Beautiful Romance 2

Beautiful Romance 2
BAB 37 Beautiful Romance 2


__ADS_3

*SELAMAT MEMBACA*


Aditya dan Kyra masih berpelukan. Tiba – tiba Aditya tersadar kalau istrinya sekarang masih memakai bajunya yang basah akibat perbuatannya tadi.


Ia melepaskan pelukannya sambil melihat baju istrinya yang basah ditambah baju Kyra yang robek gara – gara perbuatannya tadi.


“Sayang....aku minta maaf. Aku sudah menyakitimu tadi. Aku benar – benar emosi sampai aku tidak bisa mengendalikan diriku.” Ucapnya dengan wajahnya yang terlihat sangat bersalah.


Kyra tersenyum sambil memegang kedua pipi suaminya dan mengusap pipi Aditya yang masih basah karena air matanya tadi.


“Tidak apa – apa. Aku mengerti kalau kamu seperti itu. Seharusnya aku yang minta maaf. Aku punya banyak salah. Aku meragukan dirimu, aku minta maaf yah.”


“Mulai sekarang. Aku tidak ingin mendengar kamu mengucapkan kata maaf lagi. Asalkan kamu bersamaku terus, aku akan melupakan semua kenangan buruk yang sudah terjadi, aku hanya akan mengingat kenangan indah kita. Kita mulai lagi dari awal.” Ucapnya sambil tersenyum.


Kyra hanya mengangguk sambil tersenyum didepan suaminya.


“Cepat ganti bajumu. Nanti kamu masuk angin.” Pintanya sambil mengelus kepala Kyra.


“Aku ganti pakai apa. Aku tidak punya baju ganti disini.”


“Kamu pakai bajuku dulu. Nanti kusuruh orang membawakan barang – barangmu disini. Mulai sekarang kamu dan Kaila akan tinggal disini.”


“Disini...”


“Ia....”


“Dit...apa sebaiknya kita ke apartemen dulu. Kaila disana sama Zahila?”


“Tidak boleh. Kamu harus tetap disini, tidak boleh keluar kemana - mana. Masalah Kaila dan Zahila aku akan menyuruh Andi menjemputnya besok pagi. Sekarang sudah malam pasti dia sudah tidur.”


“Tapi....


Aditya langsung berdiri.


“Aku bilang tidak boleh yah tidak boleh.” Ucapnya dengan wajahnya yang cemberut.


“Oke....oke...aku tidak akan keluar.” Ucapnya sambil berdiri didepan Aditya. “Jangan marah lagi, barusan kita sudah baikan. Kenapa kamu marah lagi?” sambil tersenyum manis didepan suaminya.


“Eghem.....” sambil memalingkan wajah cemberutnya. “Aku tidak marah.” Ucapnya sambil kembali memalingkan wajahnya didepan istrinya. “Hanya memberitahumu kalau kamu tidak boleh keluar dari sini tanpa izinku.”


“Ia....aku tidak akan keluar sayang.”


“Huh...”


“Kenapa kamu tidak percaya denganku?” Tanya Kyra sambil melihat suaminya yang masih ragu dengannya. “Kalau begitu kamu ikat saja tanganku kalau kamu tidak percaya.” Ucapnya sambil menyodorkan kedua tangannya didepan Aditya dengan wajah kasihan yang sengaja ditunjukkan didepan Aditya.


“Sayang....kenapa kamu sampai begini. Mana tega aku melakukannya padamu.”


“Tidak apa – apa. Selama kamu bisa tenang, aku bersedia kamu melakukan apapun padaku.”


“Benar...aku bisa melakukan apa saja?” Tanya Aditya sambil tersenyum senang.


Kyra hanya mengangguk sambil tersenyum didepan suaminya.


Aditya langsung mencium kening istrinya dengan lembut sambil memeluknya dengan erat.


“Terima kasih sayang karena sudah mencintai pria kasar sepertiku.” Ucapnya sambil melihat wajah istrinya yang masih dalam keadaan berpelukan.


“Ia...terima kasih juga karena kamu sudah menungguku selama delapan tahun.”


“Ia...selama itu kamu. Aku akan menunggu sampai kapanpun, bahkan sampai aku mati.”


