Beautiful Romance 2

Beautiful Romance 2
BAB 66 Beautiful Romance 2


__ADS_3

Jangan Lupa Like And Koment ya.


SELAMAT MEMBACA


Aditya masuk ke dalam kamarnya. Ia tidak melihat istrinya di sana.


“Kyra dimana ya?” Gumamnya.


Ia kemudian berjalan ke arah kamar mandinya.


“Sayang kamu di dalam sana.” Panggil Aditya yang berada di luar pintu kamar mandi.


“Iya..aku sedang mandi.” Teriak Kyra yang berada di dalam.


Aditya membuka bajunya di sana. “Kebetulan aku juga belum mandi.” Gumamnya sambil tersenyum nakal.


Ia melepaskan semua pakaiannya dan hanya memakai celana dalamnya. Ia masuk ke dalam kamar mandi dan melihat Kyra sedang berdiri di bawah air shower yang mengalir di tubuhnya. Ia langsung memeluk Kyra dari belakang.


Kyra sangat kaget. “Aditya....” Teriaknya.


Aditya mencium punggung istrinya di sana.


Kyra kembali bicara pada Aditya yang terus mencium punggungnya.


“Dit....apa yang kamu lakukan. Aku sedang mandi sekarang.”


Aditya mengangkat kepalanya.


“Aku ingin melanjutkan yang tadi malam kita lakukan sayang.”


“Aditya....ini masih pagi. Kamu jangan keterlaluan begitu. Aku mau mengantar Kaila ke sekolah.”


“Ada mami yang mengantarnya sayang.” Ucapnya sambil terus meraba – raba dada istrinya.


“Aditya...biarkan aku mandi. Oke.”


“Eem.....eem....em. Kita lakukan di sini saja ya.” Ucapnya sambil terus mencium daun telinga Kyra.


“Aku tidak mau.”


Aditya langsung mendorong tubuh istrinya sampai tubuh Kyra menempel di dinding tembok. Ia kembali mencium telinga istrinya dan mencium punggung Kyra. Tangannya terus meraba – raba dada istrinya.


Wajah Kyra terlihat menikmatinya. “Dit.....biarkan aku mandi dulu.”


Aditya langsung membalikkan badan istrinya menghadap ke arahnya.


“Mandinya nanti saja sayang. Kamu layani suamimu dulu.”


Aditya kemudian melanjutkan aksinya dengan mencium bibir Kyra sambil terus meraba raba tubuh Kyra. Kyra pun ikut menikmati setiap sentuhan yang di berikan Aditya kepadanya. Wajahnya sangat menikmati setiap ciuman yang di berikan Aditya kepadanya. Aditya lalu mengangkat tubuh istrinya dan mendudukkannya di meja wastafel berbentuk panjang itu. Ia melakukannya di sana. Mendengar suara desahan Kyra membuatnya semakin bernafsu sampai melakukannya sampai berkali – kali.


Kyra hanya bisa memeluk erat tubuh suaminya sambil menahan rasa sakit di tubuhnya itu. Selama 45 menit, Kyra sudah terlihat kelelahan.


“Dit....aku sudah lelah. Cepat hentikan.” Dengan suara pelan.


Aditya yang mendengar suara istrinya kemudian menghentikan aksinya. Ia mengelus kepala Kyra dengan lembut dan menciumnya di sana.


“Maaf sayang.”


Aditya kemudian melepaskan pelukannya dari Kyra. Ia langsung menggendong Kyra menuju Bathup.


“Kamu mau apa lagi?”

__ADS_1


“Mandi.”


Aditya menurunkan tubuh Kyra di Bathup dan ikut masuk ke dalam sana. Ia duduk di belakang Kyra sambil menuangkan minyak esensial di Bathupnya.


“Kenapa kamu memasukkan lagi minyak esensialnya. Aku sudah melakukannya tadi?”


“Kamu yang menyiapkan ini.”


“Iya. Aku pikir kamu mau berendam habis olahraga di bawah. Pelayan di bawah bilang begitu.”


Aditya hanya tersenyum tak menanggapi ucapan istrinya. Ia hanya menggosok punggung Kyra di sana.


“Biar aku saja. Aku bisa melakukannya.”


“Aku saja. Aku akan membantumu mandi.” Balas Aditya sambil tersenyum.


“Cih...kamu melakukannya karena sudah membuatku kelelahan. Mau menyogokku ya.”


“Aku senang melakukannya sayang.” Sambil meraih botol shampo di sampingnya.


Ia kemudian menuangkan di kepala Kyra dan menggosok rambut istrinya.


“Biar aku saja yang melakukannya. Kamu mandi saja sana.”


“Diamlah. Aku bisa melakukannya lagi kalau kamu tidak mau diam.”


“Iya. Aku diam.”


Aditya melanjutkan kesibukannya itu. Ia terus menggosok punggung Kyra dengan busa sabun di sana. Ia juga membantu Kyra menggosok rambutnya dengan lembut.


“Huh....dia perhatian sekali karena merasa bersalah. Dasar suami kurang ajar.” Dalam hati Kyra yang tak sengaja menyumpahi suaminya sendiri.


“Berdirilah. Aku sudah selesai.”


“Tidak mau. Kamu berikan baju mandiku dulu baru aku berdiri.”


“Kamu kenapa tidak mau berdiri. Kamu suka di sini terus?”


