
Aditya masuk ke dalam ruangan kerjanya bersama dengan Kyra. Ketika didalam, Aditya langsung melingkarkan tangannya didepan dadanya sambil bersandar dimeja kerjanya menatap Kyra yang berdiri didepannya.
“Katakan....apa yang kamu inginkan sekarang?” Tanya Aditya serius.
“Berikan aku pekerjaan lain yang berhubungan dengan pemasaran, aku tidak mau menjadi sekertaris.”
“Kamu atau aku bos disini, berani sekali kamu memerintahku?”
“Aku tidak memerintahmu tapi aku menuntut sesuai perjanjian awal kita. Aku dipindahkan kesini sebagai Manajer Pemasaran. Kalaupun aku tidak bekerja seperti jabatanku yang dulu setidaknya aku bisa bekerja di bagian pemasaran bukan sebagai sekertaris yang bukan keahlianku.”
“Baiklah....aku akan memindahkanmu dibagian pemasaran seperti jabatanmu semula dan memberikanmu beberapa pegawai untuk membantumu tapi dengan satu syarat.”
“Apa syaratnya?”
“Kamu harus meningkatkan penjualan mobil dalam waktu dua hari. Dalam dua hari kamu harus menjual 150 jenis mobil. Kalau kamu tidak bisa memenuhi syaratku maka kamu harus menuruti semua yang kukatakan.” Ucapnya dengan serius.
“Apa....150 mobil dalam dua hari. Apa kamu sudah gila?” Ucapnya dengan kaget.
“Kenapa....tidak sanggup. Katanya Manajer Pemasaran, masa tugas seperti ini kamu tidak sanggup?”
“Dit...150 mob....
Aditya langsung memotong ucapan istrinya.
“Tuan Aditya....panggil aku Tuan Aditya. Disini aku adalah bosmu bukan teman ataupun orang yang bisa kamu panggil sembarangan.” Sahut Aditya dengan tegas.
Kyra lalu menghela nafasnya sambil memejamkan matanya mendengar ucapan Aditya.
“Tuan Aditya....150 mobil itu sangat banyak. Bagaimana bisa saya menjualnya dalam waktu dua hari?”
“Rey pernah menjual sampai 500 buah dalam waktu dua hari tapi aku hanya memberikanmu 150 buah. Kamu sudah mengeluh begitu.”
Kyra terdiam sejenak sambil berpikir. Ia kembali bicara pada Aditya.
“Baiklah....akan kulakukan sesuai permintaanmu.”
“Huh...dasar wanita bodoh, Rey itu menjual 500 buah dalam waktu 10 hari. Gampang sekali dibohongi. Aku ingin lihat sampai mana kemampuannya itu.” Dalam hati Aditya.
Aditya kemudian memencet alat komunikasi yang ada dimeja kerjanya. Ia mencoba menghubungi Rey yang ada dibawah untuk menyiapkan meja kerja untuk istrinya.
“Rey...apa kau dibawah?”
“Yah...ada apa?”
“Siapkan satu meja kerja didekat ruanganmu, Nona Carolin akan bekerja sebagai manajer pemasaran disitu.”
“Siapa Carolin?”
“Apa kau sangat senang bermain - main?”
“Baiklah....akan aku siapkan, tuan.”
Alat kemonikasinya pun terputus. Aditya kembali bicara pada Kyra yang ada didepannya.
“Pergilah cari Rey dilantai 5. Dia akan menyiapkan ruangan untukmu. Ingat....lakukan dalam dua hari. Kalau tidak sesuai perjanjian, kamu harus melakukan seperti yang aku katakan.”
“Baik.....akan saya lakukan. Permisi.”
__ADS_1
Kyra pun berbalik untuk keluar dari ruangan Aditya. Tiba – tiba Aditya tersadar dengan penampilan istrinya yang terlihat sedikit terbuka dibagian punggungnya.
“Tunggu...”
Kyra langsung berbalik kearah Aditya.
“Apa masih ada yang Anda butuhkan?”
