Beautiful Romance 2

Beautiful Romance 2
BAB 27 Beautiful Romance 2


__ADS_3

Keesokan paginya, Kyra berangkat kerja. Seperti biasa, ia menitip anaknya pada Zahila.


Ia keluar Apartemennya dan sudah dijemput oleh Pak Malik didepan gedung Apartemennya.


Kali ini Pak Malik tidak membuka pintu mobil untuknya seperti permintaannya tadi malam. Ia hanya berdiri disamping mobil sambil membungkuk hormat didepan Kyra.


Kyra naik mobil disusul Pak Malik. Pak Malik melajukan mobilnya menuju perusahaan Sinatria.


Didalam mobil, Kyra memikirkan Aditya yang tiba – tiba memberikannya supir pribadi.


“Kenapa Aditya memberikan supir pribadi papi, apa itu semua untuk Kaila. Tapi dia seharusnya tidak menjemputku setiap hari kan. Aku menolaknya, kasihan Pak Malik. Hanya bisa bicara langsung padanya. Baiklah....biarkan saja Pak Malik mengantar jemputku sampai Aditya kembali. Kalau Aditya sudah kembali, aku akan bicara sendiri padanya karena ini benar – benar tidak baik. Nanti orang – orang akan menganggapku sebagai istrinya lagi. Haaaa.....aku lelah sekali dengan semua ini.” Dalam hati Kyra sambil menatap luar kaca jendela mobil.


Beberapa menit kemudian, mobil yang dikendarai Pak Malik sampai di depan perusahaannya. Kyra keluar mobilnya dan berpamitan pada Pak Malik.


“Terima kasih pak. Saya masuk dulu.”


“Ia nona....nanti saya jemput seperti kemarin.”


“Baik....”


Kyra masuk ke dalam perusahaan Sinatria. Ia berjalan masuk ke dalam lift menuju lantai atas.


Ketika sampai diatas, ia langsung keluar dari lift dan datang menghampiri May yang tengah sibuk di meja kerjanya.


“Permisi...”


May yang mendengar suara Kyra langsung berdiri didepan Kyra.


“Nona Kyra sudah datang.”


“Kemarin Pak Rey menyuruh saya langsung datang kesini untuk bekerja.”


“Oh...ia nona. Pak Manajer sudah memberitahu saya kalau Anda akan pindah kesini.”


“Panggil nama saya saja mba. Saya kan sekarang bekerja dibawah Mba May.”


“Oke....”


“Mohon bimbingannya mba karena ini pekerjaan yang baru pertama kali saya lakukan.”


“Baik.....silahkan duduk disamping saya.”


Kyra berjalan kearah samping May dan duduk disana. Ia kembali bicara kepada May.


“Pekerjaan apa yang harus saya lakukan hari ini?”


May langsung memberikan beberapa dokumen kepada Kyra.

__ADS_1


“Apa saya harus memeriksa ini semua?”


“Ia...”


“Banyak sekali dokumennya.” Dalam hati Kyra sambil menghela nafasnya.


Kyra kemudian memeriksa semua dokumennya bersama dengan May. Ditengah – tengah kesibukannya itu, ia tiba – tiba menerima pesan dari Ivan. Ia bukalah pesannya itu dari Ivan.


Isi Pesan.


“Ky...aku dan Tante Mery sudah ada di Indonesia. Sekarang kami ada di rumahku yang lama. Tadi malam aku dan tante sampai di Indonesia. Tante Mery ingin bertemu denganmu jam 12 nanti. Apa kamu ada waktu, sekalian kita makan siang bareng didekat kantormu. Kirimkan saja alamat restoran didekat kantormu karena Tante Mery ingin sekali bertemu denganmu?”


Kyra menyetujui permintaan Ivan. Ia mengirim alamat restoran yang ada didekat kantornya itu.


Setelah mengirim pesan kepada Ivan, ia kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.


Pukul 12:00 siang, Kyra pamit pada May untuk makan siang di restoran yang ada didepan kantornya.


Setelah berpamitan kepada May, ia datang ke restoran dan sudah melihat Ivan dan Tante Mery duduk menunggunya.


Kyra datang menghampiri mereka berdua. Ivan langsung berdiri saat melihat Kyra berjalan kearahnya. Ia tersenyum senang melihat Kyra ada dihadapannya.


Ketika Kyra sudah berada didepan mereka berdua, Tante Mery langsung berdiri dan menyapa Kyra.


“Halo...Kyra.” sapanya sambil bersalaman dan cipika cipiki.


“Halo tante.”


“Terima kasih.”


