Beautiful Romance 2

Beautiful Romance 2
BAB 33 Beautiful Romance 2


__ADS_3

Pukul 7:30 malam, Aditya sudah sampai di Indonesia. Ia turun dari pesawat sambil membaca pesan yang dikirim Pak Malik kepadanya. Wajahnya terlihat marah saat membaca pesan Pak Malik.


Ia mencoba menghubungi Pak Malik yang sekarang masih berada di pesta Ivan.


Suara Telfon.


“Halo Tuan Muda. Akhirnya Anda sampai di Indonesia.” Suara Pak Malik dibalik telfon.


“Apa maksud pesan yang kau kirim itu?”


“Saya tadi menemani Nona Kyra memlilih gaun pesta. Nona bilang kalau malam ini nona akan tunangan dengan Tuan Ivan.”


“Apa...” Teriaknya dengan keras. “Kenapa kau tidak mencegahnya?”


“Saya tidak tahu harus berbuat apa tuan. Saya pikir Anda sudah bercerai dengan nona sekarang. Jadi saya tidak berani mencegahnya.”


“Lalu dimana dia sekarang?”


“Nona ada di ruang istirahat bersama dengan Tuan Ivan.”


“Brengsek.....kirim alamatnya sekarang?”


“Baik tuan.”


Aditya langsung mematikan telfonnya dengan wajahnya yang sangat marah.


“Brengsek.....mereka benar – benar sudah berani tunangan dibelakangku.”


Ia kemudian memanggil Andi yang tengah berdiri dibelakangnya.


“Andi..”


“Ia tuan.”


“Siapkan beberapa pengawal. Malam ini aku akan membuat mereka semua menyesal karena sudah berani mengusik keluargaku..”


“Baik....”


“Berani sekali mereka mencari masalah disaat aku tidak ada.”


“Apa kita akan langsung ke pesta?”


“Kita kembali ke rumah. Aku harus memperlihatkan sendiri bukti pada wanita bodoh itu kalau dia masih punya suami. Menjelaskannya saja tidak cukup membuatnya mengerti. Dia hanya percaya dengan bukti yang ada didepan matanya maka aku akan memberikannya bukti agar dia mengerti.”


“Baik...”


Aditya pergi menuju rumahnya yang ada dipinggir pantai. Ia ingin mengambil bukti untuk ia tunjukkan kepada semua orang terutama istrinya karena baginya tidak cukup jika ia terus menerus harus menjelaskan kepada Kyra kalau mereka berdua punya ikatan pernikahan. Baginya Kyra hanya akan mempercayainya jika ia menunjukkan surat nikah mereka didepannya.


Aditya bisa saja menyuruh Andi untuk menyiapkan semua bukti surat nikahnya didepan umum tapi surat nikahnya dengan Kyra tidak pernah ada orang yang menyentuhnya. Ia menyimpannya baik – baik di Brankasnya dan hanya ialah yang bisa mengambilnya sendiri.


Selama beberapa menit ia sampai dirumahnya. Ia berjalan dengan cepat ke dalam rumahnya dan masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil bukti statusnya dengan Kyra.


Ketika ia sudah mendapatkannya. Ia langsung menuju rumah Ivan bersama Andi dan beberapa pengawalnya.

__ADS_1


Andi melajukan mobilnya dengan cepat menuju rumah Ivan. Saat sampai di rumah Ivan, Andi langsung menghentikan mobilnya tepat didepan rumah Ivan.


Aditya langsung turun dari mobil tanpa menunggu Andi membuka pintu mobil untuknya.


Ia masuk ke dalam pesta diikuti Andi dan beberapa pengawalnya. Ketika ia sudah ada didalam, ia sudah melihat Kyra berdiri disamping Ivan yang tengah bersiap memotong kue ulang tahunnya dan beberapa orang yang berdiri disamping mereka. Tapi mereka belum menyadari kehadiran Aditya.


“Wah....wah....wah. Sepertinya kalian semua sangat bersenang – senang yah.” Ucap Aditya dengan wajahnya yang tersenyum paksa sambil bertepuk tangan dan berjalan menghampiri mereka.


Semua orang terkejut melihat kearah Aditya yang tengah bertepuk tangan didepan mereka.


Kyra terlihat kaget melihat kedatangan Aditya begitupun dengan Tante Mery dan Ivan.


“Kenapa Aditya ada disini?” Dalam hati Kyra.


“Loh....kenapa Tuan Aditya yang seorang pengusaha sukses bisa datang ke acara seperti ini?” Dalam hati Tante Mery.


Aditya yang melihat mereka menatapnya langsung menaikkan tangannya untuk memberikan kode kepada pengawalnya untuk menghancurkan pestanya.


Para pengawalnya itu langsung berlari untuk menghancurkan semua tempat pestanya termasuk semua dekorasi pesta dan kue ulang tahun yang ada didepan Ivan.


Beberapa tamu berteriak histeris melihat mereka menghancurkan pestanya sedangkanAditya hanya berdiri dengan angkuhnya sambil menyaksikan anak buahnya mengacak – ngacak tempat pestanya dengan wajahnya yang terlihat murka.


Kyra yang melihat pengawal Aditya membuat kekacauan langsung berlari kearah Aditya untuk menghentikan para pengawalnya berbuat onar.


“Aditya....apa yang kamu lakukan sekarang. Cepat hentikan mereka?” Teriaknya.


Aditya tidak menghiraukan Kyra yang tengah berbicara didepannya. Ia hanya menatap Ivan yang masih berdiri dengan wajahnya yang terlihat terkejut dan bingung dengan kedatangan Aditya.


Ivan kemudian berjalan kearah Kyra dan menarik tangannya.


