Beautiful Romance 2

Beautiful Romance 2
BAB 9 Beautiful Romance 2


__ADS_3

Dua hari kemudian, Kyra sudah siap – siap untuk berangkat ke Indonesia. Ia diantar Bagas dan Zahila menuju bandara Kota New York Amerika Serikat.


Hanya beberapa menit saja, mereka sampai di bandara. Bagas mengambil koper Kyra dibagasi mobilnya Sedangkan Kyra menggendong anaknya masuk ke dalam bandara.


Zahila dan Bagas hanya mengantar Kyra sampai tempat pemeriksaan barang. Zahila mulai menangis melihat kakak dan keponakannya masuk ke tempat chek in. Mereka berdua hanya bisa melihat Kyra dari jauh tanpa bisa mengantarnya masuk kedalam. Bagas merasa kasihan melihat Zahila yang menangis, ia pun mencoba menenangkannya saat itu.


“Sudah jangan menangis...kakakmu hanya sebentar saja disana.” Ucapnya sambil mengusap kepalanya.


“Aku tidak bisa ikut dengan mereka, kenapa sih mereka berangkatnya hari ini. Aku kan masih belum menyelesaikan ujian kampusku.” Ucapnya sambil meneteskan air matanya.


“Kakakmu kan diharuskan berangkat hari ini. Kita selesaikan dulu masalah sekolahmu baru menyusul mereka.”


“Ia...”


Setelah Zahila dan Bagas sudah tidak melihat Kyra dan Kaila, mereka pun kembali ke rumah dengan mengendarai mobil Bagas.


Sedangkan Kyra dan Kaila sudah duduk dikursi sambil menunggu penerbangannya ke Indonesia. Kaila mulai penasaran dengan kepergiannya, ia berpikir kalau ia dan ibunya akan pergi bertemu dengan Ivan.


“Ma..”


“Eem.” Balasnya sambil menengok ke samping melihat Kaila.


“Kita mau pergi bertemu papa yah.”


“Bukan sayang....kita akan pergi bertemu Tante Tania. Kamu tidak kangen dengan Tante Tania.”


“Kaila kangen tapi Kaila juga kangen dengan papa Ivan.”


“Apa yang Kaila sukai dengan papa Ivan?” Tanya Kyra sambil tersenyum kepada anaknya.


“Baik...dia suka ngajak Kaila main.” Balasnya dengan manja.


“Hanya itu.”


Kaila hanya mengangguk.


“Kalau misalnya ada orang yang mengaku kalau dia papa kandung Kaila, bagaimana?”


“Apa papa Ivan bukan papa kandung Kaila?” Tanya Kaila dengan polosnya.


“Bukan sayang.....mama kan sudah pernah bilang kalau papa Ivan itu bukan papa kandung Kaila.”


“Habis Kaila cuma lihat foto papa Ivan di kamar mama. Lagipula Kaila tidak pernah lihat papa Kaila siapa, apalagi lihat fotonya?” Ucapnya dengan wajahnya yang polos.


“Ia yah....seharusnya aku tidak membuang semua foto Aditya. Aku sampai lupa kalau Kaila harus melihat wajah ayah kandungnya sendiri.” Dalam hati Kyra.


Ditengah pembicaraan mereka, tiba – tiba terdengar panggilan nomor penerbangan Kyra yang menuju Indonesia. Ia langsung berdiri bersama dengan anaknya menuju pintu masuk pesawat kelas bisnis yang sudah mereka pesan itu.


Ia dan Kaila diantar oleh seorang pramugari menuju tempat duduknya. Kyra dan Kaila langsung duduk dipesawat sambil menyandarkan tubuh mereka.


“Kalau Kaila mengantuk, tidur saja yah. Mama akan terus disini menemanimu.”


“Mama tidur juga...tidak usah takut. Kalau mama menangis lagi dan berteriak, Kaila akan langsung memeluk mama.” Ucapnya dengan polos.


“Wah....Kaila baik sekali yah. Mama bisa tidur dong yah karena ada Kaila yang jaga mama.” Balasnya sambil tersenyum melihat anaknya.


“Ia...tenang saja. Ada Kaila.” Ucapnya sambil memegang tangan ibunya.


Kyra hanya tersenyum lebar mendengar ucapan anaknya itu.


Tak lama kemudian, Kaila tertidur pulas setelah bercanda dengan ibunya sedangkan Kyra masih terjaga sambil memikirkan sesuatu.


“Bagaimana kabar mami, Lea dan yang lainnya. Apa mereka sudah melupakanku. Ini sudah delapan tahun lamanya, mereka pasti sudah melupakanku?” Dalam hati Kyra.

__ADS_1


Ia kemudian menghela nafasnya sambil terus memikirkan mereka.


“Bagaimana dengan kabar Aditya dan Aura....delapan tahun lalu aku pergi begitu saja karena tidak tahan kalau harus tinggal di Indonesia melihat kebersamaan mereka. Sekarang mengingat mereka berdua saja membuatku pusing apalagi kalau melihat mereka bersama. Aku tidak tahan melihatnya. Ya tuhan....berikanlah aku kekuatan menghadapi Aditya dan Aura.” Dalam hati Kyra.


Setelah mengatakan itu dalam hatinya, ia mencoba memejamkan matanya untuk membuat dirinya tenang.


***


Selama 15 jam penerbangan mereka, akhirnya mereka sampai di Indonesia. Setelah turun dari pesawat, ia langsung menelfon Tania untuk datang menjemputnya.


Kyra berjalan keluar bandara sambil menarik kopernya dengan tangan kirinya dan tangan kanannya memegang tangan Kaila.