“Aku malu berdiri.” Sambil menunduk malu.


“Apa...?” dengan wajahnya yang kaget.


“Aku malu.” Kembali bicara pada Aditya.


“Apa yang membuatmu sampai malu begitu. Semuanya sudah aku lihat bahkan sudah ku pegang semua?”


“Tutup matamu dulu. Baru aku akan berdiri.”


“Istriku sayang. Kita sudah punya anak loh. Kita sudah bukan pengantin baru. Kenapa kamu malu padaku?”


“Itu karena kamu selalu menertawaiku.”


Aditya menghela nafasnya. “Haaaaa....baiklah aku balik ke belakang sekarang. Aku tidak akan lihat.” Sambil berbalik membelakangi istrinya.


“Awas....kalau kamu melihatku.”


“Eem.....tidak akan.” Jawab dengan datarnya.


Kyra berdiri dari Bathup dan berjalan mengambil baju mandinya. Sedangkan Aditya merasa aneh dengan tingkah istrinya itu.


“Dasar aneh. Masa aku tidak boleh melihatnya. Apa yang di katakan Bagas memang benar ya. Kalau istriku sudah gila. Ini pasti salah satu tingkah anehnya. Kalau bukan, kenapa dia tidak mau aku melihat tubuhnya. Aku kan sudah melihat semuanya.” Dalam hati Aditya.

__ADS_1


Kyra seperti itu karena merasa malu jika Aditya terus menatap tubuhnya apalagi kalau sampai Aditya tersenyum dan tertawa melihatnya. Ia tak suka kalau di ejek terus oleh Aditya.


Ia kemudian berjalan keluar meninggalkan Aditya yang masih berada di dalam Bathup tanpa mengatakan sesuatu pada Aditya.


Sedangkan Aditya masih tak sadar kalau istrinya sudah keluar dari kamar mandinya.


Ia berbalik kembali untuk melihat Kyra.


“Sayang.....kamu sudah selesai kan.”


Aditya tak melihat Kyra di sana. Ia lalu menghela nafasnya. “Haaaa.....wanita itu benar – benar. Dia langsung pergi tanpa bicara padaku.” Gumamnya sambil menggeleng – gelengkan kepalanya.


Ia berdiri dari Bathup dan menyalakan showernya. Ia membersihkan tubuhnya itu dengan shower.


Kyra yang ada di luar terlihat kesal dengan Aditya.


“Aditya benar – benar keterlaluan. Baru kemarin malam dia melakukannya. Dia melakukannya lagi hari ini. Apa dia tidak bisa menahan nafsunya dalam satu hari saja. Aku pusing menghadapinya yang seperti itu.” Gumamnya dengan wajah kesalnya.


Ia kemudian berjalan menuju Ruang Gantinya. Ia memilih baju santai yang ingin ia pakai.


“Aku tidak bisa mengantar Kaila kan gara – gara dia. Pasti dia sudah pergi sekolah sama mami.” Gumamnya yang sedang sibuk memakai bajunya.


Selesai pakai baju, ia keluar dari kamarnya. Ia menuruni tangga dan berjalan menuju Ruang Makannya untuk membuat teh herbal untuk suaminya.


Tak lama kemudian, Aditya turun dari lantai atas. Ia sudah berpakaian rapi dengan setelan jas abu – abunya. Ia datang menghampiri istrinya yang tengah sibuk memasukkan teh herbal di termos kecil tepatnya di meja makannya.


“Apa yang kamu masukkan itu sayang?” Tanya Aditya sambil duduk di kursi yang di tarik pelayan di sampingnya.


“Aku sedang memasukkan teh herbal untukmu.”


“Lagi.” Sambil meraih sandwich di depannya.


“Setiap hari kamu harus minum ini. Jangan pernah minum kopi di kantor.”


Aditya hanya bisa menghela nafasnya sambil memakan sarapannya itu.


"Tenang saja sayang. Aku sudah menambahkan sedikit madu."


Tiba – tiba Andi datang, ia berjalan menghampiri mereka berdua yang tengah asyik sarapan.


Ia langsung berdiri di samping Aditya.


“Duduk kak. Sarapan pagi.” Ucap Kyra sambil tersenyum melihat Andi.


“Saya sudah sarapan pagi nyonya.”


“Kak Andi tidak usah terlalu formal begitu.”


“Itu memang tugas saya, nyonya.”


Kyra hanya bisa menghela nafasnya dengan pelan sambil makan sandwich yang ada di depannya sedangkan Aditya sama sekali tidak menanggapi ucapan mereka berdua. Ia hanya sibuk dengan sarapannya. Tak lama kemudian, Aditya sudah selesai dengan sarapannya. Ia minum jus yang sudah di sediakan di depannya. Ia kemudian berdiri dari tempat duduknya lalu mencium kening istrinya yang masih menguyah sandwich yang ia pegang.


“Aku pergi dulu sayang.”


“Bawa ini.” Sambil menyodorkan termos kecil yang berisi teh herbal.


“Iya...”


Ia mengambil termosnya itu dan memberikannya pada Andi. Ia kemudian melangkahkan kakinya keluar rumahnya. Ia naik mobil ketika Andi membuka pintu mobil untuknya. Andi ikut naik mobil dan melajukan mobilnya menuju Perusahaan Sinatria.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2