Beautiful Romance 2

Beautiful Romance 2
BAB 31 Beautiful Romance 2


__ADS_3

Pukul 3:00 sore, Kyra keluar kantor setelah selesai mengerjakan pekerjaannya. Ia tak lupa berpamitan pada May.


Saat diluar....ia sudah dijemput oleh Pak Malik yang tengah berdiri disamping mobilnya. Kyra berdiri sejenak didepan gedung perusahaan sambil menatap bingung Pak Malik yang berada tak jauh darinya.


“Kenapa Pak Malik bisa tahu kalau aku sudah pulang. Aku kan tidak pernah kasih tahu Pak Malik kalau aku sudah keluar kantor, atau dia menungguku sejak tadi yah?” Dalam hati Kyra.


Ia kemudian berjalan menghampiri Pak Malik yang tengah tersenyum kepadanya.


“Bapak kok sudah ada disini?”


“Saya baru datang nona.”


“Bapak hebat juga yah bisa tahu kalau saya sudah pulang kantor.”


Kyra lalu membuka pintu mobilnya dan naik ke dalam mobil.


Sedangkan Pak Malik hanya berdiri diam mendengar Kyra berbicara seperti itu. Ia hanya bisa berkata dalam hatinya.


“Haaaa....semenjak saya menghubungi Tuan Muda kemarin. Saya harus lebih mengawasi nona. Kalau saya lengah sedikit saja, Tuan Muda bisa marah besar pada saya.” Dalam hati Pak Malik.


Kyra yang melihat Pak Malik hanya diam saja dan tidak naik mobil langsung menurunkan kaca mobilnya dan berbicara pada Pak Malik.


“Pak....kenapa bapak tidak naik?”


“Oh....ia nona. Maaf.....saya memikirkan sesuatu sampai lupa.” Balasnya sambil tersenyum.


Ia pun naik ke dalam mobil.


“Pak....hari ini antarin saya ke butik yah. Saya mau pesan gaun pesta.”


“Butik yang mana nona.”


“Yang dekat dari sini saja pak.”


“Baiklah nona.”


Pak Malik pun melajukan mobilnya menuju salah satu Butik yang dekat dengan perusahaan Sinatria.


Hanya beberapa menit saja, mobilnya berhenti disebuah butik terkenal di kota itu.


Kyra turun dari mobil diikuti Pak Malik yang berjalan ke belakangnya. Kyra sadar kalau Pak Malik mengikutinya dari belakang. Ia pun berhenti dan berbalik kebelakang.


“Pak Malik tidak usah mengikuti saya. Kalau bapak masuk nanti bapak akan merasa bosan melihat saya memilih – milih gaun.”


“Tidak apa – apa nona. Ini sudah tugas saya, saya harus mengikuti Anda kemana – mana. Tapi pesta apa yang akan Anda hadiri nona?” Tanya Pak Malik penasaran.


“Pesta ulang tahun teman saya yang kemarin pak.”


Mendengar Kyra membahas Ivan, Pak Malik pun penasaran dengan statusnya dengan Ivan.


“Saya ingin bertanya pada nona.”

__ADS_1


“Ia...silahkan pak.”


“Kapan Anda bertunangan dengan pria yang kemarin. Saya pikir Anda masih istri Tuan Muda?”


“Saya sudah bercerai dengan Tuan Aditya delapan tahun lalu. Masalah tunangan, saya baru akan bertunangan dengan pria yang saya kenalkan kemarin.”


“Hari ini nona.” Balasnya dengan wajahnya yang sedikit kaget.


“Ia...”


“Bukannya nona tadi bilang pesta ulang tahun teman Anda.”


“Kenapa Pak Malik bertanya terus sih?” Dalam hati Kyra yang merasa aneh dengan Pak Malik.


Ia kembali bicara pada Pak Malik.


“Saya memang menghadiri pesta ulang tahun sekalian acara pertunangan saya pak.”


“Oh....begitu. Maaf nona kalau saya lancang bertanya kepada Anda. Saya memang selalu penasaran dengan Anda karena saya pernah mendengar Tuan Agung membicarakan Anda.”


“Tidak apa – apa pak.” Balasnya sambil tersenyum. “Kalau tidak ada pertanyaan lagi, ayo kita masuk ke dalam pak.”


“Baik nona.”


Kyra masuk ke dalam butik disusul Pak Malik yang berjalan dibelakangnya.


Ketika didalam, Kyra sudah disambut oleh beberapa pelayan toko.


Kyra hanya tersenyum sambil mengangguk pelan.


Sedangkan Pak Malik hanya berjalan mengikutinya, ia berhenti di Ruang Tunggu untuk menunggu Kyra selesai memilih gaun. Disana ia duduk sambil memikirkan perkataan Kyra tadi.


“Sebaiknya aku menghubungi Tuan Muda untuk memberitahukan situasi sekarang.” Dalam hati Pak Malik sambil mengeluarkan HP-nya didalam kantong celananya.


Ia mencoba menghubungi Aditya tapi telfonnya tidak tersambung.


“Pasti Tuan Muda sudah berada di pesawat karena telfonnya tidak tersambung. Perjalanan dari Prancis kesini kan sangat panjang. Tadi malam dia bilang akan pulang. Kalau tadi malam Tuan Muda naik pesawat mungkin ia sampai nanti malam. Sebaiknya aku mengirim pesan saja padanya tentang pertunangan Nona Kyra. Jadi saat Tuan Muda sampai, dia bisa langsung melihatnya.” Dalam hati Pak Malik.