Ia menunggu kedatangan Tania didepan bandara. Tak lama kemudian, Tania datang dengan mobil pribadinya. Ia langsung turun ketika melihat Kyra dan Kaila menunggu didepan.


“Kamu sudah menunggu lama.”


“Baru saja kok.”


Tania kemudian melihat kearah Kaila sambil tersenyum lebar.


“Hai sayang...lama tidak bertemu.” Sapanya sambil menaikkan tangannya didepan Kaila dengan senyuman lebar diwajahnya.


“Tante Tania semakin jelek saja.” Ucapnya dengan wajah polosnya.


“Ya ampun Kaila, kamu masih sama yah. Berlidah tajam.”


“Kaila....tidak boleh bicara begitu sama Tante Tania sayang.” Sahut Kyra sambil melihat anaknya.


“Ia..”Balasnya dengan pelan.


“Sudah.....ayo naik ke mobil. Berikan kopermu, aku masukkan ke bagasi mobil.” Ucap Tania sambil mengulurkan tangan kanannya.


“Biar aku saja yang melakukannya.”


“Baiklah...terserah padamu saja.”


Kyra naik ke mobil bersama dengan anaknya disusul Tania yang selesai memasukkan barang Kyra ke bagasi mobilnya.


Tania mengendarai mobilnya menuju Apartemen yang akan ditempati Kyra.


Didalam mobil, tiba – tiba Kaila merasa sangat lapar. Ia pun merengek pada ibunya itu.


“Mama...” panggilnya dengan pelan.


“Ia sayang...”


“Kaila lapar sekali, ingin makan pasta.”


“Kamu lapar sekali yah.” Sambil melihat anaknya yang sedang duduk dipangkuannya.


“Ia...”


“Kaila lapar yah.....nanti didepan kita berhenti yah. Disana ada Restoran barat, kamu suka sekali makan pasta kan.” Sahut Tania.


“Maaf yah....sudah merepotkanmu.” Ucap Kyra sambil menengok kearah Tania yang sedang menyetir disampingnya.


“Tidak apa – apa......ini hanya masalah kecil kok.”


Tak lama kemudian, Tania menghentikan mobilnya tepat didepan restoran barat yang terkenal di kota itu. Ia memarkirkan mobilnya diparkiran mobil restoran. Setelah parkir, mereka bertiga turun dari mobil dan masuk ke dalam restoran.


Ketika berada didalam, Kyra, Kaila dan Tania duduk disalah satu meja restoran.


Pelayan restoran datang menghampiri mereka dengan membawa menu restorannya.

__ADS_1


“Mau pesan apa nona?” Tanya pelayan restoran yang sudah berdiri disamping meja mereka.


“Kaila mau pesan apa sayang?” Tanya Tania sambil melihat Kaila yang tengah duduk disampingnya.


“Pasta...”


“Pastanya satu yah sama air putih.” Pintanya sambil melihat kearah pelayan itu. “Ky....kamu pesan apa?” Tanya Tania sambil melihat Kyra didepannya.


“Aku pesan orange jus saja.”


“Kamu tidak pesan makanan.”


“Aku masih kenyang, tadi makan dipesawat sama Kaila.”


“Baiklah....sudah dicatat kan mba.” Sambil melihat kearah pelayan restoran.


“Ia nona. Silahkan ditunggu makanannya.” Ucapnya dengan sopan.


“Oke...cepat yah.”


“Baik....Permisi.” Sambil membungkuk hormat.


Pelayan restoran itu pergi meninggalkan mereka dengan buku menu yang dipegangnya.


Setelah pelayan itu pergi, tiba – tiba Kaila ingin buang air kecil. Ia pun merengek pada ibunya yang tengah duduk didepannya.


“Ma....Kaila mau buang air.”


“Kaila mau buang air.”


“Ia...”


“Tania....toilet disini sebelah mana?” Tanya Kyra sambil melihat Tania.


“Aku saja yang mengantarnya. Kamu duduk saja disini menunggu makanannya datang.”


“Baiklah....terserah padamu.”


Tania pun berdiri dari tempat duduknya sambil memegang tangan Kaila.


“Ayo Kaila....”


Tania dan Kaila berjalan menuju kamar mandi sedangkan Kyra tengah sibuk mengirim sebuah pesan pada Bagas kalau ia sudah sampai di Indonesia dengan selamat dan sekarang ia sedang bersama Tania di Restoran.


Ditengah – tengah kesibukannya itu, tiba – tiba terdengar suara dari beberapa orang yang tak jauh didepannya.


Ia kemudian melihat kedepan, betapa kagetnya ia ketika melihat Aditya yang baru keluar dari ruang VIP restoran bersama beberapa investor yang datang dari luar negri.


Secara refleks...Kyra berdiri dari tempat duduknya sampai tak sengaja menyenggol pelayan yang membawa makanan untuk pelanggan lain. Semuanya jatuh berserakan dilantai.


Andi menengok kearah suara piring yang berjatuhan itu. Ia terkejut melihat Kyra berdiri yang tak jauh dari mereka.


“Kakak ipar...” panggilnya dengan wajahnya yang terkejut.


Aditya yang tengah berbicara dengan para Investor itu seketika berbalik saat mendengar Andi memanggil kakak ipar.


Aditya sangat terkejut melihat istrinya yang sedang berdiri tak jauh darinya. Begitupun dengan Kyra yang diam kaku melihat Aditya didepannya tanpa peduli dengan pelayan yang sedang membersihkan pecahan piringnya.


Aditya dan Kyra hanya berdiri mematung sambil saling melihat satu sama lain. Mereka berdua tidak tahu apa yang harus dilakukan setelah delapan tahun tidak bertemu.


Bersambung.


Biasakan Like setelah membaca, Like itu gratis yah

__ADS_1


__ADS_2