Beautiful Romance 2

Beautiful Romance 2
BAB 35 Beautiful Romance 2


__ADS_3

*SELAMAT MEMBACA*


Kyra sekarang sudah dipegang oleh salah satu pengawal Aditya sedangkan Aditya berdiri menatap Nyonya Mery, Ivan dan ibunya dengan wajahnya yang terlihat dingin. Ia kembali berbicara kepada mereka setelah menampar ibunya Ivan tadi.


“Kalian akan kutuntut karena sudah berani menikahkan wanita yang masih memiliki suami.” Tegasnya dengan lantang.


Aditya kemudian memanggil Andi yang tengah berdiri dibelakangnya.


“Andi...”


Dengan sigap....Andi berjalan kearah Aditya.


“Saya disini tuan.”


“Masukkan mereka semua ke penjara. Tuntut keluarga mereka karena ingin menikahkan istriku disaat aku suaminya masih hidup. Ini adalah penghinaan besar untukku. Hancurkan juga bisnis mereka seperti yang kau lakukan pada bisnis Rosa dan bisnis keluarga Tania. Jangan pernah biarkan perusahaan manapun bekerja sama dengan mereka.”


“Baik...akan saya lakukan sesuai perintah Anda.”


Nyonya Mery yang tengah berdiri bersama dengan Ivan dan adiknya hanya bisa memejamkan matanya. Meskipun ia ingin mengatakan kepada Aditya kalau dia dan keluarganya tidak tahu bahwa Kyra masih status istrinya.


Itu tidak akan berpengaruh pada Aditya bahkan pembelaaannya itu mungkin membuat Aditya semakin marah. Bagi Aditya, ia dan keluarganya lah yang salah karena tidak mencari tahu status Kyra terlebih dahulu sebelum menjodohkannya dengan Ivan.


Tidak ada yang bisa ia lakukan sekarang kecuali memohon kepada Aditya agar melepaskan keluarganya dan tidak menuntutnya.


Ia kemudian berjalan pelan kearah Aditya untuk berbicara kepadanya.


“Tolong lepaskan keluarga saya. Saya benar – benar tidak tahu kalau Kyra masih istri Anda. Kalau saya tahu saya tidak mungkin menjodohkannya dengan Ivan. Saya hanya ingin melihat keponakan saya bahagia. Kalau Anda melepaskan keluarga saya, saya akan pergi dari sini bersama Ivan dan kembali ke Singapura. Kami tidak akan muncul didepan kalian berdua. Jadi saya mohon lepaskan kami.” Ucapnya yang memohon dengan wajahnya yang terlihat menyesal.


Ivan yang melihat tantenya langsung datang menghampiri tantenya itu. Ia berdiri disamping Tante Mery dan memeluk bahunya dengan wajahnya yang terlihat kasihan melihat tantenya.


Ivan kemudian berbicara kepada Aditya yang hanya diam saja dengan wajahnya yang terlihat marah.


“Tuan Aditya....mungkin Anda berpikir kalau saya salah karena ingin bertunangan dengan Kyra. Tapi saya harus meluruskan disini. Orang yang paling salah disini adalah Anda sendiri. Kalau memang Anda suami Kyra seharusnya Anda memberikannya rasa aman delapan tahun lalu sehingga tidak membuat dia pergi meninggalkan Anda dalam keadaan hamil muda. Wanita itu butuh rasa aman dari orang yang dicintainya, disaat wanita tidak memiliki itu maka mudah baginya untuk meninggalkan Anda. Apalagi Anda sudah berselingkuh darinya. Apa pantas dia mempertahankan orang yang tidak mencintainya sama sekali.”


Aditya langsung memukul wajah Ivan dengan keras. Ivan hanya berwajah santai saat Aditya memukulnya sedangkan Tante Mery lagi – lagi kaget melihat keponakannya di pukul begitupun dengan Kyra yang tengah ditahan oleh salah satu pengawal Aditya.


Aditya kemudian berbicara kepada Ivan.


“Tahu apa kau tentang diriku. Kau hanya orang yang berusaha merusak rumah tangga orang. Kau pikir aku tidak tahu kalau kau selalu berusaha menghubungi istriku disaat aku masih bersamanya. Huh...email yang dulu selalu kau kirim itu. Aku yang membuka semuanya, setiap pesan email yang kau kirim selalu mengatakan cinta kepada istriku. Berani sekali kau menasehatiku sekarang.”


Aditya kemudian memanggil Andi kembali.


“Andi...”

__ADS_1


“Ia tuan.”


“Jangan biarkan mereka semua lolos. Masukkan mereka ke dalam penjara.”


“Baik...”


Kyra berusaha melepaskan dirinya dari pengawalnya itu. Setelah berhasil lepas, ia berlari kearah Aditya.


