Beautiful Romance 2

Beautiful Romance 2
BAB 69 Beautiful Romance 2


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Aditya kini duduk di sofa di temani Kyra yang tengah duduk di sampingnya. Di sana ia duduk menemani suaminya yang tengah menyantap makan siang yang ia buat tadi.


Kyra kemudian berbicara pada suaminya yang sedang menikmati makan siangnya itu.


“Sayang.” Panggilnya sambil mengusap saos pasta di bibir Aditya.


Aditya berbalik ke arah istrinya sambil terus menguyah.


“Ada apa sayang?” Tanya Aditya.


“Aku boleh kan pergi mengunjungi rumah lamaku bersama Kaila dan Zahila.”


Aditya kembali fokus memakan bekal makan siangnya tanpa menjawab ucapan istrinya. Kyra kembali bicara pada suaminya.


“Sayang. Jangan diam saja dong. Cepat katakan, aku boleh pergi atau tidak.” Sambil memegang lengan suaminya.


Aditya masih diam dan terus sibuk memakan makan siangnya.


Kyra kemudian teringat dengan ucapan Lea sahabatnya.


“Lea kan pernah bilang kalau minta sesuatu sama Kak Andi, dia bermanja – manja begitu. Apa aku juga perlu begitu ya, panggil dia mas seperti yang di bilang Lea.” Dalam hati Kyra.


Aditya yang melihat istrinya diam, dengan cepat menghabiskan makanannya lalu meraih botol minumnya dan meminumnya di sana. Ia tak menjawab ucapan istrinya karena ingin menghabiskan semua makanannya dan ikut menemani istrinya ke rumah lamanya itu.


Sedangkan Kyra kembali bicara pada suaminya.


“Sayang....Mas Adit....” Manjanya sambil menggoyang – goyangkan lengan Aditya.


Secara refleks, Aditya berbalik ke arah istrinya dengan wajahnya yang terlihat kaget. Ia sampai menyemprotkan air yang ia minum tepat di wajah Kyra.


Kyra juga ikut kaget ketika Aditya menyemprotkan air yang ada di mulutnya tepat di wajahnya. Ia memejamkan matanya di sana menahan air agar tidak masuk ke matanya.


Sedangkan Aditya langsung tertawa karena melihat tingkah manja istrinya itu.


Kyra langsung melepaskan tangannya di lengan suaminya dan membalikkan badannya ke depan dengan wajahnya yang terlihat kesal. Ia sangat kesal dengan Aditya yang lagi – lagi menertawainya.


Aditya kemudian meraih tisu yang ada di atas meja tepat di depannya.


“Maaf sayang. Aku tidak sengaja.” Sambil mengusap air di wajah Kyra.


Kyra semakin memalingkan wajahnya sambil meletakkan kedua tangannya di dadanya. Kedua tangannya itu ia silangkan di sana dengan wajahnya yang cemberut.


“Tidak usah pedulikan aku. Lanjutkan saja tawamu itu.” Ketusnya.


Aditya langsung memeluk istrinya dari belakang.


“Aduh....istriku marah ya. Maaf sayang, aku tidak bisa menahan tawaku tadi.”


“Pergi sana.”


Aditya semakin memeluk istrinya dari belakang sambil meletakkan dagunya di bahu Kyra.


“Jangan marah dong. Suamimu ini cuma bercanda tadi. Aku tertawa karena baru pertama kali mendengarmu menyebutku mas. Aku kaget sekali tadi, orang lagi makan kamu tiba – tiba bertingkah begitu.”


“Huh....aku tidak akan melakukannya lagi.”


“Jangan begitu dong. Aku suka mendengarnya kalau kamu panggil” Sambil berpikir. “Apa tadi, mas ya?”


Aditya kemudian mencium pipi istrinya dari belakang.


“Emmuach....emmuach....emmuach...”


“Jangan cium – cium terus. Aku sedang marah ya.”


“Ayo panggil lagi dengan sebutanmu tadi itu.”


“Tidak mau.”

__ADS_1


“Ayo sayang. Aku mau mendengarnya.”


“Tidak mau. Kamu pasti mau mengejekku lagi.”


“Kamu tidak mau menuruti suamimu ya.”


“Tidak mau.”


“Kalau begitu aku akan menghukummu karena berani tidak menurutiku.”


“Cih.....aku tidak takut.”


“Baiklah. Kamu tidak takut kan.”


Aditya kemudian menggelitik bagian perut Kyra sampai ke pinggangnya.


Kyra tertawa karena Aditya yang terus menggelitik tubuhnya.


“Hahahahahaha.....sayang hentikan. Hahahahaha.....sayang, geli.”


Kyra sampai berusaha  melepaskan dirinya dari Aditya yang terus memeluk dan menggelitik tubuhnya.


“Sayang.....hentikan....hahahahaha. Aku geli.”


“Aku tidak akan berhenti sampai kamu minta ampun padaku.”


Kyra yang sudah tak bisa menahan dirinya langsung berbaring terlentang di sofa sedangkan Aditya masih terus menggelitiknya.


“Ampun....ampun....aku akan menurutimu. Cepat hentikan, aku geli sekali.”


Aditya menghentikan aksinya itu lalu menggerakkan tubuhnya ke atas tubuh Kyra.


“Cepat panggil aku dengan sebutanmu tadi.”


“Mas Adit....”


“Lagi.”


“Lagi.”


“Mas Adit, Mas Adit, Mas Adit.” Panggilnya tanpa henti sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya karena malu di lihat Aditya.