Aditya memandang penampilan Kyra dari bawah keatas. Rok ketat diatas lutut dan baju sifon tipis lengan panjang yang sedikit terbuka dibagian bahu memperlihatkan tulang selangkanya. Bagi orang biasa....itu pakaian normal. Tapi bagi Aditya, itu sangat mengganggunya apalagi mendengar ucapan Kaila tadi yang mengatakan kalau banyak pria yang mendekatinya. Ia tadi sangat cemburu ketika Kaila mengatakan itu tapi rasa cemburunya itu ia tahan karena ada Kaila didepannya.
Aditya kemudian berbicara kepada istrinya.
“Apa kamu bekerja dengan penampilan seperti itu?”
Setelah mendengar ucapan Aditya, Kyra langsung melihat penampilannya yang menurutnya normal – normal saja. Ia kemudian menjawab pertanyaan Aditya.
“Ada apa dengan penampilanku, aku setiap hari berpakaian seperti ini di kantor. Bukankah ini pakaian normal.”
“Ganti pakaianmu itu sekarang.”
“Ganti...kenapa aku harus mengganti pakaianku, apalagi aku tidak punya pakaian lain disini. Masa aku harus kembali lagi ke rumah hanya untuk ganti pakaian?”
“Apa kau disini bekerja atau menggoda pria?”
Kyra tersenyum kesal mendengar ucapan Aditya.
“Tuan Aditya, saya disini untuk bekerja. Dan masalah pakaian yang saya pakai, ini sangatlah normal. Apa Anda tidak lihat. Beberapa wanita dikantor ini juga berpakaian seperti ini?”
Ya....memang baju yang dipakai Kyra memang biasa saja tidak terlalu seksi seperti wanita – wanita diluar sana yang ia tidak sukai tapi mengingat rasa cemburunya itu lebih besar membuat semuanya menjadi rumit. Ia ingin Kyra menutupi seluruh badannya itu dengan pakaian tertutup.
Aditya kembali bicara kepada Kyra.
“Tidak akan, ini gayaku. Selama saya tidak berpakaian diluar batas, Anda tidak berhak mencampurinya. Bukankah wanita harus berpenampilan menarik ketika berada diluar.”
“Gayamu yah....baiklah.” Ucap Aditya sambil tersenyum menyeringai. “Kamu tidak mau menggantinya kan.” Ucapnya sambil menegakkan tubuhnya menatap Kyra.
Ia kemudian berjalan pelan menghampiri Kyra. Ketika Aditya semakin dekat dengan Kyra.
Kyra mulai panik dan takut dengan Aditya yang berjalan mendekatinya.
“Kamu mau apa?” Tanya Kyra sambil berjalan mundur.
Aditya tidak peduli dengan ucapan Kyra, ia hanya berjalan pelan dengan wajahnya yang tersenyum. Kyra terus menghindari Aditya dengan berjalan mundur sampai punggungnya menabrak tembok.
“Dit.....apa yang ingin kamu lakukan?”
Ketika Aditya sudah sangat dekat didepannya, ia langsung menghindar kesamping.
Aditya yang melihat itu langsung menarik tangannya dan mengunci kedua tangan Kyra kebelakang punggung istrinya itu sampai membuat tubuh Kyra menempel ditubuhnya.
“Lepaskan tanganku, apa yang kamu lakukan?” Ucap Kyra sambil berusaha melepaskan tangannya yang digenggam erat Aditya dibelakang punggungnya.
Aditya kemudian menarik tubuh Kyra sampai wajah mereka hampir bersentuhan. Kyra langsung kaget ketika tubuhnya ditarik Aditya karena ia hampir mencium bibir Aditya.
Mereka kemudian terdiam dan saling menatap dalam - dalam untuk melepaskan rasa rindu diantara mereka yang selama ini mereka pendam.
Aditya menatapnya dengan penuh cinta sambil memajukan wajahnya didepan wajah Kyra. Ia semakin memajukan wajahnya perlahan – lahan sampai bibirnya mencium bibir istrinya itu dengan mesra. Begitupun dengan Kyra, ia memejamkan matanya sambil menikmati ciuman yang diberikan Aditya padanya.
