Beautiful Romance 2

Beautiful Romance 2
BAB 22 Beautiful Romance 2


__ADS_3

Aditya dan Kaila sudah duduk di meja makan sedangkan Kyra duduk didepan mereka berdua.


Kyra mengambil piring Kaila dan mengisinya dengan nasi dan lauk. Aditya pun ikut mengambil piringnya dan menyodorkannya didepan Kyra sambil tersenyum.


“Apa kamu tidak bisa mengambil sendiri makanannya?” Tanya Kyra dengan serius.


“Aku juga ingin diambilkan makanan seperti Kaila.” Ucapnya sambil tersenyum. Ia kemudian menengok kesamping anaknya. “Ya kan sayang.”


Kaila mengangguk. “Ia...”


Kyra mengambil piring ditangan Aditya dan mengisinya dengan nasi dan lauk seperti yang dilakukan pada Kaila.


Ia kemudian memberikannya kepada Aditya.


“Terima kasih sayang.” Ucap Aditya sambil tersenyum.


“Huh....memanggilku sayang. Kamu pasti sengaja melakukannya didepan Kaila untuk membuatnya berpihak padamu. Meskipun dia berpihak padamu, tapi aku tidak akan membiarkan kamu mengambil anakku dengan caramu yang murahan itu.” Dalam hati Kyra sambil menatap Aditya yang mulai makan bersama anaknya.


Aditya kemudian berbicara kepada Kyra tentang sekolah Kaila.


“Besok aku akan mencarikan sekolah yang bagus untuk Kaila. Dia sudah 7 tahun, sudah seharusnya dia masuk SD kan.”


“Aku sudah pernah mendaftarkannya waktu di Amerika.”


“Kenapa kamu membicarakan Amerika didepanku. Apa kamu masih berpikir untuk kembali kesana?” Tanya Aditya sambil mengerutkan keningnya.


“Aku hanya mengatakannya padamu. Aku tidak punya rencana kesana lagipula kamu sudah membuatku tidak bisa kemana – mana kan.”


“Awas kalau kamu sampai mengingkari janjimu itu.” Ucapnya dengan serius.


Kyra hanya diam saja mendengar ucapan Aditya. Aditya kembali bicara pada Kyra.


“Hari ini aku ingin tidur disini bersama anakku.”


Kyra kaget mendengar ucapan Aditya.


“Apa kamu sadar yang kamu katakan itu?”


“Aku sadar....sangat sadar.”


Kyra menghela nafasnya dengan kasar. Ia kembali bicara pada Aditya.


“Aku ingin bicara berdua denganmu.”


“Kamu tidak lihat aku dan Kaila sedang makan.”


Kyra menghentikan pembicaraannya saat Aditya mengatakan seperti itu padanya dan melanjutkan memakan makanannya.


Setelah makan, Aditya mengajak Kaila masuk kamar. Disana mereka berdua bersandar dikasur sambil menonton Tv sedangkan Kyra sedang merapikan meja makannya dan mencuci piring kotornya.


Selesai cuci piring, ia berjalan kearah kamarnya. Tiba – tiba HP-nya berbunyi, ia kemudian menghentikan langkahnya dan mengangkat HP-nya itu yang ada diatas meja dapurnya.


“Halo...”


“Ini Mas Bagas.”


“Ia mas...ada apa?”


“Zahila sekarang ada diperjalanan ke Indonesia, aku sudah mengurus kepindahannya kesana. Dia bilang mau mendaftar sekolah di kampus Treeya. Kamu bantu dia daftar disitu yah.”

__ADS_1


“Ia mas...aku akan mengurusnya.”


“Oyah Kyra....apa Ivan pernah menghubungimu?”


“Tadi pagi dia menghubungiku mas, ada apa?”


“Tante Rosa bersikeras kalau kamu menikah dengan Ivan. Dia tidak mau mendengarkan aku. Kyra....kalau kamu tidak ingin menikah dengan Ivan. Kamu bicarakanlah dengan dia. Jangan buat dirimu tersiksa. Dia pasti mengerti.”


“Ia mas....aku tahu. Aku akan bicara padanya.”


