
Aditya sudah berada didepan pintu Apartemen Kyra, ia memencet bel Apartemen Kyra sambil memasang wajahnya yang tersenyum.
Ketika Kyra membuka pintu Apartemennya, Aditya langsung memasang wajah percaya dirinya didepan istrinya itu.
“Apa aku boleh masuk?” Tanya Aditya dengan santainya.
Kyra tidak menjawab pertanyaan Aditya, ia hanya menatap penampilan Aditya yang tak biasa itu. Ia melihat dari bawah keatas sambil menahan wajahnya yang ingin tertawa karena penampilan Aditya yang menurutnya sangat aneh dan tidak sesuai dengan dirinya selama ini.
“Sepertinya dia suka dengan penampilanku.” Dalam hati Aditya yang sangat percaya diri dengan dirinya.
“Kenapa hanya menatapku begitu?”
“Tidak apa – apa, rambutmu itu lucu sekali.” Sambil memalingkan wajahnya karena tak bisa menahan dirinya yang ingin tertawa.
Tiba – tiba Kaila berlari kearah ayahnya.
“Papa.....”
Kaila berhenti didepan ayahnya sambil menatap ayahnya dengan aneh.
“Kenapa dengan pakaian papa hari ini?” Tanya Kaila dengan polosnya.
“Kenapa sayang, papa ganteng kan pakai baju begini?” Tanya Aditya sambil tersenyum dan bergaya didepan anaknya.
“Papa terlihat aneh sekali, apalagi dengan rambut papa itu.”
Kyra langsung tertawa keras mendengar ucapan anaknya. Sejak tadi ia berusaha menahan tawanya didepan Aditya. Tapi ketika anaknya berbicara seperti itu. Tawanya pun pecah didepan Aditya. Kaila ikut tertawa kecil melihat ibunya yang tertawa.
“Hei.....ada apa dengan kalian berdua, kenapa kalian tertawa seperti itu. Memangnya ada yang lucu.”
“Ia....papa lucu sekali. Papa seperti ingin lomba menyanyi saja seperti di sekolah Kaila dulu.” Ucap Kaila dengan polosnya.
“Bisakah kamu merubah gaya rambutmu itu, aku tidak tahan melihatnya.” Sambung Kyra sambil tertawa.
“Cih...kalian sungguh kampungan, ini gaya rambut zaman sekarang. Apa kalian tidak lihat diluar sana?”
“Aku tahu. Tapi kalau kamu yang bergaya seperti itu malah terlihat aneh. Apalagi ini sudah malam, memangnya kamu mau kemana malam – malam begini dengan penampilan begitu.” Ucap Kyra sambil terus tertawa.
Aditya terlihat kesal melihat istri dan anaknya tertawa mengejeknya.
“Apa kalian sedang mengejekku sekarang?”
Kyra dan Kaila masih tertawa didepannya.
“Cih....dasar perempuan – perempuan kampungan.”
Setelah mengatakan itu, Aditya langsung pergi meninggalkan mereka berdua dengan wajahnya yang terlihat kesal. Kaila terlihat khawatir melihat ayahnya yang pergi begitu saja.
“Ma....papa marah yah.”
“Tidak kok sayang.”
“Apa Kaila salah bicara tadi?”
“Tidak sayang...”
“Terus kenapa papa pergi begitu saja?”
“Mungkin dia malu pada Kaila. Sudahlah nanti papa datang lagi bertemu Kaila. Sekarang Kaila nonton kartun saja yah sambil tunggu mama siapin makanan untuk Kaila.”
“Ia...”
Kyra pun menutup pintu Apartemennya dan berjalan ke arah dapur sedangkan Kaila menonton Tv diruang tamu.
Sementara Aditya sudah berada dikamarnya. Ia langsung melempar jaket yang ia pakai ke kasur.
“Sialan....aku ditertawakan. Kenapa gadis – gadis itu suka dengan pria yang berpenampilan begini sih. Bagaimana bisa aku berpikir istriku sama dengan mereka. Buat malu saja?”Gumamnya dengan wajahnya yang kesal mengingat kejadian tadi.
Ia mengganti pakaiannya dengan pakaian santai yang dipakainya tadi. Setelah mengganti pakaian, ia keluar Apartemennya dan kembali ke Apartemen Kyra.
