
SELAMAT MEMBACA
Kyra terlihat menangis mendengar cerita Lea tentang Aditya yang pernah datang mencarinya.
“Lea...kenapa aku bisa menjadi wanita bodoh. Kenapa aku hanya mementingkan apa yang kulihat. Kenapa aku tidak melihat cinta dimata Aditya. Kenapa aku gampang percaya dengan orang lain. Hiks....hiks.....hiks....hiks. Kenapa Lea?”
Kyra sampai menutup setengah wajahnya dengan kedua tangannya karena tangisannya itu.
Lea ikut menangis melihat Kyra yang menangis di depannya.
“Kyra....aku juga bodoh. Aku percaya begitu saja pada sifat Aura. Kelembutannya dan keanggunannya, semuanya palsu untuk memikat orang – orang yang ingin dia dekati. Kita boleh berteman siapa saja tapi, waspada itu perlu.”
Kyra langsung menatap Lea.
“Ya...kejadian Aura membuatku tahu. Kalau mencari teman itu gampang sekali tapi menjadikannya sahabat itu tidak mudah. Bahkan ketika aku kenal dengan Tania, tunangan Mas Bagas. Aku tidak berani menceritakan semua isi hatiku padanya. Kejadian Aura membuatku tidak mudah berteman lagi apalagi menjadikannya sahabat.”
“Aku mengerti perasaanmu. Kamu pasti tersiksa selama delapan tahun ini kan. Penghianatan Aura, perpisahan dengan Kak Adit ditambah kamu harus melahirkan Kaila dan membesarkannya seorang diri. Membesarkan seorang anak itu tidak mudah, Kyra. Apalagi kamu menjadi ibu tunggal selama delapan tahun. Itu pasti sangat berat bagimu. Aku tidak bisa membayangkannya.”
Kyra menangis mendengar ucapan Lea. Ia mengingat semua penderitaannya selama di Amerika sampai membuat dia mengidam penyakit jiwa selama bertahun – tahun.
Ia lalu berbicara pada Lea.
“Aku benar – benar bodoh. Aku hanya tahu kalau aku sangat mencintai Aditya tapi aku tidak tahu kalau Aditya juga mencintaiku. Dulu aku menikah dengannya saat aku masih 18 tahun, pikiranku belum dewasa apalagi aku tidak punya pengalaman cinta sama sekali. Jadi aku tidak tahu harus berbuat apa selain meninggalkan dia. Dari awal kami menikah bukan karena cinta, Lea. Itu terpaksa aku lakukan demi Zahila sedangkan Aditya melakukannya karena nenek. Tidak pernah terpikirkan kalau dia bisa mencintai wanita sepertiku. Wanita yang sama sekali bukan tipenya. Wanita urakan, tomboi, tak tahu pacaran, wanita yang bukan dari kalangan atas.” Ucapnya sambil menangis.
“Haaaa.....” Lea menghela nafasnya dengan kasar. “Jangan selalu merendahkan dirimu, Kyra. Kamu itu wanita paling beruntung di dunia ini. Kamu wanita yang berhati baik. Setiap orang itu di berikan cobaan dari tuhan. Aku dan Mas Andi memang tidak di berikan cobaan seperti dirimu tapi cinta kami juga pernah di uji. Keluarga Mas Andi tidak terlalu suka padaku, sampai sekarang keluarga Mas Andi masih belum bisa menerimaku. Makanya aku tidak suka ke Amerika bertemu dengan keluarganya. Aku takut kalau kami terpisah karena itu. Sedangkan kamu, kamu punya mertua yang sangat baik, kehidupan mewah, suami yang sangat mencintaimu makanya tuhan memberikanmu cobaan yang begitu berat. Setiap kehidupan tidak selamanya berjalan mulus. Tuhan memberikan kita cobaan untuk membuat kita lebih kuat lagi bukan menjadikan kita lemah. Orang yang mudah menyerah tidak akan mudah mendapatkan kebahagiaan mereka. Aku salut sama Kak Adit dan kamu, karena kalian bisa bertahan selama delapan tahun. Kalau itu aku, aku tidak tahu harus berbuat apa. Semua orang pernah di uji tapi banyak yang tidak bertahan dan akhirnya menyerah.”
“Sudahlah.....jangan bicarakan itu lagi.”
“Baiklah.” sambil tersenyum.
“Sekarang aku ingin bertanya tentang Aura. Apa sebenarnya yang terjadi padanya?”
