila dulu.”


“Iya kak.”


Zahila melanjutkan berenang sedangkan Aditya terus menggendong anaknya di sana sambil tersenyum kepada anaknya.



“Kaila senang papa gendong.” Sambil menengok melihat anaknya di belakang punggungnya.


“Iya...Kaila senang sekali.” Ucap Kaila yang semakin memeluk ayahnya dari belakang.


Tiba – tiba Nyonya Sintya datang menghampiri mereka.


"Ternyata kalian main di sini ya."


Aditya langsung berbalik melihat ibunya begitu pun dengan Kaila. Mereka berdua tersenyum melihat Nyonya Sintya.



Nyonya Sintya kemudian berwajah cemberut di depan mereka berdua.


“Ada apa mi?” Tanya Aditya.

__ADS_1


“Kaila tega sekali sama mami. Tadi malam mami tidur berdua. Mami tidur pas lihat Kaila sudah tidur. Bangun pagi, dia sudah tidak ada. Mami pikir dia tidur di samping mami terus. Mami tidak sadar kalau tadi malam Kaila ke kamarmu.”


“Maaf oma. Kaila pura – pura tidur. Kaila ingin sekali tidur sama papa dan mama.” Ucap Kaila yang menunduk di punggung ayahnya karena merasa bersalah pada omanya.


Nyonya Sintya mengelus kepala cucunya.


“Oma tidak marah kok. Cuma sedih saja sama Kaila. Kaila kenapa tidak bilang saja sama oma kalau Kaila mau tidur sama mama dan papa.”


“Kaila tidak tega lihat oma sedih.”


“Ayo kita mandi sekarang. Kaila harus berangkat sekolah kan.”


“Iya...”


Nyonya Sintya pun mengambil Kaila dari gendongan anaknya.


“Mami bantu Kaila mandi dulu ya.”


“Oke...” Dengan datarnya.


Nyonya Sintya kemudian pergi meninggalkan Aditya dan Zahila di sana. Ketika Nyonya Sintya pergi, Aditya pun ikut pergi dari sana menuju ruangan gymnya.


Seperti kegiatan paginya, ia olahraga pagi di sana sampai mengeluarkan semua keringatnya. Ia melakukan olahraga treadmill di sana dengan keringat yang sudah mulai bercucuran di tubuhnya.


Salah satu pelayannya masuk ke dalam sana membawa susu kedelai untuknya.


“Selamat pagi Tuan Muda.” Sapanya sambil membungkuk.


Aditya tidak menyahut dan hanya sibuk dengan kegiatannya itu. Si pelayan tadi kembali bicara padanya.


“Tuan Muda. Nyonya menyuruh saya untuk melihat Anda minum susu kedelainya sebelum pergi.”


Aditya menekan tombol treadmilnya untuk menghentikan alatnya yang terus berjalan. Ia kemudian turun sambil menatap pelayannya dengan wajah datarnya.


“Ambilkan handuk sana.”


Si pelayan tadi berjalan mengambil handuk di salah satu lemari kecil yang ada di sana. Ia kembali menghampiri tuannya itu dan memberikan handuk kecil untuk Aditya. Aditya langsung mearihnya dan melap semua keringat di wajah dan lehernya.


Ia kemudian meraih susu kedelai yang di pegang pelayannya dengan tangan satunya. Ia melihat susu kedelainya dengan wajahnya yang ingin sekali muntah melihat susu yang ia pegang.


Si pelayan tadi kembali bicara ketika melihat Aditya yang tak kunjung meminum susunya.


“Nyonya Muda bilang kalau Anda tidak minum. Dia akan marah pada Anda.” Sambil menunduk karena takut.


Aditya langsung meneguknya sambil memegang hidungnya menahan nafasnya. Ia kemudian memejamkan matanya mencoba menahan dirinya yang ingin sekali muntah.


Ia kemudian membuka matanya melihat si pelayan tadi.


“Dimana istriku?”


“Setelah buat sarapan, nyonya langsung ke kamar tuan.”


“Bawa ini.” Sambil menyodorkan gelasnya tadi pada pelayannya.


Ia kemudian meninggalkan pelayannya di sana. ia berjalan naik ke atas menuju kamarnya menemui istrinya.


“Aku harus mendapatkan hadiah setelah minum susu menjijikkan itu.” Gumamnya yang berjalan menaiki tangga.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2