Beautiful Romance 2

Beautiful Romance 2
BAB 23 Beautiful Romance 2


__ADS_3

Kyra masih berada di ruang tamunya. Sehabis menangis tadi disofa, ia tertidur disana.


Aditya keluar kamar setelah menidurkan anaknya. Ia melihat Kyra tertidur disofa, ia berjalan menghampiri istrinya yang tengah berbaring di sofa.


Ia menghela nafasnya ketika berdiri didepan Kyra. Ia angkatlah tubuh istrinya itu masuk ke dalam kamar. Ia letakkan tubuh Kyra secara pelan – pelan disamping anaknya.


Setelah meletakkan Kyra disamping Kaila, ia ikut berbaring disamping istrinya sambil memandang wajahnya dan memegang rambut Kyra.


“Maafkan aku karena sudah membentakmu sayang. Mulai sekarang aku tidak akan membiarkan orang menghancurkan keluarga kecil kita lagi. Delapan tahun itu sudah cukup. Meskipun kamu ingin bersama dengan Ivan, aku tetap tidak mengijinkannya. Jika perlu, aku akan membawa paksa dirimu bersama Kaila. Apapun yang kamu minta akan kupenuhi tapi jika kamu meminta kebebasan dariku. Maaf sayang.......kali ini aku tidak akan memberikannya.” Dalam hati Aditya yang memandang istrinya.


Aditya mendekatkan kepalanya didekat Kyra sambil memejamkan matanya mencoba untuk tidur. Tak menunggu lama, Aditya pun tertidur disana bersama Kyra dan Kaila.


Itu pertama kalinya, ia bisa memejamkan matanya tanpa bantuan obat – obatan.


Keesokan paginya, Kaila membuka matanya. Ia bangun dan duduk disamping ibunya. Ia tertawa kecil melihat ibu dan ayahnya masih tertidur pulas dan saling berpelukan.


Kyra memeluk erat tubuh Aditya karena mengira itu anaknya. Ia tidak sadar kalau yang dipeluknya itu adalah Aditya. Kyra bangun ketika mendengar suara tawa Kaila tapi ia masih memejamkan matanya sambil memeluk Aditya.


“Sayang.....selamat pagi. Mama masih mengantuk.” Ucapnya yang masih memejamkan matanya.


Aditya hanya tersenyum mendengar ucapan Kyra tapi ia masih belum membuka matanya. Ia membalas pelukan erat tubuh istrinya itu.


Kyra tersadar dengan pelukan yang diberikan Aditya, ia langsung membuka matanya dan menatap Aditya dengan matanya yang kaget sampai melotot.


“Kamu....sedang apa kamu disini?” Tanya Kyra.


“Sedang tidur sayang.” Balasnya yang masih memejamkan matanya.


“Cepat lepaskan tanganmu.....” Teriaknya sambil berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Aditya..


Aditya semakin memeluk Kyra dengan erat.


“Jangan berteriak begitu, nanti Kaila takut. Kamu tidak lihat dia sedang tertawa senang melihat kita seperti ini.” Ucapnya yang masih memejamkan matanya.


Aditya kemudian mengelus – elus punggung Kyra sampai kebawah pinggangnya.


“Aditya....lepaskan tanganmu. Apa yang sedang kau pegang?”


Aditya langsung membuka matanya dan melihat kearah Kaila.


“Kaila sayang.....kamu suka tidak kalau mama sama papa seperti ini.”


“Ia.....Kaila suka sekali melihat mama sama papa tidur bersama. Berarti papa sama mama sayang sama Kaila.” Ucapnya sambil tersenyum lebar.


“Tuh....dengarkan. Kaila suka melihat kita seperti ini. Kamu tega melihat Kaila sedih.” Ucap Aditya yang semakin memeluk istrinya.


“Tapi kamu membuatku tidak bisa bernafas sekarang, Dit.”


Aditya sedikit melonggarkan pelukannya dari Kyra. Kyra hanya bisa menerima pelukan Aditya tanpa melakukan penolakan lagi apalagi ada Kaila yang melihatnya.


