Beautiful Romance 2

Beautiful Romance 2
BAB 64 Beautiful Romance 2


__ADS_3

Hai Aku Dewi, Jangan Lupa Like And Koment kalian. Vote juga ya.


SELAMAT MEMBACA


Pukul 8:00 malam.


Kyra sekarang tengah bersandar di tempat tidurnya sambil kirim – kirim pesan dengan Lea. Sedangkan Aditya sedang mandi di dalam kamar mandinya. Ia berendam di sana.


“Lea....kamu melakukan hal seperti itu sama Kak Andi.” Pesan Kyra.


“Iya...aku telfon kamu saja deh. Aku capek mengetik pesan dari tadi.” Pesan dari Lea.


“Baiklah....aku saja yang menghubungimu. Kebetulan Aditya sedang mandi sekarang.”


“Oke.”


Kyra pun menghubungi Lea.


Suara Telfon.


“Halo Kyra.”


“Aku tidak mengganggu kan.”


“Ah....kamu sangat mengganggu tahu. Aku sedang melayani suamiku sekarang.”


Kyra langsung kaget. “Apa?”


“Aku bercanda. Kak Andi sedang menemani Bella main di kamar.”


“Haaaa....kamu buat aku kaget saja.”


“Cepat katakan padaku yang kamu bilang tadi.”


“Itu lah masalahnya. Aditya masih tidak percaya padaku. Dia masih berpikir kalau aku akan pergi dari sini.”


“Kenapa kamu bisa bilang seperti itu?”


“Dia selalu mengingatkanku untuk tidak keluar dari sini. Dia bilang begitu pasti karena tak percaya padaku. Tadi dia juga bilang begitu saat kalian pulang.”


“Haaaa....” Menghela nafasnya dengan kasar.


“Kenapa?”


“Kak Adit bukannya tidak percaya padamu tapi dia memang sengaja melakukannya. Dia membangun rumah itu untuk mengurungmu di sana.”


“Hei....bercandamu jangan kelewatan. Suamiku tidak seperti itu ya.”


“Dia bilang begitu sama Mas Andi. Kak Adit bahkan bilang kalau dia menemukanmu, Kak Adit akan mengikat kedua kakimu itu sampai tidak bisa jalan.”


“Lea....kamu pasti menyembunyikan sesuatu dariku tentang Aditya.”


“Apa....aku tidak menyembunyikan apa – apa?”


“Jangan bohong padaku. Dia pasti punya penyakit parah kan.”


“Ya tuhan....Kyra. Kamu kenapa sih bisa bilang begitu?”


“Mendengar ucapanmu tadi sepertinya suamiku menderita psychopath.”


“Pikiranmu itu kemana – mana ya. Kak Adit tidak seperti itu, dia begitu karena terlalu mencintaimu. Sebaiknya kamu melakukan sesuatu yang bisa membuatnya senang.”


“Seperti apa?”

__ADS_1


“Kamu pakai baju sexi terus kamu bermanja – manja dengannya.”


“Kamu sudah gila ya. Kamu menyuruhku melakukan hal yang menjijikkan begitu.”


“Aku melakukan hal seperti itu kalau aku meminta sesuatu pada Mas Andi. Oh.....satu lagi, jangan panggil suamimu dengan namanya.”


“Terus aku harus memanggilnya apa?”


“Panggil saja Mas Adit....” Dengan suara manja.


“Lea...jangan mengajariku hal yang tidak – tidak ya. Aku pasti akan di tertawakan lagi. Aku tidak mau melakukannya. Dia selalu mengejekku”


“Tidak akan. Percaya padaku.”


Tiba – tiba Aditya keluar dari kamar mandi dengan handuk di pinggangnya.


“Lea....aku matikan ya. Adit datang.” Bisiknya di telfon yang ia pegang.


“Oke.”


Telfonnya pun di matikan. Kyra langsung menyembunyikan HP-nya di bawah bantal.


Aditya yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi langsung datang menghampiri Kyra ketika ia sadar dengan tingkah istrinya yang menurutnya aneh.


“Kamu bicara sama siapa tadi?” Tanya Aditya yang terus mengusap – usap rambut basahnya dengan handuk kecil yang ia pegang.


“Aku bicara pada Lea.”


“Bicara apa?”


“Rahasia wanita.”


“Kamu membicarakanku ya.” Sambil tersenyum.


“Jangan bohong padaku. Kamu pasti membicarakanku kan, itu buktinya kamu tidak ingin melihatku saat bicara.”


Kyra langsung melihat Aditya. “Ya...aku memang membicarakanmu. Aku bilang kamu suami yang kurang ajar. Suami yang brengsek. Puas” Ketusnya.


Aditya memajukan tubuhnya di depan Kyra. Ia memasukkan kaki kanannya di tengah – tengah kedua kaki istrinya yang sedang duduk di tepi tempat tidur.


“Wah...istriku ini ternyata menganggapku sebagai suami yang jahat dan brengsek ya.” Godanya sambil tersenyum.


