Beautiful Romance 2

Beautiful Romance 2
BAB 6 Beautiful Romance 2


__ADS_3

Kota New York Amerika Serikat.


Terlihat seorang gadis kecil sedang berlari kearah seorang wanita cantik berambut pendek yang sedang berdiri disamping mobilnya. Ia adalah Kyra Malaika.


"Mama"


"Sayang.....kamu dari mana saja?" tanya Kyra sambil jongkok didepan anaknya.


"Tidak kemana - mana. Cuma dirumah paman saja." balas Kaila sambil tersenyum.


Dari belakang Kaila, Bagas berjalan kearah mereka setelah memarkirkan mobilnya.


"Terima kasih Mas. Mas Bagas sudah mau menjaga Kaila." ucap Kyra sambil berdiri.


"Jangan berterima kasih begitu Kyra. Aku senang kalau harus jaga Kaila."


"Masuk dulu Mas. Mas Bagas pasti lapar kan. Sekalian aku buatkan makanan."


"Ia...."


Mereka berdua lalu masuk kedalam Apartemen kecil milik Kyra. Kyra langsung menuju dapur dan masak untuk mereka.


Tiba - tiba bell Apartemen Kyra berbunyi. Bagas mencoba membuka pintu dan melihat Ivan tengah berdiri didepan pintu.


"Kamu sudah datang"


"Ia....Mas Bagas sudah dari tadi."


"Ia....ayo masuk"


Kaila yang melihat Ivan langsung berlari kearahnya.


"Papa"


Ivan langsung tersenyum dan menggendong Kaila.


"Sayang....hari ini Kaila ngapain saja?"


"Banyak.....Kaila main ke rumah paman Bagas."


"Wah....pasti seru ya!" sambil duduk disofa bersama Kaila.


"Ia...paman Bagas juga beliin banyak makanan untuk Kaila." ucap Kaila dengan wajah antusiasnya.


"Wah....Kaila bahagia sekali ya bisa terus bersama paman Bagas."


"Ia....Kaila sayang sekali sama paman Bagas" sambil menengok dan tersenyum pada Bagas.


 Bagas membalas Kaila dengan ciuman jauh.


"Terus....Kaila tidak sayang sama papa?" tanya Ivan dengan memasang wajah cemberut didepan Kaila.


"Iiih....papa cemburu ya sama Paman Bagas." ucap Kaila sambil tersenyum centil pada Ivan.


"Ia nih....papa cemburu, habis Kaila cuma sayang pada paman saja. Sedangkan papa tidak."


"Sini....Kaila cium biar papa tidak cemburu lagi"


Ivan memajukan kepalanya lalu Kaila mengecup pipi Ivan. Bagas dan Kyra yang menyaksikan itu hanya tertawa senang tanpa mengganggu mereka.


Kyra sudah selesai masak. Ia meletakkan semua makanannya dimeja lalu mereka makan bersama.


***


Saat ini, Kyra memang tinggal di New York Amerika Serikat bersama putri semata wayangnya yang bernama Kaila dan adiknya Zahila. Mereka tinggal disebuah Apartemen yang sederhana.


Ia sudah tinggal selama delapan tahun lamanya di Amerika. Dulu ia meninggalkan Indonesia bersama Bagas dalam keadaan hamil muda. Saat itu, ia meninggalkan Indonesia karena merasa dirinya tidak sanggup lagi tinggal dengan suami yang tidak mencintainya.


Bagas sendiri adalah seorang sahabat sekaligus kakak baginya karena Bagas selalu mendukung setiap langkah yang ia ambil. Bagas juga seperti itu, ia menganggap Kyra sebagai adiknya sendiri.


Sedangkan Ivan merupakan mantan pacarnya waktu SMA. Mereka berdua bertemu kembali di Amerika sejak Kaila masih berusia dua tahun.

__ADS_1


Kaila menganggap Ivan sebagai ayahnya karena tak sengaja menemukan foto SMA ibunya bersama Ivan yang terlihat mesra.


Sekarang ini Kyra sudah menjadi seorang wanita karir. Ia bekerja disebuah perusahaan besar dikota New York sebagai Manager Pemasaran. Ia menjadi salah satu karyawan yang paling kompeten dan karena itulah ia disukai oleh bosnya. Ia karyawan yang disiplin dan selalu memperhatikan setiap detail pekerjaan yang ia lakukan.


Kembali pada mereka.


Setelah selesai makan, tiba – tiba Kyra menerima telfon dari Tante Rosa menyuruhnya datang ke rumah sekarang.


Selesai menelfon, ia berjalan kearah Bagas yang tengah duduk bersama Ivan dan Kaila. Ia mengajak Bagas keluar untuk bicara berdua dengannya.


“Mas....aku boleh bicara berdua sebentar.”


“Bisa...”


“Kita bicara diluar saja.”


“Baiklah...”


Bagas langsung berdiri dari tempat duduknya dan berjalan keluar bersama Kyra sedangkan Ivan masih asyik bermain bersama Kaila.


