
Aditya sudah selesai rapat, ia berjalan cepat dan langsung naik lift ke lantai atas bersama dengan Andi dan May.
Ketika sudah ada di lantai atas, May langsung ke meja kerjanya sedangkan Aditya dan Andi berjalan menuju ruangan tempat dimana Kaila berada.
Saat didepan pintu ruangan, Aditya merapikan setelan jasnya dan menghela nafasnya secara pelan. Ia mencoba menenangkan dirinya karena rasa gugup dalam dirinya.
“Huuuufff...,ayo masuk.”
Ia mendorong pintu ruangannya dan masuk ke dalam. Ketika masuk, ia sudah melihat Kaila dan Kyra sedang duduk disofa sambil melihat kearahnya.
Kyra langsung berdiri melihat Aditya berada didepan pintu masuk. Sedangkan Aditya berjalan perlahan kearah mereka sambil menatap anaknya dengan penuh cinta.
Ketika sudah berada didepan Kaila, Aditya langsung jongkok dan menatap dalam – dalam mata anaknya dengan wajahnya yang terlihat sedih. Ia memegang kedua pipi Kaila dengan matanya yang berkaca – kaca, tanpa sadar ia meneteskan air matanya melihat Kaila sedangkan Kaila merasa bingung dengan orang asing yang ada didepannya..
“Kamu benar – benar sudah besar yah sayang.” Ucap Aditya sambil tersenyum lebar.
Aditya kemudian memeluk Kaila dengan erat sampai membuat Kaila tidak nyaman. Ia sampai mendorong Aditya karena merasa tidak nyaman dengan pelukan Aditya yang sangat erat.
Aditya sangat kaget ketika didorong oleh Kaila. Kaila langsung berdiri dari sofa dan bersembunyi dibelakang ibunya setelah mendorong Aditya.
Kyra yang melihat itu langsung berjongkok didepan anaknya.
“Tidak apa – apa sayang, om ini bukan orang jahat. Dia yang sudah memberikan semua boneka untuk Kaila.” Ucapnya sambil memegang kedua pundak anaknya.
Kaila terdiam sejenak, ia kemudian menengok melihat Aditya yang masih berjongkok dibelakangnya. Karena Kaila merasa bersalah telah mendorong Aditya, ia lalu berjalan pelan kearah Aditya. Sedangkan Kyra kembali berdiri disamping Andi.
“Apa om yang memberikan ini semua?” Tanya Kaila yang sudah berdiri didepan Aditya.
“Ia...ini semua untuk Kaila, apa Kaila suka?” Tanya Aditya sambil memegang kedua pundak Kaila.
“Om suka yah sama mamaku.” Tanya Kaila dengan polosnya.
“Apa..?” Jawabnya dengan kaget.
Kyra yang mendengar itu langsung memalingkan wajahnya karena merasa canggung begitupun dengan Aditya, ia melirik Kyra dengan wajahnya yang terlihat canggung.
Aditya kembali berbicara pada Kaila setelah melihat Kyra.
“Kenapa Kaila bisa ngomong begitu?”
“Semua pria yang mendekati mamaku memberikanku boneka, kalau om suka mamaku harusnya om memberikanku barang yang Kaila sukai.”
Aditya kesal mendengar ucapan anaknya tapi ia berusaha menahan rasa kesalnya didepan anaknya.
“Jadi dia betah tinggal di sana karena senang menggoda beberapa pria. Huh....beraninya dia.” Dalam hati Aditya.
Ia kembali bicara pada anaknya dengan memasang senyum lebar didepan Kaila.
“Memangnya Kaila tidak suka semua ini.”
Kaila hanya menggeleng – geleng kan kepalanya tanda ia tak suka dengan semua pemberian Aditya. Sedangkan Aditya langsung menatap tajam Andi yang ada didepannya.
__ADS_1
“Haaaa.....aku lagi yang kena. Mana aku tahu kalau Kaila tidak suka boneka. Gajiku pasti dipotong lagi” Dalam hati Andi yang sedang melihat Aditya menatap tajam kepadanya.
Aditya kembali melihat pada anaknya.
“Memangnya Kaila suka apa?”
“Kaila suka bola.” Balasnya dengan polos.
“Apa....bola?” ucapnya dengan kaget karena tidak menyangka kalau Kaila bisa menyukai bola. “Siapa yang mengajari Kaila main bola?”
“Paman Bagas sama papa.”
“Papa...” Ucapnya yang semakin terkejut. “Kaila punya papa.” Tanya Aditya dengan wajah kagetnya.
“Ia....namanya papa Ivan tapi mama bilang kalau papa Ivan itu bukan papa Kaila. Kaila tidak percaya sama mama, kalau papa Ivan bukan papa Kaila kenapa papa kandung Kaila tidak pernah muncul?” Ucapnya dengan wajah polosnya.
Aditya sangat kesal ketika mendengar ucapan anaknya, ia mencoba menghela nafasnya untuk menenangkan rasa kesalnya didepan anaknya.
Aditya kemudian mengangkat Kaila duduk disofa bersamanya.
