Beautiful Romance 2

Beautiful Romance 2
BAB 72 Beautiful Romance 2


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Pukul 8:00 malam.


Kyra sekarang duduk berselonjor di tempat tidurnya sambil menonton Tv. Tiba – tiba Aditya masuk ke dalam kamarnya. Ia baru saja pulang dari kantornya.


Kyra langsung turun dari tempat tidurnya saat melihat suaminya masuk. Ia datang menyambut Aditya yang baru saja pulang itu.


“Kamu kok baru pulang jam segini sih.” Tanya Kyra sambil memegang lengan Aditya.


Aditya langsung memegang atas kepala istrinya sambil tersenyum.


“Tadi aku rapat masalah proyek yang mau di bangun di Prancis sayang.”


Ia melepaskan tangannya dari kepala istrinya lalu berjalan ke arah Ruang Gantinya diikuti Kyra dari belakang.


Di sana Kyra membantu suaminya melepaskan jas yang di pakai Aditya.


Ia lalu membantu melepaskan dasi di leher suaminya.


“Bagaimana kalau besok kamu libur. Terus kita bisa jalan – jalan keluar bersama Kaila?” Tanya Kyra sambil melihat suaminya.


Aditya menghela nafasnya dengan pelan sambil menatap wajah istrinya yang tengah membantunya melepaskan pakaiannya.


“Kamu bosan di rumah ya. Aku harusnya lebih memperhatikanmu lagi. Maaf ya sayang kalau aku terlalu sibuk sampai tidak punya waktu untukmu.”


“Kenapa kamu mengatakan itu padaku?”


“Aku merasa bersalah padamu tadi. Harusnya aku menemanimu pergi ke rumah orang tuamu, tapi aku lebih mementingkan masalah pekerjaan.”


Kyra langsung memeluk suaminya yang sudah tak memakai baju itu dan hanya memakai celana kerjanya saja.


“Terima kasih untuk semua yang kamu lakukan sayang.”


Aditya membalas pelukan istrinya. “Memangnya apa yang sudah aku lakukan?”


Kyra mengangkat kepalanya melihat wajah Aditya.


“Kamu sudah merawat rumah ayah dan ibu dengan baik. Terima kasih sayang, aku tidak akan mengeluh lagi tentang masalah keluar rumah padamu.”


Aditya langsung mengecup hidung istrinya dengan lembut.


“Iya....itu masalah kecil. Aku sangat senang melakukannya. Apapun berhubungan denganmu, aku senang melakukannya.” Mengusap lembut belakang kepala Kyra sambil menatap wajah Kyra yang masih melihatnya itu.


Kyra kembali menurunkan kepalanya dan memeluk erat suaminya. Pelukannya semakin ia eratkan di sana.


“Aku sangat mencintaimu sayang.” Ucap Kyra yang semakin memeluk erat Aditya.


Aditya langsung menurunkan kepalanya melihat wajah istrinya tepat di dadanya.


“Kamu bilang apa tadi?”


“Aku bilang, aku sangat mencintaimu.”


“Cepat angkat kepalamu.” Perintahnya.


Kyra mengangkat kepalanya melihat Aditya. Aditya langsung menghujaninya dengan ciuman di pipi, hidung, kening dan bibir istrinya.

__ADS_1


“Emmuach.....emmuach....emmuach.....emmuach....emmuach.”


Kyra hanya bisa memejamkan matanya sambil tersenyum.


Aditya lalu menghentikan aksinya dan menatap kembali wajah istrinya.


“Aku juga mencintaimu sayang.”


Kyra langsung memegang kepala suaminya dengan kedua tangannya. Ia berjinjit dan mencium bibir Aditya di sana. Ia lalu melepaskan ciumannya dan bicara pada Aditya.


“Besok kita ajak Kaila jalan – jalan ya.” Ucap Kyra.


“Iya...besok aku akan mengambil libur dan pergi jalan – jalan dengan kalian berdua.”


Kyra kemudian


melepaskan tangannya dari kepala Aditya.


“Ayo sana mandi.” Mendorong tubuh Aditya ke kamar mandi.


“Hei....aku masih mau cium sayang.” Menengok ke belakang melihat istrinya yang terus mendorongnya itu.


“Nanti saja ciumnya. Kamu mandi saja dulu.”


“Cium dulu dong.” Memonyongkan bibirnya di depan Kyra.


Kyra langsung mendorong wajah Aditya dan mendorong kembali suaminya masuk ke dalam kamar mandi.


“Aku akan berikan semuanya setelah kamu mandi.”


“Iya....cepatlah mandi.”


Aditya masuk ke kamar mandinya sedangkan Kyra berjalan ke tempat tidurnya. Di sana ia berbaring sambil menunggu suaminya selesai mandi.


