Beautiful Romance 2

Beautiful Romance 2
BAB 55 Beautiful Romance 2


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Kyra mengirim pesan pada Lea kalau ia tidak jadi ketemuan hari ini. Setelah mengirim pesan pada Lea, ia langsung melempar HP-nya dan keluar dari kamarnya. Ia masuk ke dalam kamar mandinya dan berendam disana selama satu jam.


Setelah berendam lama, ia keluar dari kamar mandi menuju Ruang Gantinya. Ia berpakain santai lalu keluar dari kamarnya. Ketika ia keluar kamarnya, ia di kejutkan dengan kedatangan Lea.


“Surprise” Lea dengan antusiasnya sampai mengejutkan Kyra.


“Astaga....” Sambil memegang dadanya karena terkejut. “Kamu kok bisa disini sih.” Ucap Kyra sambil mengerutkan keningnya.


Lea langsung memeluk Kyra. “Aku rindu padamu....hiks...hiks...hiks.”  Ia menangis disana. “Kamu jahat sekali sih Kyra....pergi tanpa memberitahuku.” Ucapnya yang masih memeluk Kyra.


Kyra melepaskan pelukan temannya itu lalu memegang kedua bahu Lea. “Aku minta maaf Lea. Aku salah, langsung pergi begitu saja.”


“Sekarang....kamu baru mengaku salah. Hah. Kamu benar – benar jahat, Kyra.”


“Sudah jangan menangis. Aku benar – benar minta maaf.”


Lea menghapus air matanya itu. Kyra kembali bicara padanya.


“Kamu kenapa bisa datang kesini. Aku kan sudah mengirimkanmu pesan tadi?”


“Tadi aku di hubungi Mas Andi suruh aku kesini.”


“Pasti Aditya yang menyuruhnya kan.”


“Sudahlah....aku yang salah karena menyuruhmu ketemuan di cafe. Seharusnya aku yang datang kesini karena aku tahu pasti Kak Adit menahanmu terus di rumah.” Ucapnya pada Kyra.


“Oke....kita ngobrolnya di belakang rumah saja ya. Ada hal yang harus kukatakan padamu.” Seriusnya.


“Baiklah.”


Kyra dan Lea turun ke bawah. Kyra tak lupa menyuruh salah satu pelayannya untuk membuatkannya minuman dan membawanya ke belakang rumah. Setelah itu, ia kembali berjalan ke belakang rumahnya bersama Lea.


Disana mereka duduk santai sambil menikmati pemandangan pantai.


“Oh ya. Kamu punya anak dari Kak Andi kan. Kok tidak di bawa kesini sih.”


“Dia di rumah sama ibuku.”


“Umurnya sudah berapa tahun?”


“4 tahun, namanya Bella. Oh ya. Dimana Kaila?” Tanya Lea sambil melihat ke dalam rumah.


“Dia sekolah. Hari ini hari pertamanya masuk sekolah. Tadi diantar sama mami dan Mba Lina.”


“Sayang sekali. Padahal aku ingin sekali bertemu dengannya. Mas Andi bilang kalau Kaila itu pintar dan cerewet.”


Kyra hanya tersenyum mendengar Lea bicara begitu. Ia kemudian bicara pada Lea tentang Aura.


“Oh..ya. Aku mau tanya kamu tentang Aura.” Ucapnya dengan serius.


Lea langsung kaget mendengar Kyra menanyakan tentang Aura padanya. Kyra yang melihat itu kembali bertanya pada Lea.


“Apa yang terjadi padanya Lea?” Tanya Kyra yang semakin penasaran.


Lea menghela nafasnya dengan kasar. Ia kemudian bicara pada Kyra.

__ADS_1


“Hidup Aura sekarang sudah hancur Kyra.”


“Hancur.” Dengan wajahnya yang terlihat kaget.


“Ia...”


“Ceritakan padaku....apa yang terjadi padanya delapan tahun lalu?”


Wajah Lea langsung terlihat serius melihat Kyra. “Sebelum aku menceritakan tentang Aura, aku ingin bertanya padamu. Apa Kak Adit memberitahumu kalau dia pernah datang ke rumah Bagas mencarimu?” Tanya Lea.