Ia memencet bel Apartemen Kyra dengan wajahnya yang terlihat serius. Kyra kembali membuka pintu Apartemennya. Aditya langsung masuk ketika Kyra membuka pintu Apartemennya itu.
__ADS_1
“Hei....kamu punya sopan santun tidak sih. Langsung masuk ke rumah orang begitu saja.”
“Aku ingin bertemu dengan anakku.”
Kaila yang sedang duduk di sofa langsung berlari kearah ayahnya.
“Papa....”
Aditya langsung menggendong anaknya itu.
Kyra yang melihat mereka hanya diam saja sambil berjalan kearah dapur untuk melanjutkan pekerjaannya tadi. Ia menyiapkan makanan untuk anaknya di meja makan.
Sementara Aditya berjalan ke ruang tamu, ia duduk disofa dan Kaila duduk dipangkuannya. Aditya kemudian mengobrol dengan anaknya itu.
“Tadi Kaila pikir papa marah.”
“Papa tidak marah sayang. Terus....Kaila sedang apa tadi?”
“Kaila sedang nonton Tv sambil tunggu mama selesai masak.”
“Oyah....apa papa juga boleh ikut makan sama Kaila?”
“Tentu saja....”
“Tapi papa lihat mamamu tidak suka kalau papa makan disini apalagi kalau papa datang kesini.”
“Mama tidak pernah melarang papa kok datang kesini.”
“Mama memang tidak pernah bilang begitu sayang tapi mamamu itu terus cemberut melihat papa apalagi Kaila tidak pernah dengarkan mama panggil papa sayang seperti mama panggil Kaila sayang. Sepertinya mamamu itu benar benci sama papa.” Ucapnya sambil berwajah kasihan didepan anaknya.
“Papa sayang sekali sama mama.” Tanya Kaila dengan polosnya.
“Papa sayang sekali sama mama. Tapi kalau mama tidak sayang sama papa, papa tidak bisa terus tinggal sama Kaila dan mama. “ Ucapnya dengan wajahnya yang pura – pura kasihan didepan anaknya.
“Kaila tidak akan biarkan mama tinggalin papa sendiri lagi. Kaila akan bantu papa supaya mama sayang lagi sama papa.”
“Benarkah.”
“Ia.....” Balasnya sambil tersenyum.
Kaila terdiam sejenak mendengar ucapan ayahnya. Aditya yang melihat itu langsung memasang wajah sedih didepan anaknya.
“Sepertinya Kaila juga tidak sayang yah sama papa.”
Kaila langsung memegang kedua pipi ayahnya ketika melihat ayahnya seperti itu.
“Kaila sayang sama papa, Kaila sayang juga sama papa Ivan. Tapi karena papa, papa kandung Kaila. Kaila tidak akan biarkan papa Ivan mengambil mama dari papa. Kaila akan bantu papa supaya papa sama mama terus”
“Kaila memang anak papa.” Balasnya sambil memeluk anaknya.
“Kalau begitu....Kaila akan suruh mama panggil papa makan yah. Papa jangan sedih lagi.”
“Ia....papa tidak sedih lagi.”
Kaila turun dari pangkuan ayahnya dan berlari kearah ibunya yang sedang berada di dapur.
“Mama....mama” Panggilnya.
“Ada apa sayang. Mama lagi sibuk sekarang?” Tanya Kyra yang tengah sibuk mengangkat makanannya ke meja makan.
“Kenapa mama tidak ajak papa makan juga?”
“Ia....mama siapin dulu makanannya di meja.”
“Mama ajak papa makan dulu.”
“Kalau gitu Kaila saja yang ajak papa makan karena mama masih sibuk sayang.”
“Papa bilang takut makan kalau bukan mama yang mengajaknya. Ayo ma...ajak papa makan.” Ucap Kaila sambil menarik – narik gaun tidur ibunya.
Kyra melihat kearah Aditya sedangkan Aditya pura – pura tidak melihatnya.
__ADS_1
“Memangnya apa sih yang dipikirkannya itu, kapan aku melarangnya makan.” Dalam hati Kyra.
“Mama...” Panggil Kaila membuyarkan lamunannya.
“Ia....mama ajak papa sekarang.”
Kyra pun berjalan kearah Aditya yang tengah duduk disofa.
