Beautiful Romance 2

Beautiful Romance 2
BAB 75 Beautiful Romance 2


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Keesokan harinya.


Aditya yang baru saja selesai rapat, langsung masuk ke dalam ruangannya. Di sana ia berjalan cepat dan menghubungi Rey lewat alat komunikasi yang ada di meja kantornya.


“Hei...cepat kemari.”


“Aku sedang sibuk sekarang.”


“Tidak usah pura – pura sibuk. Cepat datang ke sini.”


“Oke.”


Rey yang habis menerima panggilan Aditya sudah merasa tidak enak.


“Haaaaa.....” Menghela nafasnya dengan kasar.


“Akhirnya ibu mertua memanggilku juga. Dia pasti mau membahas masalah kemarin. Baru kali ini si cantik memberiku musibah.” Gumamnya.


Si cantik yang selalu Rey sebut itu adalah mobil merah kesayangannya. Itu adalah mobil hasil desainnya sendiri yang ia beri nama dengan si cantik.


Rey lalu berjalan keluar dari ruangannya menuju ruangan Aditya. Beberapa karyawan yang ia temui langsung menyapanya dengan sopan. Ia hanya membalasnya dengan senyuman tak sama seperti Aditya yang hanya berwajah dingin saat di sapa karyawannya.


Ia menaiki lift menuju lantai atas ruangan Aditya. Tak lama kemudian, ia sampai di lantai atas. Ia datang menghampiri May yang tengah sibuk bekerja.


“May...bosmu ada di dalam.”


May langsung berdiri di meja kerjanya tepat di depan Rey.


“Pak Manajer. Maaf....saya tidak tahu kalau Anda datang. Tuan Muda ada di dalam.”


“Oke...aku masuk ya.” Sambil tersenyum.


“Iya. Silahkan.”


“Hei...kamu itu jangan terlalu serius bekerja. Santai sedikit lah.”


“Iya pak. Saya mengerti.”


Rey pun berjalan ke arah pintu ruangan Aditya yang tak jauh darinya.


Tok....tok....tok......suara ketukan pintu Ruangan Kerja Aditya.


“Masuk”

__ADS_1


Rey masuk ke ruangan bosnya itu dengan wajah lesunya. Ia tahu kalau ia di panggil pasti karena masalah kemarin.


Ia berjalan menghampiri Aditya yang tengah duduk di kursi kerjanya memeriksa beberapa dokumen rapatnya.


“Aku sudah di sini. Katakan apa yang ingin kamu katakan?” Tanya Rey yang sudah tahu maksud Aditya.


Aditya menghentikan kesibukannya. Ia berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke depan meja kerjanya. Ia berdiri menyandarkan tubuhnya di meja kerjanya sambil menatap tajam Rey yang berdiri di depannya.


Rey kembali bicara pada Aditya.


“Jangan menatapku begitu. Katakan saja langsung.”


Aditya langsung bicara tanpa basa – basi.


“Sebaiknya kamu menjauhi Zahila mulai sekarang.” Tegasnya.


Rey langsung berwajah serius di depan temannya itu.


“Kamu melarangku mendekati Zahila.”


“Iya. Carilah gadis lain. Jangan Zahila.”


Rey melingkarkan kedua tangannya di depan dadanya sambil menatap serius Aditya.


“Kamu pikir aku main – main pada Zahila.”


“Berikan alasannya, kenapa kamu melarangku mendekati Zahila?”


“Kamu sudah tahu alasannya apa. Aku tidak usah mengatakannya padamu. Aku tidak bisa membiarkanmu mendekatinya, Rey?”


Rey memejamkan matanya sambil menghela nafasnya dengan kasar. Ia lalu menjawab ucapan Aditya.


“Kalau kamu pikir aku mendekati Zahila karena main – main dengannya seperti wanita – wanita yang sering bersamaku. Kamu sangat salah, aku benar – benar menyukai adik iparmu itu.”


Aditya menegakkan tubuhnya dari sana dan berjalan menghampiri Rey sambil melingkarkan kedua tangannya di depan dadanya.


“Rey...apa kamu tahu kalau Zahila punya penyakit jantung?”


“Aku tahu.”


“Apa kamu bisa menjaga dia agar tidak sakit hati dan menderita?”


“Tentu saja. Aku bisa melakukan itu semua.”