Ketika diluar, Bagas dan Kyra berdiri sambil berbicara serius.


“Ada apa?” Tanya Bagas penasaran.


“Apa ada masalah dengan perusahaan?”


“Apa tante menelfonmu tadi?”


“Ia...dia menyuruhku datang ke rumah sekarang. Sepertinya ada masalah serius yang terjadi.”


“Memang sekarang perusahaan dalam masalah krisis, semua investor menarik kerja sama mereka secara tiba – tiba, bahkan sekarang tidak ada yang mau bekerja sama dengan perusahaan. Aku masih berusaha mencari perusahaan yang bersedia bekerja sama dengan kita.” Jelasnya dengan serius.


“Baiklah....aku akan menemui tante sekarang.”


“Kyra....kalau tante meminta sesuatu yang menurutmu itu tidak sesuai keinginanmu, kamu jangan menurutinya. Utarakan pendapatmu didepannya.”


“Ia...mas. Kalau gitu aku pergi bertemu tante dulu. Aku minta tolong jaga Kaila sebentar sampai Zahila pulang, dan tolong beritahu kan pada Ivan kalau aku tidak bisa mengantarnya ke bandara.”


“Baiklah...”


“Baiklah....hati – hati.”


“Ia...”


Kyra pergi meninggalkan Apartemen kecilnya dengan menaiki mobil pribadinya. Selama 30 menit, ia sampai di rumah mewah milik Tante Rosa. Ia sudah disambut oleh seorang pelayan yang ada didalam rumahnya.


“Selama datang Nona Caroline.” Sapanya sambil membungkuk hormat.


“Tante dimana?”


“Nyonya sudah menunggu Anda di Ruang Kerjanya, nona.”


“Baiklah....aku langsung kesana sekarang.”


“Baik....apa Anda mau bermalam disini, saya akan membuatkan makanan kesukaan Anda?”


“Tidak usah....saya cuma sebentar kok.”


“Baik nona.”


“Saya bertemu tante dulu yah.”


“Ia nona.”


Kyra berjalan menuju ruang kerja Tante Rosa. Ketika sampai di Ruang Kerja Tante Rosa, Kyra langsung mengetuk pintu ruangan wanita yang sudah mengangkatnya anak delapan tahun lalu itu.


“Masuk...”


Kyra masuk ke dalam, ia sudah melihat Tante Rosa duduk di kursi kerjanya.


“Kemarilah.” Perintah Tante Rosa.

__ADS_1


“Ia tante.”


Kyra berdiri didepan Tante Rosa sedangkan Tante Rosa menatapnya dengan serius, ia langsung mengatakan maksudnya memanggil Kyra datang ke rumah.


“Caroline.....tante memanggilmu datang kesini karena ada masalah dengan perusahaan kita. Tante ingin kamu membantu tante untuk menyelamatkan perusahaan keluarga kita.” Ucapnya dengan serius.


“Apa yang bisa saya lakukan tante. Sekarang kan saya bekerja diperusahaan lain, kalaupun saya pindah ke perusahaan tante, itupun tidak membantu sama sekali?”


“Kamu tidak perlu pindah, kamu hanya perlu bertunangan dengan keponakan rekan bisnis tante.”


“Apa....bertunangan?” sahutnya dengan kaget.


“Ia.....mereka bersedia bekerja sama dengan perusahaan kita asalkan kamu bertunangan dengan keponakannya.”


“Tapi tante, saya ini wanita yang pernah menikah bahkan sudah memiliki anak. Bagaimana mereka mau bertunangan dengan saya?”


“Mereka sudah tahu tentangmu....keponakannya selalu menceritakan dirimu padanya.”


“Apa mereka mengenal saya?” Tanya Kyra penasaran.


“Kamu sangat mengenalnya.”


“Siapa tante....perasaan saya tidak dekat dengan seorang pria. Saya kan Cuma dekat dengan Mas Bagas dan Ivan?”


Tante Rosa hanya tersenyum mendengar ucapan Kyra. Kyra kemudian tersadar dengan wajah tersenyum Tante Rosa yang ditunjukkan padanya.


“Apa orang yang mau tante jodohkan itu, Ivan?”


“Tepat sekali....tantenya yang ada di Singapura bersedia bekerja sama dengan kita asalkan kamu menikah dengan keponakannya. Selama delapan tahun ini tante tidak pernah meminta hal padamu tapi kali ini tante sangat krisis, Caroline. Tante tidak tahu kenapa para investor tiba – tiba menarik uang mereka, perusahaan lain juga tidak bersedia bekerja sama dengan kita. Tante tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk menyelamatkan perusahaan yang tante bangun dengan susah payah.” Jelasnya dengan tegas.


“Tadi saya sempat bicara pada Mas Bagas, dia menceritakan sedikit tentang perusahaan. Dia bilang akan berusaha mencari perusahaan yang akan membantunya. Apa sebaiknya kita mencari dulu tante?”


