Beautiful Romance 2

Beautiful Romance 2
BAB 79 Beautiful Romance 2


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Pukul 5:00 sore.


Aditya pulang dari kantornya bersama dengan istri dan anaknya. Tadi siang, Kyra dan anaknya


mengantar makan siang untuk Aditya.


Andi sudah memarkirkan mobilnya dengan sempurna di depan rumah tuannya itu.


Kyra turun dari mobil bersama Kaila tanpa menunggu Andi membuka pintu mobilnya begitu pun Aditya. Ia mengikuti istrinya turun. Aditya bersama istri dan anaknya masuk ke dalam rumah.


Tiba – tiba mobil Rey juga baru sampai rumah Aditya. Aditya menengok ke belakang melihat mobil Rey yang sudah masuk ke dalam pekerangan rumahnya.


Ia kemudian melihat ke arah istrinya yang masih berdiri di sampingnya.


“Sayang...kamu masuk dulu ke dalam bersama Kaila. Nanti aku menyusul.” Ucap Aditya sambil tersenyum.


“Oh...baiklah.” Jawab Kyra.


Ia membalikkan badannya masuk ke dalam. “Ayo sayang. “Ajaknya sambil memegang tangan Kaila masuk ke dalam.


Aditya kembali fokus pada mobil merah di depannya.


Ia menatap Rey yang keluar dari mobil sambil meletakkan kedua tangannya di pinggangnya. Ia memegang pinggangnya, menatap Rey dengan mengerutkan keningnya. Tatapannya terlihat serius melihat Rey yang membuka pintu mobil sebelah apalagi saat Zahila keluar dari mobil Rey. Aditya langsung menatap dingin mereka berdua.


“Kalian dari mana?” Tanya Aditya yang melihat Zahila dan Rey berjalan ke arahnya.


“Aku habis mengantar Zahila ke kampus. Aku membantunya mendaftar di sana.” Sahut Rey.


Aditya tidak menanggapi ucapan Rey. Ia hanya melihat ke arah Zahila, ia menatap tajam adik iparnya itu.


“Zahila....masuk ke dalam.”


“Oh...iya kak.” Zahila masuk ke dalam tanpa peduli pada Rey. Apalagi saat ia melihat Aditya yang menatapnya seperti tak suka melihatnya bersama Rey.


Saat Zahila sudah masuk, Aditya bicara pada Rey.


“Kamu menganggap angin lalu peringatanku. Baru tadi pagi aku mengatakannya padamu tapi kamu malah membawanya pergi.”


“Aku hanya mengantarnya ke kampus. Aku tidak macam – macam padanya. Lagi pula sudah ku jelaskan padamu kan kalau aku serius dengan Zahila.”


“Lalu bagaimana dengan wanita yang selalu kamu kencani itu?” Tanya Aditya.

__ADS_1


“Aku tidak akan membiarkan mereka menyakiti Zahila.”


Aditya berjalan mendekati Rey dengan tatapan dinginnya. Ia langsung memegang kerah jas Rey.


“Awas kalau kamu sampai menyakitinya. Kamu akan berurusan denganku. Jika kamu membuatnya menangis, kamu akan ku buat menyesal meskipun kamu itu adalah sahabatku.” Ancamnya.


“Oke....aku janji tidak akan membuatnya menangis. Setetes air mata pun tidak akan ku biarkan jatuh di pipinya. Kamu bisa memegang kata – kataku, kamu sudah mengenalku selama bertahun – tahun kan. Sekarang aku bersumpah padamu kalau aku tidak akan menyakiti Zahila demi persahabatan kita. Bahkan jika suatu saat tuhan ingin mengambil rasa cintaku pada Zahila. Aku Rey, tidak akan pernah membiarkan tuhan untuk mengambilnya. Jika itu terjadi, aku tetap bertanggung jawab padanya. Tidak akan ku buat dia tersakiti. Bahkan akan ku buat diriku semakin mencintai adik iparmu itu.” Ucap Rey dengan serius.


Aditya melepaskan kerah baju Rey setelah mendengar itu semua.


“Aku pegang kata – katamu itu. Kamu juga bisa yakin padaku kalau ucapanku tadi bukan sekedar ancaman.” Aditya menatap Rey dengan serius.


“Aku tahu.”


“Pulang sana.” Perintahnya.


“Oke....aku pulang.” Rey bicara santai sambil tersenyum melihat Aditya.


Aditya memalingkan wajahnya karena tak ingin melihat wajah Rey yang tersenyum itu. Ia masih kesal dengan Rey yang tak mendengarkannya, tapi ia juga tidak bisa terus menghalangi hubungan mereka jika mereka berdua memang serius.


Rey meninggalkan Aditya yang masih berdiri di tempatnya. Ia masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya meninggalkan rumah Aditya.