“Dengerin yah sayang.....om ini adalah papa kandung Kaila. Orang yang Kaila sebut papa itu bukan papa Kaila.” Jelasnya sambil menatap anaknya.
“Om pasti bohong, om bilang begitu karena suka mamaku kan.”
“Om ini benar papa kandung Kaila.”
“Kalau om benar papa Kaila, terus kenapa papa tidak pernah muncul. Pokoknya Kaila tidak percaya sama om.”
Kaila kemudian berlari kearah ibunya sedangkan Aditya semakin kesal melihat anaknya seperti itu. Ia sampai memejamkan matanya sambil menghela nafasnya dengan kasar.
“Sayang....mama itu tidak bohong, papa Ivan itu bukan papa Kaila. Om yang didepan Kaila sekarang adalah papa Kaila.” Jelasnya sambil memegang pipi anaknya.
“Kalau dia bener papa, kenapa Kaila tidak pernah lihat. Kenapa sekarang baru datang melihat Kaila. Kaila tidak mau punya papa selain papa Ivan. Cuma papa Ivan yang selalu menemani Kaila bermain?”
“Kaila tidak boleh begitu sayang.”
“Kalau dia papa Kandung Kaila mana buktinya. Kaila tidak pernah lihat foto mama sama om itu.” Ucapnya dengan polos.
Aditya yang mendengar ucapan anaknya langsung mengeluarkan HP-nya dikantong Jasnya. Ia kemudian mendekati anaknya sambil menunjukkan foto pernikahannya bersama Kyra didepan anaknya.
“Kaila lihat.....ini foto papa sama mama waktu menikah. Cuma papa sama mama yang punya foto begini.” Jelasnya sambil menunjukkan fotonya didepan Kaila.
Kaila terdiam sejenak sambil melihat foto ayah dan ibunya. Aditya yang melihat itu langsung berwajah senang. Ia terus menggeser HP-nya untuk memperlihatkan semua foto – fotonya bersama Kyra.
“Kaila lihat kan foto mama dan papa. Kaila percaya kan kalau papa ini papa kandung Kaila.” Jelasnya dengan antusias.
“Lalu kenapa papa tidak tinggal bersama mama dan Kaila di Amerika. Apa papa tidak sayang sama mama dan Kaila?” Tanya Kaila dengan polosnya.
Aditya terdiam sejenak ketika mendengar ucapan anaknya karena tak tahu harus berkata apa.
“Apa yang harus kukatakan padanya supaya anakku mengerti?” Dalam hati Aditya.
__ADS_1
Ia kemudian kembali bicara pada Kaila.
“Papa sayang sekali sama mama dan Kaila, tapi karena mama marah sama papa makanya papa selama ini tidak disamping Kaila.”
“Jadi sekarang mama sudah tidak marah lagi sama papa.”
Aditya terdiam sejenak karena tak tahu harus mengatakan apa pada anaknya. Kaila yang melihat itu langsung berlari kearah ibunya.
“Mama masih marah pada papa. Kenapa mama marah sama papa?” Tanya Kaila sambil menarik – narik rok ibunya.
Kyra hanya menatapnya dengan diam. Ia tak tahu harus mengatakan apa pada Kaila sedangkan Aditya yang melihat itu hanya terdiam menatap mereka berdua.
Kaila kembali berbicara pada ibunya sambil menarik – narik rok ibunya.
“Mama katakan, kenapa mama marah pada papa. Apa itu karena Kaila sampai mama marah pada papa?”
Kyra kemudian berjongkok didepan anaknya sambil memegang bahu anaknya.
“Itu bukan karena Kaila kok sayang.”
“Benar bukan Kaila.”
“Ia....sayang.”
“Jadi sekarang mama dan Kaila bisa tinggal bersama papa.”
“Kita tidak bisa tinggal bersama papa sayang. Papa itu sudah puny....
“Andi..” Teriaknya memanggil Andi membuat Kyra tidak bisa menyelesaikan ucapannya.
Dengan sigap, Andi berjalan kearahnya.
“Bawa dia melihat ruangannya, aku yang akan menjaga Kaila disini.”
“Baik...” Balasnya sambil membungkuk hormat. Ia kemudian melihat kearah Kyra. “Ayo Nona Kyra.”
“Kaila disini dulu yah sama papa. Mama mau kerja dulu sayang.”
“Tidak mau....Kaila mau pergi sama mama.”
“Mama Cuma sebentar sayang.” Ucapnya sambil memegang pipi anaknya.
Aditya yang melihat Kaila merengek langsung menggendongnya sambil menenangkan anaknya itu.
“Disini ada papa sayang. Kita bisa main disini sambil tunggu mama. Yah. Kaila suka bola kan, nanti papa suruh orang buat bawa bola kesini. Kita main bola bersama.”
“Benarkah...”
“Tentu saja, selama Kaila suka. Papa akan terus bermain bersama Kaila.”
Kaila langsung terlihat senang mendengar ucapan ayahnya.
__ADS_1
Kyra yang melihat Kaila tenang langsung berjalan keluar bersama dengan Andi sedangkan Aditya menelfon Rey untuk datang ketempatnya dengan membawakannya beberapa bola.
Bersambung.