“Mau mencari sampai kapan, sampai perusahaan ini bangkrut, begitu. Caroline....biarpun kamu sudah keluar dari rumah ini dan hidup mandiri diluar sana tapi delapan tahun lalu kamu menjadi begian keluarga ini. Kamu menggantikan posisi Biangka sebagai adik Bagas. Dulu kamu juga pernah bilang pada tante kalau tante butuh bantuan kamu, kamu bersedia menolong tante. Apa kamu sudah lupa?”


Kyra tertegun mendengar ucapan Tante Rosa, ia tidak menyangka kalau Tante Rosa sampai bicara begitu. Ucapan Tante Rosa itu membuatnya sangat terbebani.


Meskipun selama ini ia tidak pernah menerima uang yang diberikan Tante Rosa dan membanting tulang sendiri untuk membiayai kuliahnya seperti yang ia lakukan saat ia masih SMA tapi baginya keluarga mereka sangat berjasa karena Tante Rosa selalu mendampinginya ketika ia mengalami kesusahan. Tante Rosa selalu memberikannya dukungan setiap jalan yang ia ambil, itu sangat membuatnya terbebani seperti sekarang ini.


“Baiklah....saya akan mempertimbangkannya lagi tante.”


“Buat apa....tante butuh keputusanmu sekarang. Perusahaan tidak bisa menunggu kamu sampai besok, lagipula Kaila itu butuh seorang bapak. Apa kamu ingin membuat dia seperti dirimu, apa kamu ingin orang – orang merendahkannya karena tidak punya ayah?” Tegasnya


“Kaila itu punya orang tua lengkap tante. Dia masih punya ayah.”


“Apa laki – laki yang berselingkuh dengan temanmu itu. Dia yang kamu sebut ayahnya?”


“Bagaimana pun juga dia adalah ayah biologis Kaila. Tolong tante jangan mengungkit masalah ayahnya yang seperti itu. Kalau Kaila sampai mendengarnya dia pasti sangat kecewa.”


“Itu terserah padamu saja, yang penting kamu bersedia membantu tante lagipula apa salahnya kalau kamu menikah. Meskipun kamu masih trauma dengan pernikahan tapi cobalah untuk mengerti anakmu yang membutuhkan ayah. Dia itu masih kecil, butuh sosok ayah. Mungkin saja kalau kamu menikah, penyakit mimpi burukmu itu akan sembuh. Kamu tidak mau kan setiap malam berteriak seperti orang gila.”


Kyra kemudian memejamkan matanya mencoba menenangkan dirinya. Ia kembali bicara pada Tante Rosa setelah dirinya merasa tenang.


“Baik tante....saya bersedia bertunangan dengn Ivan selama itu bisa membuat perusahaan tante selamat, akan saya lakukan apa saja?”


“Terima kasih sayang. Oyah, kamu tidak lupa kan kalau lusa jadwal periksamu. Jangan cuma makan obat depresi saja, itu tidak akan membantu penyakitmu. Kamu harus terus terapi hipnotis supaya penyakit anehmu itu hilang.”


“Baik tante...” Balasnya sambil mengangguk pelan didepan Tante Rosa.


“Pulanglah...tante akan menjemputmu lusa.” Ucapnya sambil tersenyum.


“Ia....”


Kyra meninggalkan rumah Tante Rosa menuju Apartemennya. Ia merasa memang seharusnya ia menikah untuk memberikan Kaila orang tua lengkap tapi satu hal yang ia khawatirkan adalah penyakitnya. Apakah Ivan bisa menerimanya, karena selama ini hanya Tante Rosa, Bagas dan adiknya yang tahu tentang penyakit yang dideritanya itu. Ia tidak pernah cerita dengan Ivan.


Kyra memang menderita penyakit PTSD (Post Truamatic Stress Disorder), seseorang yang mengalami ini akan selalu bermimpi buruk, sering kali berteriak, menangis, bahkan menendang. Itu dialami jika seseorang tidak bisa melupakan kenangan masa lalunya yang menyakitkan. Bahkan bisa berakibat buruk pada dirinya seperti depresi jangka pendek tapi jika terus seperti itu kemungkinan besar akan mengalami depresi yang berkepanjangan.


Selama ini, Kyra melakukan berbagai macam pengobatan, salah satunya terapi hipnotis yang akhir – akhir ini ia lakukan. Ia lakukan terapi itu agar ia tidak mengalami depresi.


Penyakit itu tejadi setelah ia melahirkan Kaila, ia selalu bermimpi tentang kejadian di hotel ketika ia menemukan Aditya bersama dengan Aura ditambah penghianatan Aura yang selalu membayangi dirinya.


Setiap malam ia menangis keras dalam mimpinya sampai berteriak seperti orang gila. Ketika itu terjadi, hanya obat penenang yang bisa membuatnya kembali merasa nyaman.

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa di Like yah untuk Kyra dan Kaila.


__ADS_2