Beautiful Romance 2

Beautiful Romance 2
BAB 81 Beautiful Romance 2


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Kyra yang bersantai di kamarnya, tiba – tiba di telfon Lea. Kyra langsung mengangkat telfon temannya itu.


Suara telfon.


“Ada apa Lea?”


“Apa Kakak ipar sudah pulang?” Tanya Lea.


“Belum, dia bilang ada rapat. Kenapa?”


“Mas Andi membohongiku. Dia bilang ada rapat bersama kakak ipar, Kak Rey dan Kak Bagas. Katanya mereka membahas proyek yang di Prancis. Tapi lokasi GPS HP-nya menunjukkan kalau dia berada di bar sekarang.”


“Hah....kamu melacak nomornya Kak Andi.”


“Tentu saja, kalau dia keluyuran kemana – mana. Aku kan bisa tahu dengan mudah keberadaannya.”


“Kalau Kak Andi ada di sana. Berarti Mas Adit juga ada di sana. Jangan – jangan mereka berkumpul dan minum – minum di sana.” Kyra yang terlihat khawatir.


“Pasti....apalagi besok hari pernikahan Kak Bagas. Pasti mereka berkumpul dan minum – minum.”


“Kita ke sana sekarang.” Ucap Kyra.


“Tunggu aku di rumahmu, biar kita bisa berangkat bersama. Kamu itu kan sedang hamil.”


“Baiklah.”


Telfonnya pun di tutup.


“Aditya....beraninya kamu membohongiku. Awas saja kalau sampai aku tahu kalau kamu minum – minum di sana. Aku akan langsung mengambil semua uangmu, tidak membiarkanmu memegang uang sepeserpun. Menjengkelkan.” Kesalnya.


Kyra keluar kamarnya dan turun ke lantai bawah untuk menunggu kedatangan Lea.


Tak lama kemudian taksi yang membawa Lea terparkir di depan rumah Kyra. Ia turun dari taksi dan berlari masuk ke dalam. Saat masuk ia sudah melihat Kyra duduk di sofa Ruang Tamunya.


“Kyra...ayo kita pergi.” Ajak Lea yang sudah berada di belakang Kyra.


Kyra langsung berdiri dari tempat duduknya dan menengok ke arah Lea.


“Cepat sekali datangnya.” Balas Kyra.


“Aku suruh supir taksi ngebut. Ayo....kita pergi sekarang.”


“Oke....kita naik mobil yang ada di luar ya. Kamu bisa nyetir mobil kan.” Tanya Kyra.


“Bisa! Oh..ya. Kamu sudah minta ijin sama tante.”


“Mami tidak ada di rumah. Dia ada di rumah besar bersama Kaila. Besok baru pulang. Cuma Zahila yang ada di atas, tapi aku tidak beritahu dia. Takutnya dia terganggu.” Jelasnya.


“Oh....begitu.”


“Ayo pergi.” Kyra berjalan melewati Lea dan berjalan keluar.

__ADS_1


Lea dengan sigap mengikutinya dari belakang. Mereka naik mobil baru Kyra yang di hadiahkan Nyonya Sintya padanya tiga hari yang lalu ketika Kyra baru saja ketahuan kalau ia hamil anak kedua. Dan tentu saja Kyra tak pernah memakainya karena Aditya melarangnya untuk mengendarai mobil sendiri.


Kyra naik mobil barunya bersama Lea. Saat itu Lea yang mengendarai mobil baru milik Kyra. Ia melajukan mobilnya menuju bar tempat dimana keberadaan suami mereka.


Tak lama kemudian, mobil yang di kendarai Lea sampai di depan bar. Lea memarkirkan mobil berwarna biru itu di parkiran depan.


Kyra turun dari mobil di susul Lea yang turun. Ketika Kyra turun, ia melihat mobil  yang selalu membawa Aditya ke kantor.


Ia berjalan mendekati mobilnya, melihatnya dengan seksama. Jika saja dirinya yang salah lihat.


“Bukan kah.....ini mobil yang selalu di bawa Kak Andi?” Tanya Kyra.


“Iya...itu mobilnya. Ayo kita masuk, aku sudah tidak sabar ingin memergoki mereka.” Dengan wajahnya yang kesal.


“Memergoki mereka, maksudnya apa sih?” Tanya Kyra bingung dengan maksud Lea.


“Mas Andi pasti di dalam bersama wanita.”


“Astaga Lea, kenapa kamu bisa bicara begitu. Kamu tidak percaya pada Mas Andi?”


