Beautiful Romance 2

Beautiful Romance 2
BAB 11 Beautiful Romance 2


__ADS_3

Kyra dan Kaila sekarang sudah berada didalam Apartemen Tania. Kyra berjalan sambil melihat sekeliling Apartemen mewah milik Tania sedangkan Kaila berlari melihat semua keadaan Apartemen Tania.


“Selama ini kamu tinggal sendiri disini.”


“Ia....”


“Kamu hebat juga yah, bisa tinggal di Apartemen besar seperti ini.”


“Aku memang suka tinggal sendiri.” Balasnya sambil tersenyum. “Oyah, aku sudah menyiapkan semuanya disini termasuk bahan makanannya untuk beberapa hari ke depan. Disini ada dua kamar, kamu tinggal pilih yang mana kamu suka. Kamu tinggal saja disini dengan santai. Untuk sementara....aku tidak menemanimu karena aku diharuskan tinggal dirumah sama ayah.” Jelasnya serius.


“Baiklah.....terima kasih banyak karena sudah mengijinkanku tinggal sementara disni.”


“Santai saja, jangan dipikirkan.” Balasnya sambil tersenyum.


Tiba – tiba Kaila berlari kearah Tania.


“Tante....rumahnya bagus sekali.” Sahut Kaila sambil tersenyum lebar.


“Kamu suka sayang.” Tanya Tania sambil membungkuk melihat Kaila.


“Suka...tapi kalau Kaila cuma tinggal berdua sama mama, tidak asyik.”


Tania kemudian menjongkok didepan Kaila sambil memegang pundak Kaila.


“Nanti kalau Tante Tania ada waktu, tante akan datang menjengukmu. Tapi sekarang tante cuma bisa mengantarmu dulu sayang. Kamu istirahat baik – baik yah.” Jelasnya sambil tersenyum.


“Terima kasih tante.” Ucapnya sambil mencium pipi Tania.


“Kamu manis sekali sih.” Ucapnya sambil memegang kedua pipi Kaila.


Ia kemudian berdiri setelah puas mengobrol dengan Kaila.


“Aku pulang yah Ky. Kalau ada apa – apa kamu hubungi aku secepatnya.”


“Ia...hati – hati dijalan.” Balasnya sambil tersenyum


“Ia....daaaa Kaila.” Ucapnya sambil melambaikan tangannya didepan Kaila.


Tania pun pergi meninggalkan Kyra dan Kaila di Apartemennya.


Tania adalah gadis kaya, anak dari pemilik perusahaan waralaba yang ada di Indonesia. Ia dijodohkan dengan Bagas untuk menjalin kerjasama antara perusahaan Tante Rosa dan perusahaan milik ayahnya. Tania sudah bertunangan dengan Bagas dua tahun lalu. Sejak pertunangannya dengan Bagas, ia menjadi dekat dengan Kyra. Apalagi Tania tinggal di Amerika sejak ia kuliah. Umurnya sama dengan Kyra. Baru enam bulan ini, ia kembali ke Indonesia. Semenjak ia pulang, ia jarang sekali berkomunikasi dengan Kyra karena kesibukan mereka masing - masing.


Meskipun Tania dan Kyra berteman tapi Kyra tidak terlalu terbuka dengan Tania, jadi Tania tidak terlalu tahu kisah dia dengan Aditya. Ia hanya tahu kalau mereka berpisah delapan tahun lalu karena masalah perselingkuhan Aditya, apalagi Tania itu tidak ingin terlalu ikut campur urusan pribadi Kyra yang selalu ia panggil dengan sebutan Ky.


(Kembali pada Kyra)

__ADS_1


Setelah Tania pergi, Kyra berkeliling didalam Apartemen Tania untuk melihat setiap ruangan didalam apartemen milik Tania.


Setelah puas, ia berjalan menuju kamar yang akan ia tempati bersama dengan Kaila.


Ketika berada didalam kamar, ia langsung membuka isi kopernya dan mencari salah satu baju tidur milik Kaila.


“Kita ganti baju dulu yah sayang.” Ucapnya sambil membantu Kaila membuka bajunya.


“Ia...tapi biar Kaila saja yang pakai bajunya, Kaila kan sudah besar. Mama mandi saja dulu.” Ucapnya sambil meraih bajunya yang dipegang Kyra.


“Jadi mama mandi nih.”


“Ia....Kaila bisa sendiri ma.”


“Baiklah.....anak mama memang sudah besar. Sudah bisa pakai baju sendiri.” Ucapnya sambil tersenyum. “Mama mandi yah.”


“Ia....”


Kyra kemudian berjalan kearah kamar mandi. Ia hanya berdiri dikamar mandi sambil melihat anaknya yang berusaha memakai bajunya. Kyra tersenyum lebar ketika Kaila sudah selesai memakai baju tidurnya.


