
Aditya dan Kyra sudah keluar dari perusahaan. Beberapa karyawan menyapanya dengan hormat ketika ia berjalan keluar.
Seperti biasa.....Aditya hanya berjalan terus dengan angkuhnya sambil menggendong anaknya tanpa menghiraukan mereka yang menyapanya.
Beberapa dari mereka berbisik tentang Kyra dan anak yang digendong Aditya tapi mereka tidak berani bicara terlalu jauh. Sebagian mereka berasumsi kalau Tuan Mudanya itu memang benar sudah menikah bahkan membawa istri dan anaknya datang ke perusahaan.
***
Ketika berada didepan perusahaannya, Aditya sudah ditunggu oleh supir pribadinya. Supir pribadinya itu langsung membuka pintu mobil untuk mereka.
“Silahkan Tuan Muda.”
Aditya masuk ke mobil bersama dengan anaknya sedangkan Kyra hanya berdiri diam didepan pintu mobil.
“Kenapa cuma berdiri saja, apa mau kugendong masuk ke sini seperti Kaila?” Tanya Aditya sambil melihat Kyra
Setelah mendengar ucapan Aditya, ia langsung masuk ke dalam mobil dengan wajahnya yang terlihat kesal disusul oleh supirnya yang masuk ke dalam mobil.
Supir pribadinya itu melajukan mobilnya menuju Apartemen yang ditempati Kyra.
Didalam mobil, Kyra bertanya kepada Aditya tentang Andi karena ia tidak melihat asisten pribadi Aditya yang selalu mengikutinya itu.
“Dimana asistenmu itu?” Tanya Kyra penasaran.
“Dia sedang mengurus sesuatu, kenapa kamu menanyakan orang lain didepanku?”
“Aku hanya penasaran saja karena kamu selalu datang dan pergi bersamanya.”
“Oyah....apa kamu tidak tahu kalau asistenku itu sudah menikah dengan temanmu bahkan sudah punya anak?”
“Maksudmu Lea.”
“Ia...”
“Jadi mereka benar – benar bersama.”
“Tentu saja, Cuma aku saja yang tidak bisa bersama dengan orang yang aku cintai.” sindirnya sambil melirik Kyra.
Kyra kaget mendengar ucapan Aditya, ia benar – benar tidak menyangka kalau Aditya tidak bersama dengan Aura.
“Aditya benar – benar tidak bersama dengan Aura, memangnya apa yang terjadi padanya. Kenapa Adit bisa menikahi orang lain?” Dalam hati Kyra.
Kyra kembali bertanya kepada Aditya.
“Kamu benar – benar tidak menikah dengan Aura Dit. Kenapa, apa yang terjadi dengan kalian berdua?”
__ADS_1
Aditya sangat kesal mendengar ucapan Kyra yang tidak tahu maksud ucapannya tadi. Ia sampai memejamkan matanya sambil menghela nafasnya dengan kasar. Ia kembali bicara pada istrinya itu.
“Apa kamu bodoh.....hah. Apa kamu tidak mengerti dengan ucapanku tadi?” Teriaknya dengan wajahnya yang kesal.
Kyra langsung kaget sampai memundurkan tubuhnya karena teriakan Aditya.
Tiba – tiba Kaila bicara kepada ayahnya karena melihat ayahnya yang marah.
“Papa kenapa marah?” Tanya Kaila dengan polosnya.
“Papa kesal dengan mamamu yang bodoh itu.”
Kaila hanya diam saja setelah mendengar ucapan ayahnya begitupun dengan Kyra. Ia diam sambil memikirkan ucapan Aditya tadi.
“Kenapa sih dia....apa pertanyaanku salah lagi. Dia sendiri kan yang bilang begitu jadi aku bertanya padanya karena khawatir hubungannya dengan Aura. Aku meninggalkannya dulu supaya dia bersama dengan Aura, orang yang paling dicintainya itu. Apa ada sesuatu yang terjadi diantara mereka, sampai Aditya tidak bersama dengan Aura dan menikahi wanita lain. Lalu dimana Aura sekarang, apa sebenarnya yang terjadi. Apa mungkin....Lea tahu semuanya, dia kan menikah dengan Kak Andi. Pasti dia tahu sesuatu kan selama aku pergi. Aku harus bertemu Lea, aku ingin menanyakan tentang Aura padanya. Kenapa dia pergi, apa yang terjadi padanya dengan Adit. Aku harus tahu semuanya, kalau aku bertanya Aura pada Aditya pasti dia akan marah lagi seperti tadi. Perasaanku tidak tenang kalau tidak tahu tentang Aura dan Aditya. Aku mempertaruhkan semuanya supaya mereka bersama tapi akhirnya begini.” Dalam hati Kyra.
Tak lama kemudian, mobil mereka berhenti didepan Apartemen Kyra. Supir pribadinya langsung turun dari mobil dan membuka pintu mobil untuk mereka. Aditya dan Kaila turun dari mobil tapi Kyra masih terdiam memikirkan Aura yang tidak bersama dengan Aditya seperti yang ia pikirkan selama ini.
“Kyra....Kyra.” Panggil Aditya membuyarkan lamunannya.
“Yah...” Jawabnya dengan kaget mendengar panggilan Aditya.