Kyra langsung kaget mendegarnya. “Maksudmu”


“Jadi...kamu sama sekali tidak tahu kalau Kak Adit mencarimu sampai ke Amerika.”


“Aku tidak tahu itu.”


Lea kembali menghela nafasnya. Ia kemudian menceritakan kejadian delapan tahun lalu ketika Kyra pergi ke Amerika.


Flashback Pencarian Aditya.


Setelah mereka dari bandara mengejar Kyra dan Bagas. Nyonya Sintya langsung mencari keberadaan Aura untuk membayar semua perbuatannya sedangkan Aditya kembali ke rumah mencari paspornya untuk terbang ke Amerika. Disana ia menemukan surat cerainya yang sudah di tanda tangani Kyra. Ia begitu marah saat itu. Ia memesan tiket bersama Andi dan langsung terbang ke Amerika mencari istrinya tanpa Nyonya Sintya tahu.


Nyonya Sintya memang melarang Aditya pergi karena ia baru saja kecelakaan. Nyonya Sintya hanya menyuruh orang – orangnya mencari keberadaan Kyra di Amerika, tapi Aditya ingin mencarinya sendiri.


Ia memesan tiket ke Amerika bersama Andi. Saat sampai di Amerika, mereka berdua langsung menuju rumah Bagas yang ada di Amerika. Perban di kepalanya bahkan belum di lepas tapi ia sama sekali tidak peduli dengan itu, selama ia bisa bertemu dengan istrinya kembali.


Ketika sampai di rumah Bagas. Ia terburu – buru membunyikan bel rumah Bagas yang ada di luar pagar. Satpam rumah Tante Rosa keluar dan membuka pagar rumahnya.


“Maaf...tuan. Anda cari siapa?”


“Aku mencari Bagas. Dimana dia?” Tanya Aditya dengan wajah dinginnya.


Tiba – tiba Tante Rosa keluar dari dalam rumahnya. Ia berjalan menghampiri Aditya dan Andi.


“Aditya...Andi. Sedang apa kalian disini?” Tanya Tante Rosa.


Aditya tidak peduli dengan Tante Rosa. Ia langsung menerobos masuk ke dalam rumah Tante Rosa.


“Bagas...keluar kau brengsek. Serahkan istriku, beraninya kau menyembunyikannya dariku.” Teriaknya dengan keras


Tante Rosa mengikuti Aditya. “Aditya....apa –apaan kamu. Kamu tidak sopan ya. Masuk ke dalam rumah orang tanpa izin.” Ucapnya dengan suaranya yang keras.


Aditya tidak peduli dengan panggilan Tante Rosa. Ia terus membuka setiap ruangan mencari keberadaan istrinya dan sahabatnya Bagas.


“Bagas...keluar kau. Kyra keluar...jangan sembunyi dariku.” Teriaknya yang terus mencari di pelosok rumah Tante Rosa.


Andi saat itu juga ikut membantu mencari Bagas dan Kyra.


Aditya kembali berteriak sambil membuka pintu ruangan di rumah Tante Rosa.


“Kyra....keluar....awas kalau aku menemukanmu.” Dengan wajahnya yang sangat marah.


Tante Rosa hanya bisa membiarkan Aditya dan Andi mencari – cari Kyra dan Bagas tanpa mengejarnya karena memang Kyra dan Bagas tidak ada di rumahnya sekarang.


Kyra sekarang berada di rumah sakit bersama Bagas. Setelah sampai di Amerika, Kyra pingsan dan di rawat di rumah sakit. Kondisinya sangat memperihatinkan. Kondisi janinnya memang lemah saat ia masih di Indonesia makanya Aditya selalu menjaga emosi istrinya itu.


Bagas hanya bisa meminta bantuan tantenya setelah ia melihat kondisi Kyra yang belum sadarkan diri.

__ADS_1


Kembali pada Aditya.


Aditya masih mencari – cari keberadaan istrinya dan sahabatnya. Tante Rosa sudah mulai kesal dengan kelakuan Aditya yang seenaknya itu. Ia akhirnya menghubungi polisi untuk melaporkan Aditya dan Andi yang sudah menerobos masuk ke rumahnya tanpa izin.


