Beautiful Romance 2

Beautiful Romance 2
BAB 54 Beautiful Romance 2


__ADS_3

Hai Aku Dewi


Aku sudah rilis novel dengan judul PERNIKAHAN PAKSA TUAN ARROGANT silahkan baca sambil tunggu author up beberapa episode dari Aditya.


Terima Kasih🤗


SELAMAT MEMBACA


Kyra mondar - mandir memikirkan bagaimana caranya merayu Aditya agar membiarkannya keluar rumah, karena ia ingin sekali bisa bertemu dengan Tania apalagi Bagas hari ini akan sampai di Indonesia.


“Apa yang harus kulakukan ya?” Gumamnya sambil berpikir. “Oh...Ia. Aditya kan orangnya suka hal – hal yang romantis ya. Apa aku rayu dia saja ya?”


Kyra berjalan ke arah cermin besar yang tak jauh darinya. Disana ia membalikkan badannya ke kiri dan ke kanan sambil terus melihat wajahnya di cermin. Ia lalu mundur  ke belakang sambil bercermin.


“Egehm....Darling...” Ucapnya sambil tersenyum memperagakan dirinya.


“Ah...bukan seperti itu. Harus natural, Kyra. Harus natural.”


Ia kembali tersenyum lebar di depan cermin. “Darliiiing.”


Ia kemudian memejamkan matanya. “Harusnya lebih mesra lagi.”


Ia kembali membuka matanya, melihat dirinya di cermin. Ia tersenyum disana dan melanjutkan aksinya tadi. “Darling...Honey....Baby.....” dengan suara yang terdengar mesra.


Kyra kemudian menghentikan aksinya itu karena ia tak tahu cara melakukan semua hal seperti itu.


“Tahu ah...” Sambil duduk di kursi depan cermin.


Ia lalu berdiri dan berjalan ke tempat tidurnya. Ia duduk disana sambil meraih HP-nya yang ia letakkan tadi di kasurnya.


“Aku coba telfon Aditya dulu. Aku panggil dia Darling saja seperti si Bosku dulu panggil istrinya Darling.” Gumamnya sambil mengetik nomor suaminya.


Ia lalu meletakkan telfon genggamnya itu di telinganya.


Perusahaan Sinatria.


Aditya sekarang tengah rapat bersama para karyawannya. Tiba – tiba HP-nya bergetar di atas meja tepat di depannya. Ia meraih HP-nya itu dan langsung melihat nama istrinya yang sudah ia simpan tadi.


“Eh....istriku. Pasti dia mau memujiku karena sudah memenuhi semua keinginannya tadi.” Dalam hati Aditya sambil tersenyum sendiri.


Ia angkatlah panggilan masuk istri tersayangnya itu dengan wajahnya yang terlihat senang.


Suara Telfon.


“Darliiiiiinnng.” Panggil Kyra dengan keras di balik telfon membuat Aditya syok sampai menjatuhkan HP-nya.


Matanya sampai melotot karena tak percaya dengan apa yang ia dengar itu begitupun dengan para karyawannya yang ada di depannya.


Mereka semua kaget bukan karena Kyra tapi karena Aditya langsung menjatuhkan HP-nya di depan mereka.


Aditya yang tadi syok....meraih kembali HP-nya yang jatuh dan langsung mematikan HP-nya. Ia berbalik ke samping melihat Andi yang sedari tadi berdiri di sampingnya.


Ia menunjukkan nomor baru istrinya yang tadi Andi berikan padanya.


“Hei...kamu memberikanku nomor yang salah ya.” Tunjuknya pada nomor di layar HP-nya.


Wajah Aditya terlihat marah pada Andi karena mengira Andi memberikannya nomor perempuan lain.


Andi langsung melihat nomor yang ada di layar HP bosnya itu.


“Tidak tuan. Itu benar – benar nomor Nona Kyra yang saya berikan tadi.”


“Terus kenapa yang bicara di dalam telfon itu bukan istriku?” Tanya Aditya sambil mengerutkan keningnya.

