Beautiful Romance 2

Beautiful Romance 2
BAB 19 Beautiful Romance 2


__ADS_3

Rey sudah duduk di sofa yang ada di samping meja kerja Aditya.


“Ada apa kamu kemari?” Tanya Aditya yang sedang sibuk menandatangani berkasnya tanpa melihat Rey.


“Kenapa kamu menyuruh istrimu menjual 150 mobil dalam dua hari. Apa kamu sudah gila Dit?” Tanya Rey serius.


“Kalau kamu datang hanya untuk bicara seperti itu lebih baik kamu pergi karena aku sibuk bekerja. Aku harus menyelesaikan semuanya dan mengajak anakku bermain.” Ucapnya yang masih sibuk dengan dokumennya.


“Apa kamu sengaja melakukan itu pada istrimu?”


“Aku melakukan itu supaya dia tidak betah dan berhenti kerja. Buat apa dia bekerja lagi, tugas dia hanya dirumah mengurus anaknya.”


“Terus....kenapa kamu tidak bilang saja padanya kalau kamu dan dia belum bercerai?”


Aditya langsung menghentikan kesibukannya itu dan menatap Rey dengan tajam.


“Jangan menatapku begitu. Kali ini aku tidak akan pergi biarpun kamu tendang aku keluar dari sini. Kalau mau pecat, pecat saja. Aku tidak peduli. Disini aku bicara sebagai temanmu bukan bawahanmu.” Ucapnya dengan serius.


Aditya hanya diam saja mendengar ucapan Rey. Rey kembali bicara padanya.


“Apa begini caranya kamu mencintainya. Selama delapan tahun kamu mencarinya seperti orang gila. Saat dia sudah ada didepanmu, tapi kamu malah memperlakukannya seperti itu. Kamu kan sudah membuatkannya rumah. Kenapa kamu tidak bawah saja dia kesana?”


Aditya kemudian berdiri dari tempat duduknya dan berjalan kearah lemari yang berisi minuman beralkohol. Ia mengambil sebotol whisky dan menuangkannya di gelasnya.


Ia kemudian berjalan ke belakang meja kerjanya sambil memandang luar jendela kaca ruang kerjanya. Ia meneguk sedikit minuman yang ia pegang lalu berbicara kepada Rey.


“Aku ingin sekali membawanya kesana dan mengatakan kalau kami belum bercerai. Tapi biarpun aku mengatakan itu padanya itu tidak akan berpengaruh baginya. Aku takut kalau aku mengatakan padanya, dia malah meminta cerai dan langsung mengurus perceraiannya di pengadilan apalagi aku sudah berpisah selama delapan tahun. Aku punya kekuatan untuk menahannya tapi aku tidak punya kekuatan untuk menahan hatinya.”


“Kenapa kamu bisa berpikir begitu?”


“Dia sama sekali tidak mencintaiku. Dia mencintai mantan pacarnya itu.”


“Apa kamu punya bukti kalau dia mencintai mantan pacarnya?”


Aditya terdiam sejenak sambil meneguk kembali minuman di gelasnya. Ia kembali bicara pada Rey.


“Saat kami masih bersama dulu, aku sering menemukan pesan mantan pacarnya di emailnya bahkan mengirim pesan di HP-nya.”


“Apa kamu percaya kalau istrimu begitu?”


“Aku sama sekali tidak percaya. Tapi dia bersama mantan pacarnya selama delapan tahun, rasa cinta diantara mereka pasti ada. Apalagi Kaila sampai memanggil orang itu dengan sebutan papa, itu bukti kalau dia mencintai mantan pacarnya itu. Aku tidak ingin mendesaknya karena aku takut dia meninggalkanku lagi. Lebih baik aku dekat dengannya dengan cara seperti ini daripada aku tidak bisa melihatnya sama sekali. Aku sudah membuat dia untuk tidak bisa meninggalkan negara ini. Kalau aku menekannya lagi, dia pasti semakin benci padaku. Tapi....kalau dia sampai ingin menikah dengan pria itu, aku langsung memakai cara ekstrim untuk membuatnya tetap disampingku.” Ucapnya sambil meneguk kembali minuman digelasnya.


Rey hanya menghela nafasnya dengan panjang setelah mendengar ucapan Aditya.


Ia kembali bicara pada Aditya.


“Itu terserah padamu, aku tidak akan ikut campur lagi urusan rumah tangga kalian.” Ucapnya dengan serius.


“Tapi....apa yang akan kamu lakukan kalau Kyra berhasil melakukan tugasnya itu?” Tanya Rey kembali


“Itu tidak akan berhasil.”

__ADS_1


“Apa kamu sudah merencanakannya?” Tanya Rey serius.


Aditya hanya terdiam tanda ia memang sudah merencanakan kalau ia tidak akan mengijinkan Kyra sampai berhasil melakukan tugasnya


“Jadi....biarpun dia bisa melakukannya, kamu tetap tidak akan membiarkan dia behasil, begitu.”


Aditya kembali terdiam tanda mengiyakan ucapan Rey.


“Dit....kalau istrimu tahu, dia bisa semakin benci padamu.”


“Selama kamu tidak mengatakannya, dia tidak akan tahu. Kalau pun aku tidak ikut campur, dia tetap tidak berhasil. Ini hanya persiapan kalau saja ada mukjizat datang padanya.”


Rey menghela nafasnya dengan kasar mendengar ucapan Aditya. Ia kembali bicara pada Aditya.


