Beautiful Romance 2

Beautiful Romance 2
BAB 70 Beautiful Romance 2


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Kyra sekarang sudah berada di depan Perusahaan Sinatria. Ia keluar dari kantor suaminya setelah berpamitan pada May tadi.


Di luar sudah ada Pak Malik yang berdiri di samping mobilnya. Ia membuka pintu mobilnya itu untuk Kyra.


“Silahkan masuk nyonya.” Sambil tersenyum.


“Pak Malik dari tadi berdiri di sini.”


“Tidak nyonya. Saya baru saja ada di sini.”


“Hem...pasti Aditya lagi yang beritahu.” Dalam hati Kyra.


Kyra kemudian naik ke dalam mobil diikuti Pak Malik yang masuk ke dalam mobil.


Di dalam mobil.


“Nyonya....apa kita langsung pulang ke rumah?”


“Iya pak. Kita pulang dulu jemput Kaila dan Zahila baru ke rumah orang tuaku yang dulu.”


“Baik nyonya.”


Pak Malik pun melajukan mobilnya kembali ke rumah Aditya yang di pinggir pantai.


Selama beberapa menit, mereka sampai di rumahnya. Kyra turun dari mobil tanpa menunggu Pak Malik turun dari mobil. Di depan rumahnya sudah ada Zahila dan Kaila yang berdiri menunggunya.


Kyra berjalan menghampiri mereka berdua.


“Loh...kalian kok ada di sini sih.” Tanya Kyra penasaran.


“Kami menunggu kakak. Kakak tadi kirim pesan padaku untuk siap – siap kan. Sekarang kami sudah siap – siap untuk pergi.”


“Kakak pikir Kaila belum pulang sekolah.” Jawab Kyra.


“Kaila baru pulang ma.” Sahut Kaila.


Kyra membungkuk melihat anaknya yang ada di depannya itu.


“Kaila di jemput sama siapa sayang?” Tanya Kyra.


“Kaila di jemput oma dan Tante Lina.”


“Tante Lina dan oma dimana sayang?”


“Tante Lina ada di dalam. Kalau oma pergi lagi, katanya mau kembali ke kantor sebentar.”


“Oooo....begitu. Ya sudah, ayo kita pergi sekarang.” Sambil memegang tangan anaknya.


“Tunggu Tante Lina dulu ma. Dia masih di dalam. Kalau Tante Lina tidak ikut nanti dia di marahi papa.” Ucap Kaila.


“Iya...mama tunggu.” Jawab Kyra sambil tersenyum.


Tak lama kemudian Lina keluar dari dalam. Ia langsung membungkuk di depan Kyra.


“Maaf....sudah membuat nyonya menunggu. Tadi anak saya terus melakukan Video Call. Saya bicara dulu padanya karena dia tidak hentinya melakukan panggilan.”


“Tidak apa – apa. Aku mengerti, tidak usah minta maaf begitu mba.”


“Terima kasih nyonya.”


“Ayo sekarang kita jalan.”


“Baik.”

__ADS_1


Mereka pun berjalan masuk ke dalam mobil yang di kendarai Pak Malik. Kyra, Kaila dan Zahila duduk di belakang sedangkan Lina dan Pak Malik duduk di depan.


Pak Malik melajukan mobilnya menuju rumah lama Kyra.


Tak lama kemudian mereka sampai di rumah lama Kyra. Kyra turun dari mobil sambil menggendong anaknya turun dari sana. Ia kemudian menurunkan Kaila dan memegang tangannya.


Zahila pun ikut turun bersama Lina setelah Kyra dan Kaila turun. Kyra terlihat kaget melihat rumahnya yang tiba – tiba berubah seperti rumah baru.


“Apa ini rumah kita?” Tanya Kyra sambil melihat Zahila.


Zahila hanya menaikkan kedua bahunya dengan wajahnya yang tak tahu.


“Itu rumah Anda nyonya. Saya tidak salah.” Sahut Pak Malik.


Tiba – tiba Maria keluar dari dalam rumahnya. Ia kaget ketika melihat Kyra dan semua orang tengah berdiri di depan rumah.


Maria berlari ke arah Kyra. “Nona....akhirnya Anda kembali.”


Kyra ikut kaget melihat Maria berlari ke arahnya.


“Maria.....” Panggilnya sambil tersenyum senang melihat Maria yang pernah menjadi pelayan pribadinya itu.


Kyra memegang kedua tangan Maria. “Kenapa kamu bisa ada di sini?” Tanya Kyra.


“Saya di sini menjaga rumah Anda. Tuan Muda yang menyuruh saya tinggal di sini, nona.”


“Aditya...”


“Iya nona. Saya sangat merindukan nona.” Sambil menangis.


“Ya ampun Maria, kenapa kamu menangis?”


“Itu karena saya sedih waktu Anda pergi. Anda pergi begitu saja.”


“Iya..maaf nona. Sebaiknya kita masuk ke dalam rumah saja. Mari nona.” Mempersilahkan mereka masuk.


Mereka semua pun masuk ke dalam rumah Kyra yang sudah di renovasi Aditya. Meskipun rumahnya kecil tapi rumahnya terlihat baru dan mewah.


“Silahkan duduk nona. Semuanya silahkan duduk.” Mempersilahkan mereka duduk.


Mereka semua duduk di sofa sedangkan Kyra berkeliling di dalam rumahnya melihat keadaan rumahnya yang terlihat baru itu.


Sementara Maria masuk ke dalam membuat minuman untuk mereka semua.


“Aku tidak menyangka kalau Aditya bisa melakukan ini semua saat aku tidak ada. Rumah ibu dan ayah sangat indah. Aku pikir rumahnya sudah di penuhi sarang laba – laba.” Gumamnya yang sudah berada di dalam kamarnya.


Maria yang selesai mengantar minuman pada mereka mendatangi Kyra yang berada di kamarnya.


“Nona...”


Kyra langsung berbalik ke arah Maria. Maria kembali bicara pada Kyra.


“Waktu Tuan Muda membawa saya datang ke sini. Tuan Muda duduk lama di kamar Anda.”


Kyra kemudian berjalan ke arah tempat tidurnya. Ia duduk di tepi tempat tidurnya sambil mengusap – usap kasurnya itu.


“Pasti dia sangat sedih. Aku bisa membayangkan wajahnya yang sedih itu.” Tanpa melihat Maria dan hanya melihat kasur yang ia usap – usap di sana.


Tiba – tiba Kaila mendatangi ibunya di dalam kamarnya.


“Mama.” Panggilnya.


“Sayang....”


“Ini kamar siapa ma?”

__ADS_1


“Ini kamar mama waktu mama masih sekolah. Mama waktu kecil sampai SMA tinggal di sini sayang.”


“Apa mama mau tinggal di sini lagi?”


“Tidak sayang. Mama cuma datang melihat rumah yang mama tinggali. Ini juga rumah kakek dan nenek Kaila.”


“Nenek dan kakek yang pernah mama tunjukkan fotonya itu.”


“Iya sayang.”


Kyra kemudian melihat ke arah Maria yang masih berdiri di sana.


“Jadi selama ini kamu tinggal di sini.” Tanya Kyra.


“Iya nona. Tuan Muda menyuruh saya tinggal di sini bersama ibu saya. Saya sangat bersyukur karena saya bisa tinggal lagi bersama ibu saya tanpa harus memikirkan rumah kontrakan untuk ibu saya apalagi Tuan Muda memberikan gaji yang besar agar saya tetap tinggal disini. Sebenarnya, Tuan Muda tidak perlu membayar saya dengan gaji yang besar tapi beliau tetap bersikeras melakukannya.”


“Kalau tuanmu sudah memaksa begitu, kamu tidak usah merasa tidak enak begitu. Dia pasti sangat senang melakukannya.” Sambil tersenyum melihat Maria.


“Iya....terima kasih nona.”


“Terus ibu kamu dimana?” Tanya Kyra yang penasaran.


“Maaf nona. Kebetulan ibu saya tidak ada di rumah, dia pergi belanja bahan makanan.”


“Iya....tidak apa – apa Maria.”


“Oh ya nona. Motor Anda juga masih ada, masih bagus. Tapi tidak pernah di pakai. Tuan Muda merawtnya dengan baik, katanya itu motor peninggalan orang tua Anda.”


“Iya...aku tahu. Kalau rumah ini dia jaga dengan baik, dia pasti juga merawat motor tua itu dengan baik.” Sambil tersenyum.


“Iya nona.”


“Sudah...sebaiknya aku dan yang lainnya pergi dulu.”


“Nona mau pergi kemana. Anda baru saja sampai di sini?”


“Aku memang cuma datang melihat rumah ini. Aku ingin membawa Kaila ke makam kakek dan neneknya.”


“Iya nona.”


Kyra kemudian melihat ke arah anaknya.


“Kaila sayang. Salam dulu sama Tante Maria.”


“Tante Maria itu siapa?” Tanya Kaila dengan polosnya.


“Dia itu temannya mama sayang.”


Kaila pun berjalan ke arah Maria.


“Halo tante.” Mengulurkan tangannya di depan Maria.


Maria langsung berjongkok di depan Kaila.


“Halo Nona Kecil....” Membalas uluran tangan Kaila. “Wah....Nona kecil sudah besar ya, sudah menjadi gadis yang cantik”


“Terima kasih.” Sambil tersenyum.


Kyra berdiri dari tempat duduknya lalu memegang tangan anaknya. Maria ikut berdiri saat melihat Kyra berdiri.


“Ayo kita keluar.”


Mereka pun keluar dari sana dan berjalan menuju Ruang Tamunya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2