Beautiful Romance 2

Beautiful Romance 2
BAB 24 Beautiful Romance 2


__ADS_3

Pukul 8:00 pagi, Kyra sudah siap berangkat ke kantor. Ia menitip anaknya pada Zahila. Kali ini ia tidak membawa Kaila ke kantor karena ada Zahila yang bisa menjaga anaknya itu.


Ia pamit kepada Zahila dan Kaila.


“Sayang....Kaila disini sama Tante Ila yah. Mama berangkat ke kantor dulu.”


“Ia ma...”


“Nanti Kaila mau dibawain apa sayang?” Tanya Kyra.


“Kaila tidak mau apa – apa yang penting mama pulang cepat sama papa yah.” Jawabnya dengan polosnya.


“Ia....mama usahain pulang cepat. Kalau begitu mama berangkat kerja yah. Jangan nakal sayang.” Ucapnya sambil tersenyum.


Kaila hanya mengangguk sambil tersenyum.


“Zahila....tolong jaga Kaila yah.” Ucapnya sambil melihat Zahila.


“Ia....kakak tenang saja. Selama ada aku, Kaila tidak akan bosan.”


Kyra keluar Apartemennya setelah berpamitan dengan Zahila dan anaknya. Ketika diluar, ia melihat Aditya baru keluar dari Apartemennya yang berada tepat didekat Apartemennya.


“Kenapa kamu cuma sendiri, mana Kaila?” Tanya Aditya sambil melihat kearah Kyra.


“Kaila sama Zahila, biarkan saja dulu. Dia kangen sekali karena beberapa hari tidak bertemu.”


“Baiklah! Oyah....Aku sudah suruh Andi daftarkan Kaila sekolah di sekolah ternama di kota ini.”


“Terserah padamu.” Balasnya sambil berjalan melewati Aditya yang tengah berdiri didepan pintu Apartemennya.


Kyra langsung masuk ke dalam lift disusul Aditya. Tak menunggu lama, mereka keluar dari lift. Kyra berjalan keluar dan berdiri menunggu taksi didepan disusul Aditya dibelakangnya.


Andi sudah ada didepan sambil membuka pintu mobil untuk mereka tapi Kyra masih berdiri tanpa peduli dengan Andi yang membuka pintu mobil untuknya.


“Kenapa berdiri saja, ayo masuk?” Ucap Aditya yang ada disampingnya.


“Terima kasih tapi aku bisa pergi sendiri. Aku bisa naik taksi ke kantor.”


Aditya langsung menarik tangan Kyra dan mendorongnya masuk ke mobil.


“Dit...apa – apaan sih kamu?”


“Wanita keras kepala sepertimu memang harus diperlakukan seperti ini. Diam saja dan duduk dengan manis.”


Kyra hanya bisa diam mendengar Aditya mengatakan itu padanya.


Aditya kemudian masuk ke dalam mobilnya disusul Andi. Andi melajukan mobilnya menuju perusahaan Sinatria.


Didalam mobil, Kyra mencoba bicara kepada Andi.


“Kak Andi....”


“Ia...”


“Siapa yang suruh kamu panggil dia kakak, memangnya dia kakakmu?” sahut Aditya.


“Dulu kan aku memang memanggilnya seperti itu, kamu ribet banget sih.”


“Maaf nona....ini sudah jam kerja saya. Anda harusnya memanggil nama saya saja.”

__ADS_1


“Kalian berdua itu ribet banget. Masalah begitu dipermasalahkan.” Ucap Kyra


“Ini etika kerja, apa kamu mengerti dengan etika kerja.” Balas Aditya dengan serius.


“Baik Tuan Aditya....apa saya sekarang boleh bicara pada asisten Anda.”


Aditya hanya berwajah datar melihat istrinya. Kyra kembali bicara kepada Andi.


“Maaf.....Andi.”


“Ia nona....”


“Aneh sekali rasanya tiba – tiba memanggil namanya saja. Mereka berdua benar – benar terlalu serius bekerja seperti yang dibilang Kak Rey.” Dalam hati Kyra.


Andi kembali bicara pada Kyra yang tiba – tiba diam dan tidak melanjutkan ucapannya.


“Nona....mau bilang apa tadi?”


“Oh....apa saya boleh minta nomornya Lea. Sudah lama pulang ke sini tapi tidak pernah bertemu dengannya?”


“Tentu nona, nanti saya kirimkan nomornya.”


“Terima kasih yah.”


“Ia...tidak masalah.”


Setelah mereka berdua mengobrol. Aditya kemudian berbicara kepada Kyra.


“Apa kamu tahu kalau ini hari terakhir tugasmu?”


“Kamu sudah merencanakan ini semua kan.”


“Huh.....mana ada orang yang bisa menjual mobil 150 buah dalam waktu dua hari?”


“Terus....kenapa kamu menerima tugas yang membuatmu susah itu?”


“Setidaknya aku bisa membuktikan diriku kalau aku bisa meningkatkan penjualan perusahaanmu meskipun tidak mencapai 150 buah dalam dua hari.”


“Kalau begitu siap – siaplah untuk pindah posisi menjadi sekertarisku. Kalau kamu tidak tahu kamu bisa belajar dari May.”


“Aku juga punya permintaan.”


“Katakan....”


“Kalau aku tidak bisa melakukan pekerjaan sekertaris selama dua hari maka aku berhak kembali pada posisiku dibagian pemasaran.”