“Sebenarnya, masalah Aura tidak banyak orang yang tahu. Hanya Mas Andi dan Kak Aditya yang tahu. Aku juga belum lama tahu karena aku tidak sengaja mendengar pembicaraan Mas Andi dengan orang suruhannya. Kami semua hanya tahu kalau Aura di usir Tante Sintya dari Indonesia. Awalnya Mas Andi tidak ingin memberitahuku karena dia sudah bersumpah pada Kak Adit kalau dia tidak akan pernah mengatakan pada siapa pun tentang masalah ini. Aku waktu itu curiga padanya kalau dia punya wanita lain
di luar sana hingga akhirnya dia menceritakan Aura padaku tapi dengan satu syarat kalau aku tidak boleh mengatakan pada orang terutama padamu.”
“Katakan saja padaku. Aku tidak akan berbuat macam – macam. Aku hanya penasaran pada Aura?”
“Baiklah...tapi, aku mohon padamu untuk tidak mencari Aura lagi ya. Kalau Kak Adit tahu, dia pasti akan menjadi gila lagi.”
“Ia...aku janji.”
__ADS_1
Lea pun menceritakan semua tentang Aura pada Kyra yang ia tahu dari suaminya.
Flashback Aura.
Setelah tiga tahun Aditya menggantikan ayahnya menjadi Presdir Sinatria. Ia sudah mengenal banyak pengusaha sukses di berbagai negara. Ia sudah di kenal sebagai pengusaha yang berdara dingin yang tak pernah menunjukkan senyumnya pada orang.
***
Aditya menyuruh Andi yang sudah menjadi asistennya untuk mencari keberadaan Aura dan Haris yang pernah menghancurkan hidupnya. Itu karena dia bisa melakukan apa saja sekarang dengan kekuatannya sendiri tanpa harus meminta bantuan dari siapapun.
Ia sekarang tengah duduk di meja kerjanya. Ia duduk di sana menatap cincin pernikahannya yang ada di jari manisnya sambil mengusap – usapnya berulang – ulang kali.
Andi sejak tadi sudah berdiri di depan bosnya itu untuk menunggu Aditya bicara padanya.
Setelah puas bermain – main dengan cincin pernikahannya itu. Ia kembali fokus pada Andi yang ada di depannya.
“Bagaimana, apa kamu sudah menemukan kedua orang itu?” Tanya Aditya yang terlihat dingin.
“Aura sekarang berada di Paris, tuan. Demi bisa menjadi pelukis seperti yang dia impikan. Dia berusaha mendekati beberapa pengusaha yang bisa menjamin hidupnya.”
“Siapa saja?”
“Dia orang seperti apa?” Tanya Aditya dengan wajah datarnya.
“Dia seorang pria yang suka dengan wanita – wanita cantik. Kekayaannya dia salah gunakan untuk bisa bersenang – senang dengan wanita yang dia sukai salah satunya Aura.”
Aditya yang mendengarkan Andi bicara hanya terlihat biasa dan tak terlalu begitu berminat dengan topik yang mereka bahas. Ia hanya memutar – mutar cincinnya saja, memainkannya di sana tanpa melihat Andi di depannya.
Andi kembali bicara pada bosnya itu.
“Apa yang akan Anda lakukan selanjutnya tuan?”
“Tawarkan kerja sama pada perusahaan Maxi yang ada di Paris. Perusahaannya membutuhkan kerja sama kan.”
“Baik tuan. Akan saya lakukan.”
Andi melakukan semua perintah bosnya itu. Ia menawarkan kerja sama pada perusahaan Maxi. Ketika perusahaan Maxi sudah memulai proyek barunya, tiba – tiba Aditya membatalkan kerja samanya di tengah jalan dengan alasan bahwa itu tidak menguntungkan bagi dirinya.
Maxi putus asa karena perusahaan yang baru ia bangun di Paris sudah mulai merugikannya di tambah proyek barunya tidak berjalan lancar karena perbuatan Aditya. Ia meminta Aditya untuk tetap melanjutkan kerja samanya apapun yang di minta Aditya kepadanya.
Tentu saja Aditya memberikan syarat bahwa ia akan memberikan kembali dana pada proyek Maxi asalkan Maxi bisa menghancurkan orang yang bernama Aura. Jika ia puas maka ia akan membantu Maxi menjalankan proyeknya tanpa hambatan.
__ADS_1
Maxi menyutujui syarat Aditya, tapi Aditya tidak pernah mengatakan padanya harus melakukan apa pada Aura. Ia hanya ingin Aura hancur. Karena Maxi tahu bahwa Aditya adalah orang yang tak punya perasaan pada orang lain dan semua orang tahu itu maka ia menjadikan Aura sebagai budak sex di Meksiko sampai membuat hidup Aura hancur dan menjadi orang yang tidak waras sekarang.
Dari awal Maxi memang tidak pernah berniat untuk serius pada Aura. Ia hanya suka menikmati tubuh wanita yang suka mendekatinya termasuk Aura. Aura pun begitu, ia mendekati Maxi hanya supaya ia bisa hidup nyaman.