Selama satu jam, Aditya berendam di Bathupnya. Ia keluar dengan memakai baju mandi di tubuhnya. Ia melihat istrinya tengah tertidur di kasur. Ia datang menghampiri Kyra yang tengah tidur di sana.


Aditya menghela nafasnya melihat Kyra tertidur di depannya.


“Haaaaa....dia tidur duluan.” Sambil mengusap – usap kepala istrinya.


Tiba – tiba Kyra terbangun, ia membalikkan badannya melihat Aditya berdiri di samping tempat tidur.


Ia mengucek – ngucek matanya yang masih mengantuk sambil melihat Aditya.


“Sayang....kamu sudah selesai mandi. Maaf ya, aku ketiduran.” Sambil bangun dari kasurnya.


Aditya langsung duduk di tepi tempat tidurnya tepat di samping istrinya.


“Kamu tidur saja. Tidak usah bangun begitu.”


Kyra hanya tersenyum sambil menggerakkan tubuhnya untuk turun dari tempat tidurnya.


Ia berdiri di depan suaminya sambil menarik tangan Aditya.


“Ayo...” ajaknya.


“Kemana?” Tanya Aditya penasaran.

__ADS_1


“Kita ke bawah. Aku tadi memasak banyak makanan untukmu. Kamu belum makan malam kan.”


“Jadi ini yang kamu maksud memberikan semuanya.”


“Memangnya apa lagi. Setelah pulang, aku memasak banyak jenis makanan untukmu. Pasti sekarang para pelayan di bawah memanaskan semua makanan yang aku masak tadi. Aku menyuruh mereka memanaskan makanannya kalau kamu pulang?”


Aditya berdiri dari tempat duduknya sambil memegang pipi istrinya.


“Kenapa kamu yang melakukan semua itu. Kan banyak pelayan yang bisa melakukannya?”


“Aku sangat senang melakukannya. Aku tidak bisa melakukan apa – apa untukmu kecuali memasak makanan untukmu.”


“Kamu cukup berada di sisiku, itu sudah cukup sayang. Aku tidak ingin meminta apa – apa lagi.”


Kyra langsung memegang kedua pipi suaminya. Ia menatap wajah suaminya sambil tersenyum.


“Aku senang melakukan semuanya untuk suamiku yang tercinta.”


Aditya langsung memeluknya dengan erat.


“Aduh....sudah dong. Kita turun ke bawah makan malam ya, nanti makanannya dingin lagi.”


Aditya melepaskan pelukannya sambil tersenyum melihat istrinya.


“Iya sayang.”


Kyra pun menarik tangan suaminya turun ke bawah. Ia menuruni tangga menuju meja makannya. Saat di sana, mereka berdua sudah di sambut oleh beberapa pelayannya. Di sana juga ada Bu Marta yang menyambut mereka.


Kyra langsung menarik kursi untuk suaminya.


“Kenapa kita cuma berdua , yang lainnya mana?” Tanya Aditya sambil duduk di kursi.


“Mereka sudah makan malam tadi. Tinggal kita berdua.” Memberikan makanan di piring suaminya.


“Oh...”


Aditya pun mulai makan makanan yang sudah di masak istrinya. Kyra ikut makan bersama suaminya. Sesekali ia menatap suaminya sambil tersenyum.


Tanpa sadar air mata menetes di pipi kirinya melihat Aditya berada di depannya. Ia segera menghapus air matanya di sana agar tidak di ketahui Aditya.


Itu adalah air mata kebahagiaan yang jatuh di pipinya. Ia sangat bersyukur dan sangat beruntung bisa memiliki suami yang tak pernah berhenti mencintainya bahkan cinta yang di berikan suaminya sekarang semakin kuat.


Tak lama kemudian, Aditya dan Kyra selesai makan malam. Mereka berdua naik kembali ke lantai dua menuju kamar pribadi mereka berdua sementara para pelayan di bawah merapikan semua piring di atas meja makannya.


Ketika Kyra sudah di kamar bersama suaminya. Ia langsung merebahkan tubuhnya di kasur sedangkan Aditya masuk ke Ruang Gantinya. Ia memakai baju santainya di sana lalu keluar kembali ke arah istrinya. Di sana ia sudah melihat Kyra memejamkan matanya di kasur.


Ia naik di tempat tidur sambil mengusap kepala istrinya yang menghadap ke arahnya.


“Kamu sudah tidur.”


“Eem.” Balasnya yang masih memejamkan matanya.


“Selamat malam sayang.” Sambil mengecup kening istrinya.


Ia tidur di samping Kyra sambil melingkarkan tangannya di tubuh Kyra. Ia memeluknya di sana. Kyra yang merasa di peluk suaminya langsung menggerakkan tubuhnya sampai kepalanya berada di lengan Aditya. Ia menjadikan lengan Aditya sebagai bantal kepalanya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2