__ADS_1


Saking syoknya Aditya tadi. Ia sampai tak tahu suara istrinya sendiri.


Andi lalu menjawab pertanyaan bosnya itu.


“Itu benar – benar nomor Nona Kyra, tuan. Memang apa yang dikatakannya tadi?” Tanya Andi yang juga penasaran dengan perempuan tadi.


“Dia memanggilku darling.”


“Bagaimana kalau tuan menghubungi lagi karena saya benar – benar sudah menyuruh orang yang membawa beberapa model HP pada nona. Dia tidak mungkin memberikan pada orang lain.”


Aditya kembali menatap layar HP-nya. Ia ingin menghubungi nomor tadi, tapi Kyra memanggilnya duluan bahkan panggilan video.


Aditya langsung kaget melihat layar HP-nya. “Dia melakukan panggilan video. Kalau dia wanita lain terus Kyra tahu, bagaimana. Dia pasti ngamuk padaku.” Gumamnya sambil terus menatap HP-nya.


“Angkat saja tuan. Anda kan hanya ingin tahu. Kalau benar – benar perempuan lain yang tadi menelfon Anda, Nona Kyra tidak akan tahu kalau Anda mengangkat telfonnya.”


Aditya hanya diam saja sambil menggigit kuku ibu jarinya karena takut mengangkat HP-nya itu. Ia seperti itu karena trauma berhubungan dengan wanita lain.


Andi kembali bicara padanya. “Tenang saja tuan. Nona Kyra tidak akan tahu.”


Aditya terus diam sambil menatap layar HP-nya sedangkan Kyra terus melakukan panggilan video padanya.


Para karyawan yang menatap tingkah bosnya itu merasa aneh. Mereka baru melihat wajah khawatir bosnya untuk yang pertama kalinya.


“Ada juga yang membuat Tuan Aditya terlihat takut.” Dalam hati salah satu karyawannya.


Aditya kemudian menatap semua karyawannya. “Kalian istirahat dulu 10 menit.” Ucapnya dengan tegas pada semua karyawannya.


“Baik.” Balasnya bersamaan.


Aditya  berdiri dari tempat duduknya dan keluar dari Ruang Rapatnya itu. Ketika ia di luar, ia langsung mengangkat panggilan video istrinya.


Saat Aditya mengangkat panggilan video istrinya. Bibir Kyra sudah memenuhi layar HP-nya sampai wajahnya tidak terlihat.


“Aditya....Dit....Aditya. Kamu kenapa sih, kenapa gelap sayang. Wajahmu mana?” Kyra yang terus bicara di balik telfon.


Aditya tersadar dengan suara istrinya yang memanggil namanya. Ia lalu mengambil HP-nya yang ada di lantai.


Ia melihat wajah istrinya yang ada di layar HP-nya.


“Hah.” dengan wajahnya yang terlihat tak percaya.


“Hai darling.” Sambil tersenyum lebar dan melambaikan tangannya pada Aditya.


Aditya langsung meletakkan tangannya di jidatnya dengan kepala menghadap keatas. Ia memejamkan matanya sambil tertawa kecil. Ia mencoba menenangkan dirinya yang kaget tadi. Setelah merasa tenang, ia kembali melihat layar HP-nya menatap istrinya.


“Darling....darliiiing. Emmuach.” Memajukan bibirnya mencium suaminya.


Tawa Aditya langsung pecah mendengar istrinya memanggilnya seperti itu sampai orang yang ada di dalam Ruang Rapat terlihat kaget.


Seketika wajah Kyra langsung cemberut melihat suaminya yang menertawakan dirinya. Ia sampai memalingkan wajahnya tak ingin melihat Aditya yang tidak berhenti tertawa.


Aditya berusaha menghentikan tawanya yang masih ingin tertawa ketika melihat istrinya cemberut dan tak melihatnya.


“Sayang....maaf. Aku benar – benar tidak bisa menahan tawaku.”


“Huh...”


Aditya kembali tertawa. Ia lalu berbicara pada istrinya.


“Aku sampai berpikir kalau aku menyimpan nomor yang salah. Ternyata istriku yang sudah gila sampai memanggilku darling.”


“Cih....matikan saja. Aku tidak ingin bicara denganmu.” Ketusnya.

__ADS_1


“Sayang....jangan marah dong. Aku cuma tidak menyangka kalau kamu bisa mengatakan hal begitu.”


Kyra hanya diam saja dengan wajahnya yang cemberut. Aditya kembali bicara pada istrinya.


“Kamu pasti melakukan ini karena kamu melakukan kesalahan padaku kan. Katakan saja, tidak usah melakukan hal yang tidak pernah kamu lakukan sampai membuat orang syok. Kalau suamimu punya penyakit jantung, mungkin saja tadi langsung meninggal karena syok.” Sambil tersenyum.


Kyra tersadar dengan apa yang ingin ia katakan pada suaminya. Ia langsung menatap suaminya sambil tersenyum.


“Aku tidak melakukan kesalahan sayang"


"Terus...kamu melakukan ini karena apa?"


"Aku ingin minta izin keluar sayang, boleh kan. Aku ingin bertemu dengan Lea. Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengannya. Ya....ya...ya...sayang ya.” dengan memasang wajah kasihan di depan Aditya.


“Telfon saja dia suruh ke rumah. Buat apa kamu ketemuan di luar?”


“Aku ingin bertemu di kampus kita yang dulu.”


“Nanti aku hubungi Lea suruh datang ke rumah. Kamu tidak usah keluar rumah.”


Kyra langsung menunduk lesu karena Aditya tidak mengijinkannya keluar rumah. Rencananya gagal total.


“Jangan kesal begitu. Kamu tetap bertemu dengan Lea kan.”


“Eem” Sahutnya yang masih menunduk.


“Tunjukkan wajahmu. Aku ingin melihatnya.”


Kyra menaikkan wajahnya yang terlihat tak semangat. Aditya hanya tersenyum melihat istrinya seperti itu.


“Sudah....jangan cemberut begitu. Nanti aku bawa kamu jalan – jalan ke kampus.”


Kyra masih diam cemberut tak melihat suaminya. Aditya kembali bicara pada istrinya.


“Cup...cup....cup.....cup sayang.” Menggoda istrinya.


Kyra langsung menatap Aditya. “Memangnya aku anak kecil.”


“Wajahmu itu seperti anak kecil sekarang. Sudah...jangan cemberut begitu. Kalau kamu begitu, suamimu ini tidak semangat bekerja sayang. Mana senyummu yang manis itu.”


Kyra langsung tersenyum paksa di depan suaminya.


Aditya menyodorkan bibirnya di layar HP-nya. “Emmuach”


“Sudah ya. Aku masih rapat sayang.”


“Ia...jangan lupa minum Teh Herbalmu itu. Awas kalau aku tahu kamu tidak minum.”


“Ia...akan aku minum.”


Aditya kemudian melambaikan tangannya di depan istrinya. “Daaaaa....sayang.”


Kyra membalas lambaian tangan suaminya sambil tersenyum.


Panggilan videonya pun di tutup. Aditya kembali masuk ke dalam untuk melanjutkan rapatnya. Ia senyum – senyum sendiri mengingat kelakuan istrinya tadi. Ia tak sadar kalau dirinya di tatap para karyawannya yang sedari tadi menunggunya. Ia langsung menghentikan senyumnya dan memasang wajah datarnya ketika ia sadar dirinya di perhatikan.


Sedangkan Kyra yang berada di rumahnya langsung melemparkan tubuhnya di kasur.


“Gagal...Aditya kurang ajar. Aku berusaha berlatih tadi, tapi dia malah menertawaiku. Huh...”


Ia menghela nafasnya sambil meletakkan lengannya di atas jidatnya. Ia memejamkan matanya disana.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2