Beautiful Romance 2

Beautiful Romance 2
BAB 32 Beautiful Romance 2


__ADS_3

Saat ini Kyra sudah berada didepan gedung Apartemennya bersama Pak Malik.


“Ayo masuk dulu pak.” Ajak Kyra sambil melihat Pak Malik.


“Tidak usah nona. Saya tunggu disini saja.” Jawabnya dengan sopan


“Tidak apa – apa pak. Pak Malik tunggu saya didalam saja. Tidak baik kalau Pak Malik menunggu saya disini.”


“Tidak apa – apa nona. Saya sudah biasa seperti ini.”


Kyra menghela nafasnya pelan mendengar penolakan Pak Malik. Ia kembali bicara pada Pak Malik.


“Baiklah! Kalau bapak tidak ingin masuk. Saya akan usahakan untuk tidak lama.”


“Nona santai saja. Tidak perlu merasa tidak enak dengan saya. Ini memang tugas saya.”


“Baiklah. Kalau begitu saya masuk ganti baju dulu yah pak.”


“Baik nona.” Balasnya sambil mengangguk pelan.


Kyra masuk ke dalam gedung apartemennya sedangkan Pak Malik menunggu di mobil.


Kyra kemudian masuk ke dalam lift menuju lantai 4. Ketika sampai didepan pintu apartemennya, ia langsung membuka pintu dan sudah melihat Lina tengah duduk di sofa. Ia berdiri saat ia melihat Kyra masuk ke dalam.


“Selamat sore nyonya.” Sapanya sambil membungkuk hormat.


Kyra hanya membalasnya dengan mengangguk. Ia lalu berbicara kepada Lina.


“Zahila sama Kaila dimana?” Tanya Kyra


“Mereka sedang istirahat nona.”


Kyra masuk ke kamarnya setelah mendengar ucapan Lina. Saat didalam kamarnya, ia sudah melihat Zahila dan Kaila tengah tertidur.


Kyra hanya meletakkan gaunnya di meja riasnya dan masuk ke dalam kamar mandi.


Hanya beberapa menit saja ia selesai mandi dan keluar dari dalam kamar mandinya. Ia kemudian memakai gaunnya yang indah itu. Gaun yang ia pakai memperlihatkan kedua bahunya dan tulang selangkanya yang mulus dan putih menambah kesan elegan dalam dirinya apalagi dengan rambut hitam pendeknya membuatnya semakin cantik.


Setelah berdandan cantik, ia berjalan kearah pintu kamarnya. Tiba – tiba Zahila terbangun dan memanggilnya.


“Kak...”


Kyra langsung menengok ke belakang.


“Kamu sudah bangun.” Tanya Kyra


“Kakak sudah mau pergi.”


“Ia....tolong jaga Kaila yah. Kalau Kaila cari kakak, kamu bilang saja kalau kakak keluar sebentar.”


“Baiklah!”


Kyra pun keluar kamarnya. Ketika ia sudah diluar, ia masih melihat Lina sedang duduk di sofa.


Ia kemudian mendatangi Lina dan berpamitan padanya.


“Mba Lina.....saya pergi dulu yah.”

__ADS_1


“Oh...ia nyonya. Silahkan.” Jawabnya sambil berdiri didepan Kyra.


“Tolong jaga anak saya baik - baik.”


“Baik.”


Kyra meninggalkan apartemennya dan turun ke bawah menggunakan lift apartemennya.


Saat ia didepan gedung apartemennya. Ia langsung datang menghampiri Pak Malik yang berada di dalam mobil.


“Pak Malik menunggu lama yah.”


“Tidak apa – apa nona. Saya sudah biasa.”


“Ayo....kita berangkat sekarang.”


“Baik nona.”


Kyra membuka pintu mobilnya dan langsung naik ke dalam mobil.


Saat Kyra sudah berada didalam mobil, Pak Malik melajukan mobilnya menuju pesta yang disebutkan Kyra.


Selama beberapa menit, mereka sudah sampai di rumah besar Ivan. Pak Malik menghentikan mobilnya tepat didepan rumah Ivan.


“Apa ini rumahnya nona?” Tanya Pak Malik sambil melihat rumah Ivan.


“Ia pak. Kalau begitu saya turun ya pak.” Jawabnya sambil membuka pintu mobil dan turun dari mobilnya.


“Baik nona.”


“Pak Malik tidak usah menunggu saya.” Ucap Kyra serius


“Tidak apa – apa nona.”


