Beautiful Romance 2

Beautiful Romance 2
BAB 28 Beautiful Romance 2


__ADS_3

Kyra sudah berada di ruang kerjanya bersama May. Ia kembali melakukan pekerjaannya yang tertunda tadi.


Ditengah – tengah kesibukannya itu, ia kembali menerima pesan dari Ivan untuk memberikannya alamat tempat tinggalnya sekarang. Kyra langsung mengirim alamat rumahnya kepada Ivan dan kembali melanjutkan pekerjaannya.


Pukul 9:30 malam, Kyra sudah siap – siap untuk pulang setelah menyelesaikan semua pekerjaannya.


“Mba May belum pulang...”


“Duluan saja. Saya ingin mengirim email terlebih dahulu kepada Tuan Muda. Biar Tuan Muda bisa memeriksanya kembali.” Ucapnya dengan serius.


“Baiklah! Kalau begitu aku duluan yah mba.” Ucapnya sambil berdiri dari tempat duduknya.


“Silahkan....”


Kyra berjalan meninggalkan meja kerjanya dan masuk ke dalam lift. Ia meninggalkan May yang masih sibuk mengirim email kepada Aditya.


Ketika Kyra sudah keluar dari perusahaan. Ia melihat Pak Malik berdiri disamping mobilnya. Ia datang menghampiri Pak Malik yang tengah berdiri sambil tersenyum kepadanya.


“Sudah lama menunggu pak.” Tanya Kyra sambil membuka pintu mobilnya.


“Saya baru datang nona.” Balasnya dengan sopan.


Pak Malik naik mobil setelah ia melihat Kyra naik mobilnya. Pak Malik melajukan mobilnya menuju Apartemen Kyra.


Hanya beberapa menit saja, mobilnya berhenti tepat didepan gedung Apartemen Kyra. Pak Malik keluar dari mobilnya begitupun dengan Kyra.


Ketika Kyra turun dari mobil, ia melihat Ivan sudah berdiri didepan gedung Apartemennya. Ivan datang menghampiri Kyra saat melihat Kyra turun dari mobil.


 “Van...kamu disini.”


“Ia....aku kan sudah bilang ingin bertemu dengan Kaila. Aku juga sudah membawa hadiah untuknya.” Ucapnya sambil tersenyum.


“Terima kasih karena sudah perhatian kepada Kaila.”


“Tidak perlu berterima kasih. Aku senang memberikannya hadiah.” Ucapnya sambil tersenyum.


Ivan kemudian melihat kearah Pak Malik yang masih berdiri disamping mobilnya. Ia kembali berbicara kepada Kyra yang penasaran dengan Pak Malik.


“Kamu dijemput sama siapa?”


“Oh....ini Pak Malik, supir yang mengantarku kesini.” Sambil melihat kearah Pak Malik.


Ivan langsung mengulurkan tangannya didepan Pak Malik.


“Halo pak.....terima kasih karena sudah mengantar Kyra sampai di rumah.” Ucapnya sambil tersenyum.


Mereka berdua pun saling bersalaman.

__ADS_1


“Anda ini......” Ucap Pak Malik yang terlihat penasaran dengan Ivan.


“Oh...saya Ivan pak. Tunangan Kyra.” Balasnya sambil tersenyum.


“Tunangan Nona Kyra...” Ucapnya yang sedikit terkejut.


“Ia...”


“Tunangan Nona Kyra. Bukankah Nona Kyra istrinya Tuan Muda.” Dalam hati Pak Malik yang terlihat bingung.


“Pak....” Panggil Kyra.


“Ah....ia nona.”


“Kalau begitu kami masuk dulu pak. Terima kasih karena sudah mengantar saya.” Ucapnya sambil tersenyum.


“Ia...nona.”


Kyra dan Ivan masuk ke dalam Apartemennya setelah berpamitan pada Pak Malik. Sedangkan Pak Malik masih menatap mereka dengan wajahnya yang terlihat bingung dengan situasi tadi.


“Jadi benar kalau Nona Kyra sudah bercerai dengan Tuan Muda. Tapi kenapa Tuan Muda selalu bilang kalau Nona Kyra istrinya. Sepertinya ada yang aneh disini. Apa aku harus mengatakan pada Tuan Muda tentang ini. Sebaiknya aku katakan saja pada Tuan Muda, lagipula Tuan Muda berpesan untuk melaporkan semua yang terjadi tentang Nona Kyra.” Gumamnya dengan wajahnya yang bingung.


Pak Malik pun mencoba menghubungi Aditya yang tengah berada di Prancis.