Kyra duduk disusul Tante Mery dan Ivan yang duduk tepat didepannya.


Didepan Kyra sudah ada makanan dan minuman yang sudah dipesan Ivan untuknya.


“Aku sudah memesankanmu makanan kesukaanmu.” Ucapnya sambil mendorong piring yang berisi Spaghetti yang sering dipesan Kyra sewaktu di Amerika.


“Terima kasih.”


“Dimana Kaila?” Tanya Ivan sambil tersenyum.


“Kaila ada dirumah bersama Zahila.”


“Aku ingin sekali bertemu dengannya. Apa aku boleh bertemu dengannya nanti malam?”


“Ia....tidak masalah.”


“Van....kamu bisa sabar sedikit dong. Disini masih ada tante loh. Biarkan tante bicara dulu pada calon menantu tante.” Sahut Tante Mery.

__ADS_1


“Ia....aku kan cuma menanyakan Kaila tante.”


“Kamu diam dulu dong, tante mau bicara pada Kyra tentang pertunangan kalian.”


“Baiklah.....aku diam.”


Tante Mery kemudian bicara pada Kyra.


“Kyra....”


“Yah tante...”


“Tante datang bertemu denganmu hari ini karena ingin membicarakan tentang pertunangan kalian. Tante bisa kok menerima statusmu yang pernah menikah. Tante tidak akan permasalahkan itu semua selama Ivan menyukaimu. Sebenarnya tante berharap kalian langsung menikah karena tante ingin sekali menimang cucu. Tapi Ivan bilang mau bertunangan dulu makanya tante datang kesini untuk mempercepat pertunangan kalian agar kamu bisa siap – siap jika sewaktu – waktu tante memintamu menikah. Kamu tidak perlu memikirkan ibunya Ivan yang tidak suka padamu. Selama ada tante, dia akan menyetujui keputusan tante. Kalau kamu sudah menikah dengan Ivan, kamu dan anakmu itu bisa pindah ke Singapura bersama tante.”


Kyra hanya diam menunduk mendengar ucapan Tante Mery karena ia sudah berjanji pada Tante Rosa untuk menikah dengan Ivan begitupun dengan Ivan yang hanya diam mendengarkan tantenya bicara. Sesekali ia melirik kearah Kyra yang ada didepannya.


Tante Mery kembali bicara pada Kyra.


“Tante sudah menentukan tanggal yang baik untuk kalian berdua. Apa kamu tidak masalah Kyra, kalau tante yang mengatur semuanya.”


“Tidak masalah. Kalau menurut tante baik saya akan menuruti semua keputusan dari tante.” Balasnya dengan wajahnya yang terlihat biasa saja.


“Baiklah! Sebentar lagi kan ulang tahun Ivan. Tante rencananya mengadakan pertunangan kalian di hari ulang tahun Ivan.”


Sontak saja membuat Kyra terkejut.


“Apa....?”


Tante Mery terlihat bingung dengan ekspresi kaget yang ditunjukkan Kyra didepannya.


“Ada apa....apa menurutmu tidak bagus kalau tante mengadakannya di hari itu?”


“Bukan begitu tante. Tapi menurutku ini terlalu cepat.”


“Tenang saja, ini kan baru pertunangan kalian. Lagipula acaranya tidak besar - besaran. Tante akan menunggu pernikahan kalian ketika kalian sudah siap. Tante sebenarnya sudah lama ingin merencanakan pertunangan Ivan dihari ulang tahunnya ketika nanti ia mendapatkan orang yang dicintainya. Dan rencananya juga tante ingin mengadakan dirumah besar kita disini karena semua keluarga besar kita ada disini. Tante hanya mengundang keluarga kita saja diacara kalian.”


“Baiklah....itu terserah tante saja.”


“Terima kasih yah, kamu sudah mengerti tante. Kamu tidak usah pikirkan apapun atau memikirkan ibunya Ivan. Disini ada tante.” Ucapnya sambil tersenyum.


“Ia....”


“Tante sudah selesai bicara. Silahkan lanjutkan makan siang kalian.”


“Ia...”


Mereka kemudian makan siang yang sudah tersedia di meja. Ivan terlihat bahagia setelah mendengar acara pertunangannya yang akan diadakan dihari ulang tahunnya sedangkan Kyra hanya berwajah biasa – biasa saja tanpa ada rasa bahagia yang terpancar dalam wajah cantiknya.

__ADS_1


Setelah makan siang bersama Tante Mery dan Ivan, Kyra kembali ke kantor. Sedangkan Ivan dan Tante Mery pulang kembali ke rumahnya.


Bersambung.


__ADS_2