Kyra kembali bicara kepada Aditya.


“Kenapa aku bisa disini?”


“Tadi malam kamu sendiri yang naik tidur disampingku.”


“Aku....” Balasnya dengan kaget.


“Ia....”


“Bukannya penyakitku tidak pernah kambuh lagi setelah pengobatan Dr. Jeslyn. Kenapa aku bisa tidur berjalan lagi?” Dalam hati Kyra yang merasa bingung.


Tiba – tiba bel Apartemen Kyra berbunyi.


“Cepat lepaskan aku.”


“Sebentar saja..”


“Kamu tidak dengar ada orang yang datang.”


Aditya langsung melepaskan pelukannya dari Kyra.


“Siapa sih datang pagi – pagi begini. Mengganggu saja.” Dalam hati Aditya.


Kyra bangun dari tempat tidurnya. Ia berbicara kepada anaknya yang masih duduk disampingnya.


“Kaila disini dulu sama papa yah. Mama mau buka pintu dulu.”


“Ia...”

__ADS_1


Kyra berjalan keluar kamarnya untuk membuka pintu Apartemennya. Ketika ia membuka pintu Apartemennya, ia dikejutkan kedatangan Zahila.


“Zahila....”


Zahila langsung memeluk kakaknya dengan erat.


“Aku sangat merindukan kakak.”


Zahila kemudian melepaskan pelukannya dari Kyra.


“Kenapa kamu tidak menghubungi kakak dulu setelah sampai bandara?”


“Aku ingin memberikan kakak kejutan.”


“Kalau kamu kesasar bagaimana?” Tanya Kyra sambil mengerutkan keningnya karena khawatir dengan Zahila.


“Jangan berwajah begitu.....aku kan sudah disini. Kakak tidak mau mengajakku masuk.”


“Haaaa....ayo masuk.....”


“Ia....”


Zahila pun masuk ke dalam Apartemen Kyra sambil menarik kopernya. Ia melihat – lihat sekeliling Apartemennya.


“Wah....Apartemennya bagus sekali. Tidak seperti Apartemen kita di Amerika.”


“Terus....bagaimana kamu bisa tahu kakak disini. Apa Tania mengantarmu kesini?”


“Ia....”


“Kenapa dia tidak masuk?”


“Kak Tania hanya mengantarku sampai depan saja dan memberitahu lantai Apartemen kakak. Dia bilang tidak bisa masuk karena ada masalah dengan perusahaan ayahnya. Katanya rapat pemegang saham gitulah, aku tidak mengerti maksudnya.”


“Kenapa Tania tidak bilang padaku yah?” Dalam hati Kyra.


Zahila kembali bicara pada Kyra.


“Mas Bagas juga akan kembali ke Indonesia untuk membantu perusahaan Kak Tania. Tapi dia memulihkan perusahaan Tante Rosa dulu.”


Tiba – tiba Kaila keluar dari kamarnya. Ia terkejut melihat Zahila didepannya.


Zahila berbalik kearahnya. Kaila langsung berlari kearah Zahila, Zahila yang melihat Kaila berlari langsung berjongkok dan memeluk Kaila.


“Uh...sayang. Tante kangen sekali padamu.”


Ia kemudian melepaskan pelukannya dari Kaila.


“Kaila juga kangen sekali dengan tante. Kenapa tante baru datang sekarang?”


“Tante kan kuliah sayang.”


Kyra yang melihat mereka berdua tiba – tiba tersadar dengan pakaian Kaila yang sudah rapi itu.


“Kaila sayang....kamu kok sudah ganti baju. Kamu kan belum mandi sayang.” Tanya Kyra.


“Kaila sudah mandi kok. Tadi papa yang bantu Kaila mandi.”


“Papa...”


“Ia...”


“Terus mana papa sekarang.”


“Papa lagi mandi didalam.”


“Apa sih yang kalian bicarakan, memangnya ada Kak Ivan didalam yah?” Tanya Zahila dengan wajahnya yang terlihat bingung.


