Beautiful Romance 2

Beautiful Romance 2
BAB 44 Beautiful Romance 2


__ADS_3

Hai semua...Dewi mau minta maaf sebelumnya kalau cuma up satu episode di semua novel yang masih on going. Ini karena tugas dikehidupan nyata yang tidak bisa Dewi tinggalkan. Sebenarnya Dewi pengen banget ngetik sampai tamat ceritanya ini tapi Dewi harus rapat online tiap hari. Jadi Dewi cuma punya waktu malam hari untuk ngetik episodenya. Kalau Dewi absen rapat, bisa2 kena hukuman. Kalau udah bisa bebas, Dewi kembali up 2 bab lg. Sabar yah😊🙏🏻


SELAMAT MEMBACA


Kyra yang melihat suaminya memalingkan wajahnya dengan kesal langsung memegang kepala Aditya dengan kedua tangannya berhadapan dengannya.


Ketika wajah mereka berhadapan. Kyra langsung mencium kening suaminya dengan sangat lama. Ia kemudian melepaskan ciumannya dari kening Aditya dan berbicara pada suaminya itu.


“Untuk saat ini aku hanya bisa melakukan ini. Kalau kamu sudah sembuh, aku bisa menuruti semua yang kamu mau.” Ucapnya sambil tersenyum manis.


“Haaaaa.....dia berwajah manis lagi.” Dalam hati Aditya.


“Baiklah....tapi kamu jangan memasang wajah begitu, aku semakin tidak tahan tahu.”


“Apa ada yang salah dengan wajahku?” Tanya Kyra sambil memegang kedua pipinya.


Aditya hanya berwajah cemberut melihat istrinya.


“Memang kenapa dengan wajahku sih. Apa karena aku tersenyum manja tadi. Hahaha....aku memang sengaja sih supaya dia tidak bertingkah seperti itu lagi.” Dalam hati Kyra


“Sayang.....” panggil Aditya.


“Eem..”


“Benar...tidak bisa cium sedikit. Aku hanya minta cium sayang.”


“Cih....kamu itu tidak bisa dipercaya.”


“Kamu benar – benar kejam. Kamu membuatku puasa selama delapan tahun. Kamu tahu bagaimana usahaku selama delapan tahun ini untuk menahannya cuma demi kamu. Sekarang kamu ada disini tapi cium saja tidak boleh.”


“Baiklah...tapi cium saja yah.”


Aditya langsung tersenyum senang mendengar persetujuan istrinya. Dengan sigap, ia menarik kembali kepala istrinya dan mencium kembali istrinya dengan mesra. Sama seperti tadi, tangannya kembali meraba kemana – mana.


Kyra membiarkannya begitu saja. Selama Aditya tidak melakukannya lebih, ia akan menuruti kemauan suaminya itu. Ia mengerti dengan perasaan seorang pria yang ingin sekali berhubungan intim apalagi Aditya itu sudah berusaha menahannya selama delapan tahun hanya untuk menjaga pernikahannya.


Ditengah – tengah aktivitas mereka yang menggairahkan itu. Tiba – tiba pelayannya masuk mengantar sarapan untuk majikannya itu.


Kyra langsung berdiri dengan canggung ketika menyadari kedatangan pelayannya. Sedangkan Aditya berwajah kesal melihat pelayannya itu.


“Dasar pengganggu.” Dalam hati Aditya yang menatap tajam pelayannya.


Seketika pelayannya itu langsung menunduk ketakutan saat melihat Aditya menatapnya.


“Maaf tuan, nyonya. Saya tidak bermaksud mengganggu. Saya disuruh nyonya besar mengantar makanan untuk Anda.” Ucapnya dengan suara gemetar.


Kyra melirik suaminya yang terus menatap kesal pelayannya. Ia kemudian berbicara pada pelayan yang sudah bersusah payah mengantarkan makanan untuknya.


“Tidak apa – apa. Letakkan saja makanannya disini.”


“Baik.”


Pelayan itu berjalan kearah tempat tidur Aditya. Ia meletakkan makanannya dimeja samping tempat tidur Aditya.


“Pergilah.” Perintah Kyra setelah melihat pelayannya itu yang sudah meletakkkan makanannya di meja.

__ADS_1


“Baik.” Balasnya sambil membungkuk hormat.


Ia kemudian berjalan keluar kamar meninggalkan Aditya dan Kyra. Setelah menatap kepergian pelayannya itu. Kyra langsung duduk disamping suaminya lalu meraih mangkok yang berisi sup daging.


“Ayo....aku suapi.” Ucapnya sambil menyendok sup dagingnya.


Aditya hanya berwajah kesal sambil memalingkan wajahnya. Kyra menghela nafasnya melihat tingkah Aditya.


“Kamu kenapa lagi berwajah kesal begitu. Aku kan sudah mencium tadi?”


Aditya langsung menatap kembali istrinya.


“Kenapa tadi kamu langsung berdiri saat pelayan itu datang. Kamu tidak ingin orang tahu kalau kita suami istri.”


Kyra kembali menghela nafasnya dengan kasar.


“Kenapa sih masalah sepele begitu kamu permasalahkan. Biarpun tidak ditunjukkan, pelayan tadi juga tahu kalau kita suami istri.”


“Tidak semua orang itu bisa berpikiran pintar. Ada kalanya harus ditunjukkan didepan umum supaya mereka mengerti. Ada orang yang sama sekali tidak peka dan bodoh.”


