Beautiful Romance 2

Beautiful Romance 2
BAB 26 Beautiful Romance 2


__ADS_3

Pukul 8:00 malam, Aditya pergi meninggalkan perusahaannya bersama Andi asistennya. Ia menaiki mobilnya bersama Andi menuju bandara pribadinya untuk terbang ke Prancis. Sebelum pergi, ia menugaskan orang kepercayaannya untuk mengawasi istrinya.


***


Pukul 9:00 malam, Kyra siap – siap pulang setelah menyelesaikan semua pekerjaannya begitupun dengan karyawan yang lain.


Ketika Kyra sudah berada didepan perusahaan, supir yang disuruh untuk menjemputnya sudah membuka pintu mobil untuknya.


“Silahkan naik nyonya.” Ucapnya sambil mempersilahkan Kyra masuk mobil.


“Maaf pak....Anda siapa yah?” Tanya Kyra bingung.


“Saya supir yang akan mengantar jemput Anda.”


“Maaf.....saya tidak memerlukan seorang supir sekarang.”


“Ini perintah Tuan Muda, nyonya. Mulai hari ini saya akan mengantar jemput Anda kemana pun Anda pergi.”


“Maaf pak.....saya benar – benar tidak menginginkan seorang supir. Bapak sebaiknya pulang saja.”


“Nyonya....tolong ringankan pekerjaan saya. Kalau Anda tidak menerima saya sebagai supir Anda. Tuan Muda pasti akan membuat saya dipecat dan tidak akan bisa bekerja lagi.”


Kyra hanya menghela nafasnya mendengar ucapan supirnya itu. Karena kasihan melihatnya, ia terpaksa menyetujuinya.


“Baiklah....”


“Tuan Muda memang benar kalau Nyonya Muda orang yang baik. Bahkan dia kasihan kalau aku sampai dipecat. Maaf nyonya....saya sudah membohongi Anda tadi.” Dalam hati supirnya sambil melihat Kyra naik ke dalam mobil.


Setelah melihat Kyra naik mobil. Ia pun naik mobil dan melajukan mobilnya menuju Apartemen Kyra.


Didalam mobil, Kyra mencoba berbicara kepada supir pribadinya karena penasaran dengannya apalagi umurnya yang sudah terlihat tua.


“Bapak sudah bekerja berapa lama dengan Tuan Aditya?”


“Saya sudah bekerja sejak Tuan Muda masih kecil.”


“Tapi....kenapa saya tidak pernah melihat bapak?”


“Itu karena saya sering mengikuti Tuan Besar kemana – mana. Tapi karena Tuan Besar sudah meninggal, saya mengikuti Tuan Muda. Sekarang saya diberi tugas untuk mengantar Anda kemana – mana. Saya salah satu orang yang menyaksikan Tuan Muda tumbuh besar tapi sayang sekali, saya baru bisa melihat Anda sekarang. Bahkan ketika Anda dan Tuan Muda berlibur di Amerika saya tidak bisa bertemu dengan Anda karena berada di Prancis bersama Tuan Besar. Saya bersyukur bisa bertemu dengan istri Tuan Muda.”


“Bapak pasti keliru, saya bukan istrinya sekarang. Lebih tepatnya mantan istri.”


“Kalau Anda bukan istri Tuan Muda. Tuan Muda tidak akan menyuruh saya mengantar jemput Anda. Nyonya bisa memanggil saya Pak Malik.”


“Pak Malik pasti keliru......”

__ADS_1


“Tidak masalah nyonya. Tapi saya harus tetap mengantar Anda kemana – mana. Kalau tidak, Tuan Muda akan marah pada saya?”


“Baiklah.....terserah Pak Malik saja.”


Kyra membiarkan Pak Malik karena merasa kasihan. Ia takut kalau ia menolak tawarannya yang mengantar jemputnya bisa membuatnya kehilangan pekerjaannya apalagi Pak Malik seumuran dengan ayah mertuanya.


***


Pak Malik adalah salah satu orang kepercayaan Tuan Agung yang selalu mengikuti tuannya kemana – mana. Ia merupakan supir pribadi Tuan Agung. Pak Malik sangat setia kepada keluarga Sinatria terutama kepada Tuan Agung karena jasa – jasa Tuan Agung yang selama ini membantu keluarganya.


Setelah Tuan Agung meninggal, ia pernah mengatakan kepada Aditya jika ia akan bekerja atas perintah Aditya meskipun selama ini Aditya tidak pernah meminta bantuannya. Ia selalu siap jika suatu hari Tuan Mudanya itu meminta bantuan, ia akan melakukannya. Itu yang pernah dikatakannya pada Aditya ketika ayahnya tidak ada.