“Kamu pikir pekerjaan itu bisa dengan mudahnya kamu buat main – main.”


“Tepat sekali yang Tuan Aditya katakan. Pekerjaan itu bukan untuk dibuat main – main. Anda seenaknya memindahkan posisi orang tanpa persetujuan dari orang yang bersangkutan.”


“Kapan aku melakukannya, kamu sendiri kan yang menyetujuinya?”


“Saya tidak pernah merasa menyetujui permintaan Anda itu. Anda sendiri kan yang melakukannya, menipu saya. Sebagai bos sebuah perusahaan besar bisa melakukan hal serendah itu, saya benar – benar tidak menyangka Anda bisa melakukannya.”


Aditya hanya bisa menghela nafasnya dengan panjang didepan Kyra. Ia kembali bicara pada Kyra.


“Baiklah....terserah padamu. Lakukan seperti yang kamu mau”


“Huh....mau mengerjaiku. Lihat dulu siapa lawanmu. Kamu pikir aku tidak tahu kalau kamu sengaja ingin mengerjaiku.” Dalam hati Kyra.

__ADS_1


“Haaaa.....kata – kata kakak ipar sungguh membuat orang tersinggung sampai membuat kakak mengalah.” Dalam hati Andi.


Tak lama kemudian mereka sampai di perusahaan Sinatria. Seperti biasa para karyawan berbaris menyambut kedatangan bosnya. Kyra terlihat kaget melihat itu semua.


“Ya tuhan......kenapa aku benar – benar bodoh. Kenapa juga tadi aku ikut bersamanya, aku tidak kepikiran kalau hal ini akan terjadi. Sebaiknya aku keluar dari pintu sebelah saja.” Dalam hati Kyra.


Andi turun dari mobil dan membuka pintu mobil untuk Aditya. Aditya langsung turun dari mobil, ia berdiri di samping mobil menunggu Kyra turun tapi saat itu Kyra turun dari pintu sebelah sambil bersembunyi disamping mobil agar tidak dilihat karyawan lainnya.


Aditya datang menghampiri Kyra yang tengah bersembunyi disamping mobilnya.


“Sedang apa kamu bersembunyi disini?”


“Memangnya aku harus ikut masuk kesana, apa yang dikatakan orang – orang nanti?”


“Anggap saja ini latihan sebagai sekertarisku. Ayo cepat, kalau tidak aku sendiri yang menyeretmu masuk.”


“Baiklah....aku masuk. Tapi kamu kesana duluan, kamu tidak lihat mereka semua memandang kesini.”


“Dasar wanita merepotkan.” Gumamnya sambil berjalan kedepan pintu perusahaannya.


Tak lama.....Kyra menyusul Aditya dan berdiri dibelakangnya. Aditya masuk ke dalam perusahaannya bersama Andi dan Kyra.


Beberapa pegawai menyapanya seperti biasanya. Aditya hanya berjalan masuk ke dalam lift bersama Andi dan Kyra tanpa peduli dengan mereka. Ketika didalam lift, Aditya kembali memperingatkan Kyra tentang pekerjaannya.


"Ingat....ini hari terakhirmu bekerja dibagian pemasaran. Besok kamu harus pindah ke lantai atas."


Kyra tidak menjawab ucapannya, ia hanya keluar dari lift saat pintu lift sudah sampai di lantai 5.


"Kakak ipar benar - benar berani. Dia langsung pergi begitu saja tanpa peduli dengan Tuan Aditya. Kalau orang lain seperti itu, mungkin langsung dipecat dan tidak bisa bekerja lagi." Dalam hati Andi.


Andi dan Aditya pun naik ke lantai paling atas sedangkan Kyra masuk ke dalam ruangannya, ia langsung duduk dikursi kerjanya.


Tiba - tiba HP- nya berdering, ia angkatlah panggilan masuk dari Tante Rosa itu.


"Halo Kyra...."


"Ia tante..."


"Besok Ivan dan Nyonya Mery akan ke Indonesia. Kamu siap - siap menemuinya yah."


"Loh....kenapa Ivan tidak bilang kalau mau datang?"


"Dia ingin memberikanmu kejutan tapi tante harus mengatakan ini padamu supaya kamu menyiapkan dirimu karena kamu baru pertama kali bertemu Nyonya Mery."


"Kenapa mereka tiba - tiba datang tante?"


"Mereka ingin merencanakan pertunangan kalian. Kalau tanggalnya sudah ditetapkan, tante akan kesana. Nyonya Mery ingin acara pertunangannya diadakan di Indonesia karena keluarga besar Ivan semua ada di Indonesia. Kebetulan kamu juga ada di Indonesia jadi sekalian saja diadakan disana. Dan tante tidak akan mengungkit masalah dirimu yang tiba - tiba pindah ke Indonesia tanpa sepengetahuan tante selama kamu bersedia bertunangan dengan Ivan. Tante tidak pernah meminta apapun darimu loh Kyra. Ini pertama kalinya tante memohon padamu jadi tante mohon kamu bisa membantu tante. Oke sayang."


"Baik tante..." Balasnya sambil memejamkan matanya.


"Kalau begitu tante tutup telfonnya. Jangan lupa jaga kesehatan mu baik - baik. Jangan sampai sakit."


"Ia....tante"


Telfonnya pun ditutup.


Kyra meletakkan HP-nya dimeja. Ia menunduk sambil memegang kepalanya dan meremas rambutnya dengan kedua tangannya memikirkan ucapan Tante Rosa.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2