Aditya pun masuk ke dalam rumahnya. Ia melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju lantai dua kamarnya.


Ia masuk ke dalam kamarnya dengan wajahnya yang terlihat kesal. Kyra yang duduk berselonjor di kasurnya langsung turun dan datang menghampiri suaminya yang terlihat kesal itu.


“Tidak apa – apa. Aku hanya lelah. Badanku terasa lelah semua.” Balas Aditya sambil tersenyum pada istrinya.


“Sini aku pijat.” Ucap Kyra memegang lengan suaminya.


“Aku belum mandi sayang. Aku mandi dulu ya.” Ucap Aditya. Ia memegang pipi istrinya dan mengusap – usapnya di sana.


“Baiklah. Mas Adit mandi dulu, aku sudah siapkan air panasnya di dalam.”


“Aduh....istriku semakin hari semakin menggemaskan. Apalagi kalau panggilnya Mas Adit.” Aditya tersenyum senang sambil mencubit kedua pipi istrinya.


Kyra langsung memegang tangan Aditya dan melepaskannya dari pipinya.


“Sakit sayang.” Kyra cemberut memegang pipinya yang sakit.


Aditya tersenyum melihat istrinya. Ia langsung mencium kening Kyra di sana.


Kyra kembali bicara.

__ADS_1


“Sana mandi, baru kita makan malam di bawah.”


“Iya aku mandi.”


Aditya melangkahkan kakinya menuju Ruang Gantinya. Tiba – tiba ia menghentikan langkahnya ketika berada di depan pintu Ruang Gantinya. Ia berbalik melihat istrinya yang masih berdiri di tempatnya.


“Sayang...bagaimana kalau kamu pijat aku di kamar mandi?”


“Jangan mulai deh. Sebentar lagi waktunya makan malam.” Dengan wajah serius menatap Aditya.


“Hanya pijat, kamu selalu berpikiran aneh – aneh. Aku janji tidak akan macam – macam.”


“Janji ya. Kita harus makan malam bersama di bawah. Nanti mami marah – marah lagi kalau terlambat.”


“Iya.”


Aditya kembali melangkahkan kakinya masuk ke dalam Ruang Gantinya. Hanya sebentar saja, ia kembali keluar dengan baju mandi di tubuhnya. Ia menengok ke arah Kyra yang tengah duduk di sofa menunggunya.


“Ayo...aku sudah siap.”


Kyra berdiri dari tempat duduknya dan melangkahkan kakinya menghampiri suaminya. Mereka berdua masuk ke dalam kamar mandi. Dan tentu saja seperti yang di bilang Aditya. Ia tidak melakukan hal yang tidak di inginkan istrinya. Ia hanya duduk di dalam Bathup yang berisi air panas dan Kyra duduk di atas Bathup. Di sana ia memijat bahu suaminya, sesekali ia menggosok – gosok punggung Aditya dengan busa sabun.


Selama satu jam berendam sambil di pijat Kyra, ia keluar dari Bathupnya. Sedangkan Kyra membantu suaminya memakai baju mandinya.


Mereka berdua keluar dari kamar mandinya. Ketika keluar dari kamar mandinya, tiba – tiba seorang pelayan mengetuk pintu kamarnya. Pelayan itu memanggilnya untuk turun makan malam.


Dengan cepat, Aditya memakai baju santainya dan turun ke bawah bersama istrinya. Kalau terlambat lagi seperti kemarin, ia pasti akan mendengar ocehan ibunya yang selalu membuatnya pusing.


Ia dan Kyra turun ke bawah makan malam bersama Nyonya Sintya, Kaila dan Zahila. Mereka berdua berjalan menuju Ruang Makannya. Di sana sudah ada Nyonya Sintya, Kaila dan Zahila duduk di meja makan menunggu kedatangan mereka.


Kyra dan Aditya duduk di sana. Kyra mulai mengambilkan makanan untuk suaminya. Ia juga membantu Kaila mengambil makanan ke piring Kaila. Mereka sekeluarga makan bersama dengan tenang. Kyra sesekali mengambil lauk untuk suami dan anaknya.


Mereka terlihat bahagia menikmati makan malamnya meskipun Kyra masih sering mengingat nenek dan ayah mertuanya. Seandainya saja nenek dan ayah mertuanya masih hidup pasti keluarganya lengkap. Tapi melihat senyum bahagia ibu mertua dan suaminya membuatnya ikut tersenyum bahagia.


Bersambung.


.


.


.


.

__ADS_1


Ingat tekan LIKE di bawah ya. Berikan KOMENT dan VOTE kalian. Penyemangat Author. Tamatnya tidak akan lama lagi kok, sabar ya. Jadi jangan bosan bacanya, hehehehe....


Terima kasih.


__ADS_2