“Baiklah....terserah padamu saja. Aku tidak akan mencampuri urusan rumah tangga kalian lagi. Aku pergi sekarang, aku sudah mengatakan apa yang ingin kukatakan.”


Rey meninggalkan Aditya yang masih berdiri memandang luar jendela sambil meneguk sedikit demi sedikit minumannya.


Ketika minumannya habis, ia berjalan keluar dari ruangannya menuju ruang bermain anaknya.


***


Ya....Aditya memang sengaja berbuat seperti itu untuk membuat istrinya terus berada disampingnya. Dengan menjadikannya sebagai sekertarisnya, maka ia bisa leluasa mendekati Kyra kembali.


Awalnya ia pikir akan mengatakan pada Kyra kalau mereka berdua masih suami istri dimata hukum tapi karena ia berpikir kalau Kyra tidak mencintainya dan mencintai pria lain maka ia merubah rencananya itu.


Aditya ingin membuat Kyra hanya mencintainya saja, baru ia akan mengatakan kalau mereka masih suami istri. Jika saja Kyra bukan wanita yang pemberontak, ia bisa lebih mudah menghadapinya tapi ia tahu sifat istrinya yang tidak pernah takut padanya itu. Semakin ditekan maka ia semakin susah mendekatinya.


***


Ketika berada di lantai atas, ia langsung keluar dari lift. Ia langsung berjalan kearah May.


“May....apa Tuan Aditya ada di ruangannya?”


May langsung berdiri mendengar suara Kyra.


“Tuan Muda ada di ruangan sebelah, nona.”


“Baik...terima kasih, May.”


“Ia...”


Kyra berjalan kearah ruangan bermain tempat dimana Aditya berada. Sedangkan May memandangnya dengan heran.


“Sebenarnya Nona Carolin itu siapa sih, kemarin dia hampir menjadi sekertaris disini. Tapi dia menolak langsung pada Tuan Muda, dan penolakannya itu diterima. Apalagi ada anak kecil yang selalu Tuan Muda jaga sampai membuatkannya ruangan bermain. Apa dia istri Tuan Muda yang disembunyikan itu yah karena dia bisa seenaknya datang kemari yang tidak sembarang orang bisa datang kesini. Kalau dia memang istrinya Tuan Muda, kenapa dia baru muncul sekarang apalagi bekerja disini. Ah....sudahlah, aku tidak usah memikirkan urusan mereka, lebih aku bekerja kembali. Pekerjaan itu lebih penting dari pada mengurusi orang.” Dalam hati May.


May memang tidak banyak tahu karena ia tidak terlalu memperhatikannya dan hanya sibuk dengan pekerjaannya apalagi kemarin ia tidak ada ketika Aditya dan Kyra bertengkar.


***


Kyra sudah berada didalam ruangan dan sudah melihat anaknya berbaring disofa. Ia tertidur pulas dipelukan Aditya.

__ADS_1


Ia berjalan pelan menghampiri mereka berdua yang masih tertidur.


Kyra berjongkok didepan mereka sambil tersenyum menatap Kaila dan Aditya.


“Apa mereka kelelahan sampai tertidur disini, sepertinya tadi mereka habis bermain bola disini?” Dalam hati Kyra sambil tersenyum


Ia kemudian menatap anaknya dengan sedih.


“Maafkan mama yah sayang karena sudah membuat kamu susah. Kamu hanya bisa bermain dengan papa tapi tidak bisa tinggal bersama selamanya. Dia bukan milik kita sayang, dia punya keluarga sendiri.” Dalam hati Kyra sambil menatap sedih anaknya.


Tiba – tiba Kaila terbangun, ia melihat ibunya yang berjongkok didepannya.


“Mama....” panggilnya.


Aditya membuka matanya dengan pelan ketika mendengar anaknya memanggil ibunya. Ia melihat Kyra sudah ada didepannya.


“Kamu sudah datang yah. Apa sih yang kamu lakukan sampai jam segini?” Tanya Aditya sambil bangun.


“Yah bekerjalah, kan kamu sendiri yang suruh aku melakukan semua sesuai dengan perintahmu.”


“Sudahlah....kita pulang saja ke rumah.”


“Kita....” Balas Kyra dengan bingung.


“Ia....kita bertiga." Balasnya sambil melihat kyra.


"Ayo sayang..” ucapnya pada Kaila sambil berdiri menggendong anaknya.


“Tunggu....aku pulang berdua saja bersama Kaila. Tidak usah diantar.”


“Aku tadi sudah janji kalau kita pulang bersama, ya kan sayang.” Ucapnya sambil melihat anaknya.


“Ia....papa tadi sudah janji kalau mau temani Kaila tidur. Ya kan pa.” Ucap Kaila sambil tersenyum polos.


“Ia sayang....papa nanti tidur sama Kaila yah.”


“Tidak bisa....kamu sudah janji kalau kamu tidak akan mengambil Kaila.”


“Apa sih...siapa yang mau mengambil Kaila, aku hanya ingin tidur bersama dengan anakku?”


“Kamu mau tidur dimana?”


“Sudah....jangan cerewet begitu. Ayo kita pulang.” Ucapnya sambil berjalan keluar ruangan.


“Dit....kamu mau pulang kemana?” Tanya Kyra penasaran.


Aditya tidak menjawabnya dan hanya berjalan terus.


“Dit...kamu dengar tidak sih?” Teriaknya.


Aditya kembali tidak menghiraukan istrinya dan hanya berjalan sambil menggendong Kaila masuk ke dalam lift sementara May yang memandang mereka masih merasa bingung dengan hubungan bosnya itu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2