Setelah Maxi melakukan sesuai permintaan Aditya. Ia meminta janji yang sudah di katakan Aditya padanya. Tapi.....bukannya Aditya membantunya, Aditya malah mengambil alih semua saham perusahaan Maxi yang ada di Paris dan membuatnya jatuh miskin.
Sedangkan Haris yang kabur setelah ia menjebak Aditya. Masih berada di Indonesia, ia tidak berani menampakkan dirinya karena takut kalau ia sampai di masukkan ke penjara oleh Aditya. Ia hidup seperti buronan. Tapi ia tak pernah menyangka kalau ia di temukan Aditya. Aditya memasukkan Haris ke penjara atas tuduhan pencemaran nama baik. Ia juga memblokir nama Haris, tidak membiarkannya bisa di terima bekerja di manapun ketika ia keluar penjara nanti.
Memikirkan itu membuat Haris menyesal. Jika saja ia tidak bersembunyi dan membiarkan saja dirinya di usir oleh Nyonya Sintya. Mungkin saja ia tidak masuk penjara, begitu pikirnya. Lebih baik ia di hukum Nyonya Sintya daripada berurusan dengan Aditya.
Semua kejadian tentang Aura itu tidak ada yang tahu kecuali Aditya dan Andi bahkan Rey tidak mengetahui masalah itu. Ia hanya tahu kalau Aditya memasukkan Haris ke penjara.
Flashback Berakhir.
Setelah Lea menceritakan itu semua. Ia menunjukkan satu foto Aura pada Kyra satu tahun lalu.
“Ini foto Aura satu tahun lalu. Dia ada di Rumah Sakit Jiwa di Meksiko. Baru – baru ini Santi terbang ke sana untuk menemani temannya itu. Sebenarnya Mas Andi yang menyuruh Santi pergi agar kamu tidak mencari tahu Aura pada Santi.”
Kyra terlihat syok melihat foto Aura yang di tunjukkan Lea. Ia kemudian berbicara pada Lea.
"Kamu dapat darimana fotonya."
"Dari Mas Andi. Dia baru satu tahun masuk Rumah Sakit Jiwa karena tak tahan dengan dirinya yang di jadikan budak sex sama orang Meksiko apalagi dia tidak bisa melarikan diri dari mereka."
“Apa ibu dan ayah Aura tidak menemaninya?”
“Huh....ayahnya meninggalkannya begitu saja ketika ia tidak berhasil bersama Aditya delapan tahun lalu sedangkan ibunya ada di Meksiko menemani anaknya yang sudah tidak waras itu. Setiap hari katanya Aura hanya bisa tertawa sambil menganggap dirinya sebagai orang yang punya banyak uang. Dia menganggap dirinya sebagai pelukis terkenal dunia. Aku hanya tahu kabar itu saja. Tapi aku mohon, Kyra. Kamu jangan katakan pada Kak Adit kalau aku mengatakan ini semua padamu. Kalau tidak, Mas Andi akan di pecat.”
Kyra yang mendengar semua kabar tentang Aura kembali merasa iba padanya. Ia terdiam di sana mengingat semua cerita Lea. Ia tak bisa membayangkan apa yang terjadi pada Aura.
Lea yang melihat temannya diam kembali bicara pada temannya itu.
“Kyra...aku tahu kamu diam begini karena merasa kasihan pada Aura. Tapi aku hanya mengatakan padamu. Ini sepenuhnya bukan perbuatan Kak Adit. Aura memang tidak pernah menghargai dirinya sendiri. Dia rela tidur dengan orang kaya agar dia bisa hidup nyaman, dia memilih orang yang salah yang membawanya menjadi seperti itu. Itu balasan yang setimpal untuknya. Itu karma yang di berikan tuhan pada orang seperti Aura yang tidak pernah menghargai arti kehidupan. Kalau saja dia bisa sadar dan menyesal. Dia tidak akan menjadi seperti ini.”
“Aku cuma tidak menyangka kalau wanita lembut dan anggun seperti dia bisa hancur karena sangat menginginkan ketenaran.”
“Tante Sintya sudah memberikannya uang untuknya bisa sekolah seni lukis di luar negri tapi dia menyia – nyiakannya begitu saja. Ketika karirnya tidak berjalan sesuai kemauannya dia kembali mengejar Aditya yang bukan miliknya. Itu salah dia sendiri.”
Kyra kembali diam membisu mendengar ucapan Lea. Ia hanya menatap lurus sambil meminum teh yang di berikan pelayannya tadi ketika Lea tengah bercerita tentang kejadian Aditya yang mencari keberadaan Aura di Paris.
Bersambung.
__ADS_1