“Ayo makan.....aku sudah siapkan makan malam untuk Kaila. Kamu juga belum makan malam kan.”
Kaila kembali bicara pada ibunya karena melihat ibunya tidak bicara seperti dia berbicara kepadanya. Ia berpikir kalau ibunya itu benar – benar tidak sayang pada ayahnya.
“Mama tidak sayang sama papa yah.”
Kyra langsung kaget mendengar ucapan anaknya itu sedangkan Aditya hanya diam melihat anaknya seperti itu. Kaila kembali bicara pada ibunya.
“Mama benar tidak sayang sama papa yah.”
Kyra kemudian berjongkok didepan anaknya.
“Kenapa Kaila bilang begitu sayang?”
“Mama selalu bilang sayang sama Kaila tapi kenapa mama tidak pernah bilang sayang sama papa?” Tanya Kaila yang sudah terlihat sedih.
Kyra langsung menatap tajam Aditya yang tengah duduk diam di sofa. Aditya hanya menggerakkan kedua bahunya tanda ia tak tahu apa – apa.
Kaila yang melihat ibunya diam tak menjawab pertanyaannya sudah mulai takut kalau yang dikatakan ayahnya memang benar bahwa ibunya itu tidak sayang pada ayahnya.
Ia mulai ingin menangis didepan ibunya.
“Hiks....hiks...hiks....mama benar – benar tidak sayang sama papa. Hiks....hiks....hiks...mama mau tinggalin papa kan.”
Kyra langsung kaget melihat anaknya menangis seperti itu begitupun dengan Aditya. Ia tidak menyangka kalau anaknya sampai menangis seperti itu, ia merasa bersalah mengatakan itu pada anaknya.
Kyra mencoba menenangkan anaknya yang sedang menangis.
“Sayang jangan menangis begitu dong. Kaila kan sudah besar.”
“Kalau begitu mama harus panggil papa sayang sama seperti mama panggil Kaila sayang. Kaila tidak akan berhenti menangis sebelum mama bilang sayang sama papa.”
Kyra tidak tahu harus berbuat apa pada anaknya itu sedangkan Aditya hanya diam dengan perasaan bersalahnya kepada anaknya.
“Kenapa anakku sampai menangis begitu. Kenapa juga aku mengatakan itu padanya hanya untuk kepentinganku sendiri. Kalau aku tahu seperti ini, aku tidak akan mengatakan itu padanya?” Dalam hati Aditya.
Kaila masih menangis keras didepan ibu dan ayahnya. Dengan terpaksa Kyra harus menuruti anaknya itu. Ia memejamkan matanya sambil menarik nafasnya dengan kasar karena sikap anaknya itu.
“Baiklah....mama akan panggil papa sayang seperti mama panggil Kaila.”
Seketika Kaila berhenti menangis dan langsung tersenyum. Kyra langsung kaget melihat anaknya yang tiba – tiba berhenti menangis begitupun dengan Aditya.
Kyra kemudian berbicara kembali kepada anaknya.
“Apa sekarang kita boleh makan sayang?”
“Ia....ayo ma, ajak papa.”
Kyra melihat kearah Aditya sambil tersenyum paksa.
“Ayo sayang....kita makan.”
“Egehm.....ia.” Balasnya dengan wajahnya yang terlihat malu.
Kyra pun berdiri dan berjalan menuju meja makan disusul Kaila yang berjalan dibelakang bersama ayahnya. Kaila kemudian melambai lambaikan tangannya didepan ayahnya menyuruhnya untuk mendekatkan kepalanya.
Aditya langsung membungkuk sambil memajukan kepalanya disamping anaknya.
“Kaila hebat kan....” Bisiknya ditelinga ayahnya.
Aditya langsung berdiri tegak dengan wajah kagetnya mendengar ucapan anaknya.
“Hah....ya tuhan, siapa yang mengajari anakku seperti ini. Aku pikir tadi dia memang sedih. Kenapa kelakuannya itu seperti mami?” Dalam hati Aditya.
__ADS_1
Kaila memang sengaja berbicara seperti itu kepada ayahnya karena ingin membanggakan dirinya pada ayahnya itu. Tapi Kaila memang menangis sedih tadi karena berpikir ibunya tidak sayang kepada ayahnya itu.
Bersambung.