Beautiful Romance 2

Beautiful Romance 2
BAB 7 Beautiful Romance 2


__ADS_3

Keesokan harinya, sekitar pukul 6:00 pagi.....Kyra bangun dan siap – siap untuk berangkat kerja. Tidak seperti biasanya, ia berangkat kerja pagi sekali. Itu semua karena tadi malam ia ditelfon oleh bosnya untuk datang pagi karena ada suatu masalah yang harus ia sampaikan padanya.


Ketika selesai siap – siap, ia tak lupa membuat sarapan untuk Kaila dan Zahila. Ia menitipkan Kaila pada adiknya itu karena memang Zahila hanya kuliah setiap hari minggu dan sabtu sedangkan hari – hari lainnya ia gunakan untuk membantu kakaknya menjaga Kaila apalagi kemarin Ivan pulang ke Singapura setelah bertemu Kaila. Ivan memang tidak menetap di Amerika, ia hanya bolak balik kesana untuk bertemu dengan Kyra dan Kaila.


***


Saat ini....Kyra sudah berada di perusahaan tempatnya bekerja, ia langsung menuju ruang kerja bosnya.


Tok.....tok....tok........suara ketukan pintu.


“Masuk....”


Kyra masuk ke dalam setelah mendengar suara bosnya. Ia berdiri didepan bosnya dengan ekspresinya yang bingung dan penasaran apalagi ketika melihat wajah bosnya itu sangat serius.


“Ada masalah apa bos. Kenapa saya tiba – tiba dipanggil pagi – pagi begini?”


Tanpa bertele – tele, bosnya yang bernama Maichel itu langsung mengatakan maksudnya menyuruh Kyra datang ke kantor pagi – pagi.


“Nona Caroline.....Hari ini kamu dipindahkan bekerja di Indonesia. Empat hari lagi kamu harus terbang ke Indonesia” Ucapnya dengan serius.


“Apa?” sahutnya dengan kaget. “Kenapa saya tiba – tiba dipindahkan bos. Bukankah bos bilang saya pegawai yang kompeten?” Tanya Kyra penasaran.


“Ini perintah dari atasan.”


“Atasan....bukankah bos sendiri adalah pemilik perusahaan ini.”


“Baru – baru ini ada seorang pengusaha sukses yang membeli saham dari beberapa pemegang saham di perusahaan ini. Dia sudah mendapat 60 persen saham dari perusahaanku sedangkan aku hanya punya 40 persen. Dari 6 pemegang saham disini, mereka semua menjual saham mereka kepada orang yang membelinya dengan harga tinggi. Tentu saja sekarang aku bukan lagi bos di perusahaan ini.”


“Lalu apa hubungannya dengan kepindahan saya ke Indonesia apalagi saya baru satu tahun bekerja disini?” Tanya Kyra yang semakin penasaran.


“Karena kamu salah satu pegawai kompeten maka bos baru kita menginginkan kamu bekerja di perusahaannya di Indonesia.” Jelasnya.


“Apa saya bisa menolak?”


“Tidak bisa....kalaupun kamu menolak, kamu tetap harus pindah kesana. Itu adalah syarat mereka.”


“Mohon maaf bos....tapi saya tidak bisa pindah kesana. Kalau pun saya diharuskan pindah kesana, dengan terpaksa saya akan mengundurkan diri dari perusahaan ini. Daripada saya harus pindah kerja di Indonesia. Keluarga saya semuanya disini bos, bagaimana saya bisa pindah?”


“Kalau itu terserah kamu, Caroline. Tapi mereka sudah memasukkan namamu dalam daftar hitam dunia bisnis. Otomatis kamu tidak akan bisa bekerja diperusahaan manapun.”


“Apa sampai segitunya bos....kenapa harus saya?”


“Saya tidak tahu, itu semua keinginan dari atasan. Tapi yang saya tahu perusahaan mereka salah satu perusahaan ternama di seluruh  Asia. Mereka terkenal kejam dalam berbisnis, kalau kamu masih ingin bekerja sebaiknya kamu terima tawaran mereka karena mereka tidak akan main – main.”


“Apa nama perusahaan mereka bos?” Tanya Kyra penasaran.


“Aku tidak tahu Nona Caroline.”


“Bos ini gimana sih. Katanya perusahaan ternama, masa nama perusahaannya saja tidak tahu. Apa bos yakin kalau perusahaan mereka merupakan perusahaan ternama.” Tanya Kyra sambil mengerutkan keningnya.


Tuan Maichel hanya diam mendengar pertanyaan Kyra sambil berkata dalam hatinya.


“Itu karena Tuan Sinatria tidak ingin kamu tahu nama perusahaannya. Tapi..... kenapa presdir sukses seperti dia sangat menginginkan Nona Caroline pindah ke Indonesia. Bahkan sampai membeli saham di perusahaanku dan mengancamku. Para pemegang saham itu memang mata duitan, ada orang yang menawarkan harga tinggi sahamnya langsung dijual. Dasar.....buat pusing saja, tapi kalau aku berhasil membuat Caroline pindah ke Indonesia. Mereka menjanjikan untuk tidak ikut campur dalam perusahaanku ini, semua keputusan ada padaku selama Caroline pindah kesana.” Dalam hati Pak Maichel.


“Bos.....bos” Panggilnya.


Tuan Maichel langsung kaget mendengar panggilan Kyra. Kyra kembali bertanya padanya ketika bosnya itu sudah kembali fokus padanya.


“Apa yang Anda pikirkan?”


“ Aku hanya memikirkan nasib perusahaan ini kalau kamu sampai tidak menuruti keinginan atasan kita. Nona Caroline....aku hanya ingin meminta pengertianmu untuk perusahaan. Kamu kan salah satu pegawai kompeten, tolong kali ini saja kamu bisa menolong perusahaan untuk terakhir kalinya. Kalau kamu tidak pindah ke Indonesia, mereka mengancam akan menggantikanku sebagai direktur perusahaan ini. Aku sudah bersusah payah naik dijabatanku sekarang ini. Aku mohon padamu untuk terakhir kalinya, lagipula namamu sudah masuk daftar hitam mereka.”


“Baiklah....saya akan memikirkannya baik – baik bos.”


“Benarkah.”


“Ia...tapi saya tidak bisa berjanji.”


“Aku mengerti. Kalau kamu sudah setuju, kamu bisa datang ke kantor. Saya akan memberikan kontrak kerja kepindahanmu disana atau kamu hubungi aku saja, aku akan langsung mengirimkannya lewat email. Kamu langsung menandatangani berkas kepindahanmu di perusahaan mereka dan kamu harus secepatnya mengambil keputusan karena mereka hanya memberimu waktu empat hari.”


“Apa tidak ada kelonggaran bos. Saya ini tidak bisa pindah begitu saja dalam empat hari?”

__ADS_1


“Tidak ada Caroline, mereka tidak suka menunda – nunda pekerjaan.”


“Baik bos....saya akan memikirkannya baik - baik. Apa ada lagi?”


“Tidak ada.”


“Kalau gitu saya kembali kerja dulu.”


“Tidak usah.....kamu sudah tidak bekerja lagi disini.”


“Apa...” sahutnya dengan kaget.


“Itu perintah dari atasan. Aku tidak bisa apa - apa”


Kyra hanya menghela nafasnya sambil memejamkan matanya. Ia kembali bicara pada bosnya.


“Baiklah bos. Lebih baik saya kembali ke rumah.”


“Oke.....”


Kyra keluar kantornya dengan perasaan kesalnya. Ia kembali ke rumahnya dengan mengendarai mobil pribadinya. Didalam mobil ia terus memikirkan perusahaan yang membuatnya susah itu.


“Perusahaan apa sih sampai membuat aku susah begini, kenapa mereka sangat menginginkanku untuk bekerja diperusahaan mereka. Sangat tidak mungkin kalau mereka hanya tertarik dengan hasil kerjaku, ini terasa aneh bagiku.” Gumamnya sambil terus berpikir.


Tiba – tiba ia teringat dengan perusahaan Keluarga Sinatria yang ia kenal sebagai perusahaan sukses.


“Apa mungkin Aditya. Ah....tidak mungkin, ini sudah delapan tahun. Dia pasti sudah melupakan aku, dia pasti sudah bahagia bersama Aura. Tapi selama ini kan aku tidak kenal perusahaan besar selain perusahaan Keluarga Sinatria, atau memang Aditya yah. Dia ingin membuatku kembali supaya dia bisa mengambil Kaila. Aku kan sudah bilang padanya dulu kalau Kaila akan mencarinya saat dia dewasa. Kalau memang ini kerjaan dia, aku harus apa. Aku tidak bisa menyerahkan Kaila begitu saja, dia memang ayahnya tapi Kaila itu masih kecil. Dia masih membutuhkanku.” Gumamnya dengan wajahnya yang khawatir.


Tak lama kemudian, ia sampai di Apartemennya, ia memarkirkan mobilnya didepan Apartemennya dan langsung naik ke lantai 3. Setelah sampai, ia masuk ke dalam Apartemennya. Ia sudah melihat Zahila tengah asyik menonton Tv.


“Kaila dimana?”


“Ada dikamar, lagi tidur. Mungkin dia kelelahan karena seharian main.”


Kyra kemudian duduk disamping adiknya. Ia ingin membahas tentang dirinya yang bertunangan dengan Ivan dan tentang kepindahannya ke Indonesia.


“Dek.....kakak ingin bicara sesuatu denganmu.” Ucapnya dengan serius.


Zahila langsung fokus melihat kakaknya saat mendengar ucapan Kyra.


“Kakak ingin tunangan dengan Ivan.”


“Apa....kakak mau tunangan dengannya?” Tanya Zahila dengan wajahnya yang sedikit terkejut.


“Ia...”


“Kakak serius....”


“Ia....serius.”


“Bukan karena masalah lain, kakak kan tidak cinta sama Kak Ivan.”


“Pernikahan itu tidak selalu didasari dengan cinta, dek.”


“Kenapa kakak tiba – tiba ingin tunangan dengannya?” Tanya Zahila dengan serius.


“Kaila butuh sosok ayah apalagi dia sangat akrab dengan Ivan.”


“Kakak benar – benar yakin ingin tunangan dengannya.”


“Ia...kakak yakin.”


“Kapan kalian akan tunangan?”


“Itu belum dipastikan.”


“Itu terserah kakak, selama itu tidak menyakiti kakak.”


“Terima kasih dek.” Ucapnya sambil memegang bahu adiknya.


“Ia...”

__ADS_1


“Eem....kakak masih ingin mengatakan sesuatu yang penting.” Ucapnya dengan wajahnya yang serius.


“Kakak ingin mengatakan apa sampai serius begitu?” Tanya Zahila sambil mengerutkan keningnya.


“Kantor memindahkan kakak ke Indonesia.”


“Benarkah....bagus dong. Jadi kita bisa pulang ke Indonesia, meskipun aku suka disini tapi aku tetap merindukan tanah kelahiran kita.” Ucapnya sambil tersenyum senang.


“Kakak sebenarnya berencana untuk berhenti kerja dan cari pekerjaan lain daripada kita harus pindah ke Indonesia.”


“Apa kakak sangat benci pada Kak Adit sampai tidak ingin kembali?” Tanya Zahila dengan serius.


“Bukan begitu Zahila....kakak hanya tidak ingin berurusan dengan mereka lagi.”


“Kalau begitu kakak pengecut. Sampai kapan kakak akan lari dari masa lalu, kalau alasan kakak tidak ingin kembali karena masa lalu, kakak itu benar – benar seorang pengecut. Kalau kakak takut Kak Aditya mengambil Kaila, bukankah ada Kak Ivan. Kakak minta bantuan saja padanya, kakak kan ingin menikah dengannya.”


“Apa kamu ingin sekali kembali Indonesia?” Tanya Kyra dengan serius.


“Aku tidak ingin mati dinegara orang.” Balasnya dengan wajahnya yang cemberut.


“Kenapa kamu sampai bicara begitu?”


“Lebih baik kita pulang saja ke Indonesia. Kakak hadapi masa lalu, mungkin itu bisa menyembuhkan penyakit kakak daripada terus bersembunyi disini.”


“Baiklah....kakak akan memikirkannya terlebih dulu.”


“Aku tidak akan memaksa kakak, aku cuma mengutarakan pendapatku saja. Aku akan ikut setiap keputusan yang kakak ambil.”


“Terima kasih Zahila.” Ucapnya sambil tersenyum.


“Ia...”


Kyra kemudian berdiri dari tempat duduknya.


“Kalau gitu kakak ke kamar dulu yah.”


Zahila mengangguk. “Ia...”


Kyra melangkahkan kakinya menuju kamarnya, ia langsung membuka pintu kamarnya dan masuk ke dalam. Kyra menghampiri anaknya yang tengah tidur pulas, ia mengelus kepala Kaila dan mencium keningnya.


Setelah melakukan itu, ia mencoba mengirimkan CV-nya diberbagai perusahaan lewat email.


Ia menunggu selama beberapa menit, pihak mereka langsung menolak CV-nya. Kyra semakin stress memikirkan pekerjaannya itu karena beberapa menit saja mereka langsung menolak, tidak seperti biasanya yang membutuhkan waktu beberapa jam.


“Semua perusahaan menolakku hanya dalam beberapa menit, apa mereka itu waras. Seharusnya mereka membacanya dulu bukan, atau mengijinkanku melakukan wawancara dulu.” Gumamnya sambil memegang kepalanya.


Ia kembali bicara sendiri dengan wajahnya yang terlihat kesal.


“Jadi yang dikatakan Tuan Maichel itu memang benar kalau aku tidak bisa bekerja di perusahaan manapun selain di Indonesia. Apa aku memang harus kembali ke Indonesia. Kalau aku tidak bekerja aku harus mendapatkan uang darimana untuk kehidupan masa depan. Aku tidak ingin meminta belas kasihan orang, aku sudah bertekad kalau aku akan bekerja sendiri tanpa menerima bantuan Tante Rosa.” Gumamnya.


Ia terus berpikir tentang masalah yang menimpanya itu. Ia harus mengambil keputusan secepatnya karena ia hanya diberikan waktu empat hari.


Ia kemudian menelfon Bagas untuk mengatakan tentang masalahnya itu.


“Halo.” Suara Bagas dibalik telfon.


“Halo mas.”


“Ada apa?”


“Mas...aku ingin kembali ke Indonesia.”


“Apa....kamu bercanda yah?”


“Aku serius mas....perusahaan tempatku bekerja memintaku pindah ke Indonesia.”


“Tunggu...aku akan datang kesana sekarang. Kita bicarakan baik – baik.”


“Baik mas.”


Kyra pun menutup telfonnya setelah mendengar Bagas ingin datang ke Apartemennya.

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa Like Kyra yah karena like itu gratis.


__ADS_2