“Bukan papa Ivan tapi papa kandung Kaila.”


“Hah....” Balas Zahila dengan wajahnya yang terlihat kaget.


Aditya keluar dari kamar Kyra dengan celana santainya yang ia pakai tadi malam dan baju mandi milik istrinya.


Zahila berdiri sambil memasang wajahnya yang sangat terkejut melihat Aditya didepannya sedangkan Aditya mengusap – usap rambutnya dengan handuk yang ia pegang sambil menatap Zahila dengan santai.


Zahila berlari kearahnya dan langsung memeluk Aditya dengan erat.


“Hei....apa yang kau lakukan. Cepat lepaskan tanganmu dariku?” Teriaknya dengan wajahnya yang kesal.

__ADS_1


Zahila melepaskan pelukannya dan menatap Aditya sambil tersenyum lebar.


“Kakak ipar....ini aku. Zahila.”


“Zahila....”


“Ia....Zahila.” Balasnya sambil tersenyum senang.


“Kamu sudah besar yah. Aku sampai tidak mengenalimu.”


Zahila kembali memeluk erat Aditya.


“Kakak ipar.....aku sangat merindukanmu.”


“Kamu datang kesini sendiri.”


“Ia....aku datang sendiri.” Ucapnya sambil melepaskan pelukannya dari Aditya.


“Bagaimana kondisi jantungmu?”


“Baik – baik saja.....semuanya berkat kakak ipar aku bisa sehat begini. Meskipun aku masih belum bisa berlari kencang seperti orang – orang tapi aku sangat bersyukur bisa hidup normal.”


“Aku senang kalau kamu baik – baik saja.” Ucapnya sambil memegang atas kepala Zahila.


“Terima kasih kak.”


“Ia....kalau begitu aku tinggal dulu yah. Tidak apa – apa kan. Kalau kamu butuh apa –apa disini katakan saja padaku.”


“Terima kasih kak.”


Aditya hanya mengangguk. Ia kemudian berjalan kearah Kaila dan Kyra. Ia berjongkok dan mencium pipi Kaila.


“Papa siap – siap pakai baju dulu yah sayang. Baru kita berangkat sama – sama ke kantor papa.”


“Ia....”


Aditya berdiri lalu mencium pipi Kyra.


“Kau....” ucapnya sambil memegang pipinya dengan wajahnya yang kaget.


Aditya hanya tersenyum nakal didepan istrinya.


“Daaa sayang...” Ucapnya sambil melambaikan tangannya didepan Kaila.


“Daaaa papa.”


Ketika Aditya keluar, Zahila berbicara kepada kakaknya.


“Kakak kembali bersama dengan Kak Adit.”


“Siapa yang bilang?”


“Barusan itu artinya apa?”


“Dia memang suka menggoda didepan Kaila, dia itu pria sudah menikah.”


“Kakak ipar sudah menikah.”


“Jangan memanggilnya kakak ipar terus. Dia bukan kakak iparmu sekarang.”


“Apa kakak pernah lihat istrinya?” Tanya Zahila penasaran.


“Itu tidak penting. Buat apa aku tahu istrinya.”


“Apa kakak mau aku cari tahu siapa istri kakak ipar?”


“Zahila....apa kamu bisa berhenti memanggilnya kakak ipar?” Ucapnya dengan wajahnya yang sudah terlihat marah.


“Cih...kakak ini emosian sekali seperti orang cemburuan saja.”


“Zahila....” Panggilnya dengan keras.


“Oke....oke....aku tidak akan bicara lagi. Kakak serius sekali sih.”


“Sudahlah....aku mau mandi siap – siap ke kantor. Kamu temani keponakanmu saja dirumah.”


“Baiklah.....”


Kyra masuk ke dalam kamarnya untuk mandi dan siap – siap ke kantor sedangkan Zahila duduk disofa bersama dengan Kaila. Mereka mengobrol asyik disana sambil tertawa.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2