“Sa....yang. A...ku cuma bercanda tadi. Aku tidak mengatakan itu kok.” Dengan suaranya yang terdengar gagap karena melihat ekspresi Aditya dengan posisinya tadi.


“Suamimu ini akan memperlihatkanmu seperti apa suami brengsek, suami kurang ajar seperti yang kamu bilang tadi.”


Kyra langsung menelan ludahnya sambil melihat Aditya yang terus memajukan tubuhnya di depannya membuatnya sampai tidak bisa duduk tegak.


Wajahnya terlihat sedikit takut.“Sayang.....kamu mau melakukan apa?” Tanya Kyra dengan pelan.


“Menurutmu.” Sambil meraih rambut istrinya dan menciumnya di sana.


“Sayang....kamu tidak lelah. Aku pijit ya. Kamu pasti lelah dan capek kan. Badanmu pasti sakit semua karena di pukul sama Mas Bagas. Aku pijit ya.” Kyra tersenyum sambil memegang dan memijit kedua lengan kekar suaminya itu.


“Aku tidak butuh itu.” Melihat tubuh Kyra dari dada sampai ke bawah. “Aku butuuuu......egehm.”


Kyra kaget melihat Aditya yang menatap dadanya sampai ke bawah tubuhnya.


Aditya langsung mendorong tubuh istrinya sampai Kyra berbaring di kasur. Ia kemudian menarik selimutnya di sana sampai menutupi tubuh mereka berdua.


“Hei....Aditya. Apa yang kamu lakukan?” Teriaknya yang ada di dalam selimut.


Aditya terus meraba – raba bagian bawah tubuh istrinya.

__ADS_1


“Aditya....jangan pegang itu. Aaaaaa....” Teriaknya.


Aditya tidak menanggapi istrinya. Ia terus melanjutkan aksinya tadi.


“Aditya....jangan menariknya.” Teriaknya yang berada di dalam selimut.


Aditya kemudian mencium bibir istrinya sambil terus meraba – raba bagian bawah tubuh Kyra.


Tiba – tiba Kaila masuk ke dalam kamar mereka.


“Papa.....mama.” Panggilnya.


Aditya yang tengah berada di dalam selimut langsung menghentikan aksinya ketika mendengar suara anaknya. Ia langsung bangun dari sana begitu pun dengan Kyra. Wajahnya sangat kaget ketika ia bangun dan melihat Kaila di depannya.


“Mama sama papa sedang apa?” Tanya Kaila dengan polosnya.


Kyra dan Aditya saling melihat. Mereka tidak tahu harus mengatakan apa pada anaknya. Mereka hanya duduk diam menatap anaknya. Kyra kemudian merapikan semua pakaian dan rambutnya.


Sedangkan Aditya turun dari kasur sambil merapikan handuk di pinggangnya. Ia berjongkok di depan anaknya.


“Peluk papa. Papa sudah seharian tidak melihatmu sayang. Kangen sekali.”


Kaila langsung memeluk ayahnya yang tersenyum lebar kepadanya. Aditya kemudian menggendong Kaila dan menurunkannya di kasur.


“Kaila di sini dulu ya. Papa pakai baju dulu.”


“Iya....Kaila boleh kan tidur sama papa dan mama di sini.”


“Boleh sayang.” Balas Aditya sambil tersenyum.


“Asyiiiiik....yeeee.....Kaila bisa tidur sama papa dan mama.” Sambil lompat – lompat di tempat tidurnya.


“Kaila tunggu di sini ya sayang. Papa pakai baju dulu.”


“Iya...”


Aditya masuk ke dalam Ruang Gantinya sedangkan Kyra sibuk memperbaiki tali bra-nya yang di tarik Aditya tadi.


Ia kemudian merapikan tempat tidurnya yang sedikit berantakan itu.


“Sayang....ayo baring di sini.” Sambil menepuk – nepuk bantal di sampingnya.


Kaila langsung melemparkan tubuhnya di sana.


“Pelan – pelan dong sayang.”


Kaila hanya tersenyum meihat ibunya. Kyra kemudian berbaring di samping anaknya. Kaila yang melihat ibunya berbaring di sampingnya langsung menghadap ke samping ibunya.


Kyra langsung mengusap – usap punggung anaknya seperti yang ia lakukan ketika menidurkan Kaila.


Tak lama kemudian, Aditya keluar dari kamar gantinya itu. Ia berjalan menghampiri anak dan istrinya.


“Kaila sudah tidur.”


“Hussst.” Sambil meletakkan jari telunjuknya di bibirnya menyuruh Aditya untuk diam.


Aditya diam sambil melihat Kaila yang sudah memejamkan matanya di sana.


“Baiklah...aku tidur juga.” Ucapnya dengan suara pelan.


Ia kemudian mencium kening istrinya lalu mencium kepala anaknya. Ia membaringkan tubuhnya di sana sedangkan Kyra masih mengusap – usap punggung Kaila yang sudah tertidur itu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2