“Ya tuhan...Aditya. Siapa yang mengajarimu gombal begini?”


Aditya melepaskan pelukannya dan memasang wajahnya yang kesal didepan istrinya.


“Apa kamu pikir kata – kataku tadi sekedar gombalan. Cih...dasar wanita tidak romantis?”

__ADS_1


“Aduh....sayangku marah yah.” Ucap Kyra sambil memegang kedua pipi suaminya dan menggoyang – goyangkannya dengan wajahnya yang tersenyum senang.


“Ingat yah...kamu tidak boleh keluar dari sini. Kalau kamu ingin sesuatu beritahukan saja padaku.”


“Ia....sayang”


Aditya memang tidak mengijinkan istrinya keluar dari rumah karena masih trauma jika Kyra akan kabur lagi darinya. Hanya masalah waktu untuk bisa membuat dirinya bisa mempercayai Kyra kalau Kyra benar – benar tidak akan pergi dari hidupnya lagi. Apalagi ia belum melihat pembuktian dari Kyra kalau dia tidak akan pergi lagi apapun yang terjadi. Untuk membuatnya bebas lagi dari tekanan Aditya maka ia harus membuktikan kepada Aditya kalau ia benar – benar tidak akan meninggalkannya lagi.


Aditya mencium kening istrinya setelah mengatakan itu pada istrinya. Ia kemudian menyuruh Kyra mandi air panas dan mengganti bajunya yang basah.


“Kamu mandi sana. Aku akan menghubungi Andi untuk membawa Kaila dan Zahila besok pagi kesini.”


“Baiklah...”


Kyra masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Aditya mengeluarkan HP-nya dan menghubungi Andi untuk membawa anaknya ke rumahnya yang sekarang.


Setelah menghubungi Andi, ia keluar kamarnya dan menyuruh seorang pelayan membersihkan kamarnya.


Sementara pelayan tengah sibuk membersihkan kamarnya. Ia hanya duduk dikasur sambil memegangi perutnya yang tiba – tiba sakit.


“Apa Anda sakit Tuan Muda?” Tanya salah satu pelayannya yang sadar melihat Aditya yang memegang perutnya.


“Aku baik – baik saja. Lanjutkan saja pekerjaanmu.”


“Baik..”


Aditya lalu bersandar di tempat tidurnya untuk mengurangi rasa sakit diperutnya itu.


Selama beberapa menit, para pelayannya itu selesai membersihkan kamarnya.


“Kami sudah selesai tuan. Kamarnya sudah bersih.”


“Eem...keluarlah.”


Mereka semua membungkuk hormat didepan Aditya lalu berjalan keluar kamar tuannya itu.


Tak lama kemudian, Kyra keluar dari kamar mandi dengan baju mandi ditubuhnya. Ia mendatangi suaminya yang tengah bersandar dikasur sambil memejamkan matanya.


Aditya langsung membuka matanya dan duduk tegak didepan istrinya sambil tersenyum.


“Aku tidak apa – apa. Kamu sudah selesai mandi?” Tanya Aditya dengan wajahnya yang sudah terlihat pucat.


“Ia....terus siapa yang membersihkan ini semua.” Sambil melihat sekeliling kamarnya yang sudah bersih.


“Tadi aku suruh pelayan yang membersihkannya, sayang. Oyah....kamu pakai bajuku dulu yang ada di ruang ganti.” Ucapnya sambil menunjuk ruang gantinya. “Kamu pilih saja yang ingin kamu pakai.”


“Baiklah...”


Kyra berjalan masuk ke dalam ruang ganti Aditya mencari baju suaminya yang akan ia pakai sedangkan Aditya masih duduk ditepi tempat tidurnya.


Perutnya masih terasa sakit bahkan semakin sakit tapi ia berusaha menahan rasa sakit diperutnya itu saat ia melihat Kyra didepannya tadi.


Beberapa saat kemudian, Kyra keluar dari ruang gantinya dengan baju kemeja putih suaminya yang menempel ditubuhnya.


“Sayang....aku pakai ini tidak apa – apa kan?” Tanya Kyra sambil berputar – putar didepan Aditya.


“Kemarilah.”


Kyra datang menghampiri suaminya yang tengah duduk ditepi tempat tidurnya.


