
*SELAMAT MEMBACA*
Kyra sangat syok melihat semua barang – barang yang ada dikamar itu berantakan. Banyak pecahan kaca yang berserakan dilantai. Ia sampai menutup mulutnya dengan kedua tangannya dengan wajahnya yang sangat terkejut melihat Aditya mengamuk didepannya.
“Aditya....bisakah kamu lebih tenang. Tolong jangan marah seperti ini.”
Aditya langsung menengok ke belakang melihat istrinya dengan wajahnya yang marah.
“Kau pikir aku masih bisa tenang. Saat aku melihatmu bersama pria lain didepan mataku. Bahkan kau ingin bertunangan dengannya. Wah....Kyra, kau sungguh hebat.”
“Aku benar – benar tidak tahu kalau kita masih suami istri. Maafkan aku, Dit.”
“Kau benar – benar kejam.”
“Kenapa kamu tidak mengatakannya padaku kalau kita masih suami istri?”
“Apa kau akan percaya kalau aku mengatakannya. Bahkan kau tidak percaya denganku delapan tahun lalu. Kau hanya percaya dengan pemikiran bodohmu itu. Beberapa hari ini aku berusaha untuk menahan emosiku karena aku ingin membuatmu mencintaiku lagi tapi aku sungguh bodoh. Dihatimu itu hanya ada Ivan mantan pacarmu itu. Dimatamu aku hanyalah pria kasar yang selalu memaksakan kemauanku. Aku bukan pria seperti Ivan yang kau cintai itu.”
“Dit...jangan katakan seperti itu.”
“Diam....aku belum selesai bicara.”
Kyra langsung diam mendengar teriakan Aditya. Aditya kemudian menunjukkan cincin kawin polos yang ada ditangannya.
Ya....Kyra memang tidak tahu kalau itu cincin kawinnya Aditya karena tidak ada perbedaan pada cincin kawinnya itu. Putih polos, tidak seperti miliknya yang punya berlian diatasnya.
Aditya lalu berbicara sambil memperlihatkan cincinnya itu dijari manisnya.
“Kau lihat ini....ini adalah cincin kawin kita. Aku bahkan memakainya selama ini dan tidak pernah melepaskannya. Delapan tahun aku menunggumu tapi disaat kau kembali kau masih tidak bisa mencintaiku. Dimatamu hanya ada dia, bagimu aku hanyalah pria buruk yang suka bermain perempuan. Ya...aku memang seperti itu. Aku bahkan selalu meniduri mereka hanya untuk kesenanganku sesaat.”
Kyra hanya bisa menangis dan membiarkan Aditya mengeluarkan semua amarahnya yang selama ini ia pendam.
Aditya kembali berbicara.
“Mungkin ini hukuman yang diberikan tuhan karena kelakuanku dimasa lalu. Dia memberikan karmanya padaku sampai dia membuatku menderita karena cinta. Tuhan membuat istriku sendiri tidak mencintaiku.”
“Dit....kenapa kamu selalu bilang kalau aku tidak mencintaimu?”
Aditya menyeringai mendengar ucapan Kyra. Seketika ia menghentikan senyum seringainya dan kembali bicara pada istrinya.
“Kau masih menanyakan alasannya sekarang. Kau meninggalkan aku delapan tahun lalu dan tidak mempercayaiku. Itu semua kau lakukan karena kau ingin kembali pada mantan pacarmu itu. Kau hanya mencari alasan untuk meninggalkanku. Bahkan saat kau masih hamil, itu semua kau lakukan karena kau tidak sabar tidur dengan mantan pacarmu itu.”
Kyra langsung menamparnya dengan keras. Aditya sangat marah saat Kyra menamparnya.
__ADS_1
“Kau menamparku karena laki – laki itu.” Tanya Aditya dengan wajahnya yang marah.
Ia kemudian menarik tangan Kyra dan melemparnya ke kasur.
“Dit....apa yang kamu lakukan?”
Aditya langsung mencengkram kedua tangan istrinya dengan sangat erat sampai membuat Kyra kesakitan.
“Aditya...lepaskan tanganku. Kamu menyakitiku.”
Aditya tidak menghiraukan istrinya yang berteriak. Ia hanya memandang Kyra dengan dingin. Ia kemudian mencium paksa istrinya itu.
“Mmm.....mmm” suaranya sambil berusaha menggelengkan kepalanya untuk melepaskan ciuman Aditya dari dirinya.
Aditya tidak menghiraukan istrinya, ia melanjutkan aksinya itu dengan merobek baju Kyra dengan paksa. Ia kemudian mencium paksa bibir Kyra sampai turun ke lehernya.
Kyra diam sambil menangis karena perlakuan kasar Aditya kepadanya. Aditya tersadar dengan istrinya yang menangis, ia mengangkat kepalanya dan melihat wajah Kyra yang menangis. Ia langsung berdiri sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya.
Ia berjalan mundur sambil memejamkan matanya karena tidak sadar dengan apa yang dilakukannya kepada istrinya. Ia menjatuhkan tubuhnya ke lantai dan langsung bersandar didinding tembok sambil menunduk. Disana ia duduk dengan kepala menunduk. Seketika wajahnya menangis sambil mengeluarkan suara tangisan yang sedikit gemetar dalam dirinya.