Kaila berbalik kearah ibunya ketika sadar kalau ibunya belum masuk ke kamar mandi.


“Mama kenapa tidak mandi?” Tanya Kaila dengan polosnya.


“Oh...ia, mama sampai lupa kalau mau mandi. Kaila tunggu mama yah dikasur, mama mandi dulu.” Ucapnya sambil tersenyum.


Sementara Aditya yang selesai rapat langsung keluar ruangan bersama dengan Andi. Ia berjalan menuju ruangannya diikuti Andi yang berjalan dibelakangnya.


Saat didalam, Andi melaporkan keberadaan Kyra bersama dengan anaknya.


“Tuan....saya sudah mendapatkan alamat tempat tinggal Nona Kyra dari orang yang saya suruh untuk mengawasinya. Mereka berdua sekarang tinggal di Apartemen Nona Tania.”


“Jam berapa sekarang?” Tanya Aditya dengan serius.


“Jam 8 malam.”


“Kita kesana sekarang.”


Andi langsung kaget mendengar Aditya yang tiba – tiba ingin mendatangi Kyra dan Kaila.


“Kenapa ekspresimu begitu. Kamu pikir aku datang kesana untuk cari keributan, aku hanya ingin menemui anakku?” Tegasnya.


“Bukan begitu...saya hanya berpikir kalau Anda sebaiknya menunda dulu untuk bertemu Kaila.”


“Itu terserah padaku, lagipula aku hanya ingin datang menemuinya.”

__ADS_1


“Haaaaa.....kakak bilang tidak ingin cari keributan tapi melihat tingkahnya yang tidak sabaran itu. Aku jadi tidak yakin kalau disana kakak hanya diam saja.” Dalam hati Andi.


“Ayo....kita pergi. Jangan lupa bawa dokumen pemindahan wanita itu kesana” Perintahnya.


“Baik..”


Aditya kemudian berjalan keluar ruangannya disusul Andi yang mengikutinya dari belakang.


Aditya meninggalkan perusahaannya dengan tergesa – gesa karena ia ingin sekali bertemu dengan anaknya. Sejak ia rapat tadi, ia tidak bisa fokus karena terus memikirkan anaknya yang ingin sekali ia lihat. Sebenarnya ia berusaha menahan sampai ia merasa siap untuk bertemu dengan Kaila tapi karena ia tidak bisa menahan kesabarannya untuk bisa melihat Kaila, ia pun pergi menuju Apartemen Tania.


Ia naik mobil yang dikendarai Andi menuju Apartemen yang ditempati Kyra dan Kaila.


Didalam mobil ia merasa gelisah tentang pertemuannya nanti dengan anaknya.


“Apa yang harus kukatakan kalau aku bertemu dengan Kaila nanti. Ini lebih sulit dibanding dengan tender yang selalu kudapatkan dengan mudah?” Dalam hati Aditya yang terus gelisah.


Ia kemudian bertanya pada Andi yang sudah memiliki anak apalagi anak Andi itu seorang perempuan.


“Hei....”


Andi berbalik kebelakang.


“Anda memanggil saya.”


“Siapa lagi kalau bukan kamu?” Ketusnya.


“Ada apa tuan?” Tanya Andi dengan serius.


“Cara menghadapi anak perempuan itu seperti apa?”


“Hanya bersikap alami saja, jangan memasang wajah seperti yang Tuan Muda lakukan sekarang.”


“Memang kenapa dengan wajahku?”


“Anda harus tersenyum lebar ketika melihatnya. Jangan tersenyum paksa didepannya tapi senyumlah yang secara alami, karena anak kecil itu tahu kalau kita tidak tulus padanya.”


“Hei....kamu pikir aku pura – pura dengan anakku sendiri.”


“Bukan seperti itu maksud saya, tuan.”


“Sudahlah....kamu sama sekali tidak membantu. Bagaimana bisa si Lea itu mau menikah denganmu?”


“Haaaa.....memang tidak bisa diselamatkan lagi. Aku kan hanya mengatakan yang sebenarnya. Lagipula mana ada orang datang bertemu dengan anaknya pertama kali tapi tidak memberikannya hadiah. Sebenarnya mau bertemu dengan Kaila atau bertemu dengan kakak ipar sih. Kenapa aku merasa kalau kakak mau bertemu dengan kakak ipar?” Dalam hati Andi.


Sedangkan Aditya sedang menyandarkan kepalanya dibelakang sambil memejamkan matanya dengan perasaannya yang gelisah. Tapi dibanding dengan kegelisahannya itu. Perasaannya untuk bertemu dengan Kaila lebih besar.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2