“Bukannya tidak percaya, tapi wanita jaman sekarang itu yang tidak bisa di percaya. Bagaimana kalau wanita yang ada di dalam memasukkan obat perangsang ke dalam minuman Mas Andi terus Mas Andi sampai melakukan itu. Aku sampai kesal membayangkannya.”


“Tenang saja, ada Mas Adit, Mas Bagas dan Kak Rey. Hal seperti itu tidak akan terjadi.” Kyra mencoba menenangkan sahabatnya.


“Semoga saja, sebaiknya kita masuk dan melihat apa yang mereka lakukan.”


“Ayo.” Balas Kyra.


Mereka berdua masuk ke dalam bar. Ia berjalan mencari ruangan yang di tempati mereka. Lea bertanya pada seorang pelayan yang baru saja keluar dari sebuah ruangan VIP.


“Ya nona.”


“Apa Anda tahu ruangan Pak Bagas?” Tanya Lea.


“Oh....yang di sebelah sana nyonya.” Menunjukkan ruangan VIP yang baru saja di masukinya. “Ruangan itu tempatnya, saya baru saja membawakan jus pada salah satu tamu di sana.”


“Apa di dalam sana ada wanita?” Tanya Lea yang semakin penasaran.


“Tidak ada nona. Mereka Cuma berempat saja nona.”


“Baiklah....terima kasih ya pak.”


“Iya nona.”


Pelayan itu pun pergi meninggalkan Lea dan Kyra sedangkan Kyra hanya tersenyum dari tadi melihat temannya yang begitu semangat ingin menangkap suaminya.


Lea dan Kyra kemudian masuk ke dalam ruangan yang di sebutkan si pelayan tadi. Lea mendorong pintu ruangannya dan langsung masuk ke dalam sana.


Ke empat laki – laki itu sangat terkejut dengan kedatangan mereka berdua terutama Aditya dan Andi.


Aditya langsung berdiri dari tempat duduknya.


“Sayang....kenapa kamu bisa di sini?” Tanya Aditya dengan mata melotot karena kaget melihat kedatangan istrinya.

__ADS_1


Kyra melipat kedua tangannya dibawah dadanya dan menatap suaminya dengan tajam.


“Jadi ini yang kamu maksud rapat ya.” ucap Kyra.


Sedangkan Lea yang melihat suaminya kaget, langsung memukul – mukul dada suaminya.


“Mas Andi jahat sekali sampai bohong padaku.”


“Lea...kenapa kamu bisa tahu kita di sini?” Tanya Andi yang masih kaget.


“Itu rahasia, pokoknya kamu harus jelaskan dulu padaku kenapa kamu bohong?” Tanya Lea.


“Sebaiknya kita bicarakan di rumah, ayo kita pulang.” Andi menarik tangan istrinya keluar dari ruangan.


Sementara Aditya yang terus di tatap istrinya hanya bisa memalingkan wajahnya dengan ekspresi rasa bersalahnya.


Kyra lalu bicara pada suaminya.


“Apa kamu minum alkohol lagi?”


Aditya langsung melihat ke arah istrinya. “Tidak sayang. Lihat, aku hanya minum jus saja.” Aditya meraih dan mnunjukkan jusnya di depan istrinya.


“Benar yang kamu katakan.”


“Iya sayang.” Aditya menengok ke arah Bagas yang sejak tadi duduk bersama Rey menyaksikan mereka.


“Hei....bantu aku.” Dalam hati Aditya.


Bagas hanya tersenyum melihat Aditya, ia lalu bicara pada Kyra.


“Suamimu memang hanya minum jus dek. Dia tidak minum alkohol kok. Cuma Mas Bagas dan Rey yang minum.” Ucap Bagas yang membela Aditya.


Aditya kemudian berjalan ke arah istrinya. Ia langsung menggendong Kyra di sana.


“Apa yang kamu lakukan sih, turunkan aku?”


“Kamu sedang hamil sekarang, tidak boleh berdiri terlalu lama. Sebaiknya kita pulang sekarang ya.” Balas Aditya sambil tersenyum.


“Eem.” Aditya berbalik ke arah kedua temannya. “Hei...aku pulang ya.”


“Pulang saja, dari pada di sini bermesraan terus.” Balas Rey yang sedang minum alkohol.


Aditya pun pergi meninggalkan kedua sahabatnya yang masih duduk di sana. Ia keluar dari ruangan menuju parkiran mobil sambil menggendong istrinya. Kyra hanya bisa menunduk karena malu di lihat orang – orang yang ada di sana. Sementara Aditya tersenyum bangga bisa melihat istrinya yang menunduk malu.


Bersambung.


.


.


.


.

__ADS_1


.


INGAT tekan LIKE YA, Berikan KOMENT dan VOTE kalian JUGA.


__ADS_2