Aditya langsung menarik kedua tangan Kyra lalu mencium bibir istrinya di sana. Ia menciumnya dengan mesra sampai membuatnya semakin bergairah. Ia kemudian meraba – raba bagian tubuh Kyra dan ingin memasukkan tangannya untuk meraba – raba dada istrinya tapi tangannya tak bisa menemukan celah untuk masuk ke dalam sana.


Ia melepaskan ciumannya dan menatap istrinya.


“Hei....baju apa yang kamu pakai ini. Kenapa semuanya tertutup?”


“Huh...bukannya kamu sendiri yang menyuruh para disainer itu memberikanku baju model seperti ini. Jangan salahkan aku.” Sambil memalingkan wajahnya.


“Tidak masalah. Aku bisa memegang semua yang kuinginkan dari luar. Aku juga bisa langsung merobek bajumu itu. Aku tinggal suruh May saja membelikanmu baju ganti.” Sambil tersenyum menggoda.


Kyra kembali melihat Aditya dan langsung mendorong suaminya ke depan lalu bangun dari sana.


“Kamu benar – benar ya. Baru tadi pagi kamu melakukannya padaku. Sekarang kamu mau melakukannya lagi.” Kesalnya.


“Melakukan apa sayang?” Godanya.


“Me- melakukan itu.” Balasnya dengan gagap karena malu dengan pertanyaan Aditya.


Aditya kembali memeluk Kyra dari belakang.


“Melakukan apa sayang. Aku tidak tahu maksudmu?” Tanya Aditya dengan wajahnya yang pura – pura tak tahu.


“Pokoknya itulah yang kamu lakukan seperti tadi pagi.”


“Dia semakin hari semakin menggemaskan apalagi kalau aku selalu menggodanya seperti ini.” Dalam hati Aditya.


Kyra kembali bicara pada suaminya.

__ADS_1


“Cepat lepaskan aku. Aku masih kesal padamu ya dengan masalah tadi.”


Aditya menghela nafasnya dengan kasar.


“Sayang....aku cuma bercanda tadi. Aku suka kalau kamu melakukan hal itu padaku. Dan tadi, aku diam bukan karena tidak mengijinkanmu untuk pergi tapi karena aku ingin menghabiskan makan siang yang kamu berikan itu baru setelah itu aku bisa ikut menemanimu ke sana.”


Wajah Kyra langsung ceria dan senang mendengar suaminya yang setuju dengan permintaannya itu.


Ia langsung berbalik ke arah Aditya.


“Yang benar.”


“Iya.”


“Terima kasih sayang.” Sambil memeluk erat suaminya.


Aditya hanya tersenyum sambil mengusap – usap belakang kepala istrinya dengan lembut.


Tiba - tiba Andi mengetuk pintu Ruang Kerja Aditya.


Kyra yang mendengar suara ketukan pintu Andi, langsung melepaskan pelukannya dari Aditya. Ia menegakkan tubuhnya di sofa begitu pun dengan Aditya.


"Masuklah." Perintah Aditya.


Andi masuk ke dalam setelah mendengar suara Aditya dari dalam. Ia berjalan menghampiri Aditya dan berdiri di depan bosnya itu.


"Tuan....rapat selanjutnya sudah di mulai."


"Sekarang."


"Iya tuan."


Aditya kemudian melihat ke arah istrinya.


"Tidak apa - apa sayang. Aku bisa pergi di antar Pak Malik. Kamu rapat saja dulu."


"Tidak bisa....aku harus menemanimu ke sana."


"Sayang....aku hanya sebentar kok. Tidak akan lama, lagi pula kan ada Pak Malik. Mata - mata kamu itu."


"Hah...mata - mata." Dengan wajahnya yang kaget.


"Cih....kamu pikir aku tidak tahu kalau Pak Malik itu selalu melaporkan semua yang kulakukan di luar."


Aditya hanya tertawa paksa karena ketahuan oleh istrinya. "Hehehehehe.....maaf sayang. Aku cuma mengawasi keadaanmu saja."


"Huh....alasan."


"Sudahlah.....aku pergi rapat dulu. Kamu pergilah ke sana. Maaf tidak bisa menemanimu." Sambil mengusap rambut Kyra dengan lembut.


"Iya."


"Jangan pulang malam ya. Kamu harus sampai rumah sebelum jam 5 sore."


"Iya....iya. Kamu cerewet sekali sih."


"Ayo panggil aku Mas Adit lagi."


"Mas Adit." Tanpa melihat suaminya.


Aditya langsung mencubit pipi istrinya. "Ya Ampun istriku manis sekali sih."


"Sakit sayang." Sambil memegang kedua pipinya.


Sedangkan Andi yang melihat mereka hanya bisa diam sambil bicara dalam hatinya.


"Saya masih disini loh. Apa kalian berdua tidak sadar kalau aku di sini. Bermesraan di depan orang, untung saja aku sudah menikah jadi aku menganggapnya biasa - biasa saja. Kalau Rey, pasti dia ngomel - ngomel lagi melihat mereka berdua begitu karena kesal dengan tingkah mereka yang tidak peduli dengan orang di depannya."


Aditya kemudian mencium istrinya dan berdiri dari tempat duduknya. Ia berjalan keluar bersama dengan Andi sedangkan Kyra masih di sana. Ia merapikan kotak makan siang suaminya lalu keluar dari Ruang Kerja suaminya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2