“Baiklah....kamu pantau HP mu yah. Siapa tahu Zahila menghubungimu karena dia terbang sendiri ke Indonesia. Dia tidak mau ditemani denganku.”


“Baik mas...”


“Baiklah....aku tutup telfonnya sekarang.”


“Ia...”


Telfonnya pun ditutup.


Selesai menelfon.....ia masuk ke dalam kamar dengan HP yang masih ia pegang. Ia mengajak Aditya bicara karena tidak tahan dengan tingkah Aditya sekarang.


“Aku ingin bicara berdua denganmu.” Ucapnya yang sudah berdiri didepan Aditya.


Aditya kemudian berbicara kepada anaknya.


“Sayang....papa bicara sebentar yah sama mama. Kaila disini dulu nonton Tv.”


“Ia....papa jangan lama – lama yah.”


“Ia...papa akan segera kembali.” Ucapnya sambil memegang kepala anaknya.


“Ayo....kita bicara diluar.”


Mereka berdua keluar kamar menuju ruang tamu. Saat diruang tamu, Aditya mulai bertanya maksud Kyra mengajaknya bicara.


“Apa yang ingin kamu katakan sekarang?”


“Dit....aku mohon kali ini tolong hargai posisiku.”


“Apa maksud ucapanmu itu?”


“Kamu tidak pantas berada disini apalagi tidur disini. Kamu hanya menghancurkan harga diriku.”


“Aku disini karena ingin bersama anakku. Apa itu bisa menghancurkan harga dirimu yang setinggi langit itu?”


“Ia..... dengan tingkahmu sekarang ini hanya membuat orang beranggapan kalau aku wanita murahan. Bisa dengan mudahnya membiarkan laki – laki yang sudah menikah bermalam disini. Aku tahu kalau kamu ingin dekat dengan Kaila tapi tolong hargai aku disini. Kalau istrimu tahu, pasti dia menganggapku wanita yang menggoda suaminya. Aku tidak ingin dihina sebagai wanita yang tidak punya harga diri.”


Aditya langsung tertawa keras dengan wajahnya yang terlihat marah.


Ia kemudian menghentikan tawanya dan berbicara kepada Kyra.


“Aku bosan mendengarmu mengatakan itu didepanku. Sudah delapan tahun kamu menghilang, setelah muncul kamu mengatakan ini padaku. Kamu sungguh kejam Kyra.” Ucapnya dengan marah.


“Kamu atau aku yang kejam disini. Hanya karena Kaila, kamu menahanku disini dan tidak membiarkanku meninggalkan Indonesia. Aditya...aku memang wanita biasa tapi aku punya harga diri. Jangan kamu pikir, kamu punya segalanya. Kamu bisa berbuat apa saja padaku. Aku membiarkanmu disini karena Kaila. Seharusnya kamu sadar diri, kamu itu sudah menikah. Tidak sepantasnya kamu bisa masuk seenaknya disini.” Tegasnya.


Aditya menghela nafasnya dengan kasar sambil memejamkan matanya.


“Apa kamu masih menganggapku menikah dengan Aura....hah. Aku tidak pernah menikah dengannya....Kyra, tidak pernah.” Teriaknya dengan keras. “Aku tidak serendah itu dimatamu....aku masih mencintai kamu. Apa kamu dengar, aku mencintai kamu.” Teriaknya yang semakin keras didepan Kyra.

__ADS_1


Kyra langsung kaget mendengar ucapan Aditya. Tapi ia masih belum percaya dengan ucapan Aditya itu apalagi ia tahu kalau Aditya sudah menikah. Ia kembali bicara pada Aditya.


“Cinta.....” sambil tertawa mendengar ucapan Aditya.


“Apa kamu sedang mempermainkan aku lagi. Apa kamu mengatakan itu karena ingin membalas dendam padaku. Aditya.....aku tahu kalau kamu tidak menikah dengan Aura tapi menikah dengan wanita lain. Meskipun kamu mengatakan cinta padaku, aku tidak akan percaya apalagi pada orang yang sudah menikah. Kamu mengatakan itu karena ingin membalas dendam padaku dan ingin mengambil Kaila dariku. Apa kamu pikir dengan mengatakan itu kamu bisa dengan mudah mengambil Kaila. Aku tidak akan percaya dengan kata – kata itu. Aku masih punya harga diri.”