“Kamu menyindirku. Aku tahu aku memang bodoh.”


Aditya hanya diam saja mendengar istrinya dengan wajahnya yang masih cemberut.


Kyra kembali bicara pada suaminya itu.


“Aku tadi bersikap begitu karena malu. Masa kita ciuman didepan mereka sih.”


“Memangnya kenapa. Kita ini kan suami istri. Kalau perlu kita ciuman saat melihat orang?”


“Aku pusing menghadapi tingkahnya yang egois itu. Dari dulu tidak pernah berubah. Masa ciuman setiap lihat orang, yang ada orang menganggap kita seperti orang gila. Dasar egois.” Dalam hati Kyra.


“Haaa....kalau aku tidak mengalah. Pasti dia terus berdebat denganku.” Dalam hati Kyra.


Ia lalu membalas ucapan suaminya.


“Baiklah....kamu menang. Kita akan berciuman setiap lihat orang.”


“Benar yah.”


“Eem...”


“Huh....membayangkannya saja membuatku malu. Biarkan sajalah untuk saat ini. Pasti dia akan lupa nanti.” Dalam hati Kyra.


“Ayo....suapi aku.” Pinta Aditya sambil tersenyum.


Kyra kembali menyendok supnya sambil ia tiup. Ia lalu menyuapi suaminya dengan lembut.


Suap demi suap ia berikan pada suaminya dengan penuh cinta. Beberapa suapan mendarat dimulut Aditya. Tiba – tiba ia tersadar dengan istrinya yang sama sekali tidak makan didepannya.


“Kenapa kamu hanya menyuapiku saja. Apa kamu tidak lapar?”


“Tidak sayang.”


Aditya langsung merebut mangkok yang dipegang Kyra.

__ADS_1


“Kamu mau makan sendiri.” Ucap Kyra yang melihat Aditya menyendok makanannya.


“Aaaaaaa.....” sambil menyodorkan sup yang sudah ia sendok tadi.


“Kamu ingin menyuapiku.” Balas Kyra.


“Ayo buka mulutmu.” Pinta Aditya yang masih memegang sendok didepan Kyra.


“Aditya....aku benar – benar tidak lapar sekarang.”


“Aku tidak pernah melihatmu makan sayang. Cepat buka mulutmu.”


Kyra diam saja melihat tingkah Aditya yang ingin menyuapinya.


“Atau kamu mau aku menyuapimu dengan cara yang berbeda.”


Ia kemudian memperlihatkan wajah genitnya didepan istrinya dengan bibir monyongnya. “Eemmuuaah.”


Dengan sigap, Kyra melahap sup disendok yang masih dipegang Aditya didepannya.


“Begitu dong. Kan enak kalau kamu makannya disendok daripada aku harus menyuapimu dengan mulutku.”


“Cih.....dasar genit.”


Aditya hanya terkekeh melihat wajah istrinya yang terlihat kesal.


“Ayo lagi...” kembali menyuapi Kyra. “Haapp.....gadis pintar.” Ucapnya yang melihat Kyra menerima suapannya.


“Aditya....aku bukan anak kecil.” Ucapnya yang mendengar ucapan suaminya yang seperti menganggapnya gadis kecil.


“Ada kalanya kita harus bersikap seperti anak kecil sayang. Kamu itu memang tidak romantis sama sekali.”


“Tapi aku sama sekali tidak sakit seperti kamu. Aku tidak perlu disuapi. Dit.”


 “Haaa....nasibku benar – benar buruk. Harus jatuh cinta dengan wanita yang tidak romantis sama sekali.” Ucapnya yang menggoda istrinya.


“Aditya....” sambil menatap tajam suaminya.


“Haaaaa.....kamu bahkan memanggil suamimu dengan namanya. Tidak bisa diselamatkan lagi.” Ucapnya dengan wajahnya yang pura - pura kasihan.


“Ya sudah.....sana kamu cari perempuan yang romantis. Anggun, lembut. Tidak seperti aku yang selalu bicara kasar padamu.” Ucapnya dengan wajahnya yang kesal.


Kyra yang kesal langsung berdiri dari tempat duduknya. Aditya meletakkan mangkoknya dimeja kemudian menarik tangan istrinya sampai Kyra duduk diatas pahanya. Aditya langsung melingkarkan tangannya diperut istrinya. Ia meletakkan wajahnya dilengan Kyra sambil melihat wajah cemberut istrinya itu.


“Aku cuma bercanda sayang. Jangan marah, aku hanya menggodamu saja tadi.”


“Huh...” sambil memalingkan wajahnya.


Aditya memegang dagu Kyra sambil membalikkan wajah istrinya berhadapan dengannya.


“Aku benar – benar bercanda tadi. Aku malah aneh kalau kamu tiba – tiba bersikap romantis. Aku suka dengan dirimu yang seperti ini.”


“Huh......”


“Benar...aku suka kamu dengan dirimu yang seperti ini. Jadi kalaupun aku menggodamu seperti tadi. Kamu jangan pernah merubah dirimu yah. Jadilah dirimu sendiri.”

__ADS_1


Kyra hanya diam saja mendengar ucapan suaminya. Sementara Aditya meletakkan kepalanya didada istrinya sambil memejamkan matanya. Kyra membalas pelukan suaminya dengan erat sambil menempelkan kepalanya dikepala Aditya.


Bersambung.


__ADS_2