Pria kasar dan dingin seperti Aditya akhirnya tumbang hanya karena tidak tahan dengan perlakuan wanita yang sangat dicintainya itu kepada dirinya. Hatinya begitu sakit sampai air matanya pun tak bisa ia tahan.
Kyra yang mendengar suara tangisan suaminya langsung bangun dan duduk terdiam sambil melihat suaminya yang tengah duduk dilantai. Wajahnya sangat sedih melihat Aditya yang seperti itu.
Ia berjongkok didepan suaminya sambil mengulurkan kedua tangannya yang gemetar untuk memegang kepala Aditya.
Ia mengangkat kepala Aditya berhadapan dengan wajahnya. Ia menatap wajah suaminya yang sudah dipenuhi air mata. Ia pun ikut menangis melihat Aditya yang seperti itu.
“Maaf...maaf.....aku minta maaf. Aku tidak tahu kalau kamu menungguku selama delapan tahun. Hiks...hiks....hiks....aku sungguh minta maaf....maaf.”
Kata maaf terus terucap dari bibir Kyra dengan air mata yang mengalir di pipinya.
“Apa kata maaf itu berarti sekarang. Kenyataannya kamu sama sekali tidak mencintaiku.”
“Tidak Dit....” Sambil menggelangkan kepalanya. “Kamu salah....aku selalu mencintai kamu.”
“Lalu kenapa kamu pergi begitu saja tanpa mendengarkan penjelasanku. Kenapa..hah, kenapa?”
“Aku minta maaf. Aku hanya ingin kamu bahagia. Setelah kejadian di hotel, kamu jarang bicara padaku. Kamu bahkan tidak membutuhkan aku saat hari kematian nenek. Aku pikir, yang kamu butuhkan bukan aku tapi Aura. Aku pikir kamu mencintai Aura. Kalau aku meninggalkanmu, kamu bisa bahagia dengannya. Hiks.....hiks...maaf...aku minta maaf. ”
“Kenapa kamu selalu berpikir aku mencintai wanita lain dan tidak mencintaimu.Hah.”
“Itu karena aku tidak percaya diri dengan diriku sendiri. Aditya....aku hanya gadis biasa yang tidak punya orang tua, aku selalu dipandang mereka sebagai gadis murahan, gadis penggoda, aku bahkan selalu dipandang hina. Bagaimana bisa aku berpikir kalau kamu bisa mencintaiku. Aku hanya bisa bersyukur bisa punya kenangan indah denganmu. Aku tidak punya angan – angan tinggi kalau kamu bisa menyukaiku. Tolong maafkan aku.”
__ADS_1
Aditya kemudian memegang kedua pipi Kyra sambil menatapnya dalam – dalam.
“Apa kamu tahu. Jatuh cinta kepada seseorang itu pasti ada alasannya. Dan alasanku mencintaimu karena itu kamu. Aku tidak ingin orang lain, aku hanya ingin kamu. Aku tidak peduli, mau kamu wanita biasa dan tidak punya apa – apa. Selama itu kamu, semuanya tidak penting bagiku. Apa kamu mengerti?”
Kyra mengangguk dengan wajahnya yang sudah dipenuhi air mata. Aditya kembali bicara pada istrinya.
“Apa kamu mencintaiku?”
Kyra mengangguk didepan Aditya sambil menatap wajah suaminya itu.
“Lalu kenapa kamu bertunangan dengan pria lain?”
“Aku melakukannya karena Tante Rosa memintaku menikah dengannya. Aku berhutang budi dengannya, Dit. Aku tidak bisa mengabaikan permintaannya begitu saja. Aku sama sekali tidak mencintai Ivan, aku hanya mencintai kamu.” Jawabnya sambil menangis tersedu – sedu.
“Apa kamu mengatakan itu hanya karena kasihan denganku?”
“Tidak...Dit. Aku sungguh mencintaimu. Selama bertahun – tahun kamu yang selalu aku cintai bukan orang lain.” Ucapnya sambil menangis.
Aditya langsung memeluk istrinya dengan erat.
“Apa kamu sungguh – sungguh mencintaiku?” Tanya Aditya kembali untuk meyakinkan dirinya.
“Ia....”Balasnya yang masih menangis.
Aditya semakin memeluk istrinya dengan erat sambil meletakkan wajahnya dibahu istrinya.
Ia kemudian melepaskan pelukannya dan memegang kedua bahu istrinya. Ia menatap istrinya lalu berbicara kepadanya.
“Apa kamu tidak akan meninggalkan aku lagi?”
“Tidak akan.”
“Kalau kamu marah padaku atau ada yang tidak kamu suka dariku. Katakan saja padaku, jangan kamu simpan sendiri. Apa kamu mengerti?”
“Ia...aku mengerti.”
“Kamu hanya percaya padaku dan tidak akan percaya orang lain kan.”
“Ia...mulai sekarang aku hanya percaya padamu.”
Aditya kembali memeluk istrinya. Mereka pun saling berpelukan untuk melepaskan kerinduan mereka yang masih mereka rasakan. Aditya semakin memeluk erat Kyra sambil mengelus kepala Kyra dengan lembut. Ia terus menghujaninya dengan ciuman dikepala istrinya itu.
Bersambung.
__ADS_1