Sekarang ini ia tiba - tiba ditugaskan Aditya untuk mengawasi istrinya dan melaporkan semua kegiatan yang dilakukan istrinya ketika ia tidak ada. Tentu saja Pak Malik sangat senang ketika Tuan Mudanya itu mempekerjakannya lagi berarti ia masih berguna bagi Keluarga Sinatria.


Tapi Kyra tidak tahu kalau Aditya menugaskan Pak Malik untuk mengawasinya, ia hanya tahu kalau Pak Malik akan mengantar jemputnya kemanapun ia pergi. Aditya sendiri menugaskan Pak Malik mengawasi Kyra karena baginya tidak ada yang cocok untuk berada disamping istrinya kecuali Pak Malik.


Tak lama kemudian, mobilnya berhenti didepan Apartemennya. Pak Malik turun dari mobil dan membuka pintu untuk Kyra.


“Silahkan nyonya.”


Kyra turun dari mobil setelah Pak Malik membuka pintu mobil untuknya.


“Besok – besok kalau Pak Malik mengantar saya. Pak Malik tidak usah repot – repot membuka pintu mobil untuk saya. Saya bisa melakukannya sendiri.”


“Apa nyonya merasa tidak nyaman karena melihat umur saya?”


“Itu sudah menjadi tugas saya, tapi kalau nyonya muda merasa tidak nyaman saya tidak akan melakukannya.”


“Terima kasih pak. Satu lagi, Anda tidak usah memanggil saya Nyonya Muda. Panggil nama saya saja.”


“Baik nona. Selama Anda merasa nyaman, saya akan melakukannya. Kalau begitu saya permisi nona. Besok saya akan menjemput nona lagi.”


“Ia pak.”


Kyra pun masuk ke dalam Apartemennya sedangkan Pak Malik mengirim pesan kepada Aditya kalau ia sudah mengantar Kyra sampai ke Apartemennya. Setelah mengirim pesan kepada tuannya itu, Pak Malik meninggalkan Apartemen Kyra dengan mengendarai mobilnya tadi.


Sedangkan Kyra sudah berada didepan Apartemennya, ia masuk ke dalam dan sudah melihat Zahila sedang menonton Tv di ruang tamu bersama Kaila.


Kaila langsung berlari kearah ibunya.


“Mama......kok pulang sendiri. Mana papa?”


“Papa hari ini tidak datang sayang, papa sedang sibuk. Nanti kalau sudah tidak sibuk, dia akan datang menemui Kaila.”


“Kaila pikir papa datang bersama mama. Kemarin papa janji mau bermain sama Kaila setiap hari.”

__ADS_1


“Papa itu tidak bisa terus menemani Kaila bermain karena papa harus bekerja sayang. Kaila mengerti kan.”


“Baiklah....”


“Kaila main yah sama tante, mama mandi dulu sayang.”


“Ia....”


Kaila kembali duduk disofa bersama dengan Zahila sedangkan Kyra masuk ke kamarnya untuk membersihkan dirinya.


Selama satu jam dikamar mandi, ia keluar dengan baju mandi yang menempel ditubuhnya. Ia kemudian memakai gaun tidurnya dan keluar dari kamarnya.


“Apa kalian sudah makan?” Tanya Kyra sambil berjalan kearah mereka.


“Ia....kakak tidak usah masak. Aku sudah makan tadi bersama Kaila.”


“Kamu masak.”


“Tidak....aku tadi pesan antar.”


“Kamu hebat juga yah. Baru sampai sudah bisa melakukan semuanya.”


“Ya kan tinggal cari di HP kak.”


Kyra kemudian berbicara kepada anaknya yang tengah asyik menonton Tv.


“Kaila sayang.....kamu tidak merasa ngantuk. Sekarang sudah jam 11 malam loh sayang. Ayo....kita tidur.”


“Kaila masih mau nonton kartun sama Tante Ila.”


“Tante kan tidak boleh begadang sayang. Kaila lupa yah kalau tante sakit.”


“Baiklah....Kaila tidur.” Ucapnya sambil turun dari sofa dan berjalan kearah ibunya. “Selamat tidur tante.” Ucapnya sambil melihat Zahila.


“Selamat tidur sayang.”


“Zahila....kamu sudah tahu dimana kamar tidurnya kan?” Tanya Kyra sambil melihat adiknya itu.


“Ia kak......aku sudah menyimpan barang – barangku disana.”


“Masuklah.....kakak juga sudah mau tidur. Kakak capek sekali.”


“Ia...”


Kyra pun masuk ke kamarnya bersama dengan Kaila begitupun dengan Zahila. Ia masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2