Beautiful Romance 2

Beautiful Romance 2
BAB 8 Beautiful Romance 2


__ADS_3

Bagas datang ke Apartemen Kyra. Ketika berada didepan Apartemennya, ia langsung membunyikan bel Apartemen Kyra. Ia masuk ke dalam saat Kyra membuka pintu untuknya.


“Kyra...kenapa kamu tiba – tiba ingin kembali ke Indonesia?”


“Mas Bagas duduk dulu, aku ceritakan semuanya.”


“Baiklah..”


Bagas pun duduk disofa disusul Kyra yang ikut duduk disampingnya. Setelah mereka duduk, Kyra menceritakan semuanya pada Bagas.


“Apa kamu yakin dengan keputusanmu itu, kalau kamu merasa belum siap kembali kamu bisa bekerja diperusahaan?”


“Aku akan kembali dulu mas dan mencari tahu apa yang mereka mau?”


“Terus kenapa bos kamu itu tidak ingin mengatakan nama perusahaan yang ingin kamu masuki. Ini aneh....apa ini ada hubungannya dengan Aditya. Perusahaannya itu kan merupakan perusahaan sukses di seluruh Asia. Apa dia yang memindahkanmu ke Indonesia dan membuatmu tidak bisa bekerja di perusahaan manapun?” Tanya Bagas sambil mengerutkan keningnya.


“Biarpun dia, aku akan mencoba menghadapinya. Aku tidak bisa tinggal diam seperti ini melihat perusahaannya menghentikan karirku. Aku ingin datang kesana menemuinya langsung, apa alasan mereka sampai membuatku seperti ini. Kalaupun itu Aditya dan alasannya begitu karena ingin mengambil Kaila, aku akan berusaha untuk melawannya. Ivan seorang pengacara, dia bisa membantuku jika Aditya sampai ingin mengambil anakku.”


“Darimana semangatmu ini datang?” Tanya Bagas sambil tersenyum.


“Aku memang harus menghadapinya, aku tidak ingin bersembunyi seperti ini. Zahila benar....seharusnya aku menghadapi masa lalu yang terus membayangiku itu, aku tidak ingin menjadi seorang pengecut.”


“Baiklah....itu terserah padamu, aku akan mendukung keputusanmu. Kalau kamu ingin kembali, aku akan mengantarmu sampai ke sana.”


“Tidak usah mas. Mas urus saja masalah perusahaan.”


“Perusahaan sudah terselamatkan, perusahaan milik tantenya Ivan tiba – tiba bersedia membantu kita. Tapi Kyra....apa semua ini ada hubungannya denganmu?” Tanya Bagas penasaran.


“Aku belum mengatakan padamu kalau aku akan tunangan dengan Ivan.”


“Apa.....tunangan. Kamu sudah gila yah, bukannya kamu masih trauma dengan pernikahan.”


“Aku sudah memutuskannya mas.”


“Tidak bisa Kyra....Mas Bagas tidak akan setuju. Ini semua pasti permintaan Tante Rosa, aku tidak akan pernah setuju dengan pernikahanmu itu.”


“Kaila butuh sosok ayah mas, aku melakukannya bukan sepenuhnya untuk perusahaan tapi untuk Kaila. Dia harus memiliki orang tua yang lengkap.”


“Tidak bisa Kyra.....aku tidak akan pernah setuju. Apa kamu lupa, kamu itu punya penyakit. Apa kamu ingin memperparah penyakitmu itu?”


“Besok....aku akan melakukan terapi hipnotis. Tante bilang, itu bisa menyembuhkan penyakitku.”


“Kamu yakin, keputusan yang kamu ambil bukan desakan tante.”


“Bukan mas....ini kulakukan untuk Kaila.”


“Aku tahu itu semua untuk Kaila. Tapi Kyra....sekali saja kamu harus hidup untuk dirimu sendiri. Jangan biarkan orang menekanmu, kamu yang menjalani hidupmu bukan mereka. Sejak kamu mengganti namamu dan bersembunyi dari mereka, saat itu kamu pernah mengatakan padaku kalau kamu akan hidup sesuai dengan keinginanmu. Apa kamu sudah lupa?” Tegasnya.


“Ia mas......tapi aku sungguh melakukan ini karena Kaila bukan siapa – siapa.”


“Kamu tidak bisa berbohong padaku, meskipun kamu bilang begitu tapi aku bisa tahu kalau itu semua keinginan Tante Rosa. Kalau kamu ingin kembali ke Indonesia, pergilah. Masalah Tante Rosa aku akan mengurusnya, tapi kamu jangan mengatakan padanya kalau kamu akan kembali ke Indonesia karena dia pasti akan melarangmu pergi sebelum kamu bisa bertunangan dengan Ivan. Masalah perusahaan aku akan mencari solusinya dan aku sendiri yang akan membatalkan pertunanganmu dengan Ivan. Kamu tinggal nikmati saja hidupmu dengan baik. Jangan memikirkan orang lain lagi, kamu mengerti kan.” Tegasnya sambil melihat Kyra.