“Kamu bisa melakukan semuanya, tapi apa kamu bisa mengontrol semua gadis yang pernah kamu kencani. Aku melarangmu mendekati Zahila karena dia punya penyakit jantung, Rey. Jika dia berhubungan denganmu, berapa banyak air mata yang jatuh di pipinya. Kalau dia sampai kenapa – kenapa karena kamu, istriku bisa hancur. Kamu tahu sendiri kan, dulu Kyra menikah denganku karena ingin menyembuhkan penyakit jantung Zahila. Istriku sangat menyayangi adiknya melebihi apapun, kalau dia masuk rumah sakit lagi karena penyakitnya itu. Dia pasti akan tumbang.”

__ADS_1


“Apa kamu takut kalau kejadian yang kamu alami delapan tahun lalu terjadi padaku?” Tanya Rey dengan serius.


Aditya hanya berjalan membelakangi Rey menuju kursi kerjanya. Ia langsung duduk di sana sambil bersandar di kursinya.


Rey kembali bicara saat melihat Aditya tidak menjawab pertanyaan. Pasti itu yang di takutkan Aditya makanya ia melarang dirinya untuk mendekati Zahila. Begitu pikirnya.


“Kamu bisa yakin padaku. Aku benar – benar menyukai Zahila. Ah tidak....bukan menyukai, tapi aku mencintai gadis itu. Gadis itu sudah membuatku jatuh cinta. Aku katakan padamu ya, meskipun aku bertemu dengan dia baru beberapa hari, tapi aku sungguh – sungguh mencintainya. Mungkin tidak sama seperti dirimu yang butuh proses lama untuk bisa mencintai istrimu. Tapi aku berbeda, aku langsung jatuh cinta saat melihatnya. Cara jatuh cinta orang itu semuanya berbeda – beda. Jangan bandingkan aku denganmu. Lagi pula aku sudah memberitahukan ibuku tentang Zahila.”


Aditya langsung berdiri dengan wajahnya yang sangat syok.


“Kau sudah gila ya.”


“Aku sudah bilang kan. Kalau aku sungguh – sungguh mencintai adik iparmu.”


Aditya menghela nafasnya sambil menaikkan kepalanya ke atas. Ia memegang kepalanya sambil memejamkan matanya di sana.


Sedangkan Rey hanya memalingkan wajahnya dengan santai.


“Kau benar – benar keterlaluan Rey. Kenapa kau harus mengatakan pada ibumu sebelum kau mengejar Zahila?”


“Jadi kamu sudah menyetujuiku.”


“Kapan aku bilang begitu?”


“Barusan kamu bilang mengejar Zahila.”


“Itu bukan berarti aku sudah mengijinkanmu mendekati Zahila.”


“Terserahlah. Tapi aku ingin mengatakan padamu kalau aku tidak akan membiarkan kejadian seperti yang kamu alami bersama Kyra terjadi padaku. Aku bukan dirimu yang hanya mendiami istriku saat masalah di antara kita belum selesai. Aku akan menjelaskan padanya sampai dia bosan mendengarnya.” Jelasnya.


“Kau menyindirku.”


“Aku tidak menyindirmu. Aku hanya mengatakan apa yang ada di hatiku. Aku tahu kalau kamu diam karena takut dia sakit atau pingsan lagi. Tapi dari pada memikirkan itu, aku lebih takut kalau aku sampai berpisah dengannya. Jadi kamu bisa yakin padaku, aku tidak akan membiarkan wanita manapun mencoba menyakiti Zahila bahkan kalau perlu, dia tidak usah punya teman wanita. Cukup aku saja yang dia punya. Dengan kejadian yang kamu alami bersama Kyra membuatku hati – hati. Kamu bisa yakin denganku.”


“Kata – katamu meyakinkan sekali ya kalau kamu dan Zahila akan bersama. Memangnya dia suka padamu juga.” Menyeringai.


“Itu masalah belakangan. Aku harus menyingkirkanmu dulu kan baru aku mendekati dia lagi.” Dalam hati Rey.


Aditya kembali bicara pada Rey.


“Pergilah. Dan ingat, jangan datang ke rumahku untuk menemui Zahila sebelum kamu menunjukkan keseriusanmu itu padanya.”


“Oke....aku pergi. Aku akan buktikan padamu kalau aku benar – benar mencintai Zahila.” Sambil tersenyum.


“Cih...” Memalingkan wajahnya tak ingin melihat Rey.

__ADS_1


Rey pun pergi dari ruangan Aditya sedangkan Aditya hanya berwajah datar saat Rey pergi.


Bersambung.


__ADS_2