Ketika Kyra sudah ada didepan Aditya. Aditya langsung menarik tangannya dan melipat lengan baju Kyra yang kepanjangan.


“Bajunya terlalu besar yah.”


“Tidak masalah sayang. Aku suka dengan bajunya.”


Aditya hanya tersenyum sambil melipat lengan bajunya secara bergantian sedangkan Kyra terus memandangi wajah Aditya yang tengah sibuk didepannya.

__ADS_1


“Sudah...” Ucapnya yang sudah selesai melipat lengan baju istrinya. “Ayo duduk sini.” Pintanya sambil menepuk pahanya.


Kyra langsung duduk di paha suaminya.


Saat Kyra sudah berada di pangkuannya, Aditya langsung melingkarkan kedua tangannya diperut Kyra sambil meletakkan kepalanya didada istrinya. Tiba – tiba Kyra tersadar dengan wajah pucat suaminya.


“Dit.....”


“Eem...”


“Kamu sakit yah.”


Aditya langsung melihat istrinya sambil tersenyum.


“Aku baik – baik saja.”


“Tapi kenapa wajahmu pucat begitu?” Tanya Kyra sambil mengerutkan keningnya.


“Aku baik – baik saja sayang.” Jawabnya sambil tersenyum. “Oyah...kamu lapar tidak.”


“Sedikit...”


“Ya sudah....aku suruh orang masak dulu yah.”


“Ia....”


Kyra lalu berdiri dari pangkuan suaminya disusul Aditya yang berdiri dari tempat duduknya. Aditya berjalan menuju pintu kamarnya. Ketika ia membuka pintu kamarnya, tiba – tiba Aditya jatuh pingsan.


Kyra sangat syok melihat suaminya jatuh dilantai.


“Aditya.....” Teriaknya sambil berlari kearah Aditya dengan wajahnya yang panik.


Ia berjongkok didepan Aditya sambil melihat keadaan suaminya itu.


“Sayang....kamu kenapa?” Teriaknya sambil memegang kepala Aditya. “Sayang....bangun.” Teriaknya dengan wajah paniknya.


Kyra kemudian berlari mencari HP-nya tapi tidak menemukannya. Ia kemudian berjalan didepan pintu dengan wajahnya yang sangat panik.


“Tolong....ada orang.....tolong.”Teriaknya dengan keras.


Seketika semua pelayan mendengar teriakan Kyra didepan kamarnya. Mereka berlari menghampirinya. Ketika sampai, mereka sudah melihat Aditya terbaring dilantai.


“Cepat bantu saya bawa suami saya ke rumah sakit.” Pintanya yang terlihat menangis melihat Aditya pingsan.


“Nona...kami hubungi dokter pribadi Tuan Muda saja karena Tuan Muda tidak suka di bawa ke rumah sakit.”


“Baiklah....cepat kalian panggilkan sekarang.”


Pelayan itu pun pergi menghubungi Dr. Robert sedangkan yang lainnya membantu Kyra mengangkat tubuh Aditya ke kasur.


“Sayang....hiks....hiks. Kamu kenapa bisa pingsan begini?” Ucapnya sambil memegang tangan suaminya dengan suara tangisannya yang pecah.


“Nona....tenanglah. Tuan Muda pasti baik – baik saja.” Balas salah satu pelayan wanita yang umurnya sudah terlihat cukup tua.


Kyra kemudian berdiri dengan wajahnya yang terlihat sangat panik.


“Kenapa dokternya belum datang juga?”


“Sabar nona. Sebentar lagi Dr. Robert akan datang.”


“Bantu aku membawanya ke rumah sakit. Aku tidak bisa diam saja begini.”


“Nona....kalau Tuan Muda tahu dia dibawa ke rumah sakit. Dia pasti akan marah besar.”


“Kamu tidak lihat kalau dia tidak sadarkan diri begitu.” Bentaknya.


Tiba – tiba Dr. Robert datang bersama dengan kedua perawatnya. Ia langsung masuk ke dalam kamar Aditya ketika seorang pelayan menuntunnya ke kamar Aditya.

__ADS_1


Bersambung.


JANGAN LUPA LIKE YAH


__ADS_2