“Ia mas...”


“Aku akan menghubungi Tania untuk menjemputmu di bandara. Kamu bisa tinggal dengannya untuk sementara.”


“Ia...terima kasih mas. Aku akan membawa Kaila kembali, tolong jaga Zahila sampai aku kembali lagi kesini.”


“Baiklah.....itu gampang. Tapi kapan kamu berencana pergi?”


“Empat hari lagi..”


“Cepat sekali.” Balasnya dengan kaget.


“Kantor memberiku batas waktu sampai empat hari.”


“Baiklah....nanti aku akan memberitahu Tania. Tenangkanlah dirimu, aku akan pulang sekarang.”

__ADS_1


“Ia....terima kasih sekali lagi mas.”


“Jangan merasa terbebani lagi. Aku melakukan ini karena menganggapmu sebagai adikku sendiri.”


“Ia...”


“Aku pulang yah. Istirahatlah....”


Kyra mengangguk sambil melihat Bagas yang sudah berdiri didepannya.


Bagas pun meninggalkan Apartemen sederhana milik Kyra. Perasaannya sedikit kecewa ketika tahu kalau Kyra ingin menikah dengan Ivan untuk menolong perusahaannya dan semua itu karena permintaan Tante Rosa.


***


Keesokan paginya, Kyra dijemput Tante Rosa untuk pergi terapi hipnotis.


Tak lama kemudian, Tante Rosa dan Kyra sampai disebuah klinik seorang dokter psikologis. Ia biasa melakukan pengobatan dengan menggunakan hipnoterapi, salah satunya terapi hipnotis.


Setelah mengantar Kyra masuk ke dalam, ia pamit pergi ke kantor karena Kyra harus melakukan hipnoterapi tanpa ada gangguan siapapun. Ia hanya bisa mengantarnya sampai ke dalam tanpa harus menemaninya.


Ketika Tante Rosa sudah pergi, Dokter psikolog yang bernama Dr. Jeslyn mulai mengobrol dengan Kyra yang saat itu duduk didepannya.


“Ini pertemuan kita yang kedua kalinya kan. Kamu masih ingat.” Ucapnya sambil tersenyum.


“Ia dok. Saya masih ingat, waktu itu tante memperkenalkan saya dengan dokter ketika saya datang ke pesta bersamanya.”


“Baiklah.....kita mulai sekarang. Tapi sebelum kita mulai, aku ingin kamu menceritakan semua masa lalumu padaku.” Ucapnya sambil melihat Kyra.


Kyra hanya diam saja sambil melihat Dr. Jeslyn.


“Santai saja....kita sesama perempuan, kamu bisa menganggapku sebagai temanmu atau keluargamu.”


Kyra pun mulai menceritakan semua masa lalunya pada Dr. Jeslyn tanpa ada yang tersisa. Dr. Jeslyn hanya diam dengan wajahnya yang sedikit kasihan mendengar cerita Kyra. Setelah Kyra selesai bercerita, Dr. Jeslyn mulai melakukan terapinya pada Kyra.


“Aku akan memberikanmu dua pilihan.”


“Aku punya dua pilihan pengobatan untukmu. Pertama, aku akan membuatmu melupakan kenangan masa lalu yang membuatmu bermimpi buruk tapi resikonya adalah kamu tidak akan mengingat orang yang berhubungan erat dengan masa lalumu. Kedua, aku akan membuat kamu tidak memimpikan kenangan burukmu itu tapi resiko keberhasilannya ada padamu. Selama hatimu kuat, kamu akan sembuh dari penyakitmu itu.” Jelasnya.


“Maksud dokter.”


“Cinta.....kalau cintamu lebih besar daripada penghianatannya maka kamu akan sembuh total tapi jika kamu merasa penghianatan yang kamu terima itu lebih besar dari cinta yang kamu miliki untuknya. Kamu akan terjebak selamanya dengan mimpi burukmu itu.”


Kyra memejamkan matanya sambil menghela nafasnya secara perlahan. Ia kemudian membalas ucapan Dr. Jeslyn.


“Aku memilih yang kedua.”


“Kenapa, seharusnya kamu memilih yang pertama supaya kamu tidak merasakan sakit lagi?”


“Aku tidak akan pernah menyingkirkan kenangan indahku bersama dia. Meskipun kami tidak bersama tapi kenangan indahku itu sangat berarti untukku.”


“Baiklah....aku akan memulai hipnotisnya.” Ucapnya dengan serius.


“Baik dok.”