Suara Telfon.


“Halo...Pak Malik, ada apa?” Suara Aditya dibalik telfon.


“Apa ada masalah dengan istriku pak?”


“Saya barusan mengantar nyonya kembali ke Apartemennya tapi ada seorang pria yang datang menemui nyonya. Saya pikir ini harus saya beritahukan kepada Anda.”


“Apa itu Rey...dia memang kusuruh untuk menjaga istriku. Itu tidak masalah?”


“Bukan Tuan Muda. Kalau Tuan Rey saya tahu, tapi ini pria yang belum pernah saya lihat. Dia bilang tadi namanya Ivan dan tunangan Nona kyra.”


“Kau bilang apa tadi?” Teriaknya dibalik telfon.


“Ivan....tunangan Nona Kyra.”


“Sejak kapan istriku bertunangan. Apa kau melewatkan sesuatu dan tidak melaporkannya padaku?” Teriaknya.


“Saya selalu mengawasi Nona Kyra dan tidak ada yang aneh. Saya hanya mendengar itu dari pria yang bernama Ivan.”


“Brengsekk....berani sekali mereka dibelakangku. Sekarang dimana orang itu, apa dia masih bersama dengan istriku?”


“Sebaiknya aku tidak bilang kalau nyonya masuk ke dalam bersama pria tadi. Kalau tidak, Tuan Muda bisa tambah marah. Bisa – bisa dia pulang mengamuk.” Dalam hati Pak Malik.

__ADS_1


“Hei....apa kau masih disana. Aku bertanya padamu. Apa istriku bersama dengan pria itu?” Teriaknya dengan suara yang terdengar marah.


“Tidak Tuan Muda, dia sudah pergi tadi.”


“Awasi terus dia. Jangan sampai bertemu dengan laki – laki itu. Hari ini juga aku pulang ke Indonesia.”


“Baik...”


Telfonnya pun ditutup.


“Semoga saya sudah melakukan hal yang benar. Nyonya Muda adalah orang yang baik tapi saya masih belum tahu apa hubungan Tuan Muda sekarang dengannya sampai membuat Tuan Muda mengawasinya setiap saat apalagi Tuan Muda selalu memanggilnya istrinya. Aku pikir mereka masih bersama, benar – benar membuat orang bingung.” Dalam hati Pak Malik.


Pak Malik pun meninggalkan Gedung Apartemen Kyra dengan menaiki mobilnya.


Kota Prancis.


Aditya yang berada di Kamar Suite Hotel langsung melempar telfon genggamnya setelah berbicara dengan Pak Malik. Andi yang mendengar suara keras langsung berlari menghampirinya.


“Ada masalah apa?” Tanya Andi


“Hari ini kita pulang ke Indonesia.”


“Bukankah besok baru kita akan pulang.”


“Aku bilang sekarang yah sekarang. Apa kau tidak dengar?” Teriaknya dengan keras.


“Baik....saya akan mempersiapkannya terlebih dahulu.” Balas Andi sambil menganggukkan kepalanya.


“Secepatnya.” Perintanya tegas.


“Baik...”


Andi pun pergi mempersiapkan penerbangannya ke Indonesia sementara Aditya masih berdiri didalam kamarnya dengan wajahnya yang terlihat marah.


“Berani sekali mereka bertemu disaat aku tidak ada. Wanita itu memang tidak bisa dimanja. Aku membiarkannya bermain – main tapi dia malah ingin menikah dibelakangku. Seharusnya dari awal aku mengurungnya saja di rumah. Kali ini aku tidak akan membiarkannya bebas berkeliaran lagi. Brengsek.” Ucapnya sambil menendang meja yang ada didepannya.


Beberapa menit kemudian, Andi kembali dan langsung masuk kedalam kamar hotel.


“Saya sudah mempersiapkan penerbangan kita tuan.”


Aditya langsung meninggalkan hotel tanpa berkata apa – apa pada Andi. Mereka berdua menuju bandara dengan mobil yang sudah Andi siapkan.


Hanya beberapa menit, mereka sampai di bandara. Aditya dan Andi masuk ke dalam bandara dan naik pesawat pribadinya menuju Indonesia.


Didalam pesawat....ia terus memikirkan istrinya yang bersama pria lain apalagi ketika ia tahu kalau istrinya sudah bertunangan.


Ia hanya bisa duduk diam sekarang sambil minum Whisky yang diberikan pelayannya disitu.

__ADS_1


Hanya minumanlah yang bisa menenangkan dirinya sekarang. Dengan minum, ia bisa merasa tenang.


Bersambung.


__ADS_2