Ia pun mengirim pesan kepada Aditya tentang pertunangan Kyra nanti malam.


Sementara Kyra yang ada didalam sudah mencoba beberapa gaun yang akan ia pakai nanti.


Hanya sebentar saja ia sudah memilih gaun yang akan ia pakai di pesta ulang tahun Ivan.


Ia membayar gaun yang dipilihnya itu dikasir. Setelah selesai membayar, ia datang menghampiri Pak Malik yang tengah duduk di sofa.


“Nona sudah selesai.” Tanya Pak Malik sambil berdiri dari tempat duduknya.


“Ia pak. Tapi sebelum pulang saya ingin ke makam papi dan nenek dulu.”


“Makam Tuan Agung dan Nyonya Ambar.”

__ADS_1


“Ia....selama saya kembali saya tidak pernah mengunjungi makam mereka.”


“Baik nona.”


Kyra pun pergi meninggalkan toko butik bersama Pak Malik. Mereka berdua menuju makam Keluarga Sinatria.


Sebelum kesana....Kyra meminta Pak Malik mampir membeli bunga untuk ia berikan kepada nenek dan ayah mertuanya.


Setelah mendapatkan bunga. Mereka berdua melanjutkan perjalanannya menuju makam Keluarga Sinatria.


Saat sampai....Kyra turun dari mobil dan menyuruh Pak Malik menunggunya di mobil. Ia berjalan pelan kearah makam Nyonya Ambar.


Ketika ia sampai di makam, ia sudah melihat makam Nyonya Ambar berdampingan dengan makam Tuan Agung.


Wajahnya sudah terlihat sedih melihat makam nenek dan ayah mertuanya. Ia berjongkok ditengah – tengah makam Nyonya Ambar dan Tuan Agung. Ia kemudian meletakkan bunga diatas makam Nyonya Ambar.


Wajahnya seketika menangis melihat makam nenek dan ayah mertuanya.


“Nenek....aku kembali. Maaf...aku baru bisa datang mengunjungimu sekarang. Nenek tidak marah kan padaku. Aku datang kemari ingin meminta restu darimu. Hari ini aku akan memulai hidup baruku. Aku harap nenek bisa merestuiku. Aku tidak pernah menyesal meninggalkan Aditya delapan tahun lalu selama dia merasa bahagia. Aku bisa melakukan apa saja untuknya. Nenek pasti juga akan bahagia kalau melihat Aditya bahagia kan. Jadi tolong maafkan aku karena tidak bisa mempertahankan rumah tanggaku sendiri dengannya.” Ucapnya sambil memegang batu nisan Nyonya Ambar dengan air mata yang mengalir dipipinya.


Ia kemudian beralih ke makam ayah mertuanya. Ia meletakkan bunga diatas makam ayah mertuanya sambil menunduk menangis.


“Papi....maaf karena aku tidak ada disaat papi meninggal. Harusnya aku berada disamping papi tapi aku sendiri tidak berdaya. Papi sudah mengangkatku sebagai anak tapi aku tidak pernah membalas kebaikan papi padaku. Hiks....hiks...hiks....maaf pi....maaf. Aku pergi hanya ingin membuat Aditya bahagia. Tolong maafkan aku.....hiks....hiks...hiks. Sekarang aku bahkan tidak berani bertemu dengan mami. Aku tidak tahu harus mengatakan apa padanya kalau aku bertemu dengannya. Mami pasti marah padaku karena pergi tanpa pamit padanya. Kalau dulu aku mengatakan pada mami kalau aku ingin bercerai dengan Aditya. Mami pasti akan menahanku meskipun mami tahu kalau Aditya tidak bahagia bersamaku. Aku hanya tidak ingin membuat Aditya tidak bahagia bersamaku. Tolong maafkan aku....hiks...hiks...hiks. Maaf...” Ucapnya sambil menangis tersedu sedu.


Setelah menangis disana, ia duduk diam ditanah sambil bersandar dibatu nisan ayah mertuanya.


Sedangkan Pak Malik yang tengah menunggu Kyra di mobil sudah terlihat khawatir karena Kyra sudah sangat lama tidak kembali. Akhirnya ia datang menghampiri Kyra yang berada jauh darinya.


Pak Malik memang tidak bisa melihat keadaan Kyra karena tempat makam dan tempatnya berada sekarang sedikit jauh.


Ia terus berjalan ke arah makam. Ketika ia sudah sampai di makam, ia sudah melihat Kyra yang tengah duduk didekat batu nisan ayah mertuanya dan neneknya.


“Nona....kenapa Anda duduk disini?”


Kyra langsung menengok kearah Pak Malik. Ia pun berdiri dari tempat duduknya sambil melihat kearah Pak Malik.


“Tidak apa – apa pak. Saya hanya mengobati kerinduan saya kepada mereka.”


“Apa nona baik – baik saja?”


“Saya baik – baik saja. Ayo kita kembali.” Ucapnya sambil berjalan melewati Pak Malik.


“Baik nona.”


“Sepertinya Nona Kyra habis menangis disini.” Dalam hati Pak Malik.


Ia pun berjalan mengikuti Kyra yang sudah berjalan didepannya. Ketika sampai didepan mobil, Kyra langsung membuka pintu mobilnya dan naik ke mobil Begitupun dengan Pak Malik.


Setelah naik mobil, Pak Malik melajukan mobilnya menuju Apartemen Kyra.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2