Tak menunggu lama, polisi pun datang ke rumah Tante Rosa.


“Nyonya...apa Anda yang melaporkan kepada kami kalau ada orang yang menerobos masuk ke dalam rumah Anda?” Tanya salah satu polisi pada Tante Rosa.


“Ia pak. Silahkan masuk. Orangnya masih di dalam pak. Tangkap saja mereka, mereka sudah masuk ke rumahku tanpa izin.”


Ketiga polisi itu langsung menangkap Aditya dan Andi saat mereka sudah melihat Aditya dan Andi disana.


“Apa –apaan ini, tante?” Teriak Aditya yang marah karena tangannya di pegang oleh salah satu polisi.


“Anda ditangkap karena sudah membuat keributan di rumah orang.” Sahut salah satu polisi.


Aditya melihat kearah Tante Rosa. “Tante menghubungi polisi untuk menangkapku.”


“Kalian berdua yang salah. Kalian langsung masuk ke dalam rumah orang tanpa izin.” Ucap Tante Rosa dengan wajahnya yang marah.


“Aku mencari istriku, tante.” Teriaknya dengan marah.


“Aditya.....sadarlah. Istrimu tidak ada disini. Kamu lihat sendiri kan. Dia tidak ada di rumah ini.”


“Kalau begitu, pertemukan aku dengan Bagas sekarang. Dimana dia tante?”


“Bagas terbang ke Italia.”


“Tante pasti bohong padaku. Dia pasti ada di sini”


“Aditya....kamu tahu kan kalau tante tidak suka berbohong.”


“Aku tahu tante bohong. Tante pasti sengaja menyembunyikan Bagas dan istriku. Kembalikan Kyra padaku, tante.”


“Carilah istrimu ke Italia. Dia tidak ada disini.” Tegasnya dengan lantang.


“Tante Rosa sengaja kan menyembunyikan mereka berdua.”


Tante Rosa tidak tahu harus mengatakan apa pada Aditya supaya percaya padanya. Ia kemudian menyuruh polisi untuk membawa Aditya dan Andi.


“Pak....bawa mereka berdua pergi.”


Ketiga polisi langsung membawa paksa Aditya dari sana.


“Tante Rosa. Kalau suatu hari aku tahu tante menyembunyikan istriku. Aku akan membuat tante membayar semua perbuatan tante itu. Aku tidak akan peduli, meskipun kita punya hubungan baik. Ingat tante, aku sendiri yang akan membuat tante membayarnya.” Teriaknya dengan keras.


Aditya dan Andi pun meninggalkan rumah Tante Rosa. Mereka berdua di bawa ke kantor polisi karena laporan Tante Rosa.


Aditya dan Andi hanya sebentar di Kantor Polisi karena Tuan Agung yang baru pulang dari Prancis langsung datang membebaskan anaknya dengan jaminan. Ia lalu membawa mereka berdua pulang ke Indonesia dan tidak membiarkan anaknya pergi ke Amerika membuat kekacauan. Tapi Aditya tetap mencari info tentang istrinya.


Beberapa hari sejak kepergian Kyra dan pencariannya di Amerika yang tidak membuahkan hasil.


Aditya pergi ke pantai tempat dimana pesta Anniversary mereka akan diadakan. Dia memang sudah memesan tempatnya jauh – jauh hari bahkan sudah menyuruh mereka mempersiapkan semua dekorasinya tanpa membatalkannya.


Sekarang ini ia sedang berdiri dipantai memandang laut sambil terus memutar – mutar cincin kawin yang ada dijari manisnya.


“Nikmatilah liburanmu disana sampai kamu puas....aku mengijinkamu untuk liburan sementara. Tapi ini hanya sementara....sampai aku menemukanmu, kamu tidak akan pernah kuijinkan untuk liburan kemanapun bahkan jika kamu minta sekalipun.” Dalam hati Aditya sambil menatap laut.

__ADS_1


Flashback Pencarian Aditya berakhir.


Bersambung.


__ADS_2