__ADS_1
Tak lama kemudian.....Kyra tersadar dengan Aditya yang ia kira sudah menikah dengan wanita lain. Ia langsung membuka matanya dan berusaha melepaskan ciumannya dari Aditya. Tapi Aditya tidak menghiraukan penolakan istrinya itu, ia terus menciumnya sampai memasukkan lidahnya kedalam mulut Kyra karena rasa rindunya selama bertahun - tahun.
Kyra langsung melepaskan bibirnya dari Aditya dan memalingkan wajahnya untuk melepaskan ciuman Aditya darinya. Aditya tidak berhenti sampai disitu, ia melanjutkan aksinya itu untuk mencium bibir Kyra tapi Kyra terus memalingkan wajahnya kekiri dan kekanan untuk menghindari Aditya yang ingin menciumnya.
“Dit....hentikan, tolong.”
Aditya yang mendengar itu langsung mencium leher Kyra dengan paksa.
“Dit...apa yang kamu lakukan, tolong lepaskan?” Ucapnya dengan marah.
Aditya tidak mengubrisnya, ia hanya melanjutkan aksinya yang mencium leher sampai meninggalkan bekas merah disana. Ia kemudian mencium dibawah leher Kyra sampai diatas payudaranya membuat Kyra sangat marah.
“Aditya.....” Teriaknya dengan keras sambil meronta – ronta.
Aditya langsung mengentikan aksinya ketika mendengar teriakan istrinya.
“Kenapa....bukannya tadi kamu menikmatinya?” Ucapnya sambil tersenyum menggoda. “Kamu tidak bisa berbohong padaku kalau kamu sangat merindukan ciumanku kan.”
“Dasar tidak tahu malu.” Ucapnya dengan wajahnya yang semakin marah mendengar kata – kata Aditya.
Aditya melepaskan tangan Kyra dibelakang dan langsung menarik kembali tubuh Kyra ke tubuhnya.
Sedangkan tangan Kyra sudah berada didada Aditya yang berusaha mendorongnya tapi tenaganya tidak bisa melawan tenaga Aditya yang begitu kuat memegang tubuhnya. Ia hanya bisa pasrah dan menghentikan aksinya itu.
Aditya kemudian berbicara kepada Kyra sambil memainkan rambut istrinya itu.
“Kalau kamu masih berpakaian begini besok, aku bisa melakukan lebih dari ini.”
Kyra hanya menatapnya dengan marah. Aditya kembali bicara kepadanya.
“Apa kamu mengerti?”
“Oke....akan aku lakukan. Bisa kau lepaskan tubuhku sekarang.”
Aditya kemudian melepaskan tubuh istrinya itu. Kyra langsung menamparnya dengan keras. Aditya hanya tersenyum memegang pipinya yang habis ditampar oleh istrinya.
“Dasar pria tidak tahu malu, kamu sadar dengan yang kamu lakukan tadi. Kamu sudah sangat melukai harga diriku sebagai wanita.”
“Yah....aku sadar. Sangat sadar, aku bahkan bisa menjadi lebih tidak tahu malu lagi.”
“Kamu masih belum berubah ternyata, sudah menikah tapi masih berusaha menggoda wanita lain.” Ucapnya dengan marah.
“Kamu cemburu.”
“Huh...cemburu, aku sama sekali tidak cemburu dengan pria yang sudah menikah.”
Aditya hanya tersenyum mendengar ucapan Kyra yang terlihat marah karena ia sangat menikmati bisa mempermainkan istrinya itu. Ia kemudian menghela nafasnya sambil tersenyum senang.
“Keluarlah....aku pusing mendengar ocehanmu itu.”
“Huh...” Balasnya dengan wajahnya yang masih terlihat marah sambil membalikkan badannya.
Ia langsung membuka pintu ruang kerja Aditya.
Aditya kembali berbicara padanya ketika Kyra membuka pintu ruang kerjanya.
“Hari ini aku akan membiarkanmu. Tapi besok – besok, aku tidak ingin melihat pakaianmu yang seperti itu.”
__ADS_1
Setelah mendengar ucapan Aditya, ia langsung berjalan keluar dengan wajahnya yang marah sampai tidak sadar dengan May yang ingin menyapanya. Ia hanya melewati May dan masuk ke dalam lift menuju lantai bawah.
Bersambung.