Aditya yang melihat Ivan memegang tangan istrinya langsung memukul wajah Ivan dengan keras sampai Ivan jatuh ke lantai.


Kyra sangat kaget dan langsung berjongkok dilantai untuk menolong Ivan begitupun dengan Tante Mery, ia langsung berlari menghampiri keponakannya yang habis dipukul Aditya.


Kyra lalu melihat kearah Aditya.


“Aditya....apa yang kau lakukan. Kenapa kau memukulnya?” Teriak Kyra sambil membantu Ivan berdiri.


Aditya hanya diam berwajah dingin mendengar ucapan Kyra sedangkan Tante Mery berjalan kearah Aditya dengan wajahnya yang sangat marah.


“Apa maksud Anda datang kesini dan mengobrak – abrik tempat pesta saya. Anda seperti ini sudah melanggar hukum. Walaupun Anda orang berkuasa didunia bisnis tapi Anda sudah melanggar hukum. Saya bisa melaporkan perbuatan Anda kepada polisi.”


Aditya langsung tertawa keras mendengar ucapan Tante Mery. Tante Mery terlihat takut melihat Aditya yang seperti itu.


Aditya kemudian menghentikan tawanya itu dan kembali berbicara kepada Tante Mery.


“Silahkan kau lapor pada polisi. Kita lihat siapa yang akan masuk penjara. Aku atau kalian semua?”


“Apa maksud Anda?”


“Kalian sudah berani menikahkan wanita yang sudah menikah. Berani sekali kalian ingin menikahkannya saat aku suaminya masih hidup.” Teriaknya dengan wajahnya yang marah.


“Tuan Aditya.....saya tidak pernah menikahkan istri Anda.”

__ADS_1


“Wanita bodoh yang ingin kamu nikahkan itu adalah istriku.” Ucapnya dengan matanya yang melotot didepan Tante Mery.


Kyra terkejut mendengar ucapan Aditya. Ia langsung datang menghampiri Aditya yang tengah berhadapan dengan Tante Mery.


“Aditya....apa maksud ucapanmu itu. Bukankah kita sudah bercerai. Aku sudah menandatangani surat cerai kita delapan tahun lalu.”


Aditya langsung mencengkram lengan istrinya dengan wajahnya yang sangat marah. Kyra terlihat meringis karena merasa sakit dengan cengkraman Aditya.


Aditya kemudian berbicara kepadanya.


“Kau pikir dengan menandatangani surat cerainya. Kau langsung bercerai denganku. Huh....kau sungguh bodoh. Selama aku hidup kau tidak akan pernah bisa bercerai dariku. Kalau kau tidak percaya kau bisa cek sana di pengadilan. Apa kita sudah bercerai atau belum. Aku bahkan tidak memiliki surat cerai yang sama sekali tidak pernah kutandatangani. Aku hanya memilki surat nikah yang bisa kuperlihatkan padamu.”


Kyra terdiam tanpa bisa berkata – kata mendengar ucapan Aditya. Wajahnya terlihat bingung dan kaget. Aditya kemudian melepaskan tangannya dari lengan Kyra dan memanggil Andi.


“Andi.”


Dengan sigap, Andi maju ke depan dan langsung menunjukkan surat nikah yang dimiliki Aditya didepan mereka semua. Mereka yang melihatnya langsung terkejut begitupun dengan Kyra.


Ia sangat terkejut sampai matanya melotot. Saking terkejutnya ia sampai menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena melihat kenyataan didepannya. Ia berjalan mundur ke belakang hingga membuatnya hampir terjatuh. Seketika Ivan menahan tubuh Kyra yang tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya.


Aditya yang melihat itu langsung berjalan kearah Ivan dan memukulnya. Ia kemudian memegang kerah baju Ivan dengan wajahnya yang terlihat marah.


“Beraninya kau memegangnya didepanku.”


Aditya memukul Ivan lagi dengan keras sampai Ivan terjatuh ke lantai. Ia ingin memukulnya lagi tapi Kyra langsung datang menghadang didepannya.


“Tolong jangan pukul lagi. Aku yang salah, mereka semua tidak salah. Tolong lepaskan mereka. Aku mohon, aku mohon Dit.”


“Minggir kau....” Teriaknya yang semakin marah melihat Kyra memohon padanya hanya untuk mereka.


Ia kemudian mendorong tubuh Kyra untuk tidak menghalangi dirinya memukul Ivan sampai membuat Kyra jatuh dilantai. Tante Mery berlari kearah keponakannya bersama ibu Ivan.


“Tolong maafkan kami. Kami tidak tahu kalau Kyra masih punya suami. Tolong jangan pukul lagi, saya mohon.” Ucap Tante Mery yang memohon – mohon didepan Aditya.


“Kakak.....ini semua kesalahan wanita murahan itu. Aku dari awal tidak setuju dengannya.” Sahut ibunya Ivan.


Plak....Aditya langsung menampar ibu Ivan dengan keras sampai membuatnya jatuh tersungkur. Tante Mery langsung menolong adiknya yang tengah tersungkur dilantai.


“Berani sekali kau menyebutnya wanita murahan.”


Ibu Ivan hanya bisa memegang pipinya dengan wajahnya yang terlihat takut. Sedangkan Kyra yang melihat suaminya seperti itu terlihat sangat takut.


Ia tidak menyangka jika ia menyaksikan kemarahan Aditya yang kedua kalinya tepat didepan matanya bahkan ia tidak bisa menghentikan Aditya yang sekarang.


Bersambung.


.


.


.


.

__ADS_1


**Jangan lupa Bayar aku😊dengan cara tekan LIKE di bawah, tulis KOMENT kalian. Berikan juga VOTE nya kalau suka dengan ceritanya.


Terima kasih,🤗😘**


__ADS_2