“Bersandarlah dengan nyaman. Pejamkan matamu secara perlahan – lahan sambil mengingat kenanganmu indahmu bersama orang yang kamu cintai itu. Ingat, jangan memikirkan hal lain.”


“Baik...” Balasnya sambil menyandarkan tubuhnya dikursi.


Kyra memejamkan matanya secara perlahan – lahan sambil mengingat kenangan indahnya bersama dengan Aditya.


“Setelah mendengarkan jentikan jemariku, cobalah tidur lebih dalam sambil terus membayangkan saat kalian masih bersama.”


Kyra pun tertidur setelah mendengar Dr. Jeslyn menjentikkan jarinya. Ketika Kyra sudah tertidur, Dr. Jeslyn mulai terapinya itu.


“Apa kamu sangat mencintainya?”


“Sangat.”Balasnya dengan pelan.

__ADS_1


“Apa yang membuatmu sampai bisa mencintainya?”


“Aku tidak tahu.”


“Kenapa kamu bisa tidak tahu, bukankah semua orang itu butuh alasan untuk mencintai?”


“Alasannya karena dia.”


“Sepertinya Caroline masih sangat mencintai mantan suaminya itu.” Dalam hati Dr. Jeslyn.


“Baiklah....dengarkan kata – kataku, saat kamu bermimpi buruk dan memikirkan hal yang sangat menyakitkan itu maka seketika kamu akan hanya mengingat kenanganmu saat kalian saling mencintai. Apa kamu mengerti?”


“Mengerti.”


“Dengarkan sekali lagi, saat aku menceritakan penghianatan mereka padamu cobalah untuk mengingat kenangan indahmu bersamanya.”


“Baik...”


Dr. Jeslyn pun menceritakan masa lalu Kyra ketika ia dihianati suami dan temannya. Kyra mulai mengerutkan keningnya sambil berusaha mengingat kenangan indahnya seperti yang diperintahkan Dr. Jeslyn. Semakin lama, keringat ditubuhnya sudah mulai keluar, wajahnya terlihat gelisah. Saat itu, Dr. Jeslyn terlihat khawatir melihat Kyra gelisah.


“Ingat ucapanku tadi, kamu hanya diijinkan untuk mengingat kenangan indahmu saja, jangan mengingat yang lain.”


Kyra kembali tenang setelah mendengar ucapan Dr. Jeslyn. Ia sudah mulai tersenyum dalam keadaan terpejam dan masih dalam keadaan terhipnotis.


Dr. Jeslyn tersenyum lega ketika melihat wajah Kyra yang tersenyum dalam mimpinya.


“Baiklah....kamu akan bangun saat kamu mendengar jentikan jemariku.”


Kyra pun membuka matanya secara perlahan – lahan setelah mendengar suara jentikan jemari Dr. Jeslyn. Ia menarik nafasnya sambil berusaha duduk dengan tegak didepan Dr. Jeslyn.


“Bagaimana perasaanmu?” Tanya Dr. Jeslyn.


“Sedikit lebih nyaman.”


“Kamu tidak pusing kan.”


“Tidak dok...saya baik – baik saja.”


“Selama seminggu, kamu jangan minum obatmu dulu. Sebagai gantinya, aku akan memberikanmu aroma terapi yang bisa kamu simpan dikamarmu.”


“Ia dok.”


“Kalau seminggu kamu sudah tidak bermimpi buruk lagi berarti kamu sudah sembuh tapi ingat jangan pernah minum obat penenang selama seminggu.”


“Baik dok....terima kasih banyak atas bantuannya.”


“Sama – sama. Aku senang bisa membantumu, lagipula aku dan tantemu kan berteman.”


“Kalau begitu saya kembali pulang dulu dok.”


“Tidak tunggu tantemu dulu.”


“Tidak usah...dia pasti sibuk sekarang.”


“Baiklah....tapi jangan lupa datang periksa jika kamu masih bermimpi buruk.”


“Ia dok.”


Kyra meninggalkan klinik Dr. Jeslyn dengan naik taksi. Ia langsung pulang ke Apartemennya untuk mempersiapkan kepergiannya ke Indonesia.


Ketika berada di rumahnya, ia langsung menelfon bosnya untuk meminta dokumen kepindahannya ke Indonesia. Ia juga meminta nomor kantor di Indonesia yang bisa ia hubungi ketika sudah disana. Tuan Maichel hanya memberikan nomor Andi asisten Aditya, itu sesuai permintaan dari Andi.


Setelah menyelesaikan urusan kantornya itu, ia memesan tiket kelas bisnis karena ia harus membawa Kaila pergi bersamanya. Itu karena ia tak pernah berpisah jauh dari anaknya apalagi Kaila, tiap hari ia harus melihat ibunya disampingnya biarpun hanya sebentar.


Bersambung.


Jangan lupa like yah

__ADS_1


__ADS_2