Beautiful Romance 2

Beautiful Romance 2
BAB 12 Beautiful Romance 2


__ADS_3

Aditya sudah berada didepan Apartemen Tania, Andi turun dari mobil dan membuka pintu mobil untuk bosnya itu. Aditya turun dari mobilnya sambil menatap Gedung Apartemen yang ada didepannya.


“Lantai berapa mereka tinggal?” Tanya Aditya sambil merapikan jasnya.


“Lantai 4 tuan.”


Aditya langsung masuk setelah mendengar ucapan Andi. Ia masuk kedalam lift bersama Andi menuju lantai 4 Apartemen Tania.


Ketika sampai, Aditya dan Andi keluar dari lift. Mereka berjalan menuju Apartemen Tania.


Andi langsung membunyikan bel Apartemen Tania beberapa kali setelah berada didepan Apartemennya.


Kyra yang tengah menidurkan anaknya langsung berjalan keluar kamarnya untuk membuka pintu Apartemennya dengan memakai piyama kimono model Bridesmaid yang menempel ditubuhnya.


“Kenapa Tania balik lagi jam segini yah. Apa dia akan bermalam disini?” Gumamnya sambil berjalan pelan menuju pintu Apartemennya.


Ia membuka pintu Apartemennya karena mengira itu adalah Tania.


“Tan...kamu...


Ia tak sempat menyelesaikan ucapannya ketika melihat Aditya dan Andi didepannya.


Wajahnya seketika terkejut sampai membuat matanya melotot saking terkejutnya melihat kedatangan Aditya. Ia bahkan tak bisa berkata – kata saat melihat orang yang sangat dicintainya itu berdiri didepannya.


Aditya hanya berwajah dingin melihat Kyra yang terkejut melihatnya. Karena kesal melihat Kyra yang tak mengundangnya masuk, ia pun menerobos masuk ke dalam bersama Andi. Andi sempat tersenyum melihat Kyra saat ia masuk ke dalam.


Kyra masih berdiri mematung didepan pintu sambil memegang pintu Apartemennya sedangkan Aditya berjalan sambil melihat sekelilingnya mencari keberadaan Kaila.


Aditya kemudian berjalan kearah kamar Kyra dan Kaila, ia membuka pintu kamar Kyra secara perlahan - lahan. Tiba – tiba Kyra tersadar ketika mendengar suara pintu kamarnya terbuka, ia langsung berlari kearah Aditya dan langsung menutup pintu kamarnya kembali.


“Kamu mau apa datang kesini?” Tanya Kyra yang berdiri menghalangi Aditya didepan pintu kamarnya.


“Aku datang untuk melihat anakku.” Balasnya dengan tegas.


“Dia sedang tidur sekarang.” Ucap Kyra dengan wajahnya yang terlihat panik.


Aditya langsung melingkarkan tangannya didepan dadanya sambil menatap Kyra dari bawah ke atas.


“A-pa yang kamu lihat sekarang?” Tanya Kyra dengan nada gugup karena ketakutan.


“Dengan gayamu sekarang, memangnya kamu bisa menahanku untuk tidak masuk ke dalam.”


“Dit....Kaila sekarang sedang tidur, kamu hanya akan menyakitinya kalau kamu memaksanya.”


“Huh....jadi kamu berpikir aku datang kesini karena ingin memaksa Kaila. Kamu sungguh merendahkanku Kyra.” Dalam hati Aditya yang sangat kesal.


Sedangkan Andi yang melihat itu hanya bisa menghela nafasnya saja tanpa mau ikut campur urusan mereka.


Ia hanya bisa berkata dalam hatinya.


“Katanya tadi tidak mau cari keributan tapi apa sekarang, kakak benar – benar tidak sabaran. Aku bisa apa, mau ikut campur juga tidak ada hakku. Itu urusan rumah tangganya sendiri.” Dalam hati Andi.


“Andi...” Panggil Aditya

__ADS_1


Andi langsung berjalan kearahnya.


“Ia...”


“Pegang dia.”


“Baik...”


“Kamu mau apa?” Tanya Kyra dengan panik.


Andi langsung menarik paksa Kyra dari depan pintu kamarnya. Aditya lalu membuka pintu kamarnya dan masuk ke dalam kamar Kyra.


“Apa yang kamu lakukan,?” Tanya Kyra dengan wajahnya yang semakin panik.


Ia mengira kalau Aditya ingin mengambil paksa anaknya.


“Kakak ipar...tenanglah. Kakak hanya ingin melihat Kaila, dia tidak akan mengambilnya. Jadi biarkan saja.” Ucapnya sambil terus memegang Kyra.


Kyra pun tenang setelah mendengar ucapan Andi sedangkan Aditya yang sudah masuk ke dalam kamar anaknya langsung menghampiri anaknya dengan langkah kakinya yang pelan. Ia menatap anaknya dengan wajahnya yang terlihat sedih dan penuh cinta.


Ia berdiri didepan Kaila sambil terus menatap wajah putrinya, tanpa sadar ia menangis melihat wajah putrinya yang tengah tidur pulas.


Aditya mengulurkan tangannya secara perlahan – lahan untuk memegang kepala Kaila. Tangannya terlihat gemetar sambil terus meneteskan air matanya.


“Kaila....apa kamu menderita tanpa papa.” Gumamnya sambil mengelus kepala anaknya.


Ia kemudian duduk ditepi tempat tidurnya sambil menunduk sedih karena merasa kasihan melihat anaknya.