“Saya mungkin lama didalam pak. Lagipula ini baru jam 7 malam.”


“Saya harus mengikuti Anda kemana – mana nona.”


Kyra hanya bisa menghela nafasnya dengan pelan melihat Pak Malik yang begitu ngotot mengikutinya.


“Maaf nona tapi saya harus tetap disamping Anda sebelum Tuan Muda datang.” Dalam hati Pak Malik.


Kyra kembali bicara pada Pak Malik.


“Baiklah! Pak Malik ikut saya saja masuk ke dalam daripada harus menunggu disini, tidak baik.”


“Baik nona.”


Kyra kemudian masuk ke dalam rumah Ivan bersama Pak Malik. Ketika ia sudah berada didepan pintu rumah Ivan. Ia langsung masuk ke dalam rumah dan melihat sekeliling rumah Ivan yang sudah disulap menjadi tempat pesta yang meriah. Banyak orang – orang yang hadir di pesta itu.


Wajahnya terlihat bingung melihat keramaian yang ada didepannya.


“Bukannya Tante Mery bilang kalau pestanya hanya dihadiri keluarga. Kenapa sekarang ramai sekali?” Dalam hati Kyra sambil berjalan melihat sekelilingnya.


Tante Mery dan Ivan berjalan menghampirinya yang tengah berdiri ditengah – tengah pesta.


“Ky...kamu sudah lama.” Tanya Ivan sambil tersenyum kepadanya.

__ADS_1


“Aku baru saja datang. Tapi kenapa ramai sekali, bukannya kamu bilang hanya keluarga saja?” Tanya Kyra penasaran.


“Oh.... Tante memang cuma mengundang keluarga saja tapi banyak teman – teman bisnis tante tahu kalau tante mau mengenalkan tunangan Ivan, jadi mereka semua datang ke sini. Tidak apa – apa kan sayang.” Sahut Tante Mery.


“Ia tante. Tidak apa – apa.”


Tante Mery kemudian melihat kearah Pak Malik yang berdiri dibelakangnya.


“Kamu datang sama siapa?”


“Saya datang sama Pak Malik. Supir kantor saya tante.”


“Oh begitu. Ya sudah...ayo kita masuk sekarang. Tante sudah menyediakan tempat dilantai atas untuk kamu istirahat. Kamu istirahat dulu disana sebelum kita mulai acaranya.”


“Baik tante.”


“Van....kamu temani Kyra dulu keatas. Tante mau menyambut tamu dulu.” Sambil melihat kearah Ivan.


“Ia tante.” Balasnya. “Ayo Ky...” ajak Ivan.


“Ia...”


Kyra dan Ivan berjalan menuju lantai atas bersama Pak Malik.


Ketika sampai diatas, Kyra sangat senang karena bisa melihat pemandangan langit malam. Perasaannya yang tidak nyaman tadi berubah senang.


Ia duduk di kursi sambil menyaksikan langit malam yang ada didepannya. Begitupun dengan Ivan dan Pak Malik, mereka berdua ikut duduk.


“Aku sengaja menyediakan tempat ini untuk membuatmu nyaman karena pasti kamu tidak nyaman saat melihat keramaian tadi.”


“Terima kasih.”


Tiba – tiba seorang pelayan masuk membawa beberapa makanan untuk mereka.


Pelayan itu langsung meletakkan semua makanan dan minumannya diatas meja depan mereka.


“Ky...kamu makan dulu


yah. Aku sudah menyiapkan beberapa makanan kesukaanmu.”


“Terima kasih.” Balasnya sambil tersenyum.


“Pak Malik....ayo dicicipi makanannya.” Ucapnya sambil melihat Pak Malik yang tengah duduk di kursi yang satunya.


“Ia...terima kasih.” Balasnya sambil tersenyum melihat Ivan


“Silahkan pak. Tidak apa – apa. Pasti Pak Malik belum makan karena mengantar Kyra tadi.” Ucapnya sambil tersenyum.


“Baiklah....saya minum saja tuan.” Balasnya sambil meraih minuman yang ada dimeja.


Pak Malik kemudian mengambil HP-nya di kantong celananya untuk mengecek apakah pesannya sudah terkirim kepada Aditya.


“Kenapa Tuan Muda belum sampai juga jam segini. Seharusnya dia sudah sampai dan sudah melihat pesanku. Semoga saja Tuan Muda baik – baik saja.” Dalam hati Pak Malik.


Ia kembali menyimpan HP-nya ke dalam kantong celananya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2