“Dit....tolong lepaskan mereka. Mereka semua tidak salah, aku yang salah. Aku mohon jangan tuntut mereka.”


“Kamu pikir kalau kamu memohon aku akan melepaskan mereka. Kamu terlalu meremehkanku yah.”


Kyra mulai menangis didepan Aditya mendengar penolakan Aditya. Ia kembali bicara kepada suaminya itu.


“Aku mohon lepaskan mereka. Mereka tidak salah, aku yang terlalu bodoh. Aku mohon....Dit.” Ucapnya sambil menangis.


Aditya yang melihat istrinya menangis hanya bisa memejamkan matanya didepan istrinya itu.


“Andi..”


“Ia tuan.”


“Berikan kunci mobilnya.” Pintanya sambil mengulurkan tangannya.


Andi pun memberikan kunci mobilnya kepada Aditya.


“Baik..”


Aditya langsung menarik tangan Kyra dan berjalan keluar meninggalkan rumah Ivan sedangkan Andi dan pengawal yang lainnya masih berada didalam.


Aditya yang sudah berada diluar rumah Ivan, langsung mendorong Kyra masuk ke dalam mobil tanpa mengatakan apa – apa. Aditya pun ikut masuk ke dalam mobil dan mengendarai mobilnya meninggalkan rumah Ivan.


Aditya mengandarai mobilnya meninggalkan rumah Ivan bersama istrinya menuju rumahnya yang ada di pinggir pantai.


Ketika sudah berada jauh dari rumah Ivan, Aditya semakin menancap gasnya membuat Kyra semakin takut apalagi Aditya hanya diam saja dengan ekspresi dinginnya.


“Dit...tenanglah. Kalau kamu begini nanti kita kecelakaan.”


Aditya tidak menanggapi ucapan istrinya. Ia semakin menancap gasnya menambah kecepatan mobilnya.


Hanya beberapa menit mereka sampai di rumahnya yang ada dipinggir pantai. Aditya langsung menghentikan mobilnya tepat didepan rumahnya. Ia turun dari mobil dan berjalan kearah pintu mobil Kyra dengan wajahnya yang masih terlihat marah.


Aditya membuka pintu mobil Kyra dan langsung menarik tangannya dengan paksa.

__ADS_1


Ia masuk ke dalam tanpa peduli dengan beberapa pelayan dan pengawal yang menyambutnya.


Aditya berjalan cepat sambil menarik tangan istrinya menaiki tangga menuju kamar pribadinya.


Ketika ia sudah berada di kamarnya, ia membawa masuk Kyra ke dalam kamar mandi. Disana ia mengangkat tubuh Kyra dan menurunkannya di Bahtup.


Aditya membuka jasnya dan melepaskan dasinya kemudian melemparnya disembarang tempat. Ia lalu melipat lengan bajunya secara bergantian sambil melihat istrinya berdiri di Bathup.


“Dit...apa yang ingin kamu lakukan sekarang?” Tanya Kyra yang ketakutan melihat Aditya seperti itu didepannya.


Aditya tidak menanggapi istrinya itu. Ia hanya berwajah dingin sambil meraih selang shower yang ada didekatnya.


Ia langsung menekan bahu istrinya ke bawah sampai istrinya duduk di Bathup.


 Ketika Kyra sudah duduk di dalam Bak Mandi, Aditya langsung menyiram seluruh tubuh istrinya menggunakan selang shower.


“Dit....kamu sudah gila yah.” Teriaknya sambil menyapu semua air yang mengalir diwajahnya.


Aditya masih tidak menanggapi istrinya. Ia terus menyiram air di tubuh Kyra menggunakan shower sampai sekucur tubuh istrinya itu basah.


“Dit...hentikan. Kamu membuat seluruh tubuhku basah.” Ucapnya yang sudah tidak bisa menahan air yang mengalir diwajahnya.


“Diam....aku sedang membersihkan tubuhmu itu. Beberapa hari ini kau bersama pria brengsek itu. Sekarang aku membersihkan semua bau pria dibadanmu itu.” Tegasnya.


Aditya terus menyiram Kyra dengan air shower. Ketika ia melihat Kyra yang terlihat menggigil, seketika ia menghentikan aksinya itu lalu melempar selang showernya dan keluar dari Kamar mandi.


Diluar, ia melempar semua barang – barang yang ia lihat didalam kamarnya itu.


“Brengsekk.....aaahhh.” teriaknya yang terus melempar barang – barangnya.


Kyra yang mendengar suaminya seperti itu langsung keluar dari kamar mandi dengan air yang menetes ditubuhnya.


 Bersambung.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa Bayar aku😊dengan cara tekan LIKE di bawah, tulis KOMENT kalian. Berikan juga VOTE nya kalau suka dengan ceritanya.


Terima kasih,🤗😘


__ADS_2