“Kenapa kamu diam saja dan tidak turun?”
“Oh....” jawabnya
Mereka bertiga masuk ke dalam dan langsung menaiki lift menuju Lantai 4 Apartemennya. Ketika sampai, ia sudah melihat Andi keluar di sebuah Apartemen didepan Apartemen yang ditempati Kyra.
Andi langsung menyapa mereka saat melihat mereka keluar dari lift.
“Selamat malam tuan, Nona Kyra.” Sapanya sambil membungkuk.
Kyra bingung melihat Andi keluar dari Apartemen itu.
“Kak Andi tinggal disini’’
“Ini Apartemen Tuan Muda.”
“Apa...” Ucapnya dengan kaget.
Ia langsung menatap tajam Aditya.
“Kenapa....aku pindah kesini cuma mau dekat dengan anakku. Jangan berpikir berlebihan begitu?” Ucapnya.
Kyra tidak menjawab ucapan Aditya, ia hanya mengambil anaknya dari gendongan Aditya dan berjalan menuju depan Apartemennya. Sedangkan Aditya masih berdiri bersama Andi didepan Apartemennya.
__ADS_1
“Pulanglah....tugasmu sudah selesai.” Perintah Aditya.
“Baik...”
Andi pun pergi meninggalkan Aditya yang masih berdiri didepan Apartemennya. Saat Andi pergi, Aditya masuk ke dalam Apartemennya dan masuk ke dalam kamarnya.
“Lelah sekali....” Gumamnya sambil melepaskan jas dan dasinya.
Ia melepaskan pakaiannya satu persatu lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Didalam ia berendam air panas untuk menghilangkan rasa lelahnya. Tak lama kemudian, ia keluar dari kamar mandi dan siap – siap berpakaian santai.
Setelah selesai berpakaian, ia mengibas – ngibaskan rambut basahnya dan melapnya dengan handuk kecil yang ia pegang. Ia kemudian melempar handuknya itu setelah puas melap rambutnya yang basah. Ia berdiri didepan cermin sambil merapikan rambutnya dengan tangannya.
“Apa begini aku terlihat tampan?” Gumamnya sambil menyisir rambutnya kedepan dengan tangannya.
Ia menggeleng – gelengkan kepalanya dicermin sambil merusak gaya rambutnya tadi.
“Ah....ini tidak tampan sama sekali.”
Ia kembali mengubah gaya rambutnya ke belakang sambil menggerakkan kepalanya kekiri dan kekanan untuk melihat apakah dia terlihat tampan dengan gayanya itu.
Ia berpikir keras dengan gaya rambut apa yang bagus untuknya.
“Akhir – akhir ini kan, gadis – gadis suka gaya rambut keatas yang seperti pria korea begitu. Kalau aku bergaya begitu, mungkin saja dia terpesona.” Gumamnya sambil tersenyum.
Aditya kemudian menyisir rambutnya naik keatas dengan wajahnya yang terlihat senang dan percaya diri.
“Aditya.....kamu benar – benar tampan.”
Aditya kemudian membayangkan dirinya saat nanti ia datang ke Apartemen Kyra. Ia membayangkan kalau Kyra langsung menatapnya malu – malu karena melihat wajahnya dengan gaya rambutnya yang naik keatas itu.
Ia tersenyum senang ketika membayangkan itu semua.
“Apa aku juga harus mengganti pakaianku yah. Setiap hari kan dia hanya melihatku memakai pakaian kantor. Dia tidak pernah melihatku memakai baju biasa. Kalau aku berpakaian saat kuliah dulu, dia pasti jatuh cinta lagi.” Gumamnya sambil tersenyum percaya diri.
Aditya berjalan kearah ruang gantinya dan memilih pakaian yang akan ia kenakan.
“Untung saja aku mengambil beberapa pakaian begini.” Gumamnya sambil memegang baju yang akan ia pakai.
Aditya memakai celana jeans ketat sobek – sobek dibagian lututnya, baju kaos dan jaket kulit seperti pakaian yang ia kenakan sewaktu kuliah.
“Biarpun sudah tua dan punya anak, aku masih saja terlihat tampan dan berkharisma. Semua wanita disini menyukaiku bahkan melakukan segala cara untuk mendekatiku tapi wanita satu itu benar – benar buta, bagaimana bisa dia jatuh cinta dengan mantan pacarnya itu yang tidak bisa dibandingkan denganku. Cih....mendengarnya saja aku serasa ingin membunuhnya.” Gumamnya dengan wajahnya yang kesal dengan mantan pacar Kyra.
Ia kemudian keluar dari kamarnya dan berjalan keluar dari Apartemennya dengan pakaiannya yang seperti itu.
__ADS_1
Aditya melakukan itu semua karena ingin membuat Kyra kembali jatuh cinta padanya bahkan ia tidak sadar kalau pakaiannya itu tidak sesuai waktu dan tempat. Pikirannya hanya bagaimana cara dia membuat Kyra terpanah dengan dirinya sampai jatuh cinta kembali padanya. Harusnya ia cukup memakai pakaian santai atau pakaian tidur bukan pakaian seperti yang dipakainya itu. Entah apa yang akan dipikirkan Kyra ketika melihatnya nanti.
Bersambung.