Beautiful Romance 2

Beautiful Romance 2
BAB 78 Beautiful Romance 2


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Rey sudah berdiri di tengah jalan. Ia membentang kedua tangannya di sana sambil memejamkan matanya. Sedangkan Zahila masih di dalam mobil. Ia melihat Rey di depannya. Mobil Rey memang terparkir menghadap depan. Jadi Zahila bisa langsung melihat tampang Rey tanpa harus menengok ke belakang.


“Apa dia benar – benar akan menabrakkan dirinya. Aku tidak percaya. Dia pasti sengaja mau memperlihatkan padaku kalau dia benar – benar serius. Aku tidak akan pernah datang menghampirinya. Kalau ada mobil atau motor datang. Dia pasti akan menghindar juga. Huh....” Gumamnya.


Zahila memalingkan wajahnya ke samping kiri tak ingin melihat Rey yang berdiri di sana.


Sementara Rey yang berdiri di tengah jalan, sesekali membuka matanya sebelah kanan melihat Zahila di dalam mobil.


“Tidak ada pergerakan di sana. Baiklah Zahila sayang, aku akan mengikuti permainan remajamu ini.” Dalam hati Rey.


Tiba – tiba datang mobil dari arah belakang Rey. Dari kejauhan, mobilnya terlihat melaju cepat. Terdengar klakson mobil di telinga Rey dan Zahila. Rey langsung menengok ke belakang melihat mobilnya melaju ke arahnya begitu pun dengan Zahila. Ia melihat mobilnya melaju cepat ke arah Rey.


“Ya tuhan Rey. Apa kamu benar – benar akan mati hari ini. Kamu akan mati sebelum menikah?” Gumamnya. Rey melihat ke arah Zahila yang masih ada di dalam mobil.


“Anak itu tega sekali sih mau membiarkanku mati. Kenapa dia tidak keluar – keluar juga. Kalau dia menyuruhku berhenti, aku langsung berhenti. Aku hanya bisa memohon padamu tuhan. Tolong biarkan Zahila keluar berteriak memanggil namaku. Kalau dia sudah meneriaki namaku, aku langsung berlari ke arahnya atau hentikan mobil yang melaju itu. Aku tidak bisa mundur sekarang. Wajahku mau taruh di mana di depan Zahila. Kalau aku mati, aku benar – benar tidak bisa menikah dengan Zahila.” Dalam hati Rey yang ketakutan jika ia benar – benar akan mati di sana.


Mobilnya semakin dekat ke arah Rey. Zahila langsung keluar dari mobil. Ia kaget melihat mobilnya yang sudah dekat di belakang Rey. Mobil itu terus membunyikan klaksonnya. Zahila berlari ke arah Rey yang sedang memejamkan matanya.


“Om Rey........minggir dari sana.” Teriaknya sambil berlari ke arah Rey.


Rey langsung membuka matanya melihat Zahila. Ia tersenyum di sana.


“Akhirnya.” Dalam hati Rey.


“Om Rey......cepat minggir.” Zahila belum terlalu dekat dengan Rey tapi ia sudah mengulurkan tangannya menarik tangan Rey. Itu membuat kaki Zahila tersandung di aspal.


Rey dengan sigap memegang tubuh Zahila dan melemparkan tubuhnya ke samping. Alhasil mereka berdua terjatuh di pinggir jalan. Zahila berada di atas Rey sedangkan Rey berada di bawahnya. Mobil tadi berhenti di dekat mereka. Orang yang mengemudikan mobil tadi, langsung menurunkan jendela kaca mobilnya dan berteriak pada Rey dan Zahila.


“Hei....kalau kalian mau mati jangan di sini. Dasar orang aneh.” Teriak pemilik mobil itu.


“Maaf pak, kami minta maaf.” Rey meminta maaf sambil menaikkan tangannya dengan wajahnya yang tersenyum.


Pengemudi itu kembali menutup kaca jendelanya dan melajukan mobilnya meninggalkan Rey dan Zahila yang masih berbaring di sana.


Zahila bangun dari tubuh Rey sambil memegang jantungnya. Ia terus menarik dan membuang nafasnya secara perlahan, mencoba mengatur nafasnya yang sudah tak beraturan. Rey terlihat khawatir melihat Zahila yang seperti itu.


“Zahila...apa kamu baik – baik saja?” Tanya Rey dengan khawatir.

__ADS_1


Ia memegang kedua bahu Zahila sambil menatap Zahila dengan khawatir.


“Aku baik – baik saja om. Aku cuma kelelahan.” Jawab Zahila.