Ia kembali melihat wajah putrinya sambil berbicara dalam


“Mulai hari ini papa janji akan selalu berada disampingmu. Maafkan papa Kaila, selama kamu lahir papa tidak pernah berada disampingmu. Papa janji, Kaila akan mendapatkan orang tua yang lengkap. Bantu papa yah sayang.....kamu tidak marah kan kalau papa sedikit kejam pada mamamu.” Dalam hati Aditya sambil menatap sedih anaknya.


Ia kemudian mencium kening Kaila dengan lembut.


Setelah mencium anaknya, ia keluar dari kamar Kaila sambil menutup pintu kamarnya secara perlahan. Ia berjalan kearah Kyra dan Andi yang tengah berdiri di ruang tamu.


Wajahnya kembali berubah dingin ketika melihat Kyra, ia duduk disofa sambil menyilangkan kakinya didepan Kyra.


“Andi..”Panggilnya sambil melihat kearah Andi.


Andi dengan sigap meletakkan dokumen kepindahan Kyra di meja depan Aditya.


“Tanda tangani dokumen itu” pintanya.


“Aku datang ke Indonesia bukan untuk bekerja disini. Aku datang kesini untuk memintamu menarik kembali kepindahanku disini.” Ucapnya dengan serius.


“Kamu tidak punya hak untuk bernegosiasi denganku. Terserah kalau kamu tidak mau menandatangani dokumen itu. Tapi satu hal yang perlu kamu tahu, kamu tidak akan pernah bisa bekerja di perusahaan manapun bahkan tidak bisa meninggalkan negara ini.” Tegasnya.


“Apa kamu sedang mengancamku?” Tanya Kyra.


“Coba saja kamu lakukan.”


“Apa yang sebenarnya kamu inginkan dariku?”

__ADS_1


“Kaila....”


“Jadi memang benar....niatmu membawaku kesini karena ingin mengambil Kaila.”


“Kalau kamu tidak ingin berpisah dengan Kaila. Tandatangani cepat dokumen itu. Silahkan saja kamu minta bantuan pada orang, tapi perlu kamu ingat. Setiap orang yang akan berusaha membantumu akan mendapatkan balasannya. Apa kamu sudah lihat keadaan Bagas, dia hampir kehilangan perusahaannya kan?”


“Jadi itu semua adalah perbuatanmu.”


“Tentu saja.”


“Kenapa kamu bisa berbuat seperti itu, Dit. Dia adalah sahabatmu?”


“Jangan mengungkit persahabatan didepanku. Aku paling benci dengan yang namanya persahabatan.” Ucapnya dengan marah.


“Kita sekarang bekerja sama, aku membutuhkan anakku dan Kaila membutuhkan seorang ibu. Kalau saja dia tidak membutuhkan ibunya, mungkin aku langsung membawanya pergi” Ucapnya dengan wajah dinginnya.


Kyra memejamkan matanya sambil menghela nafasnya dengan pelan. Ia kemudian membuka matanya dan menatap serius Aditya.


“Baiklah.....aku akan bekerja di kantormu dan tidak akan kembali ke Amerika tapi jangan mengusik orang – orang yang berhubungan denganku.”


“Selama kamu menepati janjimu maka aku tidak akan pernah menyentuh mereka tapi kalau kamu melanggarnya aku langsung menghancurkan mereka.”


Kyra langsung menandatangani dokumen yang diberikan Aditya tanpa melihatnya terlebih dahulu. Aditya hanya diam melihat Kyra menandatangani dokumennya.


Setelah selesai, Andi langsung mengambil dokumennya di meja depan Kyra.


“Besok kamu sudah bisa mulai bekerja. Tapi keputusan tetap ada padaku. Dan selama aku mau, aku berhak datang melihat Kaila disini.”


Kyra hanya bisa menghela nafasnya dengan pasrah, ia bisa melakukan semuanya asalkan Aditya tidak mengambil anaknya. Aditya kemudian berdiri ketika ia sudah selesai dengan urusannya.


“Ingat....jangan berbuat macam – macam yang bisa membuatku kesal.”


Ia lalu berjalan menuju pintu Apartemen Kyra, tiba – tiba Kyra memanggilnya dari belakang.


“Dit....apa kabarmu dengan Aura baik – baik saja?”


Wajah Aditya tiba – tiba murka ketika mendengar nama Aura. Ia langsung berbalik dan mendorong Kyra sampai ke dinding. Ia memegang kedua bahu Kyra dengan erat.


“Dit....apa yang kamu lakukan. Kamu menyakitiku?”


“Apa selama delapan tahun tidak bertemu, hanya ini yang ingin kamu katakan padaku?” Tanya Aditya dengan wajahnya yang marah.


“Apa maksudmu?”


“Kamu benar – benar sangat kejam.” Ucapnya sambil tertawa paksa.


“Apa salahnya....aku hanya menanyakan kabar kalian, apa aku bahkan tidak pantas menanyakannya?”


Aditya kembali tertawa ketika mendengar ucapan Kyra.


“Kamu ingin tahu dimana temanmu itu?” Ucapnya sambil tersenyum menyeringai. “Dia sudah mati. Kamu tidak akan pernah bisa melihatnya lagi. Orang yang berani mengusik kebahagianku, tidak akan pernah kubiarkan hidup tenang.”bisiknya ditelinga Kyra dengan wajah dinginnya.


Sontak saja membuat Kyra terkejut sampai terdiam tanpa kata. Aditya langsung melepaskan tangannya dibahu Kyra dan berjalan keluar meninggalkan Kyra yang masih berdiri mematung.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2