“Berapa harga dirimu itu, akan aku beli.”


Kyra langsung menampar Aditya.


“Kamu sungguh brengsek.”


Aditya langsung tersenyum seringai setelah menerima tamparan dari istrinya. Ia kemudian menghela nafasnya dengan panjang karena tak tahu harus mengatakan apa lagi pada istrinya supaya bisa mengerti dengan kata – katanya. Ia kembali bicara pada Kyra untuk menjelaskan kalau ia benar - benar mencintainya.


“Dengarkan aku....aku...


Tiba – tiba HP Kyra berdering.....ia melihat layar HP-nya dan melihat nama Ivan dilayar HP-nya itu. Ia ingin mengangkat HP-nya itu tapi Aditya merebutnya dan langsung melemparnya ke dinding.


“Dit....apa yang kamu lakukan?”


“Aku belum selesai bicara tapi kamu malah ingin  mengangkat telfon didepanku. Berani sekali kamu.”


Kaila yang mendengar suara keras langsung keluar dari kamarnya. Ia berlari kearah ibu dan ayahnya.


“Mama.....papa, kalian bertengkar lagi. Kaila takut.” Ucapnya sambil memeluk ayahnya.


Aditya langsung menghela nafasnya mencoba menenangkan dirinya didepan anaknya. Ia kemudian berjongkok didepan anaknya itu.


“Papa tidak bertengkar sayang.”


“Kaila tadi mendengar suara keras. Kaila pikir papa dan mama bertengkar.”


“Tadi ada tikus yang mengganggu papa. Jadi papa lempar saja tikus itu sampai mati. Maaf yah...sudah membuat Kaila takut.” Ucapnya sambil tersenyum.


“Mana tikusnya...”


“Tikusnya sudah papa buang.”


“Kalau begitu....ayo temani Kaila tidur sekarang. Kaila sudah mengantuk.”


“Baiklah....papa temani Kaila.”


“Mama juga ikut yah temani Kaila tidur.” Ucapnya sambil melihat kearah ibunya.


“Maaf yah sayang....Kaila ditemani papa dulu yah. Nanti mama menyusul Kaila. Mama mau mengerjakan pekerjaan kantor mama dulu.”


“Baiklah....tapi mama jangan lama – lama yah.”


“Ia...”


“Ayo pa. Kita tidur.”


Aditya pun menggendong anaknya menuju kamar Kyra sedangkan Kyra langsung duduk di sofa sambil memegang kedua kepalanya. Ia memikirkan ucapan Aditya tadi.


“Kenapa kamu bisa dengan mudahnya mengatakan cinta didepanku...Dit. Aku bahkan tidak tahu apa yang ada dipikiranmu itu. Siapa yang benar - benar kamu cintai, Aura, aku atau wanita yang kamu nikahi itu. Aku tidak tahu kalau kamu sungguh - sungguh atau hanya ingin mengambil Kaila. Maaf....aku benar – benar tidak bisa mempercayai ucapanmu itu, ini sudah delapan tahun Dit. Aku tidak ingin merasakan sakit yang kedua kalinya. Ini sudah cukup.” Dalam hati Kyra.


Kyra memang merasa bimbang dengan perasaan Aditya. Dengan kata – kata cinta yang keluar dari mulut Aditya tidak membuatnya mudah percaya apalagi ia tahu kalau Aditya itu sudah menikah. Pikirannya hanya tertuju kepada anaknya. Ia berpikir kalau Aditya seperti itu karena Kaila. Perasaannya campur aduk....mendengar ucapan Aditya tadi. Ia semakin yakin kalau ada sesuatu yang terjadi dengan Aura sampai Aditya tidak menikah dengannya tapi malah menikah dengan orang lain.


Bersambung.

__ADS_1


Sabar....jangan emosi, bulan puasa. Hehehe....senyum ajah yah sambil berikan like.


__ADS_2