“Ayo....Kak Rey bawa kamu ke rumah sakit.” Ajak Rey sambil memegang tangan Zahila.


“Tidak usah om. Aku benar tidak apa – apa. Istirahat sebentar saja sudah bisa kok. Tidak perlu ke rumah sakit. Kalau kakakku tahu, dia pasti sangat khawatir.”


“Baiklah.” Rey berdiri dari sana sambil menahan kakinya yang terbentur di aspal tadi.


Zahila kaget melihat kaki Rey yang terluka.


“Kaki om terluka.”


“Tidak masalah. Ini biasa bagi laki – laki.” Balasnya sambil tersenyum.


Rey berusaha menahan rasa sakit di kakinya akibat terbentur di aspal tadi. Itu karena ia berusaha menahan tubuh Zahila yang jatuh.


Ia lalu menggendong Zahila yang masih duduk di aspal memegang dadanya.


“Om, turunkan aku. Aku bisa jalan.”


“Tidak usah membantah. Kalau tidak, aku langsung membawamu ke rumah sakit.” Rey menatap wajah Zahila dengan serius.


Zahila langsung masuk di sana. ia menyandarkan tubuhnya di kursi mobilnya. Sedangkan Rey dengan sigap masuk ke dalam mobil.


Rey melihat Zahila hanya duduk tanpa memasang sabuk pengamannya. Ia memasangkan sabuk pengaman untuk Zahila membuat Zahila langsung kaget melihatnya.


“A-apa yang om lakukan?” Tanya Zahila dengan gagap karena melihat Rey yang begitu dekat dengannya.


Rey langsung mengangkat kepalanya melihat Zahila dengan wajah tersenyumnya.


“Kak Rey hanya membantumu saja. Tidak macam – macam sayang.”


Rey kembali duduk di tempatnya sambil tersenyum senang.


Zahila merasa heran melihat Rey yang tersenyum senang itu. Ia masih tidak sadar dengan janji yang harus ia tepati jika Rey bisa membuktikan cintanya seperti yang di minta Zahila.


“Kenapa om begitu. Om menertawaiku ya?” Tanya Zahila yang terus menatap Rey di sampingnya. Ia mengerutkan keningnya melihat Rey.

__ADS_1


Rey langsung berbalik melihat Zahila. Wajah Rey terus tersenyum senang melihat Zahila.


“Kak Rey senang sekali. Akhirnya kamu setuju mau menikah dengan Kak Rey.” Ucap Rey dengan senangnya.


“Kapan aku setuju menikah dengan om?” Tanya Zahila. Zahila masih tak tahu maksud Rey.


“Tadi di dalam kampus. Kamu menyuruh Kak Rey membuktikan cinta padamu. Sekarang sudah ku lakukan sesuai yang tuan putriku minta.”


Zahila langsung kaget mendengarnya. Ia baru ingat tentang yang di katakannya di dalam.


“Aku tidak pernah bilang begitu pada om. Om pasti salah dengar.” Ucap Zahila sambil memalingkan wajahnya karena tak ingin melihat Rey.


Zahila sengaja menyangkalnya karena ia tidak ingin menikah dengan Rey yang baru di temuinya itu. Lagi pula menurutnya hanya dia dan Rey yang berada saat itu. Tidak ada saksi, jadi tidak masalah kalau ia menyangkalnya.


Rey mengeluarkan HP-nya yang ia simpan di saku celananya. Ia mengangkat HP-nya di samping Zahila memperdengarkan rekaman  yang ia rekam tadi.


Ketika Zahila mendengarnya, ia langsung kaget dengan mata melotot. Wajahnya hanya menatap lurus dengan mata melotot mendengar rekaman Rey.


Ia lalu berbalik ke arah Rey.


“Om sengaja merekamnya.” Ucap Zahila.


Ia ingin meraih HP milik Rey, tapi Rey dengan sigap menarik HP-nya dan memasukkannya di saku jasnya.


“Kak Rey memang sengaja merekamnya karena Kak Rey tahu pasti kamu akan menyangkalnya. Bukannya tadi kamu bilang kalau kamu tidak akan mengingkari janjimu. Kamu bilang akan menepatinya.” Ucap Rey.


Zahila hanya diam saja tanpa berkata apa – apa. Ia sudah kalah oleh si om – om yang selalu membuatnya pusing itu.


Rey kemudian melajukan mobilnya kembali masuk ke dalam kampus.


Bersambung.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa tekan LIKE di bawah ya. Berikan KOMENT dan VOTE